
"masih di kasih tindakan Al" ucap Mya.
"hmmm, yaudah ditunggu aja kabar baik nya"
"btw, kita kabarin mama nya gak?" tanya Danish.
"JANGAN!!" sahut Raina.
"kenapa?" ucap semuanya.
"mama nya pasti bakal lebih syok lagi. mending an nanti aku telfon Tante kalo Vanya nginep di rumah ku dulu soalnya banyak tugas" jelas Raina.
"yaudah!"
"hai adek²" sapa Andhika yang datang bersama Rara.
"eh sape tuh? cogan banget?" bisik Zain.
"dia Abang nya Alma" jawab Danish.
"wahh Abang kakak nya Alma? kenalin ya bang. gue Zain ketua kelas nya Alma. Abang siapa?" ucap Zain.
"gue? mana saya tahu? saya kan ikan!" canda Andhika.
"yeee!!"
"nah rasain tuh! makanya jangan kebanyakan tingkah!!" sahut Roy.
"yailah mau kenalan juga!! biar dapet tips cara dapetin pacar bening gini kaya pacar nya Abang" ujar Zain.
"dek, aku bukan pacarnya Andhika. aku kakaknya Revan. pasti kamu kenal Dong" ucap Rara.
"hah? mbak ini kakak nya bang Revan? lahh gue kagak tau kalo Revan punya kakak cantik kaya mbak" ucap Zain.
"hehehe kamu terlalu memuji" kekeh Rara.
"udah udah!! yang laper siapa? ayo ke kantin!" ajak Andhika.
"aku!" ucap Roy, Zain, Miko dan Farhan.
"kalian gak?"
"nanti aja kak" ucap Mya Raina Ghavin dan Danish.
"Alma? lo tadi belom makan Lo?" ucap Andhika.
"hallah bang! gue minum infusan aja udah kekenyangan" ucap Alma
"ye! sa ae lu Maemunah!!" ucap Andhika dan mencubit hidung Alma.
"sakit bang! udah deh sana pergi! katanya mau makan!!" ucap Alma.
"iya-iya, ayo semua kita makan. hari ini gue yang traktir" ujar Andhika dengan tingkat kepercayaan diri yang melampaui batas wajar.
"ihhh!! nasip nasip punya Abang sok puitis, ke PD an. ke GeEr an. terus suka mendramatisir keadaan pula" batin Alma.
mereka pun pergi~
3 menit kemudian.
"permisi, keluarga Vanya?" ucap dokter yang keluar dari ruang ICU.
seketika Mya Raina Ghavin dan Danish langsung merapat di depan pintu dan Alma juga mendekat bersama Arlan.
"saya sepupu nya dok!" ucap Raina.
"ibunya? atau ayahnya? untuk anak dibawah umur belum diizinkan untuk tanda tangan"
"loh dok? maksudnya apa ya?" tanya Danish.
"jadi kami butuh surat izin untuk melakukan tindakan operasi karena ada sedikit gangguan di kepala Vanya" ujar dokter.
"kok bisa dok?" ucap Ghavin.
"gimana nih!!!" ucap Raina ketakutan.
"biar Tante yang mewakili!" sahut Yufi yang baru saja datang bersama Nilam.
"mama?" ujar Raina.
"baiklah, ayo Bu ikut saya untuk mengurus dokumen nya" ajak dokter.
"iya ayo, dok"
Yufi dan dokter pergi~
"Alma, kamu nggak papa kan?" tanya Nilam sembari mengelus pipi Alma.
"udah agak baik kok ma, tenang aja hehe" kekeh Alma.
"harus tetep dirawat disini kaya ucapan dokter Lo ya!"
"iyaaaa maamaaa, tapi abis pulang aku pengen tinggal di rumah Alma"
"HAH!!!!!". kejut Mya, Raina dan Ghavin.
"kalian tinggal bareng Al?!" tanya Mya.
"aduh gawat!! gimana nih!!" batin Alma.
"enggak!!!' sahut Arlan
"ee eee, gimana ya ngejelasin nya"
"jadi bener dong Lo Tinggal seatap sama Arlan!" ucap Ghavin.
"enggak gitu!!" ujar Alma.
"gimana ini ngejelasin nya kak!" bisik Alma.
"gue juga gak tau!" bisik Arlan.
"gini, Alma udah 4 hari ini tinggal di rumah Tante soalnya Tante sendirian di rumah. Biasanya Danish kan sibuk banget jadi cuma di kamar aja. Arlan nya juga nginep di rumah Roy jadi Tante sendirian di rumah" jelas Nilam.
"ohhhh gituuu" ucap Mya Raina dan Ghavin bersamaan.
"Gimana ma?" tanya Alma yang melihat Yufi yang sudah datang.
"udah, biaya semuanya udah Tante tanggung. ruang operasi udah Tante siapin jadi kalian tenang aja ya" jelas Yufi.
"wahhh makasih ya tan, nggak tau dek kalo mama aku yang mewakili pasti bakal susah" ucap Raina.
"iya gapapa, sekarang yang penting Vanya di operasi dan sembuh!"
"iya Tan, sekali lagi terima kasih banyak ya, tante"
"iya-iya, udah kalian pulang ganti baju terus makan. nanti kalian Dateng lagi kesini! urusan Vanya semuanya biar Tante yang urus"
"iya Tan, kalo begitu kita berdua pamit dulu, assalamualaikum" pamit Raina lalu pergi.
"Ghavin, Danish. kalian gak makan atau ganti dulu?"
tanya Yufi.
"nanti dulu, Tante" jawab Ghavin dan Danish.
"udah, kesehatan kalian juga penting! pulang ganti baju" pinta Yufi sembari mengelus lengan Danish dan Ghavin.
"yaudah Tan, kami permisi dulu. assalamualaikum" pamit Ghavin lalu pergi bersama Danish.
"benar-benar mertua idaman nih, gak usah takut di solimi sama mertua kaya di sinetron ku menangis!" batin Ghavin.
END
BERSAMBUNG.