
Arlan terpaksa mengikuti kemauan Alma. mungkin dia lagi badmood.
selesai mandi Arlan keluar sudah lengkap dengan style nya yaitu celana jeans dan hodie berwarna hitam. Alma, dia menggunakan jeans Jumpsuit nya.
"ayo cepet!!" Alma menarik-narik lengan Arlan.
"bentar ini lagi pake Pomade!"
"enggak usah! gitu aja udah ganteng. ayo!!"
"apa Lo bilang? gue harus memastikan ini" Arlan pura-pura tak dengar padahal mendengar dengan sempurna ucapan Alma.
"gak usah sok budeg deh! ayo berangkat Pomade nya nanti aja" paksa Alma.
"iya-iya ayo, terpaksa deh gue gak pake Pomade!"
"udah, Pomade gak penting!"
"hmmm"
Arlan mengeluarkan mobil BMW nya dan Alma ikut naik. Hari ini adalah weekend jadi Alma ingin sekali refreshing sekali-kali.
"kemana?" tanya Arlan yang tetap fokus dengan jalanan.
"ke muter-muter aja" jawab Alma.
"muter-muter gimana?"
"ya gak tau"
"Lo gimana sih! tadi ngajak² jalan sampe kayak gitu!"
"ke taman hiburan aja gimana?" sahut Alma dengan bersemangat.
"ha? Taman hiburan? gue gak salah denger nih? eh Alma! taman hiburan itu tempatnya bocil. kenape lu malah pengen kesono?"
"ya seru aja. nanti bisa naik rollercoaster, rumah hantu Ama lain²"
"gak mau!!" Arlan menolaknya.
"harus!!" Alma meremas rambut Arlan
"ah sakit Al sakit goblog!! nabrak ini nanti!!!"
Alma melepaskan.
"mau gak?!"
"tetep gak!!"
"Yaudah" ucap Alma dan mengambil ponsel dari tasnya lalu memainkannya.
"Lo ngambek?" tanya Arlan.
"peduli apa Lo sama gue!"
"yaudah ayo kita kesana"
"gak perlu!!" sela Alma yang tak berpaling dari ponselnya itu.
settt..
Arlan langsung merampas ponsel Alma lalu memasukkan ponselnya ke saku celananya.
"eh hape gue!!" bentak Alma.
"ambil sendiri" ucap Alma dengan senyum setan nya.
"keterlaluan Lo ya kak! sini balikin!!!" Alma menarik-narik hodie Arlan.
"dibilang kan ambil sendiri" ucap Arlan.
"jangan salahin gue ya kalo tangan gue di zona rawan tsunami!!"
"serah! ambil aja sendiri!"
"terpaksa deh, demi hape gue ini. maaf ya pisang gue harus ambil hape gue!" batin Alma
Alma perlahan mulai memasukkan tangannya kedalam saku celana Arlan bagian kiri. Arlan tersentak kaget karena Alma yang nekat dan nyaris menyentuh Zona Rawan tsunami itu.
"sabar Al. kita bakal masuk zona rawan tsunami ini! harus pelan dan profesional!" batin Alma.
"eh apa apaan Lo!" protes Arlan.
"diem kak, gue lagi ambil emas di zona rawan tsunami" ucap Alma yang membuang wajahnya ke arah lain dan tangannya berusaha meraba-raba untuk mencari saku celana. tapi tangan nya malah meraba-raba pas di bagian zona paling berbahaya.
"goblog! ini apaan anjimm!" sahut Arlan tapi tak bisa memberontak karena jalannya yang ramai.
"diem!!"
saat keadaan jalan sudah pas Arlan langsung meminggirkan mobilnya.
"kenapa berhenti?" tanya Alma yang tetap membuang wajahnya ke arah lain.
Arlan langsung meraih kepala Alma lalu mengarahkannya ke tangannya sendiri. ya, Arlan hampir membuat wajah Alma menempel pada area pribadinya.
"eh apa apaan nih?! ini kepala gue kenapa Lo pepetin ke zona rawan tsunami anjirrr" batin Alma.
"eh apa apaan nih!! lepasin kak!" protes Alma berusaha mengangkat kepalanya tetapi Arlan terus menekan kepala Alma berdekatan dengan zona merahnya.
Alma mengumpulkan tenaga nya dan Alma langsung mendongakkan kepalanya dan nyaris berhasil. akan tetapi, Arlan dengan kuat menekan kepala Alma dan bagian kening Alma menempel sempurna di bagian zona merahnya.
"KYAAAAAA!!!" Alma berteriak.
Arlan langsung melepaskan dan membuang wajahnya ke arah jendela dan memperhatikan kendaraan yabg berlalu lalang
sedangkan Alma, ia mengelus kening nya dengan tisu basah karena Alma benar-benar merasakan bentuk dari zona rawan tsunami itu.
"keterlaluan Lo kak!!"
"ya maaf, namanya juga gak sengaja!"
"udah lah. emang sama aja!"
"maafin gue ya Al!"
"ada syaratnya"
"apaan Al?!!"
"kita harus ke taman hiburan"
"iyaaaa"
"ikhlas apa terpaksa nih kak?"
"terpaksa!"
"biarin lah terpaksa yang penting kesana. yuhuuu taman hiburan, gue datang!!"
"titisannya siapa sih lu kok kaya orgil Al?!"
"biarin!!"
Arlan mulai melajukan mobilnya kembali dan Alma memainkan ponselnya lagi. hening dan canggung, itulah suasana saat ini. hanya terdengar deru kendaraan yang berlalu-lalang.
sekitar 20 menitan, mereka sudah sampai di salah satu taman hiburan yang berada di DKI Jakarta.
Arlan melepas sabuk pengamannya lalu turun dari mobil dan diikuti oleh Alma.
Arlan menggenggam tangan Alma.
"ayo, beli tiket dulu sebelum masuk"
"iya kak"
Arlan membeli tiket masuk tanpa melepaskan tangannya. Alma sendiri merasa jantungnya seperti sedang maraton 50km. Arlan sendiri tak menyadari jika ulahnya membuat Alma begitu gugup dan gelisah.
usai membeli tiketnya, Arlan dan Alma bergegas untuk masuk karena dibelakang sudah banyak anak-anak beserta keluarganya yang sudah mengantre.
"kemana?" tanya Arlan.
"beli ice cream sama cotton candy dulu" jawab Alma lalu memeluk lengan Arlan.
"gak biasanya dia semanja ini? apa mungkin Alma hamil? tapi gue belum apa-apain dia?" batin Arlan.
akhirnya Alma mendapatkan cotton candy dan ice cream yang ia mau. tak lupa, Alma juga membelikan untuk Arlan.
mereka mencari tempat duduk yang pas untuk memakan makanannya.
"iya"
mereka pun duduk dan menikmati ice cream nya.
"mau coba gak?" tawar Arlan.
"gak enak ya?" tanya Alma.
"enak tapi Lo mau coba gak?"
"boleh"
Arlan menyuapkan sesendok ice cream nya ke dalam mulut Alma.
"enak kak, Lo mau coba punya gue juga?"
"mau"
sekarang giliran Alma yang menyuapkan sesendok ice cream nya ke dalam mukut Arlan.
"enak sih tapi rasa greentea gue gak suka" Arlan sedikit bergidik.
"enak ini. apa yang gak suka?"
"pokoknya gak suka Alma"
"okee"
setelah ice cream dan cotton candy nya habis, Alma membuang sampahnya kedalam tempat sampah dan ingin membeli makanan untuk Arlan dan ia sendiri Karena tadi belum sarapan.
sementara Arlan, ia duduk santai menikmati hari yang cerah dan angin sepoi-sepoi yang bersemilir hari ini.
rambut yang tak ber Pomade ditambah angin yang berhembus membuat rambut Arlan sedikit berantakan. lalu Arlan membenahi rambutnya dan membuat para wanita yang lewat pun histeris.
rambut halus, wajah putih, tampan ditambah mengenakan hodie hitam membuat para wanita tergila-gila akan ketampanan itu.
"jidat oh jidat" hanya itu dipikiran wanita-wanita itu..
"Lo gila mbak? kaya gak pernah liat laki-laki aja!" batin Arlan.
"hai Ar" sapa seorang perempuan cantik.
"oh hai Lidya" Balas Arlan.
Lidya Natalia. si cantik anak perempuan satu-satunya dari Alex. ibunya sudah tiada semenjak ia lahir karena ibunya meninggal saat melahirkan Lidya. Lidya juga mantan kekasih Arlan. mereka putus karena Lidya yang bekerja sebagai seorang model di new York.
"sama siapa kesini? bukannya Lo gak suka tempat beginian?" tanya Lidya.
"oh it__" ucapan Arlan terpotong karena kedatangan Alma.
"hai kak, ini siapa?" tanya Alma.
"oh dia temen gue" jawan Arlan.
"hai aku Lidya. ini sepupu kamu ya Ar?pantes kamu kesini"
"bukan! dia pacar gue" sahut Arlan.
hati Lidya bagaikan sedang disambar petir di siang bolong. ungkapan Arlan itu membuat Lidya begitu kaget dan syok.
"hah? dia pacar kamu? mana mungkin. selera kamu kok turun sih Ar?!" ucap wanita yang satu tahun lebih tua dari Arlan itu.
"kenapa? asalkan dia baik kenapa gak?"
"jahat kamu Ar!!" Lidya meneteskan air mata kemarahannya.
"biarin!"
Lidya yabg merasa dikhianati langsung berlari menjauh dari Arlan dan Alma.
"siapa kak?" ucap Alma lalu duduk disebelah Arlan.
"mantan gue" jawab Arlan.
"dia cantik banget. dia juga seksi, sepertinya dia juga perempuan sosialita"
"hah? cantik? darimana nya woe! dia tu gila karier. gue ada ditinggalin pas dia mau berangkat ke new York!" ujar Arlan.
"harusnya Lo pertahanin aja hubungan kalian. kalian juga cocok banget keliatannya"
"hah?! Lo gila? yakali gue balikan Ama dia ketemu aja ogah!"
"bukannya Lo masih suka Ama Lidya?"
"eh Jan ngadi² lu Al. gue udah gak suka sama dia!"
"ya jangan ngegas juga kak!!"
"iyeee"
"nih ayam geprek nya abis makan gue mau main"
"main sana sampe tulang Lo patah!"
"omongan doa Lo kak"
"aminnnn"
plakkkk
Alma menampar pipi Arlan pelan. mungkin agak berasa juga.
"sakit goblog!!"
"makanya makan jangan banyak bacot!"
"iya bawel!!"
usai makan, Alma langsung membuang sampahnya lalu mencari wahana permainan yang ia naiki.
Alma menunjuk sebuah kuda putar.
"kak, ayo naik itu!" ajak Alma.
"gak ah, itu kayak bocil!"
"plisss yaa plisss kakk" ucap Alma dengan puppy eyes nya.
"ah ayo cepet!"
"yeahh! ayo kak"
Alma mencari tempat yang masih kosong untuk mereka naiki dan akhirnya Alma menemukan 2 yang masih kosong.
"ayo kak" Alma menarik tangan Arlan.
mereka pun duduk, wahana mulai berputar dan tampaknya Alma Sangat senang.. sebaliknya, Arlan malah duduk dengan malas.
"kak tolong fotoin gue ya" pinta Alma menyerahkan ponselnya.
"iya" Arlan mengambil ponsel Alma.
cekrekkk.
"nih udah" Arlan mengembalikan hp Alma.
"makasih"
"iya"
*****
setelah puas mengunjungi taman hiburan, Mereka pun pulang saat pukul 15:00. waktu perjalanan mereka memakan waktu sekitar 20 menitan. tapi karena macet. waktu perjalanan mereka adalah 1 jam lamanya.
"hah, udah sampe" Arlan merasa lega.
"oh iya"
END
BERSAMBUNG~