YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
mandi



" J-Jadi kita mandi berdua? astagfirullah!!" Alma terduduk di lantai dan Arlan berjongkok di depan Alma.


"ya iyalah! lagian kenapa kita kan udah sah jadi gapapa!" goda Arlan.


"tapi, tapi, tapi, astagfirullah!" Alma masih shock.


"udahlah ga usah dipikirin!" santai Arlan lalu masuk ke shower dan mandi.


untung saja kaca shower tak transparan jadi tidak terlihat apa apa, cuma terlihat kepalanya saja.


Arlan segera Memasuki shower dan menutup nya. begitupun Alma, ia melepaskan semua pakaiannya dan berendam di bathup. Saat Alma berendam, ia berdiam melihat Arlan melepas pakaiannya dan menggantung nya. sungguh tak terbayangkan jika Kaca itu transparan.


"astaga, kenapa pikiran gua mikir nya tu kaca bisa liatin tu badan. aduh Alma, pikirannya di benerin!" batin Alma.


"woy Alma! ngeliatin apa lu?!" tanya Arlan dari dalam.


"h-ha? e-enggak! gapapa! udah fokus mandi!" Ujar Alma gagap.


"idihh, lu aja ngeliatin gue mandi. kalo mau liat sini aja, gua ga keberatan!" goda Arlan dengan percaya diri nya.


"Tak tampol mau? ngadi ngadi ni anak!!" Alma mengangkat tangannya dan bersiap melempar Sebuah handuk.


"sorry ye Al, bukannya jeda kegiatan Lo. tapi sorry, dada Lo ngintip" Arlan menunjuk belahan dada itu dan membuat Alma langsung menatap dada nya.


"KYAAAA!!" teriak Alma lalu langsung mengambil handuk.


"udahlah Al! santai aja, gua liat semuanya pun ga dosa!" sela Arlan.


"dosa sih kagak tapi gua yang ga ikhlas Lo liatin! udah sana mandi!" Sahut Alma.


"hmmm" Arlan langsung menghadap depan dan melanjutkan Mandinya.


beberapa saat kemudian, Arlan menyelesaikan mandinya terlebih dahulu dan hendak mendekati Alma.


"Mau apa Lo? ga usah deket-deket. jauh-jauh!" ucap Alma waspada.


"apaan? gue cuma mau liatin muka gue yang tampan" Narsis Arlan yang gaya di depan cermin.


"daripada Lo sok² an jadi model gadungan mendingan Lo Keluar kak"


"dih, oke gue keluar. jangan kangen ya Al"


"Ya cepet Sono keluar!"


"santuy Al, anak sabar disayang Arlan. cakep"


"sumpah kak, gua beneran pengen ngomong kasar" Alma mengambil handuknya dan menutup tubuhnya dengan handuk itu. ia pun langsung mendorong Arlan keluar dari kamar mandi dan langsung menutup pintunya dengan Keras nya.


BRAK!!!


(Suara pintu)


"Santuy Al, ni pintu kaga punya dosa Yee. sesering apapun dilewatin Malaikat Raqib atid ya tetep aja kaga di catet tu dosanya!"


"bidiimit (bodoamat)" cibir Alma.


"Alma Alma, emang ya. Lo tu cewe yang susah di tebak. tapi sayangnya dari susah di tebak Lo bikin orang gampang kangen sama Lo" batin Arlan.


/sementara di dalam kamar mandi


Alma sedang bercermin di cermin dan menatap Pantulan tubuhnya dengan Intens.


"gua sebenernya cantik kaga sih? gua males dandan. mendingan juga gua rebahan di rumah daripada di ajak keluar" Ujar Alma lalu ia hendak membuka kotak bajunya tetapi ada suara ketukan pintu yang lumayan keras


"Al! Alma!" panggil Arlan sembari mengetuk pintu dengan keras.


"lo gebrak pintu sekali lagi jangan harap Nanti Lo tenang kak"


ancam Alma


nyali Arlan menciut karena dari nada bicara istrinya yang Lumayan mengintimidasi.


Karena sudah tak mendengar ketukan lagi, Alma segera membuka kotak itu dan melihat ada 2 pasang baju. 1 pasang gaun dan 1 setelan jas laki-laki.


"astaga, jadi Kak Arlan nyari ini" Alma langsung melotot dan merasa sedikit bersalah.


"tapi bodoamat lah, yang penting gua pake baju" ujar Alma santai dan memakai gaun nya dengan hati-hati.


selesai nya memakai baju, ia keluar bagai Orang bodoh yang tak tau apa-apa dan membawa kotak baju nya bagai manusia tanpa dosa.


"ya maafin kak, namanya juga ga tau. nih sana pake" Alma memberikan kotak nya dan Arlan mengambil nya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk segera mengganti bajunya.


Alma duduk termenung di meja riasnya dan bergumam


"Kak, aku ga bisa mastiin perasaan aku sekarang. tapi Aku juga ga tega terus-terusan gantung perasaan kamu. intinya satu, aku belum mencintaimu tapi aku tak rela kehilanganmu"


batin Alma lalu dia mulai merias juga nya Natural.


menggeraikan rambutnya dan menjepit nya di bagian Samping membuat nya terlihat natural. liptint Coral dan eye shadow tipis-tipis berwarna Coklat emas membuat kesan natural dan elegan semakin terlihat.


Arlan keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan kemeja nya tetapi kelihatannya dia sedang kesulitan dengan dasinya.


"mau dibantuin?" tawar Alma.


"ga usah!" ketus Arlan.


"hidup ga usah gengsi kak, Lo ga bakal kenyang!" ujar Alma lalu beranjak dan langsung memegang dasi yang berada di leher Arlan. ia memasangkan dasi itu tapi sepertinya memang agak sulit untuk memasang dasi kupu-kupu itu. Alma lebih mendekatkan wajahnya di leher Arlan dan iya sedikit menggigit dasi nya.


wajah yang begitu dekat dan hembusan nafas Alma yang mengenai leher Arlan membuat bulu kuduk Arlan berdiri.


"nah udah" Alma mulai merenggang kan jarak diantara keduanya.


Arlan bernafas lega karena Alma sudah menjauh dari lehernya.


"cepet sana siap-siap, nanti kelamaan!" Perintah Alma.


"dih, gue mau siap-siap atau engga kegantengan gue tetep haqiqi" ucap Arlan dengan PD nya.


"Di gigi lo ada cabe nyangkut kak" ujar Alma.


"hah? masa?!" Arlan terkejut dan langsung melihat di cermin tetapi tak ada cabai di gigi nya.


"sialan, Lo bohongin gue!"


"ngehaha. yaudah cepet siap siap, terus cepet berangkat!" Alma tertawa lepas.


"hm" cuek Arlan lalu Bersiap-siap.


selesai nya bersiap-siap, Alma lebih dulu turun kebawah dan menemui Vanya terlebih dahulu.


"Van, ntar males gue tidur sama elu ya" pinta Alma.


"eh, yakali kamu mau tidur sama gue. noh lakik Lo gimana? Lo suruh tidur sendiri?" Vanya terkejut dengan permintaan Alma.


"ya mau gimana, gue lagi pengen tidur sama Lo. dia bisa tidur sendiri" Bujuk Alma.


"Alma, dengerin gue. namanya mukhrim itu tidurnya berdua bukan yang satu sendiri yang satu sama orang lain. kita bisa seru-seruan nanti malem tapi jangan sampe Lo ninggalin lakik Lo juga" jelas Vanya.


"hm yaudah deh, ntar malem kita maskeran sambil nonton Bola. gimana?"


"heh apaan? bola? selara gue sama kamu beda ya" tolak Vanya.


"drama Korea?"


"gasss"


"ya udah kalo gitu, gue berangkat dulu good byee" Alma beranjak dari sofa dan keluar dari kamar Vanya. saat keluar, ia melihat Arlan yang berdiri di depan pintu dan Alma menghampiri nya.


"pamali berdiri di depan pintu" Ucap Alma.


"duduk stupid bukan berdiri"


"ya sama aja"


"ya udah lama amat lu nge gibah sama Vanya, ditungguin juga!"


"kan bisa Lo Panasin mobil dulu kak, astagfirullah"


"oh iya, kenapa gue kaga kepikiran?"


"emang Lo ga punya otak makanya ga kepikiran"


"dahlah, gedek gue lama-lama" kesal Arlan lalu mengeluarkan mobil dari garasi dan menyalakan mesinnya.


𝐄𝖓𝖉


𝐁𝖊𝖗𝖘𝖆𝖒𝖇𝖚𝖓𝖌