YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
Berguna



"hiks! mungkin udah saat nya gue pergi!. sampai jumpa semuanya" ucap Vanya lalu loncat dari gedung sekolah.


"VANYAAAAAAA!!!!!!!!"


happpp


Sosok Ghavin yang tiba-tiba datang secepat kilat langsung memegang tangan Vanya yang sudah bergelantung bebas.


"kenapa kak? udah lepasin aja tangan gue! gue gak mau hidup lagi! hiks" ucap Vanya menatap Ghavin.


"Vanya, Lo gak mikirin kehidupan masa depan Lo.


mama Lo aja udah kepikiran bagaimana depresinya dia memikirkan ayah sama kamu. nanti ditambah kamu nya yang bunuh diri kayak gini! udah ayo naik!" jelas Ghavin.


"kalian yang laki. tunggu apa lagi?! ayo bantuin gue!!" perintah Ghavin.


"iya-iya"


dengan segera, Danish Roy dan Farhan langsung membantu Ghavin. sedangkan Arlan yang sedang menenangkan Alma yang shock dan Miko, dia berdiri melihat Raina dan Mya layaknya orang bodoh.


"sampai jumpa" ucap Vanya lembut dan dia melepaskan tangannya.


"VANYAAA!" teriak Ghavin.


Vanya yang sudah dibutakan dengan Depresinya itu sudah merasa jika bunuh diri adalah jalan satu-satunya. Ghavin sangat shock melihat temannya itu terjun bebas dan langsung terduduk lemas tak melihat arah bawah lagi.


"Vanya?" ucap Alma sendu, dan


Brukhhhh.


Alma jatuh pingsan dan sontak membuat Arlan dan lain-lain kaget.


"ALMA!!!" teriak Arlan.


di waktu yang bersamaan pula, Roy, Mya, Raina, Farhan dan Miko langsung lari kebawah untuk melihat Vanya dan salah satu dari mereka akan melaporkan ke guru.


sedangkan Arlan, dia langsung mengangkat Alma dan tinggal Ghavin dan Danish di roof top.


"Vin. udah! ayo ikut gue!" ajak Danish.


"gue gak bisa. Gue gak kuat liat temen gue yang bunuh diri di depan gue sendiri! gue udah membunuh Vanya Dan!!" ucap Ghavin dengan tatapan kosong.


"udah! ayo kebawah!!" ajak Danish sekali lagi.


"........."


karena Ghavin tak menggubris ajakan Danish, Danish langsung menarik Ghavin untuk turun.


***


di bawah.


"Kak! Alma gimana?" tanya Raina ke Arlan.


"udah Alma beres sama gue! Lo liat aja Vanya disana! Kayanya rame banget!!" perintah Arlan.


"iya kak"


Raina, Mya, Roy, Farhan dan Miko langsung ber lari ke depan sekolah tempat dimana Vanya jatuh. tapi mereka kaget karena disana sudah ada ambulance dan DamKar yang berkumpul di lokasi.


"heh liat deh! masak Vanya nekat bundir di sekolah!"


"heh! iya! semoga Vanya gak kenapa-napa!"


_____


"loh ada apa ini?" ucap Mya bertanya tanya.


"Zain!!" panggil Roy karena melihat Zain yang dekat dengan lokasi.


"kenapa?" tanya Zain.


"ini kok ada damkar sama mereka gerombolan disini?" tanya Roy.


"oh! tadi gue telfon damkar soalnya denger kalian ribut-ribut. jadi, damkar udah nyiapin empuk empuknya biar Vanya gak mati. tapi Vanya pingsan" jelas Zain..


"hah?" kaget Mya dan Raina bersama an.


alhasil, Mya dan Raina langsung memeluk Zain bergiliran sambil mengucapkan terimakasih.


"akhirnya Lo berguna juga Zain" sahut Farhan.


"yailah bang. siapa bilang gue gak berguna?" ucap Zain.


"Lo kan kembaran nya Miko. jadi sama-sama begho nya" cibir Farhan.


"eh! udah! gue sesek kalo kalian peluk!!" teriak Zain..


"eh iya maaf-maaf. btw makasih yha. tanpa Lo mungkin Vanya udah sama tuhan diatas" ujar Mya.


"iya sama-sama Ya, Na"


"HEI!!? MANA VANYA!! KENAPA KALIAN MALAH BAHAGIA PELUK PELUKAN DISINI!!" Teriak Danish yang baru saja datang dan di ikutin Ghavin yang melamun.


"gini nih kak, Vanya selamat soalnya Zain udah manggil DamKar sama ambulans duluan soalnya dia denger pas kita debat di atas" jelas Mya.


"HAH?! BENER?!!" sahut Ghavin.


"iya kak" ucap Mya.


"yaudah ayo cepet ke rumah sakit!!" ajak Ghavin lalu berlari tetapi ditahan oleh Danish.


"ettsss! bentar! kita harus buat surat izin dulu!!!"ucap Danish.


"oh iya lupa!!"


"permisi!! bisa tolong buatin surat izin buat gue soalnya petugas UKS hari ini izin terus tinggal Vanya doang jadi gue mau bawa Alma ke rumah sakit!" ucap Arlan yang tiba-tiba datang.


"yaudah sana bawa! biar gue yang urusin kak" ucap Danish.


"iya-iya"


Danish pun pergi ke ruangan guru untuk mengambil surat dan teman-temannya tadi langsung berangkat ke rumah sakit menggunakan mobil


Note: Zain Raina dan Mya naik mobil Ghavin. Roy Miko dan Farhan menggunakan mobil Roy.


sekarang, Arlan sedang menggendong tubuh Alma yang dari tadi tak sadarkan diri. siswi yang melihat pun dibuat gempar dan iri karena cowok yang disukai nya justru menjadi kekasih orang lain.


dengan segera Arlan melajukan mobilnya ke rumah sakit agar Alma baik-baik saja.


"Al, tahan ya" batin Arlan.


END


BERSAMBUNG~