YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
first kiss



Alma keluar dari kamar mandi dengan jubah mandinya. tidak usah ditanya lagi, Alma memang selalu tak membawa baju saat ke kamar mandi.


"maaf, umbar aurat. biasa udah kebiasaan hehe"


"hmm"


"orang gila! untung gue suami Lo Al kalo gk bisa berabe tuh!!" batin Arlan.


Alma mengganti pakaiannya di kamar bukan dikamar mandi. kebiasaan yang tak pernah berubah. tubuh Alma hanya tertutup oleh pintu lemari jadi saat dia menggunakan celana dalam nya, Arlan bisa melihat celana dalamnya dari bawah lemari.


"gila tu anak! udah tau ada laki disini malah ganti baju disitu!"


Alma terkejut bukan main.


"loh? Lo belum keluar kak?!!"


"dari tadi gue duduk disini main pubg. emang kenapa?" ucap Arlan santai.


"Lo gk liat gue ganti baju kan?"


"gk!"


"huftt, syukurlah" Alma mengelus dadanya.


"tapi gue liat Lo pake CD Lo" sahut Arlan bagaikan manusiawi tak punya dosa.


"WHAAAAAATT!!!" teriak Alma.


Arlan menutup telinganya rapat-rapat karena suara teriakan Alma yang begitu keras.


"Emang kenapa sih!! Allah juga gk ngelarang gue. gue cuma tau CD lu warna item udah itu aja!!"


"ah yaudah lupain aja. anggep aja gak pernah kejadian"


"yaudah ayo, mandi kok 1½ jam sendiri" protes Arlan.


"gk usah aja ya kak"


"hah? maksudnya gimana? katanya tadi mau?!"


"gimana kalo kita sepedaan? mumpung sore terus gk terlalu panas. nanti malem aja kita jalannya" ajak Alma.


"yaudah ayo"


"bener mau?"


'iyaaa Almahyra Mairana Bin Riko Mahendra adek nya Andhika Mahendra kakaknya Arya Mahendra!!"


"gk usah rinci juga kali kak!!"


"biarin biar ngerti!"


Alma dan Arlan berjalan beriringan menuruni tangga dan Nilam menyambut mereka dengan sebuah pertanyaan.


"mau kemana?"


"mau sepedaan bentar ma.. keliling komplek aja" jawab Arlan.


"bagus, ati ati ya"


"iya ma"


***


Alma dan Arlan mengendarai sepedanya beriringan sambil menikmati udara sore hari yang menenangkan.


"kak, ke taman yuk" ajak Alma.


"ayo"


Alma langsung melajukan sepedanya menuju ke arah taman.


"woe Alma!! tunggu dongggg!!" teriak Arlan.


"makanya cepetan.. laki kok lamban!" balas Alma.


seketika Arlan langsung melajukan sepedanya dan menyusul Alma yang berjarak lumayan jauh.


"woe Al!!" Arlan terus berteriak.


usai kejar-kejaran dengan.. mereka sampai di taman komplek. taman yang lumayan ramai dengan anak-anak yang bermain tapi tidak ada orang dewasa yang mengunjungi taman hari ini karena waktu masih menunjukkan pukul 14:54.


Alma langsung berlari dan duduk di salah satu bangku taman yang sudah tersedia. ia memperhatikan anak kecil yang sedang bermain sepakbola ada yang bermain petak umpet dan bermain kereta api.


indah bukan memandangi anak kecil yang sedang bermain? rasanya ingin sekali kembali ke masa kanak-kanak.


Arlan duduk di sebelah Alma lalu bertanya.


"Lo kenapa?"


"gak papa, rindu aja pas masih jadi bocah"


"emang apa serunya?"


"iyaa juga"


Arlan memperhatikan langit, hari ini langit begitu indah. Susana yang menenangkan, angin sepoi-sepoi dan segarnya udara di sore hari.


"eh Al, liat deh itu ada awan bentuknya love noh" Arlan mendekatkan tubuhnya ke Alma dan menujuk sebuah awan yang berbentuk hati itu.


"wah iya bener" Alma melihat awan yang ditunjuk Arlan.


Alma membalikan wajahnya ke arah Arlan tetapi realita tak sesuai dengan ekspektasi. bibir Alma malah menempel dengan bibir Arlan.


ah sial? padahal hanya ingin melihat wajahnya malah kehilangan first kiss nya.


Arlan diam seribu bahasa dan Alma bagaikan beku di sekujur tubuhnya. bibir mereka masih menempel dan mata mereka saling menatap.


setelah menyadari kontak bibir mereka, keduanya langsung membuang wajahnya.


"ma maafin gue kak. gue gk sengaja"


"harusnya gue yang minta maaf. harusnya gue gk usah terlalu Deket sama Lo. terus maaf juga buat first kiss Lo" Arlan terlihat merasa bersalah.


"gak papa anggep aja ini gak pernah kejadian. terus first kissnya rezeki Lo" ucap Alma.


"makasih first kiss nya" ujar Arlan.


"ini juga first kiss Lo?" tanya Alma.


"iya"


"makasih juga first kiss nya kak"


"too Al"


setelah kejadian tersebut, Arlan dan Alma langsung pulang karena merasa sangat canggung setelah ciuman itu.


***


malam pun tiba, waktu sudah menunjukkan pukul 18:45. Arlan dan Alma berpamitan untuk makan diluar sekaligus menghirup udara malam di DKI menggunakan motor sport.


Arlan mengendarai motornya dengan kecepatan rendah cukup 20km/jam saja.


"makan dimana?" tanya Arlan.


"gimana kalo ke warung nasi goreng langganan gue?"


"di pinggir jalan?"


"iya"


"ah gk. ke resto atau ke mana gitu. masa di pinggir jalan?!"


"udah lah kak. coba aja. disana sama aja kaya di resto lebih banyak lebih murah juga"


"ah serah Lo aja!!" kesal Arlan.


akhirnya mereka sampai di warung nasi goreng pak Bambang.


"malem pak Bambang" sapa Alma kemudian duduk di bangku yang sudah disediakan dan Arlan duduk di sebelahnya.


"malem juga Al. udah lama gak mampir udah bawa pacar aja" gurau pak Bambang.


"hehe iya pak" kekeh Alma.


"pesen apa nih? mie goreng? rebus apa nasi goreng?"


"nasi goreng aja 2 ya pak"


"iya Al ditunggu ya"


"siap pak!"


pria Paruh baya itu langsung memotong bawang merah dan putih lalu mengocok telur nya.


12 menit kemudian


"Al!"


"iya pak?"


"ini udah udah dibuatin satu tapi cuma tinggal 1 porsi ini doang. gimana?"


"yaudah biar aku makan pak"


"iya Al"


saat pak Bambang membuat nasi gorengnya, 1 porsi sudah jadi akan tetapi nasinya sudah habis. pak Bambang tidak terlalu mengingat jumlah pesanan Alma jadi langsung membuat saja karena biasanya Alma memesan 1 porsi.


END


BERSAMBUNG~