
Chapter 64: Ikatan Rahasia
[1]
Jam 15:47 Sore… Hari Ini Masihlah Hari
Jum At 26 April, Di Suatu Rumah… Pintu Depan Terbuka Dan Seorang Lelaki Memakai Baju Baju Kaos Putih Dan Celana Biru Berada Di Tengah Pintu, Dan Tas Kecil Dibelakangnya.
"Aku… Mau Pergi, Mungkin Jam 7 Malam Baru Pulang"
Seorang Wanita Di Belakang Lelaki Tersebut, Baru Keluar Dari Suatu Ruangan Ketika Lelaki Tersebut Berbicara…
"Baiklah, Hati Hati Dijalan, Tsurugi"
"Baik, Aku Berangkat"
Tsurugi, Keluar Dari Rumahnya, Rumah Bergaya Jepang Yang Cukup Besar.
Lalu…
**
"Aku Sudah Dekat"
"Baiklah"
Perasaan Gugup Muncul Di Benak Tsurugi.
(Guh, Aku Mulai Gugup… Padahal Akhir Akhir Ini, Aku Cukup Jadi Percaya Diri Ketika Bersama Chitose-chan Tapi Sekarang Aku Jadi Lemas Lagi…)
Tsurugi Melihat Lihat Sekitar… Melihat Ke Bagian Rumah Rumah Dengan Dinding Yang Memisahkan Mereka… [Perumahan Di Jepang Kayak Biasa…
DanshiKoukouSeiNoNichijou]
"Ah… (Itu Ya)"
Tsurugi Kemudian mendekati Sebuah Rumah Yang Terhimpit Di Tengah Rumah Lainnya, Rumah Putih… Dan Menekan Bel Di Kanan Pintu Coklatnya…
Tsurugi Kemudian… Menarik Nafas Panjang Dan Mengeluarkannya Perlahan… Di Saat Seorang Bermata Hijau Kacamata Bulat Memperhatikannya Dari Samping Kanan.
"Mau apa didepan Rumahku"
"Gah!!"
Tsurugi Langsung Terkejut Sambil Berbalik Ke Kanan, Melihat Chitose Yang Memakai Jaket Hijau Dan Celana Krem Longgar, Membawa Kantong Putih Kecil.
"Fiuh… Alah, Ternyata Chitose-cha- Uh?"
Tsurugi Kemudian Memperhatikan Chitose Lagi, Dan Melihat Mulutnya, Yang Tidak Tersenyum.
"Ah, Maaf Chizuru-san, Aku Masih Belum Bisa Membedakanmu Dengan Kakakmu"
"…… Mizaki-san Ya? Masuk Saja, Sepertinya Onee-san Juga Nunggu Tadi"
"Eh?! (Ra-rasanya Dia Jadi Lebih Baik Dari Saat Terakhir Kali Aku Bertemu Dengannya!?)
***
"Ah, Chizuru"
"Uh? Nee-san, Sedang Apa Disini?"
"Mmm, Hanya Jalan Jalan"
"Uh? GAH! Do-doppleganger!!"
"Tenang Saja Tsuru-kun, Ini Hanya Chizuru"
"Chizu- aah, Adikmu Ya, Aku Agak Lupa"
Mereka Berada Di Mall… Dan Secara Kebetulan… Tsurugi Dan Chitose
(Apakah Mereka Sedang Kencan?)
Bertemu Chizuru Yang Jalan Sendiri Di Maerah Mall, Lebih Tepatnya Di Bagian Aksesoris.
"……"
"…… (Mirip Sekali Yaa, Kalau Tidak Salah Ingat, Souki Pernah Bilang Kalau Dia Agak Suka Dengan Adiknya Chitose-chan Ini, Chizuru kan?) Ah, Aku Mizaki Tsurugi"
"Ikeda Chizuru" (Aah, Yang Sering Maillan Dulu Ya…)
Chizuru Membungkukkan Badannya Pada Tsurugi Yang Ada Di Samping Chitose.
"……… (… Maa, Kalau Nee-san Senang, Aku Tidak Akan Menentangnya…) Nikmati Waktu Kalian"
"Uh? Sudah Mau Pergi?"
"Uh^ Aku Ada Urusan Sedikit"
"Baiklah, Nanti Jangan Pulang Lama Lama Yaa"
"Nee-san Sendiri"
Chizuru Kemudian Pergi Dari Cakupan Mata Mereka Berdua
***
Pertemuan Kedua…
"Uh? Chitose-chan!"
"*Berbalik Ke Belakang… *Kembali ke depan"
"Gek!"
Tsurugi Kemudian Mendekati Chitose Dan Menepuk Pundaknya.
"Chitose-chan"
"*Tepis Pelan"
Sadar Ketika Tangannya Ditepis, Tsurugi Kemudian Maju Ke depan Dan Melihat Wajah Chitose Yan-, (Nggak Deng, Ini Chizuru) …Wajah Chizuru Yang Agak Kesal.
"Kau Salah Orang"
"Ma……MAAFF!!!!!"
Tsurugi Langsung Lari Tanpa Alasan, Mungkin Karna Malu…
Tsurugi Kemudian…
*****
"Pe-permisi"
Chizuru Diikuti Oleh Tsurugi, Mereka Kemudian Melepas Sandal Dan Sepatu Mereka, Lalu Tsurugi, Melihat Sekitar Pintu Depan.
(Simpel Yaa, Bagus Nih…)
"Nee-san, Mizaki-san Sudah Datang"
"Hueh!? Cepat Sekali!"
"…… (A-apa Aku Secepat Itu?)
"Tsuru-kuunn!!!!"
Dari Arah Pintu Kanan, Chitose Muncul Dengan Baju PutihPanjangnya Yang Sampai Menutupi Paha, Mendekati Tsurugi Yang Ada Dipintu Depan Dengan Berlari Lalu Langsung Melompat Ke Pelukan Tsurugi Yang Belum Siap.
"WOT! Ah, Kenapa Ini, Tiba Tiba Begitu"
"Mm Mm, Aku Ntah Kenapa Hanya Ingin Saja… Jangan Tanya Alasannya~"
"Uuh, Baik Baik"
Ntah Karna Apa… Sementara Itu…
Waktu Chizuru Masuk Ke Ruang Tengah, Ia Melihat…
"Kau…"
"Ooo, Chizuru-Saan, Okaeri~"
"KENAPA KAU ADA DISINI!!!"
"Yaa Yaahh, Santai Dulu Laah, Jangan Ngambek Begitu~"
Suara Atas Bawah Ini… Suara Souki, Dia Tengah Memakan Jeruk Yang Harusnya Dimakan Saat Duduk Di Kotatsu… Namun, Dia Memakannya Sambil Bertopang Dagu Di Meja Tengah.
"Bagaimana… Jimatnya…"
"……… Cukup Bagus"
"…… Kamu Harus Lebih Jujur Lagi… Chizuru-san…"
"Sudahlah, Jawab Pertanyaan Tadi!!"
"Tenang Dulu"
Ia Melempar Satu Bagian Jeruk Ke Tumpukan Sampah Jeruk Di Atas Meja Di Wadah, Lalu Bicara.
"Onee-San Sendiri Yang Mengajakku Barusan, Dan Tidak Bisa Ku Tolak"
"(Ni Orang Jago Boong, Lagian Kenapa 'Onee-san'!) Ah Gitu"
"Ugh"
Souki Langsung Memasang Ekspresi Sakit Di Wajahnya Yang Agak Menjijikan.
"Sakitnya Menusuk Sekali, Yaah, Sebenarnya Aku Memang Ada Niatan Bertemu Denganmu Dalam Waktu Dekat, Aku Mau Memberimu Sesuatu"
"Sesuatu?"
Chizuru Bicara Acuh Di Depan Kulkas Dibagian Dapur Kecil…
"Uh-huh, Dan Sesuatu Itu Sudah Ku Tempelkan Pada Badanmu Di Satu Tempat"
"HAH!! KONO HENTAI!!!!"
"Eyt, tidak Kena~"
Chizuru Melempar Sebuah Kulit Jeruk Yang Ada Di Dekatnya Saat Mendekati Souki.
Yah, Tidak Kena Ke Souki sih.
"Guh! Kau Naruh Apa Hah!! Kurang Ajar!"
"Tenang Saja Chizuru-san, Yang Aku Taruh Tuh…"
Dengan Teknik Anehnya, Souki, Langsung Berada Di Belakang Chizuru Yang Memeriksa Sekujur Tubuhnya. Tepat Di Telinga, Suara Souki Terdengar.
"Perasaanku…"
Bagaikan Suara angin, Suara Souki Menghilang Perlahan Ketika Chizuru Dengan Cepat Berbalik Mencari Souki, Ia Melihat Sekitar Dan Tidak Melihat Souki Dimanamun, Dan Langsung Mengasumsikan Bahwa Dia Sudah Pergi.
(Apa Apaan Maksudnya Itu…)
Chizuru Mulai Paham Akan Suatu Hal, Namun Dia Pura pura Tidak Memahaminya.
***
"naah, Tsuru-kun…"
"Uh?"
Mereka berdua Duduk Di Tangga, Melihat Souki Dan Chizuru Dari Sini Yang Agak Bertengkar, Tapi Fokus Pada Permasalahan Mereka Sendiri, Ini Bukan Masalah Sih…
"Mau… Kekamarku?"
"(!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!) Boleh?"
"Tentu Saja Boleh, Maah, Sekamar Sama Chizuru Sih"
"(Fiuh, Ku Kira Akan Muncuk Death Flag Karna Aku Gagal Melakukan Sesuatu, Syukurlah, Kamarnya Sama Dengan Chizuru-san, Maah aku Tidak Ada Niatan Punya Dua Duanya Sih) Baiklah, Dimana?"
"Ikuti Aku"
Chitose Bangun Di Tangga Atas Dan Menaikinya, Tsurugi Mengikutinya, Melihat Ke Atas… Ke…
(Pa-paha!!)
Untungnya, Chitose Masih Memakai Celana Pendek Coklat…
(Fiuh, Untung Saja Aku Tidak Melihatnya [Padahal Dia ingin Melihatnya], Tidak Boleh Sekarang! Tsurugi!! Nanti Saja……… 3 Tahun Lagi Yaa~)
Tsurugi Masuk Ke Imajinasinya Sendiri.
Sedangkan Chitose, Jujur Saja Menyimpan Sedikit Rasa Malu Karna Masih Memakai Celana pendek
~
"Fuh, Disini"
"(Fuh?) Ah, Pe-permisi"
Chitose Menunjukkan Kamarnya, Dan Tsurugi Melihat, Ruangan Luas Dengan 2 Kasur Putih…
"Huooh"
"Sekaget Itu Kah? Padahal Menurutku Ini Biasa saja…"
Benar Benar Biasa Saja, Tidak Ada Yang Spesial Di Kamar In- Ternyata, Ada Satu Hal Spesial Yang Baru Muncul, Yaitu Laki Laki Dikamar Ini.
"Mmm, Biasa tapi Ntah Kenapa Terlihat Bagus"
"Begitu Kaah, Makasiih~"
"…… Kasur…"
"Uh?"
"……… Kasur Yaa…*!!"
"HUEH!!"
Chitose Agak Bersuara Keras Ketika Tsurugi Yang Ada Di Depannya, Memutar Badannya Dengan Cepat Dan Memegang Kedua Samping Bahu Chitose Lalu Memutarnya Kembali, Dan mendorongnya Mundur Sampai Ke Kasur…
"Uah!"
"……"
Tsurugi Menutup Matanya, Menahan Badannya Dengan Tangan Di Kasur, Dia Juga Merasa, Menahan Bagian Lutut-paha Di Antara Kakinya.
Chitose Sendiri, Menahan Malu Dengan Mengepalkan Tangannya Di Dada Dengan Lemas, Merapatkan Kakinya Yang Di Tekukkan Ke Dalam Karna Bentukkan Kasur Dan Tahan-an Dari Tsurugi, Wajahnya Yang Biasanya Tenang…Mulai Memerah.
Suara Jantung Mulai Menjadi Cepat
***
Dan, Saat Itu… Chizuru, Mencari Kakaknya Tanpa Bicara, Sambil Membuka Pintu Kamar Mereka Di Atas… Melihat, Kabedon Kasur Tsurugi Yang Terlihat Ekstrim Di Mata Chizuru.
(A-apa Itu! Se-sedang Apa Mereka!?)
Sikap Tenang Chizuru Hancur…
"(He-) HENTIKAAN!!!!!"
"Uwah!!"
"HEH!!!"
Tsurugi Langsung Bangun, Karna Pintu Yang Dibuka cepat Kejut Oleh Chizuru Yang agak Panik, Chizuru Memberi Tanda Stop, Kemudian, Tsurugi Langsung Duduk Dogeza, Dan Chitose Duduk Di Kasur, Membenarkan Kacamatanya Sambil Merasa Malu.
Tsurugi Langsung Menundukkan Kepalanya Ke Lantai.
"Aku Benar Benar Minta maaf, Aku Berjanji Untuk Tidak Mengingkari Janjiku Dengan Chitose-chan Sampai Pada Waktunya!"
"Ja-janji? Apa Maksudnya Janji"
"mmmmppph-, Ba-baiklah, (Chitose, Tenangkan Dirimu Dulu) Fuh, Mau Diberitahukan Saja? Tsuru-kun?"
"………, Baiklah, Mungkin Hanya Chizuru-san Saja Tidak Apa Apa, *Uhum Uhum!"
"*Uhum… ^_^, Kami…"
"Kami…"
"Guh? (Ada Apa Ini…)"
"Akan…"
"Akan"
Keduanya Berbicara Bersamaan, Dan Membuat Chizuru… Terkejut Akan Suatu Hal.
***
"Baiklah, A-aku Akan Membiarkannya Kali Ini, Tapi Mizaki-san!!"
"Hih!!?"
"Aku Peringatkan Kau!! Jangan Melakukannya SE-KA-RANG!!!"
"Ba-baik!!!^"
"Yosh, Kalau Begitu Aku Mau Masak Dulu, (Karna Ini Giliranku Masak)"
"Baiklah, ^_^, Hati Hati"
Chizuru Keluar Dari Kamar dan Turun Dari Lantai 2, Setelah Meninggalkan Tsurugi Yang Membungkukkan Dirinya 90*, Chizuru Mulai Mengabaikan Hal Ekstrim Yang Barusan Ia Lihat.
"Mau Lanjut?"
"Ueh!! Bu-bukannya Barusan Chizuru-san Bilang Kalau Kita tidak Boleh Melakukannya Sekarang!?"
"maah, Itu Tergantung Kamunya sendiri, Aku Tidak Sanggup Sih Kalau Sekarang"
"Ya-yasudah"
"Hmph! Ma-mau Sekarang?!"
Chitose Malah Gugup Lagi, Padahal Tadi Dia Agak Memberanikan Diri Mengatakan 'Mau Lanjut'
"Ya Jangan Sekarang Lah Kalau Kamu Belum Sanggup, Aku Juga Belum Sih"
"Mmm…"
"Fiuhh, Nah, (Aku Sudah agak Tenang)…"
"Aku Bawa Film Horror Dari Ranka, Mau Nonton Bertiga?"
"Film Horror, Mau Sekarang Saja? Bagaimana Jika Kita Nontonnya Setelah Makan? Kamu Ikut Makan Disini Saja"
"Mmm, Boleh Juga, tapi Tidak Apa Aku Ikut?"
"Tidak Apa, Aku Yakin Chizuru Juga sedang Membuat 3 Porsi Makanan Sekarang"
***
Nyatanya…
(aku Berniat Memberi Mizaki-san Makanan Ringan Saja Tapi Itu… Tidak Sopan, Ya Sudahlah, Kubuatkan… Makanan Saja……)
Chizuru Didapur… Memikirkan… Dan Agak Membayangkan ketika Memutuskan Untuk membuat 3 Porsi Makanan, Dia Membayangkan, Membuat 4 Porsi Makanan, Untuk Chitose, Mizaki, Dirinya… Dan Orang Yang Barusan Menghilang Dengan Meninggalkan kata "Perasaanku" Di Telinga Dan Pikiran Chizuru…
Ia Kemudian Menggelengkan Kepalanya…
Chizuru Agak Ragu Memikirkannya
[2]
(Suasana Dirumah Tidak Terlalu Banyak Berubah, Sikap Onee-chan Juga Terlihat Seperti Sudah Sadar Kalau Aku Dan Naru-kun Pacaran, A-apa Mungkin Dia mengintip!? A-apa Jangan Jangan, Sa-saat Naru-kun Membawa Ku Ke Kasur, O-onee-chan Mengintip!?!)
Chinatsu Panik Sendiri Ketika Sedang Berjalan Di Jalanan Kosong Dengan Lapangan Di Bagian Kirinya, Ia melihat Lapangan Dengan Beberapa Pohon Dipinggiran, Dan Anak Anak Yang Sedang Bermain Bola… Jalan Yang Selalu Ia lewati…
Lalu, Tepukan! Terasa Di Pundak Chinatsu, Ia Berbalik Dan Melihat Naru Yang Sepertinya Baru Pulang Juga, Naru Kemudian Berjalan Di Samping Kiri Chinatsu.
"Ah, Naru-kun (Aku Lupakan Saja Dulu Untuk Yang Tadi…)"
"Yo"
"Tumben Cepet Begitu, Klub Seninya?"
"Uh? Aku Sudah Keluar"
"Heh!? Bukannya Kamu Mau Belajar Menggambar Lagi Sampai Jadi Ahli Dan Menyombongkan Dirimu Ke adik Kelas??"
"Jangan Disebutin Juga lah, Aku Sibuk Karna Pekerjaan Paruh Waktuku, Aku Mau Kumpulin Uang"
"………, Kenapa Mau Ngumpulin Uang Banyak Banyak?"
"…… Aku… Tidak Mau Merepotkan Keluarga Yoshikawa Lagi, Aku Tinggal Cukup Lama Dan Juga Belum Tentu Aku Bisa Membalasnya Nanti, Jadi…"
"(Apa Itu Berarti…… Naru-kun Mau… Pergi Dari Rumah? Ti-TIDA- Maah, aku Tidak Perlu Se Dramatis Itu Sih, Naru-kun Pasti Akan Merasa Merepotkan Keluargaku, Tapi…) Kamu Tidak Semerepotkan Itu Kok, Naru-kun"
"………"
"Dan Juga, Kamu Tidak Perlu Membalasnya, Karna Kamu Juga Keluarga kami! ^_^"
"………"
"Dan… Aku Juga… Akan Jadi Keluargamu Nanti"
Wajah Chinatsu Memerah Malu Mengatakannya, Tentu Narupun Juga begitu, Naru Melihat Ke Langit Dan Memasukkan Tangannya ke Saku Celana, berusaha Menenangkan Diri… Chinatsu Sendiri Gelisah Dengan Tangannya Yang Rapat Di Depannya membawa Tas… Lalu…
"GAHAK!!!"
Naru Tiba tiba Terpental Ke Kanan, Ke Bagian Kiri Bawah Chinatsu Dan Langsung Jatuh… Membuat Chinatsu Kaget Karna…
Bola HITAM PUTIH MENDARAT DIKEPALA NARU, Dan Terpental Kembali Ke Aspal…
"Adu~h"
Chinatsu Berjongkok Dengan Cepat, Khawatir…
"Gah!! Bolanya Kena Ke Naru-chan!!"
"APAA!!!! Bolanya Kena Ke Naru-chan!!"
(Hue!? Kenapa Ini? Kenapa Para Anak Kecil Malah Kaget Begitu?)
"Ka-kamu Tidak Apa Apa? Naru-kun"
"………"
"Naru…Kun"
Naru Menunduk Ketika Chinatsu Khawatir Kepadanya, Lalu, Bangun Perlahan, Sambil Mengambil Bola Sepak Yang Ada Didepannya, Lalu Menahannya di Tengah Kedua Tangannya.
"KALIIAANN!!!!!!"
Naru Masuk ke Lapangan, Mendekati Para Anak Laki Laki Kecil Yang Tadi Menendang Bola Pada Dirinya, Sepertinya Mereka Memang Sudah Kenal…
"APA HAAH!!!!"
Para Bocah Laki Laki Ini Mengeluarkan Suara Besar Dan Tune Rendah.
"Kalian! KALIAN HARUS MEMBAYAR INI DENGAN MELAWANKU!!!"
"SIAPA TAKUT!!!!!"
"Aku Takut"
Naru Dan Para Bocah Laki Laki Lain… Mendengar Perkataan Dari Seorang Bocah Lain Di Ujung…
"Ya Sudah Kau Nggak Perlu Ikutan, Lagian Kenapa kau Harus Takut Pada Naru-chan!?"
"Hmph! Aku Ini Kelas 2 Smp, Kau Kira Anak Sd Bisa mengala-"
Hasil Akhir, 5-17.
Chinatsu Menonton Dari Jauh, Pertandingan Kekalahan Para anak Sd Yang Di Babat Habis Oleh Naru… Duduk Memegang Lutut Di Bawah Pohon.
"Sialann!! Awas Saja Kaau!!!!"
Para Anak Anak Berlarian Sambil Satu Anak Yang Tidak ikut Main Bola, Mengambil Bola yang Ada Didepan Naru, Lalu Ikutan Lari…
"………"
Naru Kemudian Mendekati Chinatsu Yang Ada Duduk Dibawah Pohon, Dengan Tas Kotak Miliknya Dan Milik Naru.
"maaf Nunggu"
"Kamu… Tidak Mau Mengalah Ya"
"Begitu Lah, Nanti Kami Tanding Lagi Kok, jadi tenang Saja"
"Tenang Apanya Coba, Nih"
Chinatsu Membersihkan Bagian Belakangnya Yang Sedikit, Lalu Memberikan Tas Kotak Pada Naru…
"Tapi… Aku Rasa…"
"huh??"
"… Aku Suka Sikapmu Yang SePerti Itu ^_^"
"!!!"
Naru Melakukan pose Penenang Lagi, Mengalihlan pandangan Dan Memasukkan Tangannya ke Saku…
Chinatsu Bagai Melanjutkan gerakan Gelisahnya, Ia Agak Menggesek Gesek Kedua pergelangan Tangannya Di depan, Tapi Kemudian Tenang Kembali…
(Mungkin… Aku Tidak Harus Terlalu Memikirkannya sekarang… Ma, Mungkin Aku Akan kumpulkan Uang Sebanyak Banyaknya dulu Sampai Masuk Sma, lalu Nanti Aku Akan Pindah Dari Sini…)
Naru Membuat Keputusan lainnya…
[3]
Minggu, 28 April.
Seorang Gadis Sedang Duduk Di Restoran Keluarga… Memakai Baju Putih Dan Jaket Kuning Agak Gelap, Lalu Celana Coklat Pendek Dengan Stocking…
Dia Duduk Di Depan 2 Orang Laki Laki, Satunya Memakai Kacamata, satunya Tidak Memakai Kacamata Tapi Rambutnya Terlihat Agak Merah… Mungkin Karna Main Panas.
"Hhgg, Aku Merasa Pernah Melihat Wajahmu Ini… Dimana Yaa~"
Si Lelaki Kacamata, Hanya Diam Dengan Wajah Datar, lalu Menjawab…
"Aku Kan Kerja Disini, Kau sendiri Juga Kadang Makan disini"
"Uh? Benarkah? Mmmmm, Kalau Ku Ingat Ingat Lagi…… NNggghh!!!!"
Kedua laki Laki Tadi langsung Berpikir Kalau.
(Try Hard Sekali)
"Ah!! Kau Itu Yang Waktu Di Mall Bertemu Dengan Himawari Kan!"
"…… Benar Sih"
"Aku Kaget Kau Bisa Mengetahuinya Se Detail Itu, Sakurako"
"Humph Humph! Aku Hebat Kan!! Nah Nah!! Puji Aku Lagi!"
Sakurako Bangun Dari Tempat Duduknya, Berdecak Pinggang Dan berpose 'SERANG!' Seperti Pemimpin Dari Tim Penyerangan Cerita Kekaisaran Zaman Dulu…
Tarou-san Akan Mulai Menjelaskan…
Aku, Sawamatsu Tarou, Karna aku Tidak Mau baca narasi Yang Panjang, Jadi Akan Ku Buat Singkat Saja
[OOII!! Tarou!! Aku sudah Membuat Skrip Ini Berjam Jam dan Kau Bilang Kau Mau Menyingkatnya!!!!???]
Nah, Jadi, Setelah Saat Ketika Aku Meminta Sakurako Merubah Sikapnya, Aku Mulai Meresponnya, Mulai Dari Bertemu Di Pagi Hari Sampai Chattingan Malam Malam… Mah, aku Tidak Terlalu Banyak membalas Saat Malam Karna aku Ini Manusia, Aku Butuh Tidur, Lalu, Waktu Itu Ada Saat Dimana Sakurako Mampir Ke Rumahku…
*Ting Tong…
"Haaai^"
Tarou Membuka Pintu Depan…
Dan melihat Sakurako Didepannya…
"………"
"…… (Dia malah Diem…)
"……"
"Masuk Saja"
"!! Ba-baiklah"
Sakurako Masuk, Mengikuti Tarou Ke lantai Atas…
(A-aku Malah mengikutinya Ke Kamar… Pa-padahal Aku Tadinya Ingin Memberikan Sesuatu Padanya, Ya-Ya Sudahlah)
Tarou Membuka Pintu Dan Kamarnya Terlihat
Sakurako Mengintip, Dan Kebetulan Melihat Sebuah Rak Buku Pendek, Banyak Buku Dengan Sampul Warna Warni Menyamping Dan… Ada Satu Buku Dengan Sampul Yang Terlihat Sepenuhnya…
"!! I-Itu!!??!!"
"Huh? Napa?"
Sakurako Langsung Masuk Dengan Agak Lari dan Melihat Lihat Buku Tersebut.
"ini! Manga Ini"
"(Sikapnya Yang Dulu Balik Lagi) Baca Saja, Jadi, Mau Apa kesini?"
"ah! Aku Ingin Memberi 'Sesuatu' Tadi, Tapi Nanti Saja"
"Heehh~ (Seenaknya Sekali Dia Ini)"
Tarou Membiarkan Sakurako Mengambil Manga Tersebut Dan langsung Baring Di Kasur Tarou Seenaknya.
"Nah, Sarou"
"Hah?"
"Bisakah Aku Meminjam Manga Ini? Nanti Ku Kembalikan"
"……… Boleh Saja"
"Heheh, Makasih"
"(Sikapnya Kembali Ke Yang Dulu Tapi, Ada yang Berubah Yaa~) …"
"……… Nah"
"Apa…"
"apa Kau Ada Pertandingan Bola Akhir akhir Ini?"
"Kenapa kau tanya Begitu?"
Tarou Duduk Di Lantai Dan Juga Membaca Manga Dari Rak Bukunya.
"aku Kaget Kau Masih Ingat Kalau Aku Ini Masuk Klub Sepak Bola"
"Maah, Aku Ingat Ingat Saja, Mungkin karna Kemarin kemarin Aku Melihatmu Pergi Keluar Dengan Tas Besar"
"Memang, Memangnya mau Apa?"
"Mungkin, aku Bisa Datang Sama Himawari Mungkin, Menyemangatimu?"
"……… Boleh, Waah, Senangnya Didukung Oleh Perempuan"
"Datar Sekali Suaramu!"
\*\*~~\*\*
(Sikapnya Kalau Bersamaku Terlihat Lebih Santai, Kalau Dia sedang bersama Seseorang Selain aku, Biasanya Dia Jadi Lebih…… Lebih Apa Ya… Ah, Dia Lebih Baik, Sopan Lebih Tepatnya, Dan Seperti Bersabar Dan Menahan Sesuatu… Mungkin Emosinya…)
"Dan Juga namamu Itu Ishii kan?"
"…Ah^"
"mmm, Sudah kuduga, Kau Juga Orang Yang Sering Chat-tan Sama Himawari Juga kan?"
"……… Ah^ Begitulah"
"Huh Huh, Pacar Himawari!!"
"…………"
"…… (Asal Tuduh Saja ni Anak) Apa Benar? Senpai?"
"Tidak Sih"
"hueeh!? Padahal Aku sering Melihat Himawari Senyum Senyum Saat Chattan Dengamu, Kalau bukan Pacar Trus apa lagi?"
"Aku Ini… Teman Ngobrol Nya"
"Teman Ngobrol? Apa Itu?"
"Gunakan Otakmu"
"Sarou Diam Dulu Laah"
(Tuh Kan, Harusnya tadi Dia marah marah, Tapi Dia Hanya Memperingatkanku Saja)
"Jadi? Apa Itu?"
"Teman ngobrol Ya Teman Ngobrol, Hanya Begitu, Penjelasan Selesai"
"Mmmm, Begitu Yaa…"
"Uh? Sakurako, Kita Harus Segera Kembali"
"Uh, Udah Waktunya?"
"Waktunya Apa?"
"Ada Manga Baru Yang mau keluar"
"ada Manga Baru Yang Mau Keluar"
"Kompak Sekali Kalian, Yasudahlah"
~~
"Jaa, senpai, kami Duluan"
"Ah^"
"Sampai jumpa lagi, Pacarnya Himawari"
"Namaku Ishii Yuichi"
"Ishii… Ah Susah ngingetnya, Nanti Aja"
"Huff…"
Sakurako Dan Tarou Pergi Dari Meja Ishii Di Restoran Ini… COCOdeS Tepatnya.
"Pacarnya Kaah…, Aku Tak Yakin Itu"
Sementara Itu… Di Tempat Duduk Belakang Dari Ishii…
Ada Seseorang Yang Berpikir…
"(aku… Jadi Pacarnya…… Guh, Dia Terlalu Aneh Dalam Beberapa Hal… Mukanya Kelihatan selalu Serius… Aku Tidak membencinya tapi Aku Hanya Teman Ngobrolnya… Itu Hanya pandangan Pribadiku… Selebihnya sih…) \*Slurp"
Ia Meminumnya…
"Rahasia Ini Hanya Terus Terus Terus Berlanjut… Tidak Banyak yang mengetahuinya, Dan… Ini Bukanlah Rahasia bila Diberitahukan Pada Orang Orang lainnya…"
Itulah perkataan Yang Ada Di Suatu Buku Novel Terkenal Yang Ditulis Oleh Hikomatsu-sensei… Lebih Tepatnya Dari Suatu Seri Yang Dibuatnya… Seri 'Dunia' Atau Disebut Juga Dengan Seri 'Sekai'