
"untung mendinginkan. gue kasian liat Lo sakit Al" batin Arlan.
Arlan terus mengelus perut Alma walaupun Alma sudah mulai tertidur. sepertinya Alma nyaman seperti ini.
karena agak kesusahan, Arlan sedikit mendekat ke arah Alma dan menidurkan Alma di lengannya.
Alma tak menyadarinya karena ia sudah tertidur pulas.
"kagak bangun kan? oh yaudah syukur"
***
keesokan paginya, Alma bangun lebih dulu.
Alma sedikit terkejut karena melihat Arlan yanh sudah memeluk tubuhnya dan Alma pun tertidur di lengan Arlan sembari memeluknya.
"oh astaga!. apa semalem dia lakuin yang aneh-aneh? seinget gue semalem dia cuma ngelus perut gue bukan nidurin gue!" batin Alma.
perlahan Alma melepaskan pelukannya dan bergegas untuk mandi.
Arlan terbangun karena suara percikan air di kamar mandi. ia langsung beranjak dari kasur dan mengambil handuk lalu menunggu Alma di sofa.
15 menit kemudian, Alma sudah menyelesaikan mandinya. ia keluar dengan seragam sekolahnya dan rambut yang diikat di atas.
"udah?"
"ya udah lah. kalo belom gue masih di dalem!"
"jangan sensi juga kali Al gue cuma nanya"
"udah! cepet sana mandi!"
"hm"
****
Alma dan Arlan sudah sampai di halaman sekolah. tapi, mereka malah dikejutkan dengan Lidya yang sudah berdiri tegak di sebelah mobil.
"Al" panggil Arlan.
"kenapa?" tanya Alma.
"Lo mau gak ikutin kata-kata gue soalnya ada Lidya diluar" jawab Arlan.
"emang kaya gimana?"
"Lo duduk disini bentar" Arlan menunjuk pahanya.
"hah??!! maksud Lo gue duduk di pangkuan Lo?"
"iya, gue mohon soalnya buat ngehindarin Lidya"
"hadehh, yaudah tapi ini gue terpaksa banget ya kak"
"iya Alma cepetan!"
Alma pun menuruti apa kata Arlan. ia memindahkan posisi duduknya di tempat yang sudah disediakan Arlan yaitu paha nya.
setelah benar-benar duduk sempurna di paha Arlan, perlahan Alma membuka pintu mobil.
Lidya segera membantu membuka pintu mobilnya dan betapa terkejutnya Lidya melihat itu.
ia melihat Arlan yang sudah memangku Alma dan tangan mereka yang saling berkaitan.
Arlan menurunkan Alma dengan cara digendong ala bridal style lalu menggenggam tangan Alma saat mereka sudah keluar dari mobil.
"eh Lidya. pagi Lid" sapa Arlan.
"hai pagi Lid" sapa Alma.
"Kalian ngapain di mobil?" sinis Lidya.
"ya biasa aja lah namanya juga orang pacaran ya gitu aja udah bebas" ucap Arlan.
"sampe pangku pangkuan kek gitu ya Ar?" tanya Lidya dengan tatapan sendu.
"emang gak boleh? tuhan pun memperbolehkan kenapa kita harus pusing mikir" jawan Arlan.
"udah lah! gue males debat. gue duluan ya bye" sambung Arlan.
"bye Lid" ujar Alma lalu pergi bersama Arlan.
mereka berjalan bergandengan sampai di eskalator lantai dasar. saat merasa Lidya sudah tak terlihat, mereka melepaskan tangannya dan Arlan tertawa lepas.
"kan kan lu gelo dadakan"
"udah diem! pokoknya kalo ketemu dia kita harus kaya pasangan biar dia gak berulah!"
"tapi terpaksa"
"serah mau terpaksa apa kagak yang penting si uler itu gk ganggu gue"
"iyain dah! gue duluan aja kalo Lo masih mau ngomel-ngomel!"
Alma pun pergi tanpa menghiraukan ocehan Arlan. Arlan yang ditinggal nya pun langsung mengejar Alma yang sudah naik lebih dulu di eskalator.
***
jam istirahat Tiba. hari ini Alma, Mya, Ghavin, Revan, Danish, Zain, Vanya dan Raina makan di kantin lantai 1.
"kalian makan apa nih?" tanya Danish.
"gue pengen mie ayam. ada yang nitip gak?" tawar Raina.
"gue" jawab serentak Vanya, Zain, Ghavin dan Mya.
"oke. Lo mau pesen apa Al?" tanya Raina.
"pengen yang pedes pedes tapi gak pengen mie ayam sama bakso" jawab Alma.
"apaan? seblak?" sahut Mya.
"nah enak tuh tapi disini kagak ada Seblak" seru Alma.
"beli aja di warung seblak di ujung jalan sekolah" ucap Revan.
"yaudah, kalian jadi makan mie ayam apa Seblak?" tanya Alma.
"Seblak!!" ucap mereka bersamaan.
"yaudah jadi seblak nya 9 nanti minumnya bisa beli disini aja" ucap Raina menghitung pesanannya.
"Lo bawa motor kan?" tanya Alma.
"bawa, tenang aja"
setelah menagih uang Seblak satu persatu. Alma memasukkan uang itu ke dalam dompetnya dan bergegas keluar Kantin bersama Raina.
"eh! mau kemana?" tanya Arlan yang tiba-tiba menahan tangan Alma.
"mau beli Seblak kak. emang kenapa? gue sama Raina kagak sendirian!"
"udah gue anterin aja!"
"lah Ar. kita gimane? katanya ditraktir es Doger" sahut Miko.
"udah diem! nanti kalian semua gue traktir Seblak!"
"wahh Seblak? i like it" ujar Miko.
"kan gratisan" sahut Roy dan Farhan bersamaan.
"udah diem! Raina, Lo balik ke temen-temen Lo terus Seblak kalian gue yang traktir" ucap Arlan dan dibalas anggukan oleh Raina.
Raina pun mengambil uang di dompet Alma dan meninggalkan Arlan dkk dan Alma ber 5 disana.
"kalian gabung aja sama temen-temen Alma..gue beli dulu"
"oke"
***
mereka berdua pergi dengan mobilnya, Alma sangat kesal karena ia ingin pergi bersama Raina tapi malah diserobot oleh Arlan.
"Lo kenapa sih kak selaluuu aja Embat kesempatan gue buat pergi bareng temen gue!!" protes Alma.
"ya gue berhak dong Al Lo kan istri gue jadi istri harus mengabdi pada suami" ujar Arlan.
"au ah! gak bakal nemu ujungnya kalo ngomong sama titisan kadal!"
END
BERSAMBUNG~