YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
kecewa



pukul 07:30 di kantin sekolah.


***


"eh Al, besok jadi kan Lo tanding?" tanya Danish.


"iya kata kak Ghavin" jawab Alma.


"kok dia kaya lagi badmood ya? apa jangan-jangan gara-gara kak Arlan?" batin Danish.


"eh udah mau bel nih, bye Al kita gk sekelas lagi huaaa" ujar Vanya lalu memeluk Alma.


"gk usah drama Vanya"


"ahh pokonya sayang lah kalo Lo gk sekelas sama kita lagi" jelas Vanya.


"iyain" ucap Alma malas.


jadi untuk hari ini, Alma bukan lagi satu kelas dengan Vanya dan Raina melainkan satu kelas dengan Mya jadi mulai hari ini Mya adalah teman Alma.


_____


"selamat pagi anak-anak" sapa seorang guru yang mengajar untuk jam pertama hari ini.


"pagi Bu Irma" balas para murid serentak.


"baik, hari ini ada murid yang masuk kelas kita karena ruang kelas untuk murid jalur akselarasi sedang direnovasi. baik silakan maju untuk memperkenalkan diri" pinta Bu Irma.


"hai, perkenalkan saya Almahyra Mairana biasa dipanggil Alma dari kelas X IPA 1 dan lolos tes akselerasi"Alma memperkenalkan diri.


"halo nama saya Dina Rahmya biasa dipanggil Mya saya juga dari kelas X IPA 1" Mya memperkenalkan dirinya juga.


"selamat datang Alma, Mya semoga betah ya" ujar Bu Irma Dengan ramahnya.


"iya Bu terimakasih"


jadi untuk sementara, para siswa yang masuk jalur akselarasi dipindahkan dulu ke kelas masing-masing karena ruang kelas yang sedang direnovasi.


3 jam kemudian, bel sekolah berbunyi dan para siswa-siswi langsung berhamburan ke kantin untuk makan. tapi untuk kali ini Alma akan makan bersama dengan tim swagball yang besok akan bertanding.


"oke silakan dimakan nanti kita akan berdiskusi tentang strategi besok" ujar Ghavin.


"siap kak"


selesai makan dan mengatur strategi, Alma langsung bergabung di meja dimana Vanya Raina Mya dan Danish Zain dan Revan berada.


"loh Revan? Lo duduk disini?" tanya Alma.


"oh iya soalnya meja lain penuh" jawab Revan.


"siap-siap"


"gimana Al besok?" tanya Raina.


"besok? besok berangkat ke tempat pertandingannya sih jam 9"


"ih gitu, kita semua besok ikut loh" ujar Raina.


"oke, jangan lupa support sampe suara kalian ilang hehe" canda Alma.


"hehe iya" Raina tertawa.


ya, sekarang teman Alma sudah lumayan banyak. ada Vanya Raina Mya Danish Ghavin Zain dan Revan. menurut mereka berteman dengan Alma itu seru karena Alma sendiri mudah bergaul barbar dan tidak memandang fisik maupun derajat.


"Al, Lo beneran pindah kelas? gk pengen tetep di kelas kita gitu?" tanya Zain.


"ya kali, gk ada lagi dong yang bakal bantuin gue buat bisuin para hewan baku hantam di kelas" ujar Zain.


"eh apa ku bilang? kita hewan lu nya aja yang hewan jangan bawa-bawa kita!" kesal Vanya.


"iya!!" sahut Raina tak mau kalah.


"maaf ndoro, saya salah"


"dasar tukang mendramatisir keadaan!" cibir Danish.


"biar seru kali" ucap Revan.


"tau tuh ketua kurang otak" Sindir Ghavin.


"udah para kaum laknat ini memuji saya? baiklah saya merasa sangat disanjung disini" ucap Zain dengan bangganya.


"dasar gila lu Jen!!" sahut Mya.


"Zain bukan Jen goblog!"


"serahhh!"


waktu masuk pun Tiba, sudah saatnya para murid untuk masuk kelas. saat berjalan di koridor sekolah, tak sengaja Alma dan Mya berpapasan dengan Arlan dkk. disitu Alma hanya membuang wajahnya dan mengalihkan pandangannya untuk tetap fokus kedepan dan tak menghiraukan Arlan.


"Al Lo gak papa kan?" tanya Mya.


"gk papa, ayo kita cepet masuk kelas!" ucap Alma datar.


"*kok tiba-tiba dia kaya badmood gitu ya setelah papasan sama kak Arlan?" batin Mya.


"Semarah itu Lo Al sama gue?" batin Arlan*.


setelah melewati koridor itu, Alma langsung masuk ke kelas dengan langkah kaki yang cepat.


***


di kelas.


Bu Irma sedang menjelaskan materi pelajaran hari ini, dan Alma hanya diam melamun dan mengingat kejadia semalam.


"ya Allah, kenapa aku sangat kecewa dengan kak Arlan" batin Alma.


"Bu!" ucap Alma.


"iya Al?"


"saya izin ke kamar mandi sebentar ya"


"iya silahkan"


Alma berjalan menuju kamar mandi, sebenarnya ia hanya ingin menenangkan dirinya supaya lebih fokus dengan pelajaran dan melupakan kejadian semalam.


"hah!" Alma mencuci wajahnya lalu bercermin di cermin yang sudah tersedia.


"huftt kuatkan hamba ya Allah hamba kuat hiks". Alma mulai menitihkan air mata.


Alma menempelkan punggungnya di dinding lalu berjongkok dan menyandarkan punggungnya di dinding. Alma meremas rambutnya dan mulai menangis. Alma Merasa kehidupan mudanya sudah raib karena pernikahan ini. Isak tangis Alma semakin menjadi-jadi.


"Alma! Lo kenapa"


END


BERSAMBUNG~