Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Tidak Berlebihan



Chapter 59: Sangat Acak


[1]


"Bisakah Aku Memanggilmu Aya-chan, Dari Sekarang?"


"Hueeh? (Kenapa Orang Orang Selalu Tiba Tiba Mengatakan Hal Aneh Padaku Akhir Akhir Ini…) Kenapa, Panggil Saja Aku Seperti Biasa"


"Buuh, Rasanya Terlalu Biasa, Aku Juga Merasa Kalau Jarak Hubunganku Denganmu Itu Lebih Renggang Ketimbang Dengan Hubunganmu Dengan Ikeda-san"


"Ke-kenapa Harus Begitu Sih, A-aku Kan Pa-pac……carmu"


"……… UH!!^ BENAR!! Ternyata Memang Lebih Cocok Pakai Ayano-san Yaa, Hahaha"


"Ka-kau Jadi Tidak Jelas…… Fuuh, Kenapa Sih… Aneh Aneh Saja"


"Tidak Apa La~Ah, Aku Ini Kan…"


"Aku Tau Apa Yang Mau Kamu Katakan, Nanti Saja"


"Ap-! Guh, Menunjukkan Perasaanku saja Bisa Ditunda"


Ranka Langsung Murung Ketika Mendengarnya… Lalu Melihat Jam Kecil Di Tangan Ayano Dengan Menarik Tangan Kiri Ayano, Omong Omong, Ranka Ada Disamping Kanannya, Jadi Cukup Sulit…


"Hish, Sudah, Berangkat Sekolah Sana"


"Hai!^ Aku Pergii"


Ranka Berpisah Dengan Ayano, Memakai Seragam Sekolah Masing Masing…


Dan Satu Hal Dipagi Hari Ini…


Rabu, 24 April, 2019.


"Ne Nee, Itu Ketua Osis Kan"


"!!"


Ayano Mendengar Suatu Suara Dengan Volume Rendah, 6 Meter Didepannya… 2 Orang Gadis Memakai Seragam Smp Nanamori, Satunya Berambut Hitam Pendek Dan Satunya Lagi Berambut Merah Gelap Sesiku… menutup Mulutnya…


"Nah, Apa Kamu Berpikir Ketua Punya Pacar?"


"Seperti Yang Kau Lihat Barusan, Ketua Punya Pacar, Aduh, Aku Jadi Iri"


"Hah! Kita Harus Memberitahu Teman Teman Kita Yang Lain Tentang Ini"


"!! (Ap-!! Me-mereka Mau Memberitahu Murid Lain?!?! Gawat!) A-ano!!"


"Heh? Di-dia Memanggil Kita?"


"Nah, Bicara Sana"


"Heh?!? Kenapa Ak-"


Ayano Berlari Mendekati Kedua Gadis Tersebut, Lalu Setelah Debat Kecil, Gadis Berambut Hitam Berbalik, Dan Dipaksa Bicara Oleh Gadis Berambut Merah Gelap.


"A-ada Apa Ya? Ketua?"


"Ku-kumohon… Rahasiakan Hubunganku, Aku Tidak Mau Dapat Masalah Karna Hal Ini, Aku Mohon!"


***


"Ap-!! A-apa Yang Ibu Bicarakan!"


"Bukannya Itu Benar, Yaah, Ibu Sih Senang Senang Saja"


"Ugh-guh, Ibu Seperti Memaksakan Kesenangan Ibu"


"Tidak Kook, Tapi… Semoga Lama Ya, Aya-chan, Ibu Mendukungmu"


"Humph *Malu, Ma-makasih"


"Tuh, Akhirnya Kamu Jujur"


"Diaam!"


"ahaha"


Ibu Ayano Hanya Tertawa Sambil Memasak Di Dapur, Mengganggu Ayano Yang Sedang Duduk Menonton TV


***


"Ka-kalau Ketua Memaksa Sih"


"Nnggg!!!"


Ayano Merapatkan Tangannya Di Depan Mukanya Pada Kedua Gadis…


"Tidak Bisa!! Ini Harus Menyebar Ke Seluruh Penjuru Sekolah!! Kami Harus Memberitahu Semua Orang Tenta- *Glup"


Setelah Mendengar Kata 'Tidak Bisa' Dari Gadis Berambut Merah Gelap, Ayano Melempar Sebuah Benda Bulat Warna Merah Ke Mulut gadis Tersebut, Dan Gadis Tersebut Diam…


"Huh? Oi, Kamu Kenapa"


"Ah! Ketua Osis, Selamat Pagi"


"Heh?! (Ke-kenapa Dia Malah Seperti Lupa Akan Hal Barusan)"


Gadis Berambut Hitam Memperhatikan Temannya Yang Jadi Aneh, Lalu Melihat Ke Ayano… Yang Memasang Wajah Menyeramkan…


"Kalau Kamu Tidak Mau Berakhir Seperti Dia, Jangan Sebarkan Hal Ini… OK!?"


"Ha-HAI^!!!!"


Gadis Berambut Hitam Tersebut, Berbalik, Lalu Memegang Erat Tangan Temannya Yang Jadi Aneh Lalu Berlari Berangkat Sekolah…


(*Huff, Aku Jadi Terpaksa Menggunakan Ini, Harus Ku Jaga Baik Baik, Karna Obat Ini Hanya Ada 5! Aika-san Juga Tidak Akan Memberikannya Lagi Untukku, Ini Diberikan Padaku Saat Ke Onsen, Dan Ini Pertama Kalinya Aku Memakainya, Ternyata Cukup Efektif… Tapi… Darimana Aika-san Menemukan Benda Benda Aneh Seperti Ini)


Gelar Informan Dan Professor Ternyata Sudah Jatuh Ke Tangan Noru…


[-00,00001]


"Ah, Sugiura-san"


"Uh? Ke-kenapa?"


Ayano Dan Noru Berjalan Dilorong Menuju Pemandian Di Penginapan Ini…


"Nih"


"Hup!"


Noru Melempar Sesuatu Pada Ayano Dan Ayano Menangkapnya, Sebuah Botol Berukuran Ibu Jari Kaki Dengan Plastik Transparan Dan Tutup Merah Bulat…


"Apa Ini?"


"Obat"


"Huh? Obat Apa?"


"Obat pil Yang Bisa Membuat Seseorang Melupakan Kejadian Selama 1 Menit Yang Lalu"


"Heh? Aika-san, Jangan Bercanda"


"Apa Mukaku Cocok Untuk Orang Yang Suka Bercanda?"


Diantara Pilihan A (-_-) Atau B (~_~)


"Benar Juga, Tapi Untuk Apa Kau Memberiku ini?"


"Untuk Jaga Jaga, Jika Kase Melakukan Sesuatu Padamu, Buat Dia Menelan Pil Ini"


"Guh, Aku Masih Tidak Percaya"


"Mau Mencobanya Langsung? Omong Omong, Aku Merekam Percakapan Kita Dengan Perekam Kecil Ini"


Noru Tiba Tiba Mengeluarkan Sebuah kotak Kecil Merah Dengan Pencetan Di Sisinya…


"Mmmm, Baiklah"


"Jaa Makan"


~~


"Heh? Ah, Aika-san"


"Yo, Sugiura-san"


"Lagi Apa?"


"Mau Mandi"


"Begitu Ya, Jaa Aku Dulua-"


"Pertama Tama, Dengarkan Ini Dulu"


"Uh? Rekaman?"


Ayano Mendengarkannya…


"Heh? A-apa Benar Aku Mengobrol Denganmu Tadi?"


"Ah^ Tapi Kau Langsung Lupa Setelah Menelan Pil Itu, Sesuai Yang Ada Di Rekaman Ini, Kau Bisa Menyimpannya Untuk Keadaan Darurat, Didalamnya Hanya Ada 5 Pil, Dan Ini Hanya Kuberikan Padamu, Kalau Begitu Aku Duluan"


***


(Setelah Itu, Aika-san Seperti Tidak Mau Dan Tidak Akan Mau Menjelaskan Kenapa Dia Memberiku Ini……)


[2]


"Nah Noru, Aku Mau Bilang Sesuatu"


"Apaan……"


"Aku Berniat Membuat……… Saat Istirahat Kedua Dan Saat Jam Klub Pulang"


"Heeh, Cukup Bagus Menurutku, Tapi Apa Kau Sudah Memperhitungkan Keuntungan Dan Kerugian Dari Para Pesertanya Nanti?"


"Tentu Saja Sudah!"


"Yosh, Nanti Aku Akan Datang, Tentu Saja Sebagai Pengisi Peserta Bila Tidak Ada Yang Datang"


"Jangan Bilang Begitu!!!"


(Aku Kaget Tawaka Bisa Memikirkan Hal Konyol Dan Agak Sedikiiitt! Berguna Ini)


Noru Dan Tawaka Memasukkan Sepatu Ke Lokernya Dan Membawa Keluar Sepatu Dari Lokernya…


"OOII!!! Aku Punya Ide !!! Dengarkan aku!!!"


Tawaka Datang Menggebrak Meja Guru Ditengah Depan Kelas 3 - D, Teman Temannya Memperhatikan…


"Saat Istirahat Kedua!! Aku Ingin……"


Tawaka Menjelaskan Sesuatu Hal Yang Aneh, Tapi Yang Lebih Anehnya Lagi, Orang Orang Dikelasnya Malah Setuju…



"Kalau Begitu, Para Laki Laki Nganggur!! Sebarkan Ke Anak Kelas Satu Sana!!"


"HAAH!!! Kenapa kau malah Menyuruh Kami!!! Itu Akan Kami Lakukan Kalau Kami Terpilih!!"


"Haai^!! Jasa Antar Kirim, Spuki Ekspres Telah Siap"


Spuki Ekspres Datang Disamping Tawaka,


Tawaka Kemudian Menulis Sebuah Catatan Di Kertas Selembar, Lalu Melipatnya, Dan Memasukkannya ke Saku Baju Kemeja Milik Pak Spuki Ekspres, Spuki Ekspres Langsung Menghilang…


"Yosh, Kalau Begitu kalian Tunggu Saja Saat Istirahat Kedua Dan Pulang Sekolah Di Bangunan Kecil Di Kebun Sekolah"


Seisi Kelas 3 - D Berteriak 'WOOOHH!!!!' Termasuk Perempuan, Sepertinya, Mereka Semua Mendukung Ide Pak Presdir Kashima Tawaka.



\[3\]


"Oossu!"


"Yo, Se"


"Jangan Singkat Namaku"


"Yo, Kase"


"Nah, Seperti Itu, Omong Omong, Di Kelas Sebelah Terasa Rame, Kau Tau Sesuatu?"


"Tidak, Tapi Kata Spuki Ekspres, Nanti Akan Ada Acara Saat Istirahat Kedua"


"Spuki…… Ekspres? (Apa apaan Ini, Kenapa Banyak Hal Terjadi Dalam Satu Hari, Aku Tidak Salah Masuk Sekolah Kan? Aku Tidak Masuk Ke Smp Spuki Kan? Lagian… Spuki Itu Apa?!?)"


Ranka Memegang Kepalanya Sendiri, Berpikir Keras Setelah Berbicara Dengan Temannya Yang Duduk Disebelahnya



\[4\]


"Aah, Shigasawa-kun, Apa Tugas Dari Kelas 1 A Sampai G Sudah Diberikan Keguru?"


"Sudah Ketua, Fiuh, Rasanya Pagi Pagi Saja Sudah Sibuk"


"Kau Datang Terlalu Pagi, Ini Masih Jam 8"


"Benar Juga, Sekolahkan Masuk Jam 08:45 Ya, Hehe"


"…………"


"OOOII!!!!! Ketua Osis!!!"


"GAH!!"


Shigasawa Haruka Hampir Saja Melempar 5 Kertas Yang Ia Pegang Karna Dikagetkan Oleh Kedatangan Seseorang…


"apa?"


Orang Tersebut Langsung Mendekati Meja Ishii Yuichi, Yaitu Ketua osis…


"Aku Mau Minta Izin Untuk Menggunakan Bangunan Kecil Di Kebun"


"……… Kau Mau Melakukan Hal Mes-"


"Diam"


"Apa Tujuannya?"


"Aku Mau Mengadakan Acaraaaa …………"


Orang Tersebut Menjelaskannya…


"Begitu Ya… Yasudahlah, Aku Izinkan Saja"


"GAMPANGAN!!! Kau Tidak Bertanggung Jawab Sebagai Ketua Osis!!"


"Lagian Kalau Aku Menolaknya, Kau Pasti Memaksa"


"Tehe! Memang"


"Sudah, Pergi Sana"


"Hai!!^ Aku Permisi"


Haruka Dan Ishii Melihat Pintu Yang Ditutup Oleh Pak Presdir…



\[5\]


\*Istirahat Pertama


"Ah, Senpai"


"Huh? Yo"


"Senpai Tidak Beli Apa Apa?"


"Aah~^, Aku Tidak Lapar Sama Sekali, Minta Minumnya"


"Nih"


Noru Duduk Di Meja Panjang, Membaca Sebuah Surat Kecil Ditangannya sambil Bertopang Pelipis (??) \[Topang Dagu, tapi Di Pelipis\]


"Fuah, Makasih"


"Tidak Apa"


Kouhai (Adikkelasnya)nya Mengambil Kembali Botol Minumnya, Dan Ikut Meminumnya Juga.


"Oh Ya Hagino, Bagaimana Hubunganmu Dengan Yoshikawa Chinatsu?"


"\*Glup Glup, \*Kwaah, Kenapa Senpai Tau?"


(Reaksinya Cukup Bagus, Tidak Seperti Di Anime Yang Malah Menyemburkannya Bila Ditanya Mendadak)


Noru Menganalisis Ke Sekitarnya Tanpa Memutar Kepala, Hanya Bola Matanya yang Melihat Kiri Kanan Diruangan Panas ini…


"Aku Tau Dari Senpainya Yoshikawa-san, Tetanggaku"


"Ah, Yui-san Ya, Mmm, Hubunganku Baik Baik Saja, Yaah, Baru Kemarin Sih"


"Hhmm, Jujur Saja Aku Bicara Begitu Karna Tidak Mau Suasana Hening"


"Tidak Apa Loh Senpai"


"Selain Itu, Bagaimana Pekerjaanmu Di Restoran Itu?"


"Ah, Aku Digaji Tiap minggu, Dan Sekarang Mungkin Bisa Untuk Kehidupanku Selama 1 Bulan Bila Aku Mengaturnya"


"Baguslah… Kau Sudah Berusaha, Hagino"


(Aku Tidak Akan Mengelusnya, Itu Agak Menjijikan bila Dilihat Orang Lain)


"Huuhh!! Hai!!"



\*


(Aku Bekerja Selama Ini… Untuk Memisahkan Diriku Dari Keluarga Yoshikawa, Bukan Berarti Aku Ingin Pergi, Tapi Aku Tidak Ibgin Merepotkan Keluarga Yoshikawa, Termasuk Chinatsu… Aku Sangat Senang Bila bersamanya… Mungkin Jarak Ini Akan Menjauhkan Kita Berdua, Tapi Tidak Apa…… Aku Mulai Belajar Mengatur Keuangan Pribadiku Dari Bekerja Di Restoran, Belajar Masak Dengan Ibu Yoshikawa Dan Belajar Hal Lainnya Dengan Tomoko-nee-san… Aku Akan Berusaha Lagi!! Tapi Jadwalku Jadi Berkurang Gara Gara Klub Seni…… Mungkin Mulai Besok, Aku Akan keluar Dari Klub Seni)


Hagino Naru Memfokuskan Diri Untuk Bisa Bertahan Hidup Menjadi Anak Rantau, Setelah Ditinggal Ayah Dan Ibunya…



\*\*\*


"Omong Omong, apa Yang Senpai Baca?"


"Uh? Ini Surat Cinta"


"NANII!!!!!"



\[6\]


\*Istirahat Kedua


"Se-senpai…"


"………"


"Ma-maukah SENPAI JADI PACARKU!?!!"


Satu Kelas Ini Terdiam… Dan Hanya ada Suara Gadis Yang Bilang Demikian…


"………"


…………


…………



Dikelas Sebelahnya, Kelas 2 - B Dan Kelas 2 - D, Ada Bebeapa Orang Mengintip Ke Luar Ke Kelas 2 - C, Seorang Lelaki Tinggi Yaitu Noru Ada di Pintu Bagian Belakang…


"Maaf…"



Semuanya Agak Terkejut…


"Naah Senpai, Kurasa Kau Harus Memikirkannya Lagi, Disamping Mengganggu Orang, Hasou-san Itu Orangnya Manis Lhoo"


"Aku Tidak Kepikiran Untuk Menjilatnya Karna Dia Manis"


"Guh (A-aika-senpai Memang Begini, Tenanglah, Diriku)"


"Aku Tidak Bisa Menjadi Anumu"



Semua Orang Di Kelas Yang Mendengarnya Agak Bingung…


(anu? Kenapa Dia Tidak Bilang 'Kareshi' Seperti Biasa? )


(Anu? Maksudnya Jadi Hewan Peliharaan Ya?) Dan, ada Juga Orang Yang Pikirannya Miring…



"Memang Benar Bahwa Kau Dulu Pernah Menggangguku Karna Masalah Sepele, Tapi Itu Sudah Kuselesaikan Dengan Teriakan Serakku Yang Membuatku Harus Membeli Obat Tenggorokan Besoknya"


"……… \*Nunduk"


Noru Bicara Didepan Gadis Twintail Pendek…


Yang Menunduk…


"Ada Banyak Alasan Mengapa Aku Tidak Bisa Menjadi 'Anumu'"


(La-lagi Lagi Anu, Apa Orang Ini Benar Benar Kesulitan Untuk Bilang Kareshi??)


"Aku Tidak Mau Dibilang Lolicon Karna Beberapa alasan"


(Pasti Karna Fisik Hasou-san Itu Bukan Tipenya Orang Ini)


"Aku Tidak Ada Niatan Punya Anu"


(Bilang Saja Kau Belum Menemukan Gadis Yang Kau Inginkan)


"Lalu, Aku Sudah Punya Seseorang"


(!!!)


Komentar Dipikiran Para Penonton Terlihat…


(Ka-kalau Dipikir Pikir, Orang Ini Tidak Pernah Bilang Menolak Hasou-san)


Pikir Seorang Lelaki Yang Memperhatikan Dari Bagian Depan Karna Pengakuan Gadis Bernama Hasou Ini Ada dibelakang…


"Aku Permisi…… Ah, Kalau Kau Mau Dapat Pacar, Datanglah ke Gedung Kecil Di Kebun Sekolah Saat Pulang Sekolah, Seharusnya Akan Ada Banyak Orang… MAAF MENGGANGGU!!!"


Pintu Ditutup Setelah Teriakan Santai Tersebut Dilancarkan Oleh Noru, Dan Ia Pergi…


"Naah, Ini Waktunya Ke Kebun……"


(Sumpah, Kata Kataku Agak Ambigu…)



\[7\]


"Omong Omong, Apa Kegunaan Tempat Ini Sebelum Kosong?"


"ini… Kuhuh!, i-ini Adalah, Bangunan Pertama Sekolah Ini… Dulunya \*Sniff, \*Uhum, Dulu, Seiri Hanyalah Sekolah Dengan Bangunan Sebesar ini, Dan Sekarang Tempat Ini Menjadi Gudang Untuk Gedung Sekolah Besar Yang Sekarang Kita Tempati Sebagai Kelas"


"(Aku Yakin Tawaka Sedang Berbohong)"


Pintu Bagian Belakang Dibuka, Dari Luar, Tempat ini Berupa Sebuah Bangunan Yang Cukup Lebar, Terbuat Dari Bata Biasa Yang Agak Gelap Karna Sudah Lama Dipakai, Didalamnya Ada 3 Kelas, Dan Di Kelas Ke 2, Diisi Dengan Kursi Meja yang Diduduki Anak Laki Laki Dan Perempuan yang Jumlah Perbandingannya 1 : 1…


Ada 24 Kursi… Dan didepan, Ada Tawa- maksudnya Pak Presdir Kashima Tawaka.


Noru Duduk Dibagian Belakang, Dan Melihat Ke Kiri…


(Miyami… Dia Ikutan?)


Miyami, Adalah Seorang Gadis Yang Duduk Dibelakang Noru Di kelas 2 - D, Sebagai Bagian Dari Kumpulan Para gadis Yang Mengikuti Tren, Mungkin Saja Noru Terkejut karna Mengetahui Bahwa Miyami-san Ini Ikut Hal seperti Ini…


\*\*|\*\*


"Aku Mau Buat Acara 'CIRI DAPAT PACAR!!"


"SETUJU!!!"


"WOOHH!!!!!"


Itulah Yang Mereka Bicarakan Saat Tawaka menjelaskan Hal Yang Ingin Dia lakukan Disaat Pidato Pagi Hari, Para Laki Laki Dam Perempuan Menyetujuinya…



~~~\*\*\*~~~


"Senpai, Katakan Saja Itu Bohong"


"Memang"


"Geehh!!!!"


Semuanya merasa kecewa Di Gedung Tua Ini…


"Yooshh!! Sebenarnya, Acara Utamanya Dimulai Saat Pulang Sekolah, Tapi Ini Adalah Awalannya saja"


"………"


Para Penonton Memperhatikan…


"Acara Ini! Di Bawa Oleh Pembawa Acara Kita, Kashima Tawaka {Yang Sudah Punya Pacar}, Mari Mulaai!!"


Para Penonton Bermuka Kesal Dalam Sekilas, lalu Normal Kembali…


(Kau Terlalu Sengaja, Tawaka…)


Omong Omong, Di Pojok Ruangan Didepan, Ada Mizaki Tsurugi Yang Sedang Bertopang Dagu Dengan Lututnya, Memperhatikan…


"SAA!! Mari Kita Tanya!! Mizaki Tsurugi!!"


"……… Eh?!? Aku? Kenapa Aku!!?"


"Jawab Saja!! Seperti Apa Penampilan Dan Sikap Dari Wanita Idamanmu!!"


Para Penonton Memperhatikan Kembali…



Dipikiran Noru Yang Agak Bingung Ini…


(Heeh, Jadi Begitu… Otak Tawaka ternyata Cukup Jalan, Semua orang Disini Akan Diminta Menjelaskan Karakteristik Pasangan Idaman mereka Dan Mereka Akan Dicocokkan, Tapi Kalau Tidak Cocok Bagaimana?)



"Huuh…"


"Ayo! (Lagian, kau ini Sudah Pacaran Dengan Ikeda-san Kan?! Kenapa Malah Lama!)


"Fisiknya Harus Dibawah Aku Atau setara, Rambutnya Pendek Pakai Kacamata Karna masalah kesehatan Dan Orangnya Tenang Dan Lembut"


"heh!!"


Di Tengah Kelas Tersebut, Ada Gadis Yang Terkejut, Dan Menutup Mulutnya…


"Ah!! Ti-tidak, Ma-maaf, Aku Hanya Kegeeran"


"Aaah, Tenang saja, Tsurugi Itu Sudah Punya Pacar Jadi Dia Tidak Akan Memakanmu"


"\*Huff Syukurlah Kalau Begitu"


"Heeh?!? Oi! Kau Memang Berpikir Kalau Aku Akan Memakanmu Ya?"



"Sah!! Aku Bilang Saja, Ini Adalah Ciri Dapat Pacar Dan Acara Ini… Akan, Dilanjutkan Saat Pulang Sekolah"


~


"Na-nah, Ma-mau Ikut Denganku Tidak saat Pulang Sekolah Nanti?"


"Ba-baiklah"


Saat Semua Orang Keluar Dari Kelas Tambahan Ini, Ada dua Orang Didalam Kelas Saat Noru Mau Pergi… Noru Menyandarkan Badannya Ke Pinggir Pintu Dan Mendengar Kata kata Awalan yang Bagus…


(Yah, Baguslah……)


[8]


Semua Orang Pergi Keluar Dengan Berpasangan, Laki laki Dan Perempuan…


"Kau Jadi Hebat, Tawaka"


"Benar kan! Haha!!"


"Aku Jadi Agak SEDIKIIIIITT!! Terkagum Pada Caramu Mebarik Perhatian Dan Mengeluarkan kejujuran Pada diri Mereka"


Tsurugi Benar Benar Memakai Nada Tinggi Saat Bilang 'Sedikit'.


"Benar Kan"


"Bagaimana caranya"


"Sebenarnya, Aku Memilih Satu Persatu Orang Yang Memang Terlihat Saling Menyukai, Dan Mengeluarkan Perasaan Mereka yang Kokoh!!"


"Hooh, Bagus Juga"


"Ah^, Aku Juga Terkagum, Tawaka"


"WOOH!!! Bahkan Noru Sampai Bilang Begitu"


"Guh, Aku Tidak Diajak"


Suara Baru Muncul Dibelakang Mereka ketika Noru dan Tsurugi Dirangkul Oleh Tawaka…


Lalu, Ranka Muncul…


"Guh, Kenapa aku Tidak diajak!!?"


"Karna kau sudah Punya Pacar…"


"…………, Ah, benar Juga"


"Nanti Ku Laporkan Pada Sugiura-san"


"JANGAANN!!!!!"


Ancaman Noru Benar Benar Efektif…



"Acara Ini Hanya Akan Ada satu Bulan Sekali, Itupun Kalau aku Ingat"


"Tidak Akan terjadi Lagi… Tapi Bagus juga Bila Dilakukan tahun Depan"


"Tahun Depan, Kita Tidak ada"


"Benar Juga, Yosh!! Kita akan Meminta Adik Kelas Kita Melakukannya!!!"


Noru Dan Tawaka Berjalan Di Trotoar Dengan Cahaya Oren……



Satu Hari Yang Begitu Acak Ini Benar Benar Aneh…



\[Kareshi Itu Boyfriend, Kalau Diindokan, Pacar Laki Laki Atau Pacar Perempuan Tetep Aja Dibilangnya 'Pacar\]



\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]