
"Cih! apa bagusnya dia? kenapa Lo bisa kepincut sama cewe murahan kaya gitu dalam waktu singkat? sedangkan gua dulu mati-matian deketin Lo Ar!"
"hanya 1 kata yang pas buat jelasin yaitu kalian berdua 'B E D A' dia lebih baik, dia cantik apa adanya dan gw suka dia"
"hm beda? ya, aku sama Alma emang beda tapi aku masih jauh di atas dia"
"jauh? Lo kali ngimpi nya kejauhan!"
"Lo liat, Alma sama gw udah beda level. dari keluarga udah beda kasta, cantik? Lo bisa liat cewe cantik di ga sih" Lidya memutar matanya malas.
"gw tanya sekali lagi, Apa Lo Pernah sakitin Alma?!",
"kalo iya kenapa? aku sama temen-temen aku,apa? mau marah? cih! dia pantes dapetin itu. aku lakuin ini demi kamu Ar aku mohon balik ke aku! apa bagusnya Alma?!"
"ga usah Lo tanya! yang pasti Alma jauh di atas Lo!"
"tapi Ar" Ucap Lidya sendu dan mengelus pipi Arlan.
dengan sigap Arlan langsung mencengkram Erat tangan Lidya dan membuat Lidya Meringis kesakitan.
"ah ah! sakit Ar! lepas!!"
Lidya berusaha untuk melepaskan Cengkraman Arlan dari tangannya. Arlan langsung membanting Tangan Lidya dan membuat Lidya tersungkur di lantai.
"Akh!!" Lidya kesakitan.
kemudian Arlan berjongkok di depan Lidya yang sudah terjatuh, dia meraih dagu Lidya Dan hendak menampar pipi Lidya tetapi ada seseorang yang Berbicara.
"berhenti!"
kedua orang itu pun langsung menoleh ke arah sumber suara itu.
dan Arlan yang melihat perempuan menatapnya datar pun langsung terkejut dan menurunkan tangannya. ya, dia adalah Alma. Alma menatap Arlan dan Lidya dengan datar, lalu Alma pun berjalan menghampiri mereka.
"A Al, Lo ngapain kesini? jangan suruh gw buat Jangan bales ke dia!" Gagap Arlan.
Alma berjongkok di Sebelah Arlan, Dan dia menatap mata Arlan.
"Lo diem aja kak, gw bisa atasin dia" ucap Alma datar lalu melirik Lydia.
Roy, Farhan dan Miko datang dengan membawa ke tiga teman Lidya. Roy yang melihat ada Alma pun ikut terkejut dan menghentikan langkahnya dibarengi Miko dan Farhan sembari tetap memegang teman-teman Lidya.
Alma berjongkok menghadap Lidya dan menggenggam kedua tangan Lidya.
"kamu orang baik"
Alma melempar Senyum nya lalu berdiri dan berjalan menuju C dan menatap nya.
"Cantik sih cuma sayang munafik, canda Munafik" sindir Alma.
"mbak, gw kasih tau ya. kalo niat nya mau ngerebut pacar gw mendingan langsung ke gw aja jangan jadi munafik sama orang yang sama-sama perebut pacar orang ntar jadinya Kalian berdua jadi saingan" jelas Alma.
"lepasin mereka kak, Kalian pergi aja" suruh Alma.
Roy Miko dan Farhan langsung melepaskan teman-teman Lidya lalu beranjak dari tempat itu. teman-teman Lidya yang berada di situ pun hanya berdiri.
"makasih waktunya, sangat berkesan sekali" pamit Alma dengan senyum manisnya lalu menggenggam tangan Arlan dan pergi.
setelah Mereka pergi, Lidya berpikir sejenak setelah itu dia berjalan memutari si C dan berbisik.
"bener apa yang di katain Alma? hm gw ga nyangka sih ternyata Lo juga bisa munafik"
"cari musuh pandang pandang mbak, untung yang kasih tau Alma. kalo gw sendiri yang tau, Lo bisa abis di tangan gw!" ancam Lidya lalu pergi.
C hanya bisa gugup dan badan nya gemetar ketakutan. setelah melihat Lidya yang berbalik badan dan pergi , c mulai bernafas lega dan pergi dari tempat itu.
_
in Kantin
Alma dan Arlan berjalan beriringan , mereka menghampiri meja dimana teman-teman Alma Duduk.
"Lama banget Al , darimana?" tanya Raina
"ah engga , ada urusan dikit iya kan kak !" Alma mengkode Arlan.
"hm , cuma keliling" Arlan mengiyakan.
"btw bentar lagi mau Bel. kita duluan ya" pamit Vanya dan Raina kemudian mereka beranjak dari Kantin.
setelah Raina dan vanya pergi , Arlan dan Alma pun kembali ke kelas dan berjalan berdua.
"demi apa , dunia pertemanannya Lidya rumit banget kak"
para siswi yang melihat betapa bucinnya Arlan pun Terkejut dan merasa iri dengan Alma. bisa-bisanya dia membuat Arlan si dingin judes menjadi bucin tetapi Alma sendiri tak memandang itu terlalu banyak.
"ih si Alma bisa-bisanya di bucinin kak Arlan malah gitu , andai kan gw yang disana. pasti langsung gw cium!" bisik seorang siswi dengan teman-teman nya.
Alma yang merasa tak nyaman pun langsung melepaskan genggaman Arlan dan berlari. sontak , Arlan langsung mengejarnya sambil berteriak memanggil Alma.
" Sayang , baby nya Arlan. ayangg tunggu!" teriak Arlan lalu memeluk Alma dari belakang.
kini bukan hanya siswi saja yang gempar , tapi siswa siswi yang melihat itu langsung terkejut.
"Omo , pemandangan macam apa ini! "
"sialan"
"almaaa kalo ga mau biar sama aku ajaaa kak Arlan nya !"
"tukeran posisi yuk Al!"
seru siswi siswi nya.
"apaan si kak! , udah deh ayo cepet!" Alma keluar dari pelukannya dan menarik tangan Arlan untuk kembali ke kelas.
_
sekolah hari ini berlalu pun berlalu ~
— di kamar
Alma yang baru saja ganti baju ingin mencoba menggunakan daster mamanya , kemudian dia bercermin.
"kak , cocok kaga sih gw pake ginian" tanya Alma.
Arlan melirik sekilas dan terbelalak melihat Alma menggunakan daster , terlihat lucu , leher dan sedikit pundak yang putih terlihat. Arlan menelan Saliva kasar dan menghampiri Alma. berdiri di belakang nya , memeluknya dari belakang lalu menopangkan dagu nya di pundak Alma.
"cocok , apalagi kalo di dalem sini ada Arlan kecil" Jawab Arlan sambil mengelus-elus perut rata Alma.
"dih najis" Ucap Alma geli lalu melepaskan perlukan Arlan.
"berdosa banget gua punya istri satu aja , diajak melaksanakan Sunnah nabi susah banget ! " keluh Arlan.
"yeuu lu kira enak begituan"
"ya enak lah"
"dih , pernah nyoba? hah ? apa jangan-jangan Lo udah ga perjaka kak ?" Alma membelalakkan matanya.
"sembarangan , perjaka ini ! "
"o aja gw mah , dahlah mendingan gw makan , ayo kak !" ajak Alma.
"bikin Dede bayi ? kuy lah gass" jawab Arlan dengan semangat nya.
Alma mendekati Arlan dan menempelkan tangannya ke jidat Arlan
"astagfirullah kak , pikiran mu ini dibuat nya pake konsep apaan si"
takkk ! Alma menjitak jidat suami nya itu.
"udah gw bilang turun buat makan bukan buat debay"
"aduhhh sakit Al ! " Arlan mengelus-elus jidat nya sendiri.
"bodo amat " ucap Alma masa bodo.
"ayo turun buat makan aelah kak , lemot banget"
"yaudah ayo , tapi elus elus ini. sakit tau !" ucap Arlan manja sembari menyebikkan bibir nya.
"ihh astagfirullah , hmm"
Alma mempersempit jarak antara keduanya , Alma mulai mengelus-elus dahi Arlan sembari berjalan keluar kamar dan menuruni tangga menuju ruang makan. tak lupa , Arlan terlihat memeluk perut Alma dari belakang dan menopangkan dagu nya di bahu Alma sembari berjalan.
Yufi dan Riko yang kebetulan sedang makan siang pun terkejut melihat anak dan menantunya yang berjalan menuruni tangga seperti itu.
"mah , kaya nya kita mau punya cucu" ucap riko menduga-duga karena baru kali melihat Alma menggunakan daster.
"lah iya pah , si Arlan juga nemplok , mana pegang perut si Alma. kek nya bener nih kita punya cucu pahh " Tutur Yufi bahagia.
𝐄𝖓𝖉
𝐁𝖊𝖗𝖘𝖆𝖒𝖇𝖚𝖓𝖌