Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Tenang Saja… Atau Harus Panik?!?



Chapter 56: Tenang Saja… Atau Harus Panik?!?


[1]


"Guh, Aku Sudah Tidak Tahan"


"Apa Maksudmu? Mau Ke Toilet"


"BUKAN!! Hari Ini Aku Akan Melabrak Sarou Agar Dia Membalas Mailku"


"Dia Tidak Membalasnya Karna Kau Terlalu Banyak Mengirim Mail Padanya, Coba Perlahan"


"HIMAWARI DIAM SAJA!! Kau Bisa Tenang Karna Sudah Kencan Dengan Pacarmu Kemarin!!"


"Huff, Terserahlah, Akan Ku Katakan Hal Yang Penting, Sawamatsu-san Itu Orangnya Cepat Marah, Tapi Dia Akan Lebih Lembut Bila Kau Lebih Tenang"


"…… Uh? Eh? Apa? Bagaimana Bagaimana?"


"Sudahlah"


Mereka Sibuk Di Kelasnya, Pada Jam Istirahat…


\*Pulang Sekolah…


"Guuh, Akan Ku Hajar Dia…!!"


"Huuhh, Sudah Kubilang…"



\*\*\*\*\*


"Uh? Napa, Sawamatsu?"


"Aah, Tidak, Aku… Hanya Merasa Pusing Karna Hpku Sekarang Jadi Terkutuk"


"Eh? Apa Maksudmu? To-tolong Jangan Bercerita Seram Saat Aku Mau Belajar Disana!!"


"Bukan Begitu, Hpku Setiap 1 Jam Sekali Pasti Berbunyi"


"Ap… Apa Maksudnya?"


"Itu… Mail Dari Cewek G\*\*\*\*K"


"Kasar Sekali Perkataanmu, Sawamatsu. Sampai Kena Sensor"


"Guh, Aku Sudah Muak Dengan Ini… Akan Aku Selesaikan Permasalahan Ini"


Tarou Mulai Bertekad Kuat Melawan Raja Iblis Yang Selalu Mengganggunya Tiap Jam.


\*Tekadnya Dimulai Sekarang!



\[2\]


Senin 22 April 2019.


Dijalanan Kosong… Ada Sepasang Orang Yang Bertemu…


"Ah……"


"…… GAH!!!"


"WAH!! Ja-jangan Mengagetkanku! Haruka-kun!!"


"Ta-tapi Itukan Karna Kau sendiri Yang Tiba Tiba Muncul, Kehadiranmu Tidak Bisa Kurasakan Tadi"


"Ini Salah Akari?!? Buuh Kenapa!"


"Heh! Jaa? A-aku Harus Bagaimana?!? Hah! Aku Bingung!"


Haruka… Berdiri Didepan Akari, Ribut Ribut Sendiri.


Melihat Kiri Kanan Dengan Panik Tanpa Alasan.


"Heh!! Te-tenang Dulu, Haruka-kun, Aahh!! Aku Juga Harus Tenang, Haah!!!!"


Keduanya Ribut…


Sebenarnya, Ditengah Kepanikan Tanpa Sebab Ini… Ada Satu Orang Yang Sedang Memperhatikan Mereka Berdua…


"……… Kalian Berdua…"


"Hah! Aku Harus Bagaimana Ini!!"


"Tenang Dulu!! Haruka-ku- Kyah!! Aku Juga Harus Ten-"


"TENANGLAAH!!!!!!!!!!!"



Teriakan Tersebut Menghentikan Kepanikan Tanpa Sebab, Dan…


"Jaa, Silahkan Ngobrol"


"Ha…Hagino-kun… Jangan Kasarlah"


"Diam"


"(ap-apakah Ini, Orang Yang Tinggal Dengan Chinatsu-chan? Namanya Hagino Naru Kan) Ah, Selamat Sore"


"*Fuuh, Selamat Sore, Akari-san"


Hagino Kemudian Pergi Meninggalkan Mereka Berdua Saja, Haruka Tidak Memikirkannya…


"Sudah Lama Ya, Kita Tidak Bertemu ^_^"


"Uh^ Benar Ya, Mungkin Ini Pertama Kali Sejak Dari… Resto- *Plak! Restoran Karaage Kemarin"


Akari Terkejut Akan Haruka Yang Menampar Dirinya Sendiri…


"(Oh Ya, Chat Dari Kontak Yang Dikenal Onee-chan Kemarin Kemarin Mengatakan Kalau Haruka-kun Akan Jadi Seperti Anak Laki Laki Biasa Bila Dia Sudah Sering Bersama Dengan Lawan Bicaranya Ya, Haruka-kun Juga Tidak Segugup Waktu Pertama Kali Bertemu Denganku) Um, Rasanya Agak Kangen"


"Kamu Tidak Ada Niatan Memarahiku Seperti Kemarin Kan?"


"Ti-tidak Lah! Itu Karna Haruka-kun Memperhatikanku Terus Terusan!"


"Ahahahaha, Maaf, Aku Terlalu Fokus, Rasanya Cukup Menegangkan Juga, Bila Aku Memperhatikanmu Kemarin"


"Mou! *Puh, Ehehehe, (Kepribadiannya Benar Benar Berubah)"


Akari Menggaruk Kepalanya, Ntah Karna Ragu Atau Malu, Tapi Yang Pasti Ia Merasa Dipuji Karna Ia Diperhatikan Seseorang.


Mereka Berdua Masih Memakai Seragam Musim Panas Dari Sekolah Mereka…


Tanpa Mereka Sadari, Mereka Malah Mengobrol Tentang Diri Mereka Dan Teman Temannya.


~*17:55.


"Gah!! Sudah Gelap, Ah, Aku Mau Pulang"


"Benar Ju… GA!! Ah, Aku Juga Mau Pulang, Selamat Malam!!"


Haruka Langsung Berlari Setelah Melambaikan Tangannya Pada Akari.


Akari Melihatnya Dengan Bingung,.Kemudian Melihat Lihat Sekitar…


(Ah! Kesini, Fiuh, Untung Saja Aku Ingat Jalan Pulang)


Akari Mengikuti Jalan Yang Ada Di Ingatannya, Dan Syukurlah…


"Aku Malah Tersesat"


"Nah, Aku Takut Kau Malah Tersesat Nanti"


"Tidak Lah Haruka-kun! Aku Tidak Akan Tersesat…"


Haruka Benar Benar Pergi Setelah Ini…


Akari Mengikuti Jalan Yang Ada Di Ingatannya, Dan Syukurlah Dia Bisa Pulang.


~


"Aku Pulang!"


"Ah! Akari!! Mou! Ini Sudah Malam Lhoo! Aku Khawatir!"


"Ah, Maaf Kakak, Aku Kelamaan Ngobrol Dengan Temanku"


"Fuuh, Maah Tidak Apa Lah, Yang Penting Kamu Baik Baik Saja"


Senyum Kakak Akari, Akaza Akane Selalu Terlihat Menawan, Dapat Menarik Perhatian Para Lelaki Yang Sedang Membeli Makan, Omong Omong, Pada Waktu Kosongnya, Akane Bekerja Di Suatu Restoran Cepat Saji Di Kota [Memang…]


[3]


"Aku Pulang"


"Aku Datang!!"


"Okaeri Nii-san, Ah, Selamat Sore, Okishima-san"


"Sore, Ren-Kun"


Teman Tarou Bernama Okishima Ini Mengikuti Tarou Yang Belok Kekanan, Melewati Anak Laki Laki Pendek Yang Ada Dikiri.


"Ah, Ren! Ambilkan Sebotol Soda Di Kulkas"


"Hai^"


Anak Kecil Yang Disebut Ren Ini Pergi Ke Bagian Dapur…


Dan Kembali Dengan Sebotol Soda…


"Eh? Tadi Kita Mau Ngapain?"


"Ngerjain PR, Kerjakan!"


"Ah \*Glek \*Glek, Gas, Aku Nyontek"


"Boleh"


"MANTAP!!!!!"


"Boleh Mati Saja Sana"


"Bgst!"


Okishima Ngamuk Sendiri Pada Tarou Yang Sedang Menulis Tugas, Dan Menaruh Gelas Kosong Di Sudut Meja



*Ting Tong.


Bell Berbunyi Di Lantai Bawah, Tarou Dan Okishima Sadar, Lalu… Tarou Bangun Dari Mejanya Dan Keluar Kamar…


~~


"Hai^"


Pintu Depan Dibuka Oleh Tarou, Ia Melihat Seorang Gadis Berambut Pirang Gelap Bergelombang Terlihat Didepannya…


"………"


"…… Se-selamat Malam"


"……… Malam… (Mau Apa Dia Kesini…)"


"………"


"… Jadi?"


***


(Himawari Mengatakan Kalau Aku Harus… Harus Lebih Tenang Kan? Guhh… Tapi Aku Tidak Bisa Menemukan Kata Kata Yang Tepat…… Guuhh! Aku Malah Pusing… Biarlah)


"A…Anone! Sarou-kun"


"Ngapa?"


"Bi-bisakah, Kamu Sedikit Lebih… Memperhatikanku?"


Sakurako Mengatakannya Dengan Penuh Keberanian Dan Pipi Merah Muda Di Wajahnya…


Karna Perkataan Sakurako, Wajah Tarou Agak Memerah…


"Bi-bisa Atau Tidak??"


"………"


"Uuh… Nee, Jawab!"


Mengikuti Gerakan Hatinya, Tarou Mendekati Sakurako…


Dan, Sakurako Pun Juga Begitu, Menyadari Tarou Mendekatinya, Sakurako……


\*Pluk.


"Nee…… Ku-Kumohon, Aku Janji Tidak Akan Terlalu Banyak Me Mailmu, Tapi… Setidaknya Balas Saja Mailku"


Sakurako Menempelkan Telinganya Ke Bagian Bawah Leher Tarou… Dengan Pelukan Diamnya.


Taroupun Perlahan Mengangkat Tangannya, Dan Elusan Dirambut Sakurako Terasa Pelan.


(Lembut… Yaa~, Himawari Ternyata Tidak Salah…)


"Aahh~~ Kau Harusnya Tetap… Seperti Ini Saja, Sakurako"


"\*Makin Malu, A-a…Akan Aku U-usahakan"


"Ah^ Baiklah, Akan Ku Balas Nanti, Hari Ini Kau Pulang Sana"


"(Tapi Kata katanya Tetap Tidak Sopan) Ah, Baiklah!!"


Sakurako Melepas Pelukannya Dan Berbalik Pergi Ke Sebrang Jalan.


Tarou Kemudian Agak Tersenyum Lalu Kembali Memasang Wajah Datar Lagi, Ia Menutup Pintunya Dan Berbalik…


"Huhuhuhuhu…"


\*Cklak


"Kenapa Kau Malah Kesini"


"Tiidak, Aku Hanya Penasaran, Rasanya Kau Agak Lama Tapi… Guhuh! Aku Ikut Senang Bersamamu, Temanku"


"Apa Apaan Kau Ini"


"Dan Juga, Dia Tetangga Di Sebrang, Senangnyaa, Dan Aku Tak Tau Kalau Kau Ini Ternyata Orangnya Romantis Pada Perempuan"


"sudahlah, Nanti Kenalkan Padaku Yee"


"Terserahlah"


Tekad Tarou Merasa Luluh Kembali Dan Tau Tau sudah Menghilang.



\*~\*


(Guh, Rasanya Benar Benar Memalukan! Sarou Dasar!!)


Rasa Malunya Muncul Di Pikiran Sakurako, Padahal Biasanya Rasa Malunya Tidak Ada……



\[4\]


\*Minggu…


"Syukurlah Yaa, Ternyata Senpaimu Itu Cukup Hebat Dalam Mengajari"


"Aah~ Aku Merasa bisa Menghajar Chinatsu Sampai Mati"


"Kau Jadi Brengsek Ya, Naru-kun"


"Canda canda, Kasar Sekali Perkataanmu"


"Aku Lapar Jadi Mau Masak Dulu, Mau Makan Apa?"


"Nasi"


"Haai~^ Tapi Jangan Berharap Ya"


"Aku Tidak Berharap Kamu Buat Makanan Enak, Buatlah SeBURUK MUNGKIN"


"Hooh Hooh, Baiklah, Akan Kuberi Kau Makanan Yang Sangat BURUK!!"



Hasilnya, Chinatsu Menyiapkan Sepiring Nasi Goreng Coklat Dengan Kuning Kuning Telur Yang Tercampur Campur Dan Warna Sayuran Lainnya.


Hagino Mengambil Sendok Yang Ada di Pinggir Piring, Dan Mengambil Sesendok Nasi Coklat, Sambil Mendengar Chinatsu Yang Sedang Duduk Didepannya.


Sendok Dimasukkan Ke Mukut, Nasi Tersebut Menyentuh Lidah Dan Dikunyah Perlahan Dengan Gigi…


Indra Perasa Hagino Menyala…


Ia Menelannya…


"GEH!! Kau Bilang Mau Bikin Yang Buruk! KENAPA MALAH ENAK!!"


"YA SUDAHLAH MAKASIH!!"


***


"Duh, Rasanya Adik Adikku Jadi Saling Muji, Tapi Kok Sambil Teriak Sih……"


*Tidak Ada Yang Terjadi Pada Hari Senin, Hanya Seperti Biasanya, Ya, Anggap Saja Seperti Demikian.


***


………


………


[5]


Selasa 23 April 2019, Pagi Hari Di Smp Nanamori


"Chinatsu-chan, Kenapa? Mukamu Merah Lho"


"Ti-tidak Apa Apa Kok"


Chinatsu Bernada tinggi Ketika Menjawab Pertanyaan Akari Yang Berjalan Bersamanya Dilorong.


"Beneran?"


"Be-Beneran Tidak Apa Apa Kok, Se-Selain Itu, Kamu Terlihat Senang, Akari-chan, apa Yang Terjadi?"


"Eeh, Apa Mukaku Terlihat Senang? Hehe, Kemarin Aku Bertemu Temanku Yang Tinggal Didesa, Kami Mengobrol Dan Berjanji Kalau Nanti Kami Mau Jalan Jalan"


"He-heeh, Begitu Yaa, Akari-chan Terlihat Dewasa Barusan"


"Eh! Benarkah? Ahaha, Makasih, Aku Senang"


"Hehe, Akari-chan Sekali Yaa"


"Yoshikawa-san, Akaza-san,Selamat Pagi"


"Pagiii!!"


"Ah, Himawari-chan, Sakurako-chan, Selamat Pagi"


"Himawari-chan, Ada Apa Dengan Sakurako-chan, Dia Terlihat Lebih Bersemangat Hari Ini"


"Hhh, Katanya, Kemarin Dia Sudah Baikkan Dengan Temannya Yang Tidak Pernah Membalas Mailnya, Dia Sangat Senang Tapi Tiap Kali Diungkit Dia Malah Malu Malu"


"Hoohh, Begitu Yaa"


"Akaza-san Sendiri, Terlihat Lebih Senang"


"Ehehe, Begitu Kah? Maa, Memang Benar Sih…"


Pintu Kelas 2 - 1 Dibuka Dan Mereka Berempat Masuk…



~


"Uh? Akaza-san, Tadi Kamu Sama Yoshikawa-san Berdua Kan?"


"Uh? Benar"


"aku Lihat, Yoshikawa-san Seperti Sedang Memikirkan Sesuatu Daritadi, Dia Hanya Diam"


"Himawari-chan Juga Berpikir Seperti Itu Kan? Memang Benar Waktu Aku Menyapanya Tadi, Dia Seperti Melamun"


"Mmm"


"Aku Jadi Khawatir, Tapi Setiap Orang Punya Masalahnya Sendiri, Aku Akan Membantunya Bila bisa!"


"Ahaha, Akaza-san Dewasa Sekali"


"(A…Aku Dipuji Lagi!!) Ehehe, Makasih"


Lagi, Akari Merasa Tersanjung dengan Pujiannya Dan Merasa Malu…


(Dan, Aku Juga Merasa Himawari-chan Jadi Terlihat Lebih Akrab, Semuanya Sudah Berubah Yaa)


Hatinya Merasa Senang Karna Banyak Hal Disekitarnya.



\[6\]


"Ah, Chinatsu-chan, Mau Ke Klub"


"E-eh^ aku Mau Menenangkan Diri"


"Menenangkan Diri?"


"A-aku Sedang Memikirkan Hal Yang Mempertaruhkan Masa Depanku"


"Heh!! A-apa Akari Bisa Membantumu! Chinatsu-chan!?"


"Tidak Perlu Akari-chan, Tapi Terimaka- Tunggu Akari-chan, Aku Mau Bertanya"


"Boleh, Kalau Itu Bisa Membantu Masalah Chinatsu-chan"


"Ja…Jangan Bilang Siapa Siapa Yaa"


"(A-apa Ini Sangat Penting?) U-um^"


Akari Mengangguk Dengan Ragu Didepan Chinatsu Yang Menunduk Di Jalan Setapak Ini.


"A… Apa Yang Akan… Akari-chan Katakan Bila… Kamu Dilamar Saat Masih Smp?"


"Eh?…… EEEHHH?!!!!???!!!!!!"


Burung Burung Ada Yang Berterbangan.



"Gguuh, A-akan Aku Bicarakan Dengan Yui-senpai Dan Kyouko-senpai Juga Lah…"


"l_l, Um!^"



Di Klub Kesenangan.


"Eh?!? Di-dilamar Waktu Smp?! Maksudmu Sekarang?"


Yui Mengatakannya Dengan Suara Yang Agak Terkejut, Kyouko Hanya Diam Membeku Mengetahui Bahwa Mirakurunnya Mau Diambil Tapi Dia Terlihat Sedang Memikirkan Sesuatu.


"Be-benar…… (Aku Sebenarnya Tidak Mau Mengatakan Ini Pada Yui-senpai!! Tapi…)"



\*\*\*


"I-ini Hanya Perumpamaan, Mi-misalnya Saja, A-akari-chan Berteman Dengan Seorang Lelaki Yang Sudah Lama Ia Kenal, Lalu Tiba Tiba Dilamar Agar Hubungan Mereka Tidak Longgar, Apa Yang Akan Dipikirkan??"


"Mmm, Kalau Akari Yang Dilamar Sih…… Yasudahlah"


"Selesaikan Perkataanmu Kyouko-chan!!"


"Sejujurnya, Aku Pasti Akan Menerimanya, Karna, Saudaraku Dulu Pernah Menolak Lamaran Seseorang Dan Sampai Sekarang, Dia Belum Menikah"


"Ap-!"


"mmm, Aku Mungkin Juga Berpikir… Seperti Itu?"


Yui Malah Memberikan Pertanyaan.


"Maah, Itu Tergantung Perasaan Chinatsu-chan Sendiri, Misalnya, Kalau Kamu Tidak Menyukai Orang Yang Melamarmu, Tolak Saja Bila Ingin Menolaknya, Kalau Suka Dan Kamu Ingin Terus Bersamanya, Menerimanya Mungkin Lebih Baik"


"(Darimana Kyouko Mendapatkan Skill Memberi Saran Dengan Benar? Dan Juga Darimana Ia Dapat Kata Kata Begitu?) Benar Ya, Tergantung Perasaan, Jika Chinatsu-chan Hanya Terpaksa Menerimanya, Mungkin Saja Kamu Aka-"


"Kena Serangan Mental!!"


"Bukan Bodoh"


Pukulan Mendarat Ke kepala Kyouko Yang Asal Ngomong.


"Mungkin Kamu Akan Merasa Tidak Nyaman Dan Akan Menolaknya Juga, Jadi Itu Hanya Berputar"


"A…Akari Juga Berpikir Seperti Itu!"


"minna…… Se… Sebenarnya……"


"\*Glek(Apa Ini… Aku Yang Sudah Lama Dengan Waka-Kyun Juga Belum Terpikiran, Mmm…)


"(\*Gle- Ah, Tenggorokanku Agak Sakit) Uh…"


"\*Glek, (Chinatsu-chan Mau Serius!)"


"Na-Naru-kun I-ingin Agar… A-Aku Menjadi Pacarnya"


Teriakan Kaget Terdengar.



\[6.5\]


\*Selasa 23 April 2019, Pagi Hari…


Di Rumah Keluarga Yoshikawa…


"Nah Chinatsu"


"huh? Kenapa? (Aku Hampir Melupakan Hal Ini, Tapi…… Waktu Dia Bilang Dia…… Me-mencintaiku…… Apakah Itu Perasaannya Yang Sesungguhnya? A-aku Jadi Ingin Memastikannya, Tapi… Sejak Kapan)"


"Maukah Kamu Jadi Pacarku…"


"Eh?…"


Di Ruang Depan Ini, Hagino Tengah Duduk Di Anak Tangga, Memakai Sepatu Hitam Dan Memakai Seragam Musim Panas Seiri, Dibelakangnya, Ada Chinatsu Yang Membeku Sambil Berdiri Memegang Tas Kotak…


"Ke……"


"Ke?"


"Kenapa Tiba tiba??!!!?"


"Tidak… Sejujurnya Ini Untuk Persiapan"


"Pe-persiapan?"


"Persiapan… Untuk Mengubah Namamu Menjadi Hagino Chinatsu"


"!!! A…APA APAAN KAU INI!!!!!"


"Aku Serius, Jaa, beritahu Aku Saat Pulang Sekolah Nanti"


"Heh!?"


"aku Berangkat!!"


Hagino Langsung Bangun Dan Pergi Meninggalkan Chinatsu…


Pikiran Chinatsu Mulai Kacau Saat Mengingatnya.


"Haahh!!!! AKU HARUS BAGAIMANA!!"


'Chinatsu Kenapa Yaa, Teriak Teriak Begitu'


Tomoko Hanya Mengomentari Dari Kamarnya Didalam.



Hagino Naru Menginjak Gas?



\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Menggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]