
/////*****//////
06:00
Sinar mentari mulai menembus jendela rumah sakit dan membuat Arlan terbangun dari tidurnya.
"hoaaaammm!"
"udah pagi? hmmmm mandi sekolah!" ucap Arlan lalu mandi di kamar mandi yang sudah tersedia di ruangan Alma. semua peralatan mandi dan baju-bajunya sudah siap di ruangan supaya tidak harus berpergian rumah - RS.
15 menit berlalu, Arlan sudah selesai mandi dan membangunkan Alma.
"Al!" ucap Arlan lembut dan mengelus pipi Alma pelan.
"Al bangun yok!"
"Alma! udah pagi!"
"hmmmm? iya-iya gue bangun!" Alma mulai membuka matanya.
"sarapan gak? biar gue beliin bubur aja di depan" Arlan mengelus rambut Alma.
"gak laper!" Alma menyebik kan bibirnya.
"loh? makan! jaman sekarang Kalo mati gak ada yang layat!"
"aishhh!! iya-iya! udah pergi sana!" usir Alma.
"gimana sih ni anak!"
"bilang dulu, Arlan tampan!" pinta Arlan.
"apa? kenapa? kuping gue buta!" ucap Alma pura-pura tak mendengar.
"gak usah pura-pura!"
"yaudah! kak Arlan tampan!" ucap Alma terpaksa.
"yang ikhlas Napa!!" kesal Arlan.
"hmmm, kak Arlan tampan banget pagi ini" ujar Alma lembut dan mengedipkan sebelah matanya.
"nahh gitu dong! gue kan jadi pede hehe"
"eitsss!! jangan ge'er! maksudnya itu, tampang kaya nampan bwahahaha!!!" Alma tertawa lepas.
"hmmm, anjim!" gumam Arlan lalu pergi untuk membeli Bubur ayam.
Alma membuka ponsel nya dan melihat pesan masuk dari tadi malam.
+62 ??? ???? ????
Kebahagiaan Lo sama Arlan gak
akan bertahan lama
...22:32...
^^^maksudnya? gk jelas banget deh!^^^
^^^06:08^^^
..._____________...
"sapa lagi dah ni orang? iseng aja!" gumam Alma.
Alma tak memperdulikan pesan itu karena dia sendiri sudah sering mendapat pesan seperti itu tapi dari nomor yang berbeda.
10 menit kemudian
"nih Bubur nya! makan! sampe habis! nanti bang Dhika yang temenin Lo" ucap Arlan menyerang 1 porsi bubur.
"gak kuliah tu anak?"
"gak tau, katanya gak ada kelas hari ini"
"ohh yaudah!"
"siapin apa makan sendiri?"
"makan sendiri aja kak.. sana berangkat sekolah gih! bubur nya bisa Lo makan disekolah kan?"
"enak aja! selagi masih anget makan disini aja heheh" kekeh Arlan.
"yaudah makan aja gue nanti!"
"oh? oke-oke!"
***
Arlan udah pergi ke sekolah, sekarang Alma sendiri an di ruangan nya karena Andhika belum kunjung datang.
"kiniii sendiri disini, mencari mu tak tahu kemana. semoga tenang kau disana selama nyaa~" Alma menyanyi kan lagu seventeen berjudul 'kemarin'
"gabut banget dah gue disini. mendingan gue ke ruangan Vanya"
Alma pun beranjak dari tempat tidur nya dan berjalan sambil mendorong tiang infus nya.
di ruangan Vanya.
"pagi Van" sapa Alma dan duduk di kursi sebelah tempat tidur Vanya.
"pagi juga"
"Lo sendiri an?" tanya Alma.
"iya buat pagi. kalo semalem ada soalnya kan Raina sekolah terus ibunya juga sibuk kerja kan" jelas Vanya.
"Lo sendiri an Al?"
"iya kak Arlan kan sekolah"
"Oalah"
"oh iya Van, gue mau cerita sama Lo. gue gak jadi sahabat yang buruk" ujar Alma.
"hah? Lo Ngomong apa sih Al?" bingung Alma.
"sebenernya gue sama kak Arlan udah nikah" ucap Alma pelan.
"hah? yang bener Al? kapan?!" Vanya terkejut dan menggenggam tangan Alma.
"gue nikah bulan Agustus awal"
"masa!! udah berbulan-bulan Dong?"
"baru aja 2 bulan!"
"yaudah gue doa ini langgeng. penjelasan nya gabung sama yang lain aja!"
"aminn!"
"tapi Lo cinta kan sama kak Arlan?" tanya Vanya.
"gimana ya, cinta sih gak tapi suka aja!" ucap Alma.
"fighting! gue yakin Lo pasti bisa tulus sama Arlan!"
"iya"
saat ngobrol lebih lanjut, Vanya dan Alma mendengar ribut-ribut di koridor depan rumah sakit.
"kok ribut-ribut sih? ada apa ya?" ucap Vanya.
"bentar gue liat dulu!" izin Alma lalu berjalan keluar dan melihat sekitar.
"sebenernya ada apaan sih? tumben rumah sakit jaya pasar yang ngadain diskon!" batin Alma.
"loh Alma? Lo disini?" Andhika tiba-tiba datang.
"lah iya, emang mau kemana lagi? shopping di mall? ke salon? atau nonton ke bioskop!"
"ya Allah! gue kira Lo kabur Alma!"
"SUSTER!!!! ALMA UDAH KETEMU!!!" teriak Andhika membuat Alma segera membungkam mulut Andhika.
"diem goblog! ini rumah sakit bukan habitat Lo!" bisik Alma.
"Mon maap nih! gue kira Lo kabur dari rumah sakit jadi gue cariin. gue gak kepikiran kalo Lo ada di ruangan Vanya! jadi ga gue minta tolong ke suster nya! lagian suster nya goblog juga. udah tau bisa pake mic speaker malah teriak-teriak kaya orang dikejar anjing!" jelas Andhika.
"oh gue kita apaan. yaudah gue masuk dulu! Lo ikutan kagak bang?"
"kagak dulu! gue mau ke kantin soalnya belum sarapan"
"iya udah! yang kenyang ya! kalo bisa sampe perut nya kaya bedug masjid!"
"enak aja situ ngomong! yaudah byee!"
______________
"ada apa Al?" tanya Vanya.
"ternyata bang Dhika nyariin gue. gue kan gak ada di ruangan jadi dikira gue kabur dari rumah sakit terus bang Dhika lapor ke suster-suster kalau gue kabur terus katanya juga susternya goblog soalnya udah bisa pakai mic kenapa harus teriak-teriak"
"Oalah jadi sama-sama goblog nya"
"nggak boleh ngomong kayak gitu!. dosa!!. kasihan suster-suster yang lari-larian!" ucap Alma.
"hehehe suster juga pintar sih tapi gue pengen jadi dokter bukan jadi suster hehehe!" kekeh Vanya.
"gimana? kepalanya masih sakit nggak?" Alma memastikan bahwa kepala Vanya tak merasa sakit lagi.
"udah mendingan kok walaupun kadang-kadang suka pusing gitu di bagian belakang"
"oh sehat-sehat ya"
"iya Al!"
"btw, mama gue pengen ketemu sama lo tapi nggak sempet deh kayaknya soalnya lagi sibuk di toko kue nya"
"tante Yufi pengen ketemu ama gue? yaudah sesempet nya aja gue siap kok"
"Ya udah nanti disampein ke mama"
"Al lu beruntung banget ya punya orang tua yang rukun, kakak yang baik, adek yang perhatian, mamanya peduli sesama, anak keluarga orang raya, terus tuh kayak suasana rumah itu tuh kayak bagus banget gitu loh!"
"beda banget sama gue yang di rumah cuma sama Mama. Mama sibuk, ayah udah bisa sama mama, broken home!!."
"itu sulit banget! gue pengen banget punya suami yang baik, ibu mertua yang baik, keluarga mertua yang baik dan rumah sendiri tuh udah punya kesan kebahagiaan tersendiri."
"gue pengen banget kaya Lo Al! pengen banget. andaikan Mama nggak pisah sama papa! Gue rela miskin se miskin-miskin nya asalkan gue bisa bahagia sama orang tua gue harmonis penuh kasih."
"dunia rumah udah gak berpihak sama gue! dan kenapa harus dunia cinta Gue pun hancur! kenapa harus bertepuk sebelah tangan!" keluh Vanya.
"Vanya! gue yakin lo bisa! gue yakin lo kuat! gue juga yakin kalau lu bakal jadi orang sukses di masa depan! percayalah, jodoh orang, takdir orang, itu udah disiapin sama Allah!"
"kita udah gak bisa lagi yang namanya ganti-ganti takdir, ganti-ganti jodoh, kecuali emang Allah yang berkehendak!."
"gue tau rasanya kek gimana!. sabar ya! yang penting masih banyak orang yang peduli sama Lo dan stay di samping Lo" ujar Alma yang berusaha menenangkan Vanya.
END
BERSAMBUNG~