YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
Pingsan



Alma sedang memikirkan perkataan Danish tadi. apa Seberbahaya itu kah Lidya itu? tapi kelihatannya dia baik di mata alma.


"kok gue ngerasa ragu kalo Lidya bener bener kayak gitu?" gumam Alma.


"yaudah. yang penting waspada dan tetep ramah sama dia" seru Alma.


Tinggg~


notifikasi ponsel Alma berbunyi. Alma melihat ada pesan whatsapp dari nomor tak dikenal.


Alma mengerutkan keningnya.


"siapa ya? gak ada foto profil sama namanya?"


pesan itu berisi.


+62 858 9521 9921: jika Gue gak bisa lo juga gak bisa.


"hah? apa? gue gak bisa kenapa? kok gue jadi bingung sih!" ucap Alma.


"apa yang bingung? " sahut Arlan yang baru saja masuk kamar.


"oh enggak papa" ucap Alma lalu langsung menyembunyikan ponselnya di belakang nya.


"enggak percaya gue! mana coba liat hape nya? " ucap Arlan yang mencoba mengambil ponsel Alma.


"jangan!" elak Alma.


apa lah daya Alma?, Arlan berhasil mendapatkan ponsel Alma. ia pun membaca pesan dari nomor tak dikenal itu.


"ini nomor nya siapa?" tanya Arlan.


"gue juga gak tau" jawab Alma.


"bentar" Arlan mengeluarkan ponsel dari saku nya.


"di hp gue gak ada nomor ini. apa jangan-jangan ini nomor nya Lidya?" batin Arlan.


"udah biarin aja. mungkin orangnya salah kirim" Arlan mengembalikan ponsel Alma.


"iya kali ya" ujar Alma.


"yaudah sana mandi! bau tau gak!" perintah Alma sembari menutup hidungnya.


"mana ada bau badan gue? yang ada wangi!! " ucap Arlan.


"udh gak peduli!! sana mandi! ganggu banget tau gak!!" ucap Alma.


"yee congor TOA masjid ya kayak gitu! " cibir Arlan.


"gue bakar juga kao kak!!"


"nyenyenyenye"


"bener-bener pengen di gampar ni anak! " batin Alma.


Alma beranjak dari ranjang lalu menghampiri Arlan.


"jangan main-main ama gue! kalo minta di gampar apa gimana ha?!!!" Ucap Alma dibarengi dorong kecil yang ia lakukan dan membuat Alma mundur sedikit demi sedikit.


"lo yang Apa-apan! udah gue bilang in kan kalo gue bulanan jangan bikin gue kesel!!"


"sejak kapan lo bilang gitu?"


karena tak tahan lagi dengan ke songong an Arlan. Alma langsung mendorong Arlan. karena Arlan memundurkan langkahnya menuju kamar mandi, jadi ia tergelincir ke dalam bath up. tak sengaja, Arlan juga menarik kaos Alma dan membuat Alma ikut tergelincir bersama Arlan di dalam bath up dengan posisi Arlan dibawah dan Alma diatas.


"Adoohhhh!!! sakitt beghoo!!!" teriak Arlan.


"maap maap" ucap Alma lalu berdiri kembali.


"gimane sih! udah sana keluar!!" perintah Arlan.


"tanpa lo bilang gue juga keluar kali!!"


"apa lo mau liat gue mandi? yaudah ayo sekalian" goda Arlan.


"ya ya gak lah!! gila!! udah sana mandi!!" perintah Alma lalu keluar kamar mandi dan mengunci nya dari luar tanpa sepengetahuan Arlan.


"hahhah, rasain tuh kak. emang enak dikunciin dari luar" batin Alma.


setelah itu, Alma menyalakan TV dan menonton pertandingan bola. terkadang Alma pun tertawa sendiri saat membayangkan reaksi Arlan nanti.


Arlan sudah selesai dengan mandinya, ia memakai baju santainya dan mencoba membuka pintu tapi tak bisa.


"WOY!! ALMA!! BUKA PINTUNYA! AWAS YA!!" teriak Arlan dari dalam kamar mandi.


"HAHHAHAAH RASAIN NOH!! MAKANYA JANGAN KEBANYAKAN TINGKAH!!" balas Alma.


Arlan terus saja mencoba membuka pintunya dan terkadang sampai ia terpeleset. tapi Alma sama sekali tak mempedulikan nya.


ada ide yang terlintas di pikiran Arlan.


"ah gue tau. gue harus pura-pura pingsan soalnya kan lama-lama di kamar mandi bisa bikin orang pingsan" batin Arlan.


Sesuai dengan rencananya, Arlan terlentang di lantai kamar mandi. diam, tanpa membuat sedikit pun suara.


"loh? kok diem? kalo Berak gak mungkin" batin Alma.


Karena curiga, Alma membuka pintu kamar mandinya.


"ASTAGA!!! KAK!! LO PENGSAAN?!!! " teriak Alma.


"kak bangun woe!! maap dah gue udah kunciin lo di dalem kamar mandi. gue kita lo berak!" jelas Alma yang berusaha menyadarkan Arlan.


"kak!! assalamu'alaikum? lo denger gak? apa jangan jangan lo mati kelamaan di kamar mandi?"


"TOLONGGGG!! TOLON___" Ucapan Alma terpotong karena ada tangan yang membungkam mulutnya.


"HAHAHAHAH!! tapi boong" ucap Arlan.


"GILA!!"


END


BERSAMBUNG~