Yuru Yuri: Different

Yuru Yuri: Different
Masih Ada Orang Lain



Chapter 29: Masih Ada Orang Lain


[1]


"*Huuuufffff… Aku Mulai Pesimis……"


"Uuh? Kenapa Chinatsu-chan"


"Aku Berpikir Aku Tidak Akan Bisa Bersama Yui-senpai…… INI SEMUA SALAH SI TETANGGA BAJINGAN ITUUUU"


"Eeh!!! Te-tenang Dulu Chinatsu-chan……"


Akari Memberi Pose Stop Ke Chinatsu Yang Menggebrak Meja Dengan Wajah Menyeramkan.


"Tapi, Bukannya Tetangganya Yui-chan, Aika-san Itu Baik?"


"Kenapa Akari-chan Berpikir Seperti Itu?"


"Dia Pernah Menolongku Saat……"


*5 Minggu Yang Lalu


Akari Berjalan Sambil Membawa Kantong Di Tangannya Dan Disampingnya Ada Seorang Nenek Yang Berjalan Bungkuk, Di Pagi Hari.


"Ah, Etto…… Akaza-san?"


Akari Mendengar Suara Dibelakang, Lalu Berbalik Membiarkan Si Nenek Tetap Berjalan.


"Ah, Tetangganya Yui-chan…… Aika-san Desu Ne? (Kan?)"


"Kenapa Disini? Bukannya Arah Ke Sekolahmu Berlawanan?"


"Ah, Aku Sedang Membantu Nenek Ini Membawa Barangnya"


"Haah…… Kalau Begitu Biar Aku Saja, Bukannya Sekolahmu Sekarang Sedang Ujian…"


"Eh, Darimana Kau…"


"Aku Tau Dari Funami-san, Tidak Perlu Khawatir"


"Ka-kalau Begitu… Mohon Bantuannya! Terimakasih Banyak!"


"Um^…"


Akari Memberi Kantongnya Ke Aika Dan Menundukkan Kepalanya Lalu Berbalik Dan Berlari.


"~~ Begitu"


"Hmmm… Aku Tidak Terlalu Yakin Dengan Sikapnya, Dia Seperti Sedang Mencari Perhatian Akari-chan"


"Be-begitu Ya………"


"Kyouko-chan Sudah Datang Lhoo!!!!"


Pintu Terbuka Dengan Suara Kerasnya Lalu Kyouko Dan Yui Terlihat


[2]


"*Huuuffff……UangKu Masih Cukup Banyak Bulan Ini… Masih Tersisa 1000 Yen Ya…"


Akari Membuka Dompat Merah Kecil Dari Sakunya Dan Mengeluarkan Selembar Kertas, Disore Hari Selasa Tanggal 27 November Waktu Pulang Sekolah.


(Mungkin Aku Tabungkan Saja…)


Saat Memegang Dan Melihatnya, Angin Berhembus Kencang Pada Akari Lalu Membuat Uang Yang Ia Pegang Terbang Ke Belakang Akari.


"Eh!! WAAAHHH!!!!!!! TUNGGUUUUUU!!!!!!"


Akari Mengejarnya Ke Belakang, Melewati Trotoar Yang Di Isi Satu Dua Orang Mengejar Uangnya.


"Hup!"


"*Huuffff"


Suatu Tangan Menangkap Uang Terbang Milik Akari.


Akari Berhenti Sambil Terengah Engah Lalu Menghadap Ke Depan, Melihat Seorang Lelaki Yang Memakai Blazer Biru Gelap Dan Celana Hitam Abu


Lelaki Berambut Hitam Yang Terlihat Agak Kemerahan Ini Menodorkan Tangan Dengan Uangnya Sambil Sedikit Gemetar


"a-apa Ini… Pu-punyaMu?"


"ah, Haik, A-Arigatou Gozaimasu"


"U-Um^, Aku Permisi"


Akari Menerima Uangnya Dari Si Lelaki Lalu Di Tinggalkan Oleh Si Lelaki Yang Langsung Lari Melewatinya.


"……… Aku Sepertinya Lagi Beruntung……"


Akari Memasukkan Uangnya Ke Dompetnya Lalu Pulang, Dia Sampai Dirumah Tanpa Membicarakannya Pada Orang Lain.


[2]


"Ah, Miki-chan, Lama Tak Jumpa…"


"Um^ Lama Tak Jumpa, Onee-chan"


Yui Mengelus Kepala Miki Yang Disampingnya Ada Aika Yang Memegang Tas Kotak.


"Padahal Lebih Baik Besok Saja Pulangnya, Kalau Pas Pulang Sekolah Gini, Takutnya Dibawa Sewaka"


"Uh? Maksudnya??"


"Setan Tawaka…… Sudah, Kami Duluan Funami-san"


"Um^"


Yui Melambaikan Tangannya Pada Miki Dan Aika Lalu Masuk Ke Kamarnya


[3]


Esoknya Setelah Akari ***


"Nee, Akari-chan, Kamu Keliatan Senang, Ada Apa?"


"Uh? Benarkah… Ehe, Aku Sepertinya Sedang Beruntung Akhir Akhir Ini"


"Hehh… Misalnya?"


"Mmmmm… Mungkin, Rahasia…"


"Huuhh…… Ciihh… Ya Sudahlah"


Akari Tersenyum Canda Ke Chinatsu Saat Berada Di Jalan Tanah Ke Ruang Klub.


~~


"Sudah Kuduga Akari-chan Hari Ini Terlihat Mencolok"


"Apa Maksudnya, Chinatsu-chan?"


Yui Menanyakannya Pada Chinatsu Sambil Menaruh Bantal Di Meja Lalu Mengistirahatkan Kepalanya.


Mereka Berdua Mengabaikan Kyouko Yang Memakai 2 Jaket Olahraga Yui Dan Miliknya Dan Melihat Ke Akari Yang Minum Teh Sambil Senyum Senyum.


"Hhmm… Tuh!"


Chinatsu Menunjuk Pendek Ke akari Yang Ada Di Sampingnya.


"Benar Juga, Mungkin…… Akhirnya Akari Tau Cara Mencari Protagonis Sejati DiCerita Ini"


"Ah, Yui-senpai, Bukannya Baju Olahragamu Bisa Rusak?"


Chinatsu Menunjuk Ke Kyouko Yang Melakukan ****** Dengan Baju Olahraga Yui


"HENTIKAAAAAANNNNNNN!!!!!!!!!"


"Eh?"


Yui Memasukkan Baju Olahraganya ke Tas Kotaknya, Membiarkan Kyouko Yang Terbaring Disampingnya.


"\*Huufff… Sepertinya Kita Harus Memainkan Sesuatu. Kyouko-senpai!"


"Haiyyo! (Baiklah!)


Kyouko Langsung Bangun Dan Membuka Tasnya, Lalu Mengeluarkan Sesuatu.


Yui Menatap Aneh Kyouko.


(Sepertinya aku Harus Memukulnya Cukup Keras…)


Kyouko Mengeluarkan Buku Sketsa Hijau.


"YOSH!!! Hari Ini Kita Akan Belajar Bahasa Inggris!!"


"Inggris!?!"


Ketiga Murid Kyouko Mengatakan Hal Yang Sama Dengan Nada Bingung.


"Repeat After Me!! (Ulangi Setelah Aku \[Niru Lah, Masa Nggak Ngerti sih\])"


"!!"


Semuanya Sedikit Berkeringat Ketika Kyouko Mengatakannya Dengan Nada Orang Berkuasa.


"Apple!!!"


"A-apple?"


Murid Kyouko Mengulangi Perkataannya Dengan Ragu.


"\*Kuh Kuh…… Apple…"


"APPLEE!!!?!?!?"


Kyouko Tiba Tiba Mengeluarkan Sebuah Apple Dari Tangannya, Lantas Membuat Akari, Chinatsu Dan Yui Kaget.



\[4\]


"Chitose, Aku Sudah Dengar, Katanya Mizaki-san Kecelakaan Ya?"


"Ah, Um^ Minggu Kemarin Dia Tertabrak Mobil Dan Tangan Kirinya Bermasalah Patah (?) Seharusnya Satu Atau Dua Minggu Lagi dia Bisa Pulang"


Chitose Berbicara Dengan Nada yang Lebih Pelan Dari Biasanya.


"Begitu… "


"………………"


Chitose Dan Ayano Melihat Matsumoto Rise, Ketua Osis Saat Ini Yang Menggerakkan Mulutnya.


"Eh?"


"^\_^"


"…………"


Menyadari Perkataannya Tidak Didengar, Matsumoto Mengeluarkan Note Kecil Dan Menulis.


'Mizaki Itu Siapa?


"Ah, Mizaki Itu Temannya Chitose Dari Sekolah Seiri"


Matsumoto Mengangguk Dan Diam.


"Mmmm…… Mungkin Saja Mizaki-san Itu Pacarnya Chi-"


"Ahahahaha~ Kamu Bisa saja Ayano-chan"


Perkataan Konyol Ayano Dihentikan Oleh Tangan Yang Menutup Ayano Dengan Cepat Dan Tawa Chitose Yang Terpaksa.


Matsumoto Memperhatikan Ayano Dan Chitose Dengan Wajah Yang Dipalingkan Dengan Wajah Pink Tanpa Alasan.



"Ah, Dimana Dia Dirawat?"


"Di Rumah Sakit……"


"Ah, Baiklah, Aku Mungkin Mau Menjenguknya, Walaupun Belum Saling Kenal"


"Um^ Mungkin Ada Hubungannya Dengan 'Temanmu Adalah Temanku Juga' Begitu Ya?"


"Mungkin"


"Ah, Soal Teman, Waktu Aku Cek Berkas Tadi, Funami-san Sepertinya Lupa Mengumpulkan Buku Catatan"


"Benarkah, Jarang Sekali Dia Melupakan Tugasnya, Mungkin Hanya Sekedar Lupa, Kita Minta Saja Sekarang"


"Um, Benar Ya"


Mereka Berjalan Melalui Lorong Dengan Beberapa Siswi Dengan Seragam Sama Di Sore Hari Menuju Ke Klub Kesenangan (?)


Pintu Digeser, Saat Itulah Ayano Dan Chitose Melihat Akari, Chinatsu, Kyouko, Dan Yui Memotong Motong Apel.


"Permisi…"


"Maaf Mengganggu"


"Wwooohhh Ayano! Sopan Sekali!"


"Kuh Kuh, Bersikap Sopan Adalah Dasar Menjadi Wanita Yang Baik!!"


Ayano Berdecak Pinggang Sambil Berbicara Dengan Nada Angkuh.


(Ayano Rasanya Jadi Berbeda Begini)


Pemikiran Yui Membuat Pandangannya Sedikit Terhadap Ayano.


Namun, Pemikiran Ayano Adalah…



\*2 Hari Yang Lalu


Ayano Berjalan Mendekati Rumahnya Lalu, Seseorang Mendekatinya.


"Ah, Sugiura-san, Ini Kaset Gamenya, Mau Aku Ajarkan Dulu?"


"Eh? Um… Ti-Tidak Perlu Lah, A-aku Bisa!!"


"Benarkah? Ya Sudahlah, ini!"


Kase Memberikan Sebuah Kotak Persegi Panjang Dengan Tulisan 'Lovege?' Pada Ayano Dengan Pedenya.


"Kok… Judulnya Aneh?"


"Ntahlah, ini Versi Perempuannya, Aku Sebenarnya Ingin Tau Pendapatmu Dari Perspektif Perempuan, Tapi Mungkin Nanti saja, Sampai Jumpa!"


"U-Um^ Te-terimakasih Karna Sudah Meminjamkannya"


"^\_^"



\*Saat Ini.


(Aku Sedikit Meniru Sikap Dari Karakterku Digame yang Ku Pinjam Dari Kase-kun… KUH!! Seharusnya Aku Juga Meminjam Versi Laki Lakinya!)


"Jadi, Ada Urusan Apa Kesini?"


"Ah, Um^ Funami-san Lupa Mengumpulkan Buku Catatan, Jadi Kamu Kemari Untuk Mengambilnya"


"Ah, Benarkah, Baiklah"


Yui Mencari Cari Buku Di Tasnya Lalu Memberikan Buku Dengan Warna Putih Dan Biru Disampulnya.


"Terinakasih"


"Iyeh, Maaf Merepotkan"


"Sekalian Sedang Disini, Kenapa Tidak Ikutan? Nih! Ada Apel!"


Kyouko Mengajak Ayano Dan Chitose.


"Boleh? Bagaimana Chitose?"


"Aku Tidak Keberatan"


(Apa Ruginya Memakan Apel?)


"Jaa, Kami Terima Tawarannya"


Ayano Dan Chitose Pun Ikut Memotong Dan Memakan Apel Bersama Klub Ini.



"Uh?…… Iya yah, Kira Kira Kenapa ya?"


"Ah, Kami Juga Bingung Tentang Akari Akhir Akhir Ini, Dia Terlihat Lebih Senang, Tapi Tidak Ada Masalah, Lah"


"Uh, Benar Ya"


[5]


Jum at, 30 November.


'Apa Kamu Tau Kalau Mizaki Kecelakaan?'


(20:02)


'Yeah, Aku Sudah Tau, Di Rumah Sakit …… kan?'


(20:04)


'Um^, Aku Kepikiran Untuk Menjenguk Kawanku Yang Malang, Kurang Tampan Dan Tidak Populer Tersebut, Apa Kamu Mau Ikut?'


(20:07)


'Baiklah, Mungkin Hari Sabtu Nanti, Aku Akan Menghubungimu Lagi'


(20:15)


'Ok, Aku Tunggu'


(20:16)


Ayano Membutuhkan Waktu Lama untuk Menerima Ajakan Kase Yang Cukup Didramatisir, Hal Ini Menunjukkan Betapa Akrabnya Mereka Sampai Saling Hina Pun, Tidak Masalah.


~~


Ayano Datang Dengan Baju Biru Langit Panjang Dan Rok Du Atas Lutut Hitam, Agar Tidak Dingin, Ia Juga memakai Kaus Kaki Panjang Hitam, Sekaligus Tas Putih Kremnya.


Ia Sedikit Berlari Mendatangi Seorang Yang Duduk Santai Dengan Baju Belang Putih Hijau Horizontal, Mantel Hitam Dan Celana Tam Panjang Di Sebuah Taman Di Daerah Kota Takaoka


"Maaf Menunggu~"


"Mungkin Biasanya Aku Akan Bilang 'Tidak, aku Juga Baru Datang', Kan? Tapi Karna Itu Terlalu Membosankan Jadi Aku Akan Bilang"


"Uh?"


"Lama sekali Kau Ini, Dasar Cewek Tidak Berguna!!"


Kase Memberikan Tatapan Mengerikan Dengan Nada Suara Raja Dari Para raja Iblis Didunia Ini Dan Membuat Ayano Yang Baru Datang, panik.


"E-eehhh!!!!!"


"Tidak Tidak, kau Terlalu Berlebihan Menanggapinya, Kau Terlalu Banyak Main Game"


Kase Melambai Lambaikan Tangannya Pada Ayano Dengan Nada 'Mustahil' Dari Mulutnya.


"Tidak Sopan! Padahal Kata Kata Klise Di Awal Adalah Kata Yang Bagus"


"Bagus Untuk Apa?"


"Ba-bagus…… Bagus Untukk…… Ah, Benar! Bagus Untuk Kesan Kedua!!"


"…………"


Kase Menatap Datar Ayano Dan Itu Membuatnya Panik Sendiri Oleh Keadaannya.


"Ja-ja… Ki-kita Berangkat Saja"


"Um^ Mungkin Kita Bisa Beli Makanan Atau Apa"


"Mau Beli Apa Memangnya?"


"Mmm… Ntahlah, Aku Belum Memutuskannya"


"Ugh…"


Mereka berdua Pergi Dari Taman Dan……


[6]


Jam Menunjukkan Pukul 11 Siang, Dengan Udara Sejuk Dan Cahaya Matahari Yang Tidak Terlalu Panas, Ayano Dan Kase Memasuki Ruangan BerAC Dengan Pintu Kaca dari Sebuah Bangunan Besar,


Dengan 1 Kantong Putih Kecil Yang Dibawa Masing Masing.


"Kita Harus Ke Resepsionis Dulu Kan?"


"Tidak"


"Eh? Bukannya Dimana Mana Juga sudah Jelas Kalau Mau Menjenguk, Kita Harus tanya dulu?"


"Tidak, Aku Mau Ke Toilet Dulu"


"Ugh, Sini Aku Bawakan"


Ayano Menerima Kantong Putih Dari Kase, Saat Kase pergi Ke Lorong Lain, Ayano Membuka Kantong Tersebut.


"Teh… Bukannya Ini Sama Dengan Punya ku?"


Ayano Memasang Muka Jengkel Pada kantong Tersebut, Lalu Mendekati Meja Resepsionis


"Ano, Aku Mau Menjenguk"


"Haik, Siapa Nama Pasiennya?"


"Etto, Mizaki Tsurugi"


"Haik………"


Wanita Resepsionis Mengetik Di Keyboard Lalu…


"Pasien Bernama Mizaki Tsurugi Ada Di Kamar Nomor 132, Di Lantai 3"


"Haik, Terimakasih Banyak"


Ayano Menjauhi Meja Resepsionis Dan Menaiki Tangga Setelah Melewati Lorong Pendek Dengan Dinding Putih.


"Are? Ayano-chan"


"Eh. Chitose?"


Ayano Sampai Dilantai Tiga Dan Melihat Chitose Yang Baru Keluar Dari Suatu Kamar.


Ia Terlihat Memakai Baju Putih Dengan Pinggiran Merah dan Rok Selutut Merah Cerah Seperti Tomat.


"Kenapa Kamu Ada Disini?"


"\*Uhum, Aku Ikut Menjenguk Mizaki-san, Ada Satu Te… Temannya Mizaki-san Yang Temanku Juga, Dan Dia Mengajakku, Jadi Aku Ikut…… Tidak Apa Kan?"


"Uh-huh, Malahan Mungkin Mizaki-kun Akan Senang ^\_^"


Suara Langkah Kaki Terdengar Dari Tangga Didekat Ayano Dan Chitose, Tidak Lama Kemudian, Kase Muncul Sambil Melihat Kiri Kanan.



Ayano Melambaikan Tangannya Dengan Gerakan 'Kemari' Pada Kase, Kasepun Mendekatinya setelah Menyadari Lambaian Tersebut.


"Maaf, Sedikit Lebih Lama"


"Tidak Apa, ini Kantong mu"


"Terimakasih"


Ayano Memberikan Kantong Milik Kase Pada Pemiliknya.


Saat Ayano Sadar, Ketika Berbalik Ke Chitose, Sedikit Darah Mengalir Keluar Dari Hidung Chitose Tanpa Chitose Sadari.


"Uwah! Chitose!"


"Eh?"


Ayano Langsung Mengeluarkan Tisu Kecil Dari Sakunya Dan Melap Darah Dari Hidungnya.


"Mou, Kamu Kenapa?"


"Ntahlah, Mungkin Seperti Biasa"


(Kenapa Ya, Padahal Aku Tadi Tidak Melepas Kacamataku Dan Tidak Masuk Mode Fokus, Tapi…)


"Huff, Apa Kamu Kelelahan?"


"Tidak, Aku Masih Punya Banyak Stamina, Aku Tidak Apa Apa, Ini Hanya Seperti Biasa"


Chitose Mengatakannya Dengan Suara Mengatakan Fakta Dan Kebenaran


"Benarkah… \*Huff"


"Etto… Mungkin Kita Bisa Pergi Menjenguknya…"


"Wah!! E-eh, etto… \*Uhum, Jaa… Ikou"


Chitose Berjalan Mendekati Pintu Dan Membukanya.



Lalu Ayano Yang Dengan Gugup, Masuk Ke Kamar 132 Tersebut, Diikuti Oleh Kase.


"Pe-permisi"


Ayano Masuk Perlahan Dengan Gugupnya.


"Uh? Ah, Kase Ya…"


"Yo, Fiuh… Kukira Kau Mati"


(Kenapa Aku Punya Banyak Teman Sebrengsek Ini)


"…………"


"Sepertinya Aku Tidak Akan Mengatakannya Lagi, Aku Datang Menjenguk"


"…… Itu Siapa?"


"Ah, Ini?"



Ayano Diberi Gerakan 'Silahkan' Oleh Tangan Kase.


"\*Uhum, Sugiura Ayano Desu (Aku), Aku… Te…Temannya Kase-kun, Salam Kenal"


"Mizaki Tsurugi, Orang Yang Baru Kecelakaan Kemarin Kemarin, Salam Kenal"


(Saat Aku Sadar, Hampir Semua Temanku, Saat Menjenguk Pasti Membawa Perempuan, Fiuh, Syukurlah Ikeda-san Ada Disini)


(Kenapa Perkenalan Dirinya Terasa Menyakitkan, Aku Malah Sungkan)



"Ah, ini Ada Makanan, Silahkan"


"Ah, Terimakasih"


Ayano Menaruh Kantong Putih Berisi Buah Tersebut Ke Meja Kecil Disamping Kasur Mizaki.


"Aku Juga Bawa Makanan"


Kase Menarik Kursi Tanpa Sandaran Ke Pinggir kasur Dan Mendudukinya Sambil Menaruh Kantong Miliknya Ke bagian Kaki Mizaki.


Ia membukanya, Mengeluarkan Sebuah Apel Dan memakannya Sendiri.


"Aku Pikir Itu Untukku"


"Akukan Tidak Bilang Kalau Ini Untukmu, Tenang Saja, Aku Punya yang Lain, Nih"


Kase Mengeluarkan 2 Lembar kertas Yang Disebut Tiket Dan Memberikannya Pada Mizaki Yang Berwajah Datar.


Kase Mendekati Telinga Mizaki Dan berbisik.


'Mungkin Kau Bisa Mengajak Ikeda-san Nonton Di Bioskop, Jadi Aku Beli Tiket Film Horror'


'\*Ugh, Aku Tidak Sanggup Tapi Terimakasih'



"Apa Yang Kalian Berdua Bicarakan?"


"Tidak Ada, Sugiura-san, Tenang Saja. \*Uhum, Aku Hanya Mampir kesini Sebentar, Ini Makanannya, Apa kamu Mau Ikut, Sugiura-san?


"…… Um… Aku Ikut saja"


"Yosh, ini Adalah Kencan Pertama kita!!"


"Eehh!!! SE-SEJAK KAPAN AKU JADI PA-PA-PACARMU!!!"


Selagi Ayano Berbicara Keras DiKamar ini, Si Pasien, Mizaki…


"Ah, Sialan……"


Mereka Berdua Mengatakan Permisi lalu Meninggalkan Kamar Mizaki, Dan Lanjut Cekcok


"Ja-jadi, Kita mau Ke-kemana Sekarang"


"Hhmmm… Aku Tidak Terlalu Merencanakan Ini Sih, Tapi Mungkin Kita Bisa Langsung Ke Bioskop Saja! Aku Punya 2 Tiket!"


"Tiket? Film Apa Memangnya?"


"Horror (Yah, Aku Sengaja Beli Empat Sih)"


"Ke-ke-kenapa Harus Horor!!"


"Alee…… Apa Sugiura-san Takut… Puh Puh"


Kase Mengatakannya Dengan Nada Mengejek Dan Wajah Goda Goda Di Dekat Parkiran Rumah Sakit Pada ayano.


"Ke-Kenapa Aku Harus Takut!! Aku Akan Menerima Tantanganmu!!!"


Ayano memasang Wajah Menantang Pada Kase.


[7]


"Ugh, Aku Sepertinya Akan Mimpi Buruk Malam Ini"


Ayano Keluar Bersama Kase Dengan Lesunya, berbeda dengan Kase Yang Masih Berjalan tegak.


"Iyaaahhh, Baru Begitu Sudah Takut? *Kuh Kuh"


"Kau Tidak Sadar diri Ya? Kaki Dan Tanganmu Gemetar Lho"


Kase Berbicara Dengan Nada Tegar Pada Ayano Walaupun Tangan Dan Kakinya Gemetar.


"Ugh, Sepertinya Aku Harus Istirahat, Aku Bisa Bisanya Kehabisan Air"


"Haik Haik, Kita Cari Toko Dulu"


"Haik!!"


Ayano Menarik Tangan Kase Tanpa Ia Sendiri Sadari Tapi Kase Menyadarinya, lalu Iapun Menyamakan Kecepatan Jalannya Dengan Ayano.


Mereka berjalan Berdampingan.



"Nih, Aku Tadi Beli Cola Ditoko, Aku Juga Sekaligus Belanja Persediaan sedikit"


"Terimakasih"


Ayano Memberi Sebotol Cola Ke Kase Yang Duduk Disuatu Kursi Dengan Meja dan Payung Ditengahmya Disuatu Restoran Yang Sedang Tutup.


Ayano Ikut Duduk, Lalu Melihat Lihat Ke kantong Yang Ia Bawa.


"\*Huuuff… Ugh, Sepertinya Kita Hanya Bersenang Senang Saja daritadi"


"Sou Ka Na…… (Benar Kah?), Apa Kamu Mau Pulang Sekarang"


"Mmmm… Mungkin Iya"


"Yosh, Kita pulang Saja"


"Bukannya tadi Pingin Istirahat Ya?"


Jalan Jalan Tanpa Arti Ini Berakhir pada Jam 4 Sore lebih.



\[Ada Kemungkinan Penambahan Atau Pengurangan Cerita. Ini Hanyalah Cerita Dari Seorang Amatir Yang Sering Munggunakan Kalimat Yang Sama. Banyak Karakter Di Cerita Ini Di Buat Oleh Pembuat Yuru Yuri Aslinya, Penulis Hanya Banyak Mengkhayal, Jadi DiMohon Untuk Tidak Mengambil Serius Cerita Ini\]