
Chapter 61: Persiapan Dari Valentine Yang Hampir Terlupakan
[1]
11 Februari…
Dikelas 2 - 5, Kyouko Tengah Membaca Buku Dengan Nama 'Funami Yui' Di Sampulnya…
"Mmmm, Guah!! Aku Belum Ngerti!!! Nee!! Yuuii-nyaann!"
"Ahaha, Baiklah"
"Fu-funami-san… tertawa"
Ayano Terkaget Sendiri Dibelakang, Dengan Chitose Yang Masih…
"^_^ (Mengejutkan)"
"Yang Mana?"
"Semuanya!!"
"GEK!! Kau Belajar Atau Tidak Sih!"
"Aku Berusaha Lhoo!! Aku Tidak Mau Ketinggalan Kelas Agar Bisa Bersama Dengan Waka-kyun Saat SMA!!"
"Ya Sudah Belajar Sana"
"AKU TIDAK MENGERTI!!!"
"Bodohmu Berlebihan"
Yap, Bodohnya Berlebihan
[2]
11 Februari…
"Ah!! Aku Baru Ingat!"
"Uh? Ingat Apanya, Tapi Kalau Kau Ingatpun, Jangan Menggebrak Meja"
"Benar Loh Kyouko-senpai, Itu Mengagetkan Kami"
"Hah!!! Te-terkejut Aku"
Akari Sedang Mempunyai Ping Yang Tinggi…
Lalu Akari Terkejut Saat Pingnya Kembali Pada 3 ms
"Aku baru Ingat Kalau Sebentar Lagi Valentine!!"
"Valentine Yaa"
"Valentine… (A-aku Harus Memberikan Coklat Untuk Yui-senpai!!…… Ah, Benar Juga… Maah, Kalau Naru-kun Bisa Ku Beri Coklat Dari Toko Saja…)"
*
"*Uhuk Uhuk Uhuk"
"Oi, Kalau Mau Pura Pura Batuk, Lebih Niat Laah"
"Diam, Untuk Apa Aku Pura Pura Batuk"
Yap, Dia Merasa Hanya Ingin Batuk…
"Kau Pasti Ingin Bolos Ke UKS Kan, Huh!! Aku Tau Itu"
"Hai!^ Kotoru-kun, Bisa Jawab Pertanyaannya?"
"Biisaa"
(Bagaimana Bisa Orang ini Bisa Menjawab Padahal Tadi Dia Ngobrol Denganku)
Kotoru Membalikkan Kepalanya Ke depan Setelah Mendengar Perkataan Guru Padahal Dia Sedang Mengobrol Dengan Naru Yang Batuk.
~**~**~
"Sudah Valentine Saja Yaa… Mmm, Aku Mau Buat Untuk Onee-chan"
"Huh Huh!! Salah Sekali Kamu Akari… Jangan KAKAKMU SAJA!! Tapi Ayah Dan Ibumu Juga!! Itu Adalah, Tanda Terimakasih Karna Telah Menjagamu"
"Hooh!!! Hebat!! Kyouko-chan!! Ka-kalau Begitu, Bi-bisa Ajarkan Aku Cara Bikinnya?!?"
"Tentu Saja!!"
"Yeeeeeii-"
"Aku Mau Beli Sih"
"HEEH!!!!!!!"
Yui Dan Chinatsu Hanya Memperhatikan Akari Dan Kyouko Sambil Agak Tersenyum Ragu…
"A-aku Mau Bikin Buat Yui-senpai!!"
"Ehehe, Makasih, Chinatsu-chan, Aku Senang"
"HAAH!!! Yui-senpaaii!!!!-aduh!!"
Chinatsu Memajukan Kepalanya Kedepan Dan Mendekatkannya, Tapi Tertahan Karna Kakinya Yang Maju Ke Atas Depan Dan Malah Jatuh Ke Meja…
"Uwh! Kamu Tidak Apa Apa? Chinatsu-chan"
"GAWAAT!!! A-AKARI!! Bawa P3K!!"
"BA-BAI-"
"Kalian Terlalu Heboh, Sakit Kah?"
"Ah, Tidak Kok, Makasih"
Chinatsu Duduk Kembali…
"(A-aku Harus Belajar Bikin Coklat Sendiri Sama Ibu!!) Yosh!"
"(Chinatsu-chan Sepertinya Sedang Semangat… Mmm, Valentine Kah…… Mungkin Aku Akan Membuatnya Untuk Kano-san… yosh, Untung Saja Aku Tau Cara Membuat Ulangnya) Fuh"
"(Ah, Yui Menghela Nafas……) Yui, Bisa Ajarkan Aku Cara Membuatnya?"
"Bisa, (Tapi Aku Memikirkan Satu Hal Belakangan Ini…… Apa Ini… Perasaan… Apa Ini… Atau Aku Hanya Pura pura Bodoh Dan Pura pura Tidak Tau Soal Perasaan Ini?)
Muka Yui Agak Memerah Tanpa Sebab, Kyouko Melihatnya Lalu Yui Terlihat Kembali Seperti Biasa…
"Fuuh Nanti Mampir Kerumahku Saja, Maah, Sekarang Agak Mepet Karna Ujian Sih Tapi Datanglah Waktu Pulang Sekolah"
"Haai! Besok Juga Sekalian Belajar Bersama"
"Kalau Kalian Berdua Gimana?"
"A-aku Mau Belajar Bikin Dirumah!"
"Mm, Aku Mau Ikut, Yui-chan. Aku Akan Buat Kejutan Untuk Onee-chan Nanti!"
"Baiklah, Chinatsu-chan Mau Dirumah Tapi Berjuanglah, Chinatsu-chan"
"MA-MAKASIH BANYAK! Yui-senpai!!!"
"Iyosh!!! Kita Akan Berusaha!!!!"
Tarikan Semangat Membuat Ke Tiga Orang Lainnya Mengangkat Tangan Seperti Kyouko Dengan Berbicara
"Oohh!!!!"
[3]
"Nah… Bentar Lagi Valentine Kan?"
"3 Hari Lagi"
"Mmm, Aku Ragu Apakah Gadis Gadis Disini Akan Memberiku Satuuuu!!!!! Saja"
"Jangan Berharap, Mimoru-san, Nanti Kalau Kau Tidak Dapat, Gimana?"
"Aku Mau Bundir"
"KAU BERLEBIHAN MIMORU!!! Jika Kau Tidak Dapat Saat Jomblo, Ya CARI PACARLAH GOB-"
"KASE DIAM!!! Kau Bilang Begitu Karna Kau Populer BODOH!!!!"
"Ahaha, Aku Jadi Malu"
"AKU TIDAK MEMUJIMU BA*******!!!!!!"
"Nah, Aku Tidak Jadi Ngasih Mimoru-kun Coklet Deh, Dia Terlalu Kasar, kata Katanya sampai Disensor"
"Hapus Mimoru Dari Daftar Valentine Pertemanan"
"GAAH!! Ma-maaf Cewek Cewek!! Aku Mohon, Berilah Aku Satu Saja Nanti!!"
"HUH!!!"
Para Gadis Acuh Tak Acuh Pada Lelaki Bernama Mimoru, Yang Bersujud Di Depan Meja para kelompok Gadis Gadis.
"Mi-mimoru-kun Tenang Saja!"
"Uh?"
Seorang Gadis Pendek Berkacamata, Matanya berwarna Biru Dan Rambutnya Hitam Panjang Diikat Kedepan… Mendekati Mimoru Yang Ada Di Depan Kelas… Dengan Wajah Merah…
"A-aku Akan Membuatkanmu Coklat Saat Valentine, Ja-jadi… TENANG SAAJAA!!!"
Gadis Tersebut Langsung Lari Melewati Meja Meja Kebelakang Dan Keluar Dari Kelas Dari Pintu Belakang.
"Uwaah, Aku Yakin Mimoru Sedang Senang Sekarang"
"Bodoh Sih, Biarlah, Yo Kekantin"
"Gaaas"
Kelompok Yang Diikuti Mimoru Termasuk Ranka Langsung Pergi Meninggalkan Mimoru Yang Mengangkat Kepala Saat Bersujud Dengan Wajah Yang Terlihat Sangat Amat Gembira Mendengar Suatu Hal Menyenangkan Dari Seorang Gadis!!
Jika Dipikirkan Kembali, Dimasa Depan Lebih Tepatnya 22 April Ketika Seseorang Mengatakan 'Kase Ranka Punya Pacar' Denga Teriak'.
Mimoru Lah Yang Bilang
"Hooh, Pangeran sekolah Kita Sudah dapat Pacar, Artinya, Gadis Gadis Disini Yang menyukai Ranka, Bisa Datang Pada Kami!!"
Para Gadis Menjawab.
"BAAIK!!"
"MANTAAPP!!!!!!!!!!"
Dan Seharusnya… Pada Saat Itu, Mimoru Dirumorkan Sudah Berpacaran Gadis Bernama Tachiaki…
[4]
"Apa Kau Berharap?"
"Tentu, Yaah, Semoga Saja Tahun Ini Aku Dapat Satu"
"Sakit Yaah, Waktu Kelas 1, Kau Tidak Dapat Dan Aku Memberimu Yang Pahit"
"Waktu Itu Kau Lebih Brengsek Dari Sekarang, Maah, Walaupun Pahit, Tapi Itu Tetep Coklat, Ada Manis Manisnya"
"Kok Kayak Iklan sih… Tapi… Mungkin… Guh, Aku Sepertinya Akan Diberi Coklat Ditoko Oleh Kyouko"
"Bukannya Itu Bagus?"
"Bagus Sih Tapi… Kaah, Aku Ingin Mencoba Coklat Buatan Tangan Kyouko, Bukan Buatan Tangan Orang Lain"
"Mmm, Benar Juga…"
"……… Kau Pasti Berharap Kalau Funami-san Memberimu Coklat Buatannya Kan?"
"Mmmm^ *Angguk"
"Untuk Apa Kau Mau Coklat, Kau Sekarang Lagi Makan Coklat"
"Bukan Coklat Ini Yang Di Kumaksud, Bodoh"
Noru Mengunyah Coklat Batangan Yang Ntah Didapat Dari Mana…
Mereka Berdua Duduk Di Tangga Menuju Lantai 2… Tentu Saja Hanya Tawaka Dan Noru.
"Oi, Noru, Kau Ditanya sama Para cewek"
"Apaan?"
Noru bangun Dari Tangga, dan Berbelok Ke Kanan, Ke Kelas 2 - D, Kelasnya Ternyata Tepat Disamping Tangga…
Masuk…
"Kenapa?"
"Aika-kun Punya Pacar Kan? Jadi Kami Tidak Perlu Kasih Coklat Ya"
"Mmm… Aku Tidak Punya Pacar, Maksudku Belum Punya Pacar"
"Aah Sudahlah, Karna Aika-kun Malah Ngeles Begitu, Kami Tidak Perlu Lah"
"Mmm, Lebih Baik Siapkan Saja Untuk Aika-kun Satu Nanti, Lagian, Dia Jarang Bohong, Jadi Mungkin Saja Benar"
"eh? Benar kah… Ya Sudahlah, Berbahagialah Aika-kun, akan Kami Siapkan Juga, Hahaha"
Noru Berbicara Dengan Para Gadis Dari Kelompok Rumpi Yang Berniat Memberikan Coklat Pertemanan Kepada Seluruh Murid Di Kelas Ini…
(Aku Hanya Mau Dihina Disini Ya… Oosaka-san Sialan…)
Oosaka Memang Baik Tapi Dia Kadang Juga Menyebalkan…
Oosaka Adalah Seorang Gadis Berkacamata Merah Berambut Hitam Panjang… Hanya Se Siku Tangan Dan Di Ikat Ponytail.
"Ditanya Apa?"
"Coklat Nanti, Sepertinya Tahun Ini Para Lelaki Dikelas Kita Akan Aman Karna Ada Kelompok Gadis Yang akan Memberikannya, Yang Membuatku Bingung Adalah…"
"…… White Day"
"Ah^"
"Kalau Aku Diberi Oleh Mereka, Aku Haru Membalas Coklatnya Pada Siapa?"
"……… Mungkin… Aku Akan Membalasnya Dengan Coklat Yang Sama Dan Memberikannya pada Gadis Yang Memberikannya Padaku…"
"mmm…… GAH!! Aku Pusing!!"
Para pria Masih Menunggu Bagiannya Bulan Depan… Mari Kita biarkan Mereka Dulu.
\[5\]
"Aku Mau Beli Bahan Bahannya Dulu, Mau Ikut?"
"Iikut!!"
"Jaa Ayo"
Yui Memimpin Jalan di Trotoar Dan Kyouko Mengikuti, Tapi Kyouko Malah Berlari Dengan Semangat Dan Mendahului Yui…
"Ah! Tunggu!!"
Akari Odango Menyusul Mereka Dari Gerbang Sekolah…
"Ah! (Aku Hanpir Lupa Kalau Akari Juga Mau Ikutan Belajar) Maaf'
"Ah, Tidak Apa Kok, Tapi Dimana Kyouko-chan"
"Dia Lari Duluan, Biarkan Saja"
"Ehehe, Rasanya Jadi Mengingat Masa Lalu, Senang Sekali Rasanya"
"Ehe, Bagus Lah Kalau Kamu Senang"
Bagaikan Kembali Ke Masa Lalu…
~
Di Supermarket, Yui Membawa Keranjang Hijau Di Lengannya Dan Melihat Kiri Kanan Barang Yang Ada Hubungannya Dengan Pembuatan Ulang Coklat…
Ditemani Akari, Dan Di Ujung Sana, Ada Kyouko Yang Menunggingkan Badannya Dan Memegang Dagunya, Melihat Coklat Olahan Yang Terlihat Mahal Dengan Fokus.
Yui Memberikan Lambaian Telunjuk Yang Mengartikan Tidak Boleh, Kyouko Yang Berpaling Langsung Kecewa Padahal Dia Tidak Punya Banyak Uang.
Akari Agak Bersuara… Yui Berbalik Ke akari Di Belakang Dan Melihatnya Mengambil Sebuah Bungkusan Coklat Olahan Yang Cukup Besar Tapi Harganya Tidak Terlalu Mahal… Tapi Juga Tidak Murah…
Akari Meminta Yui Untuk Memilih Yang Ini…
Yui Terlihat Memikirkannya, Melihat Komposisi Yang Ada Di Belakang Bungkusan Plastik Padat Dan Pada Akhirnya, Yui Menerima Saran Akari Dengan Membeli 2 Coklat Besar Tersebut Lalu Memasukkannya Ke keranjang Yang Bolong Bolong…
Yui Dan Yang Lainnya Pergi Ke Bagian Lain Dari Supermarket Ini… Dan Melihat Segerombol Gadis Gadis Yang Memakai Baju Pelaut Biru Gelap Dan Putih Sebagai Warna Pendukungnya \[Seperti HS Fleet\]
Yui Berpikir Kalau Para Gadis Tersebut Mau Membuat Coklat Sama Sepertinya Karna Mereka Juga Sedang Memilih Milih Bahan Dengan Kategori Yang Sama Dalam 'Membuat Coklat'.
~
"Abis ini Mau Apa Lagi?"
"Aku Mau Beli Cetakan Dulu, Kalian Mau Beli?"
"mmm, Beli Juga Deh, Aku Mau Beli Yang Bulat!!"
"(Apa Romantisnya Bulat……) Baiklah"
"Kalau Akari Mau Gimana?"
"Mmm, Kalau Aku Mungkin… Bentuk Hati Saja lah, Akan Kuberikan Pada Ayah Ibu Dan Kakak Nanti, Karna Aku Menyayangi Mereka Semua ^_^"
"GUAAH!!! Si-silau! Kepolosan Ini Begitu Luar Biasa!!"
"Baiklah, Jaa, kita Ke Toko Peralatan Dapur Di Ujung Jalan Sana"
Yui Menunjuk Ke Ujung Jalan Yang agak Ramai, Dengan Akari Yang Membawa Sekantong Kecil Plastik Putih Dan Yui Yang Membawa Ukuran Yang Agak Lebih Besar Dari Akari, Sejujurnya Dipikiran Yui, Dia Merasa Bahwa Kyouko Tidak Membantu… Tapi Karna Ia sudah menebak Bahwa ini Akan Terjadi, Kyouko Akan Diberi Tugas Berat Saat Proses Pembuatannya…
*~~*
"Iyosh! Ada Cetakan Bulat"
"Memangnya Mau Kau Buat Apa Sih, Uh? Cekung?"
"Ah, Nanti Akan Aku Tumpulin Lagi Dibagian Tengah Bagian Cekungnya Ini, Jadi, nanti Akan Terlihat Seperti Puti- ADUH!!!"
"HEH!?!"
"Bodoh!! Jangan Melakukan Itu Dasar Cabul!!"
Pikiran Mesum Kyouko Ternyata Dari Awal Sudah Keluar, Setelah Itu…
"Beli Saja Yang Bentuknya Hati Seperti Akari"
"Buuh, Tapi Itu Kan Membosankan"
"Simpel Tapi Romantis, Sudah Beli Saja, aku Yakin Kashima-san Akan Menyukainya Juga"
"Be-benarkah!?!"
"Iyaa"
"Yosh! Akan Ku Beli Yang Bentuk Cetakannya Semanggi Berdaun 5, lalu!! Akan Aku Buat Coklat Putih! Waka-kun Pasti Tau Kalau Ini Adalah WHITE CLOVER!!!"
"guh, Terserah Lah, !!"
Yui Melihat Suatu Cetakan Diantara Cetakan Lainnya Yang Berwarna Warni…
Ah! Omong Omong, Akari Masih Mencari Cari Dan Bertanya pada Penjaga Toko Kecil Ini Tentang Cetakan Berbentuk Love.
Kembali Ke Yui, Yui Perlahan Mencapai Suatu Cetakan Di Rak Dengan Tangan Kanannya, Lalu Mendekatkannya Dan Melihatnya dengan Seksama…
(Bulan… Sabit…)
Yui Memegang Cetakan Bulan Sabit Warna Hijau, Lalu Perlahan, Menaruh Kantong Plastik 'Sedang' Ke lantai Keramik Putih Dan Mengeluarkan… Kalung Silver Bulan Sabitnya dari Lehernya…
Yui Memperhatikan Keduanya…
"|^_^| (Aku Pilih Ini Saja Lah)"
"Uh? (Kenapa Bisa ada Cetakan Bulan Sabit Begitu? Perasaan Aku Tidak Pernah Melihatnya…)"
Yui Akhirnya Membeli 4 Cetakan Berbentuk Bulan Sabit Tersebut…
"Uh Are? Yui-chan Beli Yang Itu?"
"Uh^ mmm, Sejujurnya Aku Bingung Kenapa Ada Cetakan Bulan Sabit Begini, tapi Karna Aku Suka, Aku Membelinya ^\_^"
"!! (Yu-yui-chan Tersenyum!! Ca-cantik!!! Dan Juga Yui-chan Terlihat Imuut!! Aku Berpikir begitu!) Heeh, Begitu Ya, Sepertinya Yui-chan Sangat Menyukainya Ya"
"Um^ (Maah, Aku Juga Punya Alasan Tersendiri Sih…) Jaa, Ayo Kita Pulang Dan Belajar Dari Sekarang!"
"Yosh!! Mari MULAAI!!!"
"MULAAI!!!"
"MULAAI!!!"
Mereka Bertiga Begitu Semangat Karna Alasan Tersendiri…
\[6\]
Di Rumah Keluarga Yoshikawa, Chinatsu Mengaduk Aduk Sebuah Mangkuk Abu Abu Mengkilap Dengan Adukan Telur, Dia Mengaduk Sebuah……… Sebuah…… Itu Lah, Aku Malas Menjelaskannya.
"Adu Duh, Tuan Author, Kenapa kau Tidak Menjelaskan Apa yang Sedang Chinatsu Aduk, Itu Hebat Lhoo, Ayo, jelaskan Lah~"
Guh, To-tomoko-san Bisa Diam Dulu Tidak, Kau Terlalu Memuji Chinatsu Dalam Hal Ini!
\*\*\*
Kembali Ke topik, Chinatsu Tengah Mengaduk…… (Author…) ADUH!! Di-dia sedang Mengaduk… Cok… Lat, Coklat Berwarna Hitam Terang Seperti Biasa, Dia Juga Memakai Apron Pink Di Bajunya Dan Mencolek Coklat Di Bowlnya, lalu…
Merasakan… Rasanya…
"GUHUK!!!"
"HEH!!??!! A-apa!!?? Kenapa?"
Chinatsu Langsung Berlari Menuju Wastafel Dan Memuntahkan Pelangi Dari Mulutnya, Di Ruang Tengah, Naru Panik Sendiri Ketika Melihat Chinatsu Yang Mengeluarkan Suara!
"\*BLEERRGGHH, Hoek!"
"(Ra-rasanya Jadi Jijik Bila ku Tanya) Oi! Chinatsu, Tidak Apa Apa"
"Ti-tidak apa Apa Pala Kau, Ra-rasanya Bagai Kotoran!!"
"Kot-…… Guh, Mau Kubantu Tidak"
"To-tolong"
"(Mu-mungkin, aku Harus Mencobanya Dulu, Memang Ini Gila tapi Aku Harus Mengetahui Rasanya)
Naru Mendekati Bagian Dapur, Ke Bowl Yang Di Aduk Chinatsu, Lalu… Mencoleknya Dengan Ragu, Ia Mencolek Coklat (?) Dan Membuat Ujung Jari Telunjuknya Terbalut… Lalu Merasa… Kanya.
"GUHUK!!!!!"
"GAH!! Naru-kun!!!"
"BUHUK BUHUK!! Uhuk uhuk!! EHEM!! EHEM!! \*Gluk…"
Suara Dari Naru Terdengar Begitu Kesakitan, Dan Di Akhir, Seperti Menelannya…
"Chi-chinatsu… Apa Yang Kau Masukkan?"
"uh? Garam, Merica, Lada, Gula, madu, Bawan-"
Naru Kemudian Bangun Dari Tekukan Lututnya Dan Mengambil Bowl Berisi Cokcok Barusan, Dan Memasukkan Isian Coklat Ke Sebuah kantong Besar, Mengikatnya dengan Kencang dan Membawanya Keluar Rumah Dan Membuangnya.
Naru Kembali Ke Dapur, Dan Mencuci Mukanya Sekaligus Mencuci Bowlnya Dan membuatnya Bersih.
Naru Menaruh Bowl Dihadapan Chinatsu Yang Masih Kaget.
"Yosh… Mari Buat Dari Awal, akan Kubantu"
"ba-baik…"
~
Naru Membantu Chinatsu AGAR Tidak memasukkan Hal hal Aneh Seperti Bulu Kuda, Yah itu Tidak mungkin Sih, Naru Juga Membantu Chinatsu Dalam Berbagai Hal Walaupun Membuat Coklat Cukup Gampang.
"Terakhir kita Butuh Meses"
"Mesesnya Ada Di Laci Atas"
"Baiklah"
Chinatsu Menunjuk Ke Laci Yang Menempel Di Dinding Atas, Naru Mencapainya Dan Mengambil Wadah Dengan Meses Putih.
"Selesai! Habis ini Kita Tinggal Dinginkan Di Kulkas Karna Ini Sudah Cukup Dingin"
"mmm Rasanya Agak Kurang, Tapi Cukup Bagus lah"
'Um!^ aku Menjamin Rasanya, Ah, Aku Punya Sampelnya, Nih"
Naru Membawa Piring Kecil Dengan 2 Coklat Dengan Meses Putih Yang Menyebar Di Permukaan Coklat Bulat Ini, Dan Membiarkan Chinatsu Memakannya.
"Am… MMM!!! Enak!!"
"Hehe"
"Um Um! Tapi Aku Tetap Kesal karna Kau Membuang Coklatku"
"Itu Bukan Coklat! Itu Hanya Lava Neraka!"
"guh, Benar Juga (Rasanya benar Benar…BBRR!! Aku tidak mau Mengingatnya, Waktu Kupikir Pikir juga, Aku Rasanya Tidak Pernah memakan Makanan Buatanku Sendiri Saat Aku Sedang Semangat Memasak… Aku Harus hati hati, kalau tidak Yui-senpai Pasti Tidak Akan menyukainya)"
"Ah, Terimakasih Banyak, Naru-kun! Dengan Ini Aku Yakin Yui-senpai Akan Menyukainya!!"
"Fuh, Baguslah, Tapi Aku Ingin Kau Berjanji Padaku, Chinatsu"
"Uh? Janji apa?"
"Berjanjilah, Kalau Saat Memasak, Kamu Harus Mencoba Masakanmu Sendiri dan mintalah Bantuanku, Aku Tidak Bohong"
Naru, Mendekatkan Wajahnya Sampai Jidat Mereka Saling Bersentuhan…
Chinatsu Tidak Bisa Menolaknya…
"Ba-baiklah, aku Berjanji"
"Uh^ Bagus, Anak Pintar"
Naru Mengelus Rambut Tengah Chinatsu…
(Omong Omong… Bagaimana Bisa Chinatsu Membuat Rambut Mengembang Kekiri Kanan Seperti Ini? Aku Penasaran…)
[7]
"Jadi Mau dirumahku?"
"ya iyalaaah~"
"(Aku Harusnya Sudah tau itu)"
Yui MeMasukkan Kunci Ke Pintu Kamarnya dan Membukanya…
"Kami Pulang"
Yui Berkata Dengan pelan…
Diikuti Oleh Akari Yang Bilang
"Permisi"
Dan Kyouko Yang Langsung Menerobos Masuk…
"Agak Sempit, maaf"
"Tidak Apa, yui-chan, Ini Gak Sempit Kok"
"Nee, Kenapa Aku Harus Mengaduknya Sendiri!?!? Guh, Tanganku Mulai Pegal Niihh~~!"
"Itu Salahmu Sendiri Karna Tidak membantu Kami Selama 1 Jam ini, Sudahlah jangan Protes"
"Ehehe"
Akari Tertawa Ragu Melihat Kyouko Yang Mengaduk Mangkuk Tahan Panas Yang Diisi Coklat Kental… [Aah, Finally The Real Chocolate, Yokatta~]
"Semangatlah Kyouko-chan"
"Guh, Hiburanmu Sedikit Membantuku Akari…"
"Ehehehe, Benarkah, Baguslah"
"Akari, Mau Bikin Yang Putih Atau Yang Hitam?"
"Mmmm, (aku Sehenarnya Mau Bikin Dua duanya, Tapi Itu Akan Merepotkan Yui-chan Nanti……) Yang Hitam Saja Deh"
"Ok, Kyouko Nih"
Kyouko Menghela Nafas Lega Setelah Mengaduk Coklat Putih Di Mangkuk Tahan Panas Silver…
Lalu Diberi Satu Mangkuk Lainnya Oleh Yui.
"AP!! Aku Baru Selesai!! Pekerjaanku Numpuk Mulu!!"
"Sudah, lakukan Saja"
"Guh… Aku Seperti Pekerja Yang Tak Digaji Disini…
"Um? Kamu Buat Apa Yui-chan?"
"ah, Aku Sedang Mengukur Penghalang Untuk Ujung Dari Cetakan Bulanku"
Yui Membawa Selembar Kertas dan Gunting, Menempel Nempelkannya Dengan cetakan Bulan Sabitnya, Dan Mengguntingnya Sesuai Lebar Terbesarnya…
"penghalang?"
"Uh^"
"Untuk Apa?"
"Uumm… Rahasia, Nanti Ku Beritahu Saat Valentinenya"
"Haah… (Oh Ya, Yui-chan mau Memberikannya Pada Siapa? Pada Aika-san? Orangnya Baik Dan Sepertinya Ramah pada Yui-chan Disini, Sepertinya wajar Bila Yui-chan Ingin Memberikan Coklatnya Nanti…)
Mereka Melakukan Banyak Hal Opsional Agar Rasa Coklat Yang Mereka Buat Tidak Datar seperti Wajah yang Ditampilkan Seorang Reporter…
"YOSSHHA!!!! SELESAAI!!!!"
"Uwwoohh!!!! Punyanya Kyouko-chan bagus Sekali Cetakannya!!"
"HIH HIH!! Tentu Saja, Karna Ini Adalah Tanda Cinta kami!!"
Ibu Jari Terlihat Dipandangan Kagum Akari Pada kyouko…
(Tanda… Cinta!!)
Akari Terlalu Memikirkannya…
"Uwooh!! Punya Akari Juga Terlihat Lucu!!"
"Ehehe, Makasih Banyak ^_^"
"^_^"
5 Cetakan love Berukuran 2 Kali Ukuran Sendok… Berisi coklat Hitam Ini Berada di Meja.
Lalu… 6 Cetakan Berukuran Sama Dengan Bentuk 5 Daun Semanggi, Diishi Dengan Coklat Putih Yang Terlihat Ada Tonjolan Kacang Didalamnya…
"Mmm mmm, Kelihatannya Enak, Jadi Pingin Kumakan"
"HEH!? Bu-bukannya Ini Tanda Cinta kalian Berdua Sebagai Pacar!?!"
"Ueeh, Kalau Aku Buat Ya aku Boleh Memakannya Dong!"
"Nanti Saja, Sekarang Kita dinginkan Dulu, Ini Bisa Dibiarkan 1-2 Jam Biar, Bisa Dilepas, Mau di Taruh Di Sini Dulu Trus ambil Besok Atau Tunggu 2 Jam disini?"
"Mmm, Bagaimana akari?"
"Mmm, Aku Taruh Disini Dulu Lah, Kalau aku Bawa Hari Ini, Kayaknya Bakalan mencair, Dan juga Ini Sudah jam 6 Kalam, Keluargaku Pasti khawatir"
"Jaa Aku Juga Mau Taruh Disini, jaga baik Baik Ya"
"Heheh, Tenang saja, Jaa"
~
"Hati Hati Dijalan"
"Mata Ashita"
"Ashita!"
Kyouko Dan Akari Pergi Dari kamar Nomor 8…
"Oh Ya akari, apa Kamu Melihat Coklat Buatan Yui?"
"Uh? Mmm Benar juga, Aku Tidak Melihatnya"
"Gawat, Yui Pasti Menyembunyikan sesuatu…"
Nyatanya Sih, Tidak…