YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
berpelukan



saat Alma mulai melangkah untuk menjauh dari Arlan, naasnya kaki Alma malah tersandung kaki Arlan dan membuat mereka saling memandang dengan jarak yang sangat dekat. mata yang saling memandang dan hembusan nafas yang bisa dirasakan.


hanya terdiam dan saling menatap, tak bisa beralih maupun pergi. itulah perasaan Alma sekarang.


oh tuhan apakah aku bisa menghentikan waktu agar bisa menatap mata indah istriku yang aku cintai.merasakam hembusan nafasnya dan tak berjarak ini?


"ah,.maaf kak gue gak sengaja" ucap Alma yang hendak kembali berdiri.


dengan cepat Arlan meraih tubuh Alma lalu memeluknya.


"sedikit lebih lama, kumohon"



Note: hanya ilustrasi. visual tak sama:)


oh Tuhan, situasi macam apa ini? dia mendekap erat tubuhku dan menikmatinya?.


Arlan melepaskan dekapannya karena takut jika Alma tak nyaman.


"maaf kalo Lo gak nyaman Al"


"gak papa. sekarang Lo tidur besok hari Senin. awas aja kalo sampe Lo dihukum!"


"iya"


mereka mulai membaringkan diri mereka masing-masing. saling membelakangi, itulah posisi mereka sekarang.


***


keesokan paginya, Alma yang sudah siap karena mandi subuh. ia mengambil pembalut di lemari lalu memakainya di kamar mandi.


"woy kak! ayo bangun udah jam 7 nih!"


"jam 7 apaan sih!. paling juga masih jam 5?"


"bangun sekarang! kalo gak gue tinggal. gue berangkat sendiri aja!" ancam Alma.


"ahh iya-iya, tunggu bentar gue mandi dulu!"


"gitu dong dari tadi!"


usai mereka bersiap, mereka berdua berangkat ke sekolah bersama. tak seperti biasanya, Arlan tidak akan menurunkan Alma di halte tetapi dia akan mengantarkan Alma sampai kelas hari ini.


tak memakan waktu yang lama, 18 menit kemudian mobil Arlan mulai memasuki wilayah sekolah.


"kak gue duluan ya" ucap Alma yang melepas seat belt nya.


"bentar dulu!" Arlan menahan tangan Alma.


"hm?"


"bareng, kita kan satu koridor"


"yaudah ayo"


**


saat Arlan dan Alma Menaiki eskalator. Arlan berpapasan dengan Lidya. sepertinya Lidya akan kembali bersekolah lagi untuk mengulang belajarnya. dulu dia belum lulus SMA karena Lidya ingin pergi keluar negri dan memulai karirnya sebagai seorang model.


saat berpapasan dengan Lidya, Arlan segera mensejajarkan diri nya dan menggenggam tangan nya. Alma pun kaget, tadinya Arlan suah berdiri di belakangnya malah sekarang sejajar dengannya dan menggandeng tangan nya.


dari raut wajahnya, Lidya terlihat sangat kesal. wajahnya sedikit memerah dan tangan nya mengepal.


"awas aja Lo! selagi janur kuning melengkung jomblo mempunyai hak untuk menikung!" batin Lidya.


sesampainya di depan kelas.. Arlan melepas genggamannya dan berbicara.


"Al, Lo harus hati-hati kalo Ama dia..kalo Lo diajak temenan atau ketemu jangan mau! harus bilang ke gue dulu!!"


"iyaaa, gue masuk duluan ya mumpung belum upacara"


"iya, gue juga ke kelas dulu"


"hm"


Arlan pun pergi, karena waktu masih menunjukkan pukul 06:15. Alma mendengarkan musik dari boyband Korea favoritnya yaitu EXO . Alma mendengarkan lagu yang bertajuk paper cuts yang dinyanyikan EXO-CBX.


"yaaa!!The paper cuts in my hand hikari ni" Alma menyanyikan sebait lagu nya.


"eh Al. Lo nyanyi apaan sih?" tanya Mya yang baru saja datang.


"oh lagunya si Baekhyun, Jong Dae sama min Seok"


"sape tuh?"


"member Exo"


"oh, serahlah gue gak paham!"


"kalo gak paham gak usah banyak Mya!"


"ya maap"


"oh iya, btw lu udah tau belum Al?"


"belom"


"kayanya ada murid baru yang bakal pindah kesini. dia itu model terkenal loh. kalo gak salah nyama li siapa ya? li apa gitu gue lupa!"


"iya bener. namanya Lidya. dia bakal masuk ke kelas XII IPS 3"


"oh"


"minta gue tabok lu ya! udah jelasin panjang lebar jawabnya cuma oh!"


"la terus gue suruh bilang apa myaaaa!!"


"ya apa kek jangan oh doang!"


"serah lu dah..gue mau ke lapangan duluan!"


"eh Jan ngambek! bareng Alma! woe Al! Al! almaaa!!"


***


suara bel mulai berkumandang, pada siswa-siswi berlarian menuju lapangan untuk upacara hari ini. rangakaian tata upacara sudah terlewati, sekarang saatnya lagu Indonesia raya dinyanyikan dan bendera putih dikibarkan. tetapi Alma merasa pandangannya mulai kabur. ia merasa hari ini sangat panas dan memutuskan untuk mundur dan ke UKS.


"loh? biasanya pas lagu pak Soepratman Lo belum mundur Al?" tanya Vanya.


kebetulan, petugas UKS hari ini adalah Vanya.


"iya nih jadi gak enak sama pak Soepratman" ucap Alma mendramatisir keadaan.


"dasar drama! nih minum" Vanya memberikan segelas air dan satu kapsul berwarna putih


"makasih"


upacara pun telah usai, para siswa-siswi segera memasuki kelas masing-masing. begitupun Alma dan Vanya, walaupun mereka tak satu kelas mereka berjalan bersama seperti biasanya.


"loh Al? Lo kok keluar dari UKS? Lo sakit lagi?" tanya Arlan yang kebetulan lewat saat Alma keluar.


"oh engggak. tadi cuma pusing doang jadi gue mundur. sekarang udah gak papa kok" jawab Alma.


"oh yaudah bareng yuk" ajak Arlan.


"Vanya, gue duluan ya. Bareng aja sama kak Ghavin tuh. kan kelas Lo sebelahnya eskalator nya lantai 2"


"apa? gue ngerasa dipanggil nih?" sahut Ghavin.


"oh itu kak. Vanya bareng ya soalnya kelas nya kan Deket eskalator lantai 2" jawab Alma.


"oh. yaudah ayo nanti keburu pak Budi masuk!"


"haloooo!! si ketua kelas ganteng comeback!!" teriak Ghavin.


plakkkk


Danish menampar pipi Zain lumayan keras.


"adoooww!! sakit bang!" protes Zain.


"lu bisa diem gak sih?! bac*t kok gak tau tempat!"


"ya maap bang namanya juga kebablasan"


"iya, nanti terus diulangin lagi sampe tangan gue pegel nampar Lo Mulu"


"serah bang Danish aja. oh iya, ni para pasangan bucin mau bareng ke kelas? udah gandengan tangan aja?" tanya Zain.


"emang gak boleh?!" sahut Alma Arlan Ghavin dan Vanya serentak.


"et dah bang! kompak amat!. cieee pasangan bucin baru" goda Zain.


"cintai mulutmu, jangan bac*t tiap hari" Alma Arlan Ghavin dan Vanya menyanyi menggunakan nada iklan minuman Yakult.


"udah! dia mah jangan didengerin! kita langsung masuk aja!" sahut Vanya.


karena kesal, mereka pun meninggalkan Zain sendirian disana.


"eh buset! tu orang gak ada yang peduli Ama gua ya! minta gue tabok bokong ny satu-satu"


Alma dan Arlan berjalan dengan keadaan bergandengan tangan. itupun tak disadari mereka berdua. entah apa yang merasuki mereka. saat dijalan, para siswa perempuan mulai berbisik-bisik dan menatap Alma dengan sinis. apa mungkin mereka iri? secara Arlan adalah siswa populer.


"eh Al, dapet pelet dari mana Lo? siswa akselerasi aja udah langsung ngembat anak kelas 3" sinis salah satu Siswa yang sepertinya sok cantik. dada yang ditonjolkan padahal datar. makeup wajah dan leher yang tidak kontras. dan bibir yang berwarna merah terang.


"pelet? buat apa gue pelet?" tanya Alma yang tak paham.


"gak usah sok polos deh! Lo kok bisa dapetin Arlan gimana? secara dia kurang deket Ama perempuan!"


"eh maksudnya apa-apaan ya? oke! gue kasih tau aja sampai disini! gue pacarnya Alma! dari dia masuk ke sekolah ini gue udah pacaran Ama dia! Lo keberatan gue pacaran Ama Alma?! kalo keberatan di entengin aja! car


anya? Lo lepas aja tuh sumpelan yang ada di dada Lo biar mont*k nya Mont*k alami bukan sumpelan" sahut Arlan tak terima.


karena merasa sakit hati karena ucapan Arlan, siswi tadi langsung pergi dan Arlan tersenyum puas bisa melawan dia.


"kak! Lo kalo ngomong kok gak disaring sih! nanti kalo satu sekolah denger gimana?!" kesal Alma.


"biarin satu sekolah tau! soalnya Lidya bakal pindah ke sekolah ini terus dia sekelas Ama gue" jawan Arlan.


"oh yaudah serah Lo!"


END


BERSAMBUNG~