YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
Ghavin vs Pak Chavid 2



usai mengajari beberapa bacaan sholat. Alma sudah mulai menguap karena kantuknya mulai melanda.


"kak udahan ya gue tidur duluan" Alma beranjak dan berbaring di ranjangnya. saat Alma mulai memejamkan matanya, Arlan menyusul berbaring di sisi Alma dan membuat Alma tersentak kaget.


"loh? Lo ngapain tidur di kasur gue kak!"


"mau tidur lah mau apa lagi"


"tidur sana disofa!"


"lu aja yang kesana gue mah enggak" Arlan tetap merebahkan tubuhnya di kasur Alma.


"awas aja kalo macem-macem" ancam Alma.


"sorry gk tertarik"


"paling kalo gue tunjukkin lo pasti kaget kak, emang gue gk pamerin aja takut dosa.


keesokan harinya, Alma dan Arlan berangkat bersama. sebenarnya mereka berdua tidak ingin berangkat bersama tetapi ini adalah paksaan orang tua.


"gue duluan kak. bye!" pamit Alma cuek lalu keluar dari mobil Arlan.


seketika penghuni sekolah yang sedang bergosip ria di parkiran langsung geger karena Alma keluar dari mobil bad boy dan salah satu idola di sekolah.


"pagi Al" sapa Ghavin yang baru saja turun dari mobilnya.


"eh pagi juga kak" balas Alma.


"bareng yuk" ajak Ghavin.


"ayo"


jangan tanya bagaimana keadaan Arlan. dia cuma diam walaupun di perasaannya terdapat sedikit rasa kesal. ternyata yang menyukai istrinya ada 2 orang dan 2 orang itu saling bersahabat (Danish-Ghavin)


"pagii bro!" sapa Roy.


"kenape tuh muka?" tanya Miko.


"gak papa" ketus Arlan.


"lu suka Ama Arlan ya. kok liatnya gitu amat" ejek Farhan.


"diem aja lu bac*t"


"sejak kapan selera Lo turun Ar?" tanya Miko.


seketika, Farhan dan Roy langsung tertawa terbahak-bahak Karena pertanyaan Miko.


"ngapain ketawa? ada yang lucu ya? yang mana?" Miko mulai menunjukkan sisi kebodohan nya


"lu tol*l kagak Berubah-ubah ya!" kesal Roy karena Miko yang bodoh.


"anaknya siape sih tu? kok kaya monyet!" cibir Farhan.


"siapa? ada anak monyet disini? bukannya disekolah ini jauh dari hutan ya?"


"dasar be*o!!" teriak Roy dan Miko bersamaan.


"eh daripada kalian bertiga adu mulut disini. ayo kita ke kelas aja. jangan lupa nanti malem kita ke klub lagi" ajak Arlan.


"wihh siap!" jawab mereka bertiga.


///**///


segerombolan idola sekolah pun mulai berjalan menuju kantin. para betina bucin dan gila akan ketampanan Arlan,Roy, Miko dan Farhan. tapi sayang seribu sayang Arlan tidak bisa kalian miliki. mereka pun duduk di salah satu bangku kantin. tapi tempat duduk mereka berada di sebelah kiri bangku Alma terhalang satu bangku lagi. di bangku Alma ada Alma Raina Vanya Ghavin dan Danish. Arlan hanya menatap mereka dingin dan datar.


"kenape lu Ar? hareudang panas?" tanya Farhan.


"oh enggak, sana pesenin gue baso" perintah Arlan.


"traktir ya" sahut Miko.


"eh bokap lu pengusaha resto! kenape lu malah minta traktir sama gue!" jawab Arlan.


"hemat kali" sela Miko.


"hemat pala Lo. Lo hemat sini yang bangkrut!"


"iya-iyaa"


sementara Alma dkk. mereka beranjak dari kantin untuk melihat Ghavin dan Alma latihan seperti biasanya.


"siang pak udah makan belum nih.. kasian ru perut yang gede gk diisi" sapa Ghavin.


"kamu itu menghina saya atau perhatian Sama saya?" sinis pak chavid.


"menyanjung bapak atas besarnya perut bapak" balas Ghavin.


"heii ini berkat dari Tuhan tau!"


"yee itu bukan berkat tapi bapak sendiri yang enggak bisa jaga Tubuh. masa guru olahraga perutnya kaya gentong"


"astaghfirullah, sabarkan hamba... wow gapin!!! punya hak apa kamu menghina saya!!" bentak Pak Chavid.


"saya punya hak sebesar 1000% persen untuk menghina bapak"


"saya keluar kamu dari jabatan ketua basket!!" ancam pak chavid.


"silahkan bapak, silahkan saya malah sangat bahagia jika saya tidak memegang jabatan ini" jawan Ghavin penuh dengan drama.


"yaudah, sekarang ketua nya ganti!!!"


"emang ada yang mau pak?"


"oh iya, kagak ada Ding. yaudah tetep kamu yang jadi ketua basket"


peserta basket dan Alma dkk pun tertawa terpingkal-pingkal karena Ghavin dan pak chavid yang tidak pernah akur. apalagi Ghavin yang tidak ada takut-takut nya dengan pak chavid, malah dia berani menghinanya.


Ghavin tepuk tangan keras untuk memberikan aba-aba untuk segera memulai latihan.


"woeee!! Yo ayo!! latihan!!!" teriak Ghavin.


"siapp!!!!" balas serentak.


latihan pun dimulai. Danish Vanya dan Raina duduk di kursi yang sudah ada di pinggir lapangan. Vanya membawa beberapa alat medis karena takut jika amnesia yang diderita Alma akan kumat lagi. Vanya dan Raina teman dari SMP. Vanya dan Raina Sangat dekat. walaupun mereka bukan dari keluarga berada tapi Alma Sangat menyayangi mereka karena mereka sangat baik.


"haii Danish"


"hahh ngapain Lo kesini!!!!"


END


BERSAMBUNG~