YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
Akselerasi?



"kagak tau lah lupa gw yang penting kita jamkos uwwuuu" teriak ketua kelas bodoh itu.


"udah diem lu, jadi ketua kelas itu harus berwibawa, pinter, bisa ngatur anak murid Laen. lah lu? malah kek orang gila!" protes Alma karena ketua kelas bernama Zain itu.


"ye enak kali jamkos tu!" sahut Zain.


"serah lu dah yang penting kalo gurunya dateng gue gk ikut campur. iya kan Van, Na" ucap Alma


"iya" jawab Raina dan Vanya bersamaan.


dan benar saja. saat para murid sedang bersuka ria dan berteriak kegirangan pak budi, si wali kelas somplak anak kelas X IPA IPS.


"siapa yang nyuruh kayak begitu hah?!" tanya pak Budi sinis.


"ma maaf pak, saya kira tadi jamkos" jawab Zain.


"heh! siapa yang bilang jamkos?! saya tadi bilang pelajarannya ditunda karena ada rapat bukan jamkos! apa kuping kamu udah gk berfungsi? apa otak kamu yang gk bisa bekerja lagi?"


"ma maaf pak"


"baik kali ini saya maafkan. duduk semuanya!"


murid-murid hanya diam pasrah dan menurut apa kata pak Budi.


"oh iya pak mau bilang kala_" omongan pak Budi terpotong karena tak sengaja melihat siswi yang sedang bermain hp nya.


"hai Vera! ngapain main hp? tau gak saya lagi menjelaskan ini!"


"maaf pak saya lagi lihat suami saya nyanyi.. ehh keceplosan!" ujar Vera yang langsung menutup mulutnya karena dia ember.


"bwahhaaha!" tawa para penghuni kelas.


"jangan mikir suami aja, tugas aja belum benar aja mikir suami!"


"ampun pam, kan sudah kewajiban istri untuk merawat suami. iya kan pak? masa mau jadi istri durhaka?"


"eumm, bener juga omongan kamu. sip contoh yang baik"


"dasar guru sengklek, ada aja tingkahnya" batin Alma.


"baik, untuk pelajaran pertama. kita tunda dulu sekarang kita akan berkumpul di aula sekolah dan akan ada pengumuman tes yang pernah kita laksanakan dulu" jelas pak Budi.


"iya pak" jawab siswa-siswi serentak.


siswa siswi kelas X IPA IPS berhamburan mulai keluar dari kelas mereka masing-masing dan langsung masuk ke dalam aula besar yang ada di sekolah. para siswa dan siswi duduk di lantai berbaris rapih dan langsung riuh karena seluruh murid dikumpulkan mendadak dan hanya kelas X saja.


"mohon perhatiannya anak-anak.


assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh. pagi anak-anak. maaf jika kami semua mengganggu kegiatan belajar mengajar kalian. jadi kalian semua saya kumpulkan disini karena ada pengumuman yang ingin saya sampaikan" jelas pak Irawan


"jadi hari ini saya akan mengumumkan hasil tes kalian 2 Minggu yang lalu. dan untuk yang mendapatkan nilai bagus akan saya masukkan kalian ke kelas akselerasi"


seketika, para murid langsung hesteris karena tes yang mereka anggap tes biasa itu bisa membuat mereka lulus SMA lebih cepat.


"maaf anak-anak kalau saya tidak memberi tahu kalian tes itu. saya tidak memberi tahukan karena saya ingin mencari siswa atau siswi yang benar-benar serius pintar dan yang mempunyai nilai yang stabil"


"baiklah saya akan menyebutkan nama nama yang akan mengikutinya kelas akselerasi.


Galang Anggara X IPS 2


Almahyra Mairana X IPA 1


Dina rahmya X IPA 1


jessa Sisilia X IPS 3. jadi itu adalah siswa berprestasi yang bisa lulus tes. jadi mulai besok kalian bisa langsung masuk kelas XII sesuai dengan kelas kalian. contoh, Galang Anggara X IPS 2 masuk kelas XII IPS 2"


"paham pak!"


____


di kantin semua siswa sedang riuh karena pengumuman yang dibicarakan pak Irawan tadi.


"hai Al gie gabung ya" sapa mya, teman satu kelas Alma yang namanya disebut saat pengumuman tadi (Dina rahmya)


"duduk aja" jawab Alma.


"oh iya, mya Lo pinter juga ya bisa masuk kelas akselerasi" puji Vanya


"hehe, iya makasih ya gue juga gk tau kalo tes itu ternyata tes serius"


"tapi Lo hebat banget sih ya, Lo bisa lulus tes" ujar Raina.


"iya, oh iya Al kayanya gue gk ikutan jalur akselarasi deh" sahut Mya lemas.


"hah?! kenapa?!!" tanya Alma Vanya dan Raina terkejut.


"Lo tau kan kalau gabung kelas yang kaya begini butuh biaya tambahan" jawab Mya.


"iya sih, tapi bukannya Lo punya beasiswa kaya gue?" tanya Alma.


"beasiswa gue gk full, beasiswa gue cuma bisa gratisin uang gedung SPP uang ujian aja. kalo ada buku ya beli sendiri" jelas Mya.


"iya juga yah"


"Al! Alma!" teriak Miko yang datang bersama Roy dan Farhan.


"woy!! kita disini. gk usah teriak-teriak kali?" bentak Roy.


"apaan kak?" tanya Alma.


"Arlan kemana kok gk masuk?" tanya Roy.


"dia gk bisa sekolah dia sakit gara-gara mabuk semalem" jawab Alma.


"oh siap. makasih ya"


"kenape tadi? maaf gk kedengeran" sahut Miko.


"kak mikoplok yang be*o lebih baik diam dan jangan ngomong!" ucap Alma.


END


BERSAMBUNG~


ARLAN SEPTIAN