
///**///
keesokan paginya, Alma bangun pukul 3 pagi untuk shalat dan segera bersiap untuk pernikahannya nanti. di pikiran Alma, ia ingin sekali bunuh diri atau kabur dari rumah karena tidak menginginkan pernikahan ini. tapi Alma sudah berjanji dan menuruti apa keinginan sang ayah.
"Alma, ayo! sini di makeup sama dia lagi" pinta Yufi.
"iya ma" jawab Alma agak lemas.
"Alma, ini semua demi kebaikan kamu. ingat! menikah adalah ibadah. sempurnakan imanmu sayang" ujar Yufi lembut.
"iya ma" jawab Alma lebih bersemangat.
Alma berjalan beriringan dengan Yufi.
sepertinya Alma. Alma hanya dimakeup tipis oleh Rara. bukan karena tanpa sebab. Alma sangat tidak menyukai makeup tebal dan terkadang sampai wajahnya memerah.
pernikahan pun dimulai. Alma duduk di kamarnya ditemani oleh Nilam Yufi Ika dan Rara yang tetap stand by di dekat Alma.
Nilam menggenggam tangan alam yang berkeringat Dengan eratnya.
surat Ar Rahman mulai berkumandang yang dilantunkan oleh penghulu yang akan menikahkan mereka berdua.
"saudara Arlan Septian bin Tino septian. saya nikahkan dan saya kawinkan dengan putri saya yang bernama Almahyra Mairana Binti Riko Mahendra dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat, uang tunai 10 juta rupiah dan kalung emas seberat 10 gram. tunai"
"*saya terima nikahnya Almahyra Mairana binti Riko Mahendra putri bapak untuk saya sendiri dengan mas kawin Seperangkat alat sholat uang tunai 10 juta rupiah dan kalung emas seberat 10 gram tunai."
"bagaimana para saksi sah?" tanya penghulu itu.
"sahh!" jawab serentak*.
itu lah yang didengar Alma dan yang lain saat dikamar. saat beberapa orang menjawab sah dengan serentak, Alma langsung menangis haru karena ia bukan lagi tanggung jawab sang ibu dan ayah.
"mah.. hiks. maafin Alma udah ngerepotin mama.. maafin Alma kalau Alma bikin Mama marah pas Alma hidup sama Alma hiks.. sekarang Alma bukan anak mama lagi. tapi Alma tetep berusaha membahagiakan papa sama mama nantu. hiks.." tangis Alma memeluk Yufi dengan erat dan meminta maaf dengan sepenuh hati.
"Alma, kamu tetep anak mama yang paling cantik dan paling pinter. mama gk pernah merasa direpotkan dengan kehadiran Alma disini. sebaliknya mama sama papa bahagia sekali dengan kehadiran seorang putri kecil kami. Alma harus jadi istri yang baik buat Arlan. ingat! berusahalah untuk menikah 1 kali seumur hidup" pesan Yufi.
"iya ma"
"udah ya Al nangisnya, nanti eyeliner nya luntur kemana-mana Lo. terus kalo Arlan ngakak liat kamu yabg udah kaya panda gimana" hibur Rara.
"hehe iya kak" kekeh Alma menghapus air matanya.
Rara Saputri adalah seorang karyawan yang khusus untuk pelanggan yang memesan lewat aplikasi yang disediakan Golden beauty salon and spa. Rara adalah perempuan berusia 20 tahun. sekarang Rara sedang berkuliah S1 di kampus yang sama dengan Andhika tapi berbeda kelas dengan Andhika. ia berasal dari Bandung Jawa barat yang merantau untuk berkuliah dan menyekolahkan adiknya yang sedang duduk di kelas XII.
SEMENTARA DI BAWAH.
surat Ar Rahman mulai berkumandang yang dilantunkan oleh penghulu yang akan menikahkan mereka Arlan dan Alma.
"ayo pak bisa dimulai sekarang" ucap penghulu.
"baik pak" jawan Riko.
"nak Arlan bisa menjabat tangan pak Riko" ucap penghulu itu lalu Arlan pun menjabat tangan Riko.
"silahkan dilantunkan kalimat ijab dan qobul nya" pinta penghulu.
"saudara Arlan Septian bin Tino septian. saya nikahkan dan saya kawinkan dengan putri saya yang bernama Almahyra Mairana Binti Riko Mahendra dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat, uang tunai 10 juta rupiah dan kalung emas seberat 10 gram. tunai"
"saya terima nikahnya Almahyra Mairana binti Riko Mahendra putri bapak untuk saya sendiri dengan mas kawin Seperangkat alat sholat uang tunai 10 juta rupiah dan kalung emas seberat 10 gram tunai."
"bagaimana para saksi sah?" tanya penghulu itu.
"sahh!" jawab serentak.
setelah menunggu beberapa menit. Alma mulai turun dari tangga bersama Yufi Nilam dan Rara. Arlan menatap Alma dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
usai menuruni tangga Alma pun duduk di sebelah Arlan.
mereka bertukar cincin kawin yang sudah disediakan di meja itu. dan tak lupa juga Arlan memasangkan kalung ke leher putih jenjang milik Alma.
sekarang saatnya Alma mencium tangan sang suami. dan Arlan mencium kening sang istri sah nya itu. tapi saat Arlan hendak mencium kening Alma ada seseorang yang menyebut nama Alma.
"Alma?!" ucap seorang laki-laki yang datang dengan pakaian rapi dan terkejut melihat sang pengantin wanita.
"hah??!!"
ALMAHYRA MAIRANA
END
BERSAMBUNG~