YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
kpopers jalur karma



keesokan paginya, Alma bangun lebih siang karena sedang tidak suci, biasanya bangun pukul 4 sekarang Alma bangun pukul setengah enam.


"Almaa!! udah bangun belum? biasanya sekarang uda siap?" teriak Yufi dari luar kamar.


"udah ma, ini lagi pake baju" sahut Alma.


setelah memakai bajunya dan bersiap-siap, Alma turun dan sarapan bersama keluarganya, tetapi Alma malah melihat Arlan yang sudah duduk di ruang tengah.


"kak Arlan? ngapain Lo kesini?" tanya Alma cuek.


"kalo bukan papa gue sama papa Lo, gue juga gk bakal kesini" sela Arlan.


"eh Adek sama Adek ipar udah rukun aja, ngebet nikah ya? yaudah ayo sarapan" ajak Andhika.


"apa apaan sih lu bang, bisanya cuma nyindir aee" gerutu Alma.


"udah, ayo sarapan" ajak Yufi.


akhirnya Arlan pun ikut sarapan bersama keluarga Alma. seandainya ini bukan kemauan Tino, Arlan tidak akan pergi ke rumah Alma.


"nasib nasib, kenapa harus dapet yang model gini sih" batin Arlan.


setelah sarapan, Arlan dan Alma berangkat bersama menggunakan mobil Arlan. saat didalam mobil hanya keheningan dan yang terdengar hanyalah suara dari audio mobil.


tiba-tiba, audio itu memutar lagu favorit Alma yaitu " How You Like That" milik Blackpink.


"Ha how you like that You gon' like that that that that that How you like that How you like that that that that that" Nyanyian Alma.


"eh Al, emang apaan sih bagusnya lagu kek gitu? yang nyanyi aja pamer perut kaya gitu kok Lo malah suka" cibir Arlan.


"yang apa-apaan tuh Lo kak, mereka gk salah tapi kenapa Lo yang nyolot? emang Lo bisa? emang mereka pernah ngehina Lo? lagian Kai lebih seksi daripada Lo lebih ganteng daripada Lo kak" ujar Alma.


"iuhh dibanding bandingin kok sama orang oplas sih" sela Arlan.


"jaga omongan Lo ya kak" bentak Alma.


bagian rap Lisa pun mulai berkumandang sehingga memecahkan Suara pertengkaran mereka. menurut Arlan melodinya enak didengar sehingga Arlan menikmatinya.


"kan² kena karma juga Lo, bisa bisanya abis bilang plastik malah suka" ucap Alma.


"gue punya hak kali" sahut Arlan.


"emang bener ya, sebagian kpopers tu dulunya kena karma tapi gue dulu gk sih. cuma suka lagu ddu du ddu du sama love shot terus malah kebablasan ngeliat membernya. ehh gue malah kepincut ama Abang kai dongg" jelas Alma.


"eh, sejak kapan Lo jadi cewek gila gini? ah udah lah mungkin emang udah mendarah daging" ucap Arlan.


"bacot Lo"


akhirnya mereka pun sampai di daerah sekolah. seperti yang Nilam bilang, Alma diturunkan di halte dekat sekolah dan Arlan akan meninggalkan Alma disitu.


"udah berhenti" ucap Alma sedikit berteriak.


"udah tuh, sana turun" balas Alma.


"tanpa Lo suruh gue juga turun" sindir Alma.


Alma pun turun dan Arlan langsung melajukan mobilnya. Alma berjalan sendiri untuk masuki sekolah. dan disitu ada Vanya dan Raina yang baru sampai.


"loh Al? tumben jalan kaki?" heran Vanya.


"oh itu, motor gue lagi rusak. motor Abang gue dipake. kalo pake mobil nanti ribet" bohong Alma.


"oh gitu, yaudah ayo ke kelas" ajak Vanya.


//*//


di kelas.


"hari ini ada tugas gk?" tanya Raina.


"gk ada sih, tapi untungnya wali kelas kita pak Budi kalo yang ngajar Bu Isti kita bisa mati di kelas" ujar Vanya.


"loh emang Bu Isti kenapa?" tanya Alma.


"katanya anak IPA 3 Bu Isti itu guru BK plus guru matematika. katanya juga kalo ngajar itu gk pandang bulu. siapapun bisa ditampol pake penggaris andalannya" jawab Vanya.


"ihh, kok ngeri ya" ucap Raina bergidik ketakutan.


"Al" panggil seseorang.


"siapa tuh cakep amat" bisik Vanya.


"eh iya makasih" ucap Ghavin lalu duduk di kursi depan bangku Alma.


"ada apa kak?" tanya Alma.


"gini, tim kita mau ada pertandingan lawan SMA lain. nah kita butuh kamu karena kamu handal. jadi kamu mau kan ikut pertandingan? ini nanti ada campuran ada tim laki-laki saja sama perempuan aja" jelas Ghavin.


"aku sih siap-siap aja kak, tapi kakak percaya sama aku?" tanya Alma ragu.


"aku yakin kamu bisa, lombanya 2 Minggu lagi" jawab Ghavin.


"yaudah kak, aku ikut" sahut Alma.


"yaudah, nanti selesai makan pas istirahat kita latihan" ucap Ghavin.


"iya kak"


Ghavin pun pergi dan sekarang Vanya dan Raina sedang menggosip gosip ria karena ketampanan Ghavin dan tinggi badannya yang tak biasa.


"Al, siapa sih tu?. ganteng banget" tanya Vanya.


"ho'oh ganteng banget" sahut Raina.


"dia kak Ghavin, ketua basket di sekolah" jawab Alma.


"kalo gitu pengen ikut basket kalo bisa ketemu kak Ghavin tiap hari" ujar Raina.


"halu!" sela Alma.


"yee, halu itu sehat tau" sahut Raina.


"bisa bahagia biar gk gila" sambung Raina.


///**///.


jam istirahat.


di kantin.


"guys, pesenin makanan ya. gue mau mie nyonyor nya level 5 sama es teh" pinta Alma.


"biar gue aja" sahut Raina.


"yaudah, aku mau bakso sama es teh" pinta Vanya.


"iya"


mereka bertiga pun makan Dengan tenang kecuali Alma, Alma makan dengan buru-buru karena tidak ingin Ghavin menunggu terlalu lama.


"pelan aja Al, nanti keselek Lo" ucap Raina tapi tidak dihiraukan oleh Alma.


"dasar! gue negur juga demi kebaikan Lo taoi gue dikacangin. ternyata sakit ya dikacangin:v" batin Raina.


akhirnya Alma pun selesai makan dan segera membayar makanannya lalu bergegas pergi menuju lapangan basket sekolah.


"hai kak, maaf agak telat" ucap Alma dengan nafas ngos-ngosan.


"santai aja lah Al, orang masih lama" kekeh Ghavin.


"maaf kak, gue terlalu excited" jawab Alma.


"Yaudah, siap belum?" tanya Ghavin.


"udah" jawab Alma.


"oke, ayo" ajak Ghavin.


"ayo kak"


Tim basket campuran swagball sma bunga bangsa pun latihan bersama dengan serius dan semangat, mereka juga tidak lupa dengan kerjasama tim. tanpa kerjasama tim mungkin mereka akan kalah.


dari latihan itu, Alma menambah 4 teman perempuan yabg tak lain adalah kakak kelasnya sendiri yang bernama Tasya, Katrin, Aliya dan Eliza.


END


BERSAMBUNG~



Ghavin Anandra.