YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
Gaun



sekarang Nilam, Arlan dan Alma sudah sampai di tempat yang mereka tuju yaitu ika's boutique. ika's boutique adalah salah satu butik terlaris di Jakarta karena desainnya yang terkenal unik atau mewah.


"hai Nilam, akhirnya kita bertemu juga. sudah bertahun-tahun kita tidak bertemu" sapa Ika.


"iya ka, terakhir kita ketemu pas kita diwisuda kan" balas Nilam.


"oh iya, silahkan dipilih gaun nya. kira-kira berapa umur pengantinnya?" tanya Ika.


"ini" Nilam menunjuk Alma.


"what!! umurmu berapa nak?" tanya Ika terkejut karena melihat calon pengantin yang terlihat masih remaja.


"16 Tan" jawab Alma.


"Nilam, apa anakmu ini menghamili anak ini?" ucap Ika geram lalu menatap Nilam dan Arlan dengan tatapan membunuh.


"nasip nasip nikah muda. Semua orang mikirnya gue nidurin ni cewe gila. gue ogah kali!" batin Arlan.


"aku cewe baik-baik woee! kenapa malah dibilang bunting sih!" batin Alma.


"kamu salah faham Ika, aku jodohkan anakku ini dengan anak sahabat ku" jelas Nilam.


"oh gitu, maaf hehe" kekeh Ika.


"iya, kamu cari ya gaunnya" pinta Nilam.


"nyonya Arlan kecil, ayo ikut Tante" ajak Ika.


"ayo tan"


"njirrr , tu tante bilangnya gitu amat!" batin Alma.


Ika menunjukkan salah satu gaun putih yang simple dan terlihat mewah. gaun tak berlengan, bagian belakang yang panjang.


"ini gimana? ini gaun terbaru Tante" tanya Ika.


"bagus Tan, tapi aku mau tanya ke mama sama kak Arlan dulu"


"sana cobain terus kasih tunjuk ke Nilam sama Arlan"


"iya Tan"


Alma pun mencoba gaunnya di salah satu ruangan teruntuk mencoba gaun yang disediakan di butik itu.


"ma, ini bangus gk? Tante Ika tadi yang pilih" tanya Alma.


"apa ini alma anaknya Yufi sama Riko adiknya Andhika kakaknya Arya?" Nilam terkejut dengan penampilan Alma yang terlihat sangat perfect menurut Nilam.


"kalo suka ambil aja" Arlan cuek tapi di dalam hatinya sangat mengagumi Alma karena terlihat sangat cantik dengan gaun itu.


"gk pake makeup rambut digerai aja udah cantik apalagi nanti pas nikah.. mungkin Arlan Ampe ngiler liat Alma" batin Nilam.


"ka, Ika!" panggil Nilam.


"kenapa?" tanya Nilam.


"bungkus ini, jangan sampe orang lain dapet!" perintah Nilam.


"siap!" seru Ika.


Ika mengantarkan Alma ke tempat ganti untuk mengganti gaun dan membungkusnya.


Alma masuk ke ruangannya dan mengganti gaun Dengan baju yang semula ia pakai tadi. usai Mengganti pakainya, Alma menghampiri Nilam dan Arlan yang duduk di salah satu sofa di butik.


"ini lam gaunnya" Ika menyerahkan sebuah paperbag lumayan besar bertuliskan Ika's boutique.


"makasih ya, ini kartunya"


"iya, sebentar ya"


Ika menggesek kartu yang diberikan Nilam untuk membayar gaunnya. harga yang semula 5 juta 430 ribu ia turunkan menjadi 5 juta karena Nilam adalah sahabat semasa kuliah dulu.


"ini kartunya, dateng lagi ya semoga suka dengan gaun disini ya"


"iya Ka, kamu kan sahabat aku. gk mungkin lah gk dateng lagi. jangan lupa dateng pas nikahan anak anak aku" ujar Nilam.


"hari Minggu di rumahnya si Alma. kalo gk tau ada di daerah Kemayoran pokoknya nanti ada janur kuning di gerbang rumahnya" jelas Nilam.


"Minggu? anak aku gk bisa dateng nih soalnya ikut papanya ke Bogor" ucap Ika sedikit kecewa.


"gak papa lagian nikahnya juga ketutup. iya kan Lan"


"iya ma" jawab Arlan.


"yaudah, aku pulang dulu ya ka" pamit Nilam.


"iya hati-hati ya"


"assalamualaikum Tan, Alma pulang dulu" Alma mencium punggung tangan Ika.


"anak sopan.. lam Alma buat anak aku aja ya. hehe" kekeh Ika.


"gk boleh!" sela Nilam


"Boleh!" seru Arlan bersamaan dengan Nilam.


"hah? ibunya gk mau anaknya mau?!" ucap Ika bingung.


"Arlan!!" Geram Nilam dan mencubit lengan Arlan.


"aaa! sakit ma. iya-iya gk boleh Tan" Ujar Arlan kesakitan.


"yaudah, kita pulang dulu ya. gk usah dimasukin ke ati omongan bocah ini!" pamit Nilam.


"iya".


Nilam, Arlan dan Alma masuk ke dalam mobil dan Arlan melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Arlan!, tadi kenapa kamu mau kalo Alma nikah sama anaknya Tante Ika?" tanya Nilam sinis.


"Ya emang Arlan ikhlas kalo Alma dinikahin sama anaknya Tante Ika" jawan Arlan.


"awas ya kalo nanti pas udah nikah malah minta Alma gk boleh jauh-jauh dari kamu!" ancam Nilam.


"terserah mama aja" pasrah Arlan.


tak terasa sekarang mereka sudah sampai di rumah Alma, Alma hanya diantar sampai depan gerbang rumahnya karena Nilam dan Arlan yang sedang ada urusan penting.


Alma lupa kalau hari ini Persib Bandung main di liga 1 hari ini.


"goblog gue!! hari ini kan ada Persib lawan Persija Jakarta!" kesal Alma karena ketinggalan pertandingan.


"Ar, Arya!!" teriak Alma.


"apaan sih kak?" tanya Arya yang sedang duduk di sofa sambil melihat pertandingan nya.


"ikutan ya" pinta Alma.


"yaudah, sini"


Alma dan Arya duduk bersama di sofa. berteriak-teriak tidak jelas itu sudah biasa jika Arya atau Alma melihat bola. terkadang Alma dan Arya berdebat karena tim yang mereka dukung berbeda.


"Persib!! Persib!! Persib!!" sorak Alma.


"Persija!! Persija!! Persija!!" seru Arya tak mau kalah.


"Persib!"


"Persija!!"


"Persib!"


"Persija!"


ya itulah perdebatan antara Alma dan Arya.. seisi rumah sudah biasa akan hal itu.


END


BERSAMBUNG~