
"hah, udah sampe" Arlan merasa lega.
"oh iya"
"aduhh! badan gue remukk!!" keluh Arlan.
"yee Cemen banget lu kak jadi cowo!" cibir Arlan.
"diem! emang Lo mau nyetir berjam-jam jauh pula?!"
"ya gak lah! itu kan tugas seorang laki-laki yang harus melindungi wanitanya!"
"eh, emang Lo wanita gue?!"
"oh okeee gue pulang ke rumah mama"
Arlan langsung memegang lengan Alma yang hendak membuka pintu mobil.
"iya² Lo wanita gue. ayo masuk"
"gak! gue tetep pulang ke rumah mama!"
Alma langsung keluar dari mobil dan mulai menunggu taksi lewat. akan tetapi Arlan langsung menggendong tubuhnya dan berlari masuk ke dalam rumah. Alma memberontak dengan mencubit pantat Arlan tapi sepertinya Arlan tak terlalu menghiraukannya.
"hei! itu Alma diapain!!" teriak Nilam.
"dia mau melaksanakan kewajiban seorang istri ma!" sahut Arlan.
"ma! tolong Alma!!" teriak Alma meminta tolong kepada Nilam.
"udah ikut aja" Jawab Nilam.
Arlan dan Alma sudah berlanjut berjalan menuju kamarnya. sekarang Nilam merasa bahagia karena Arlan dan Alma akan membuat kan seorang cucu nanti.
"wah? mereka berdua udah saling mencintai kan? tadi Arlan bilang Alma mau melaksanakan kewajiban seorang istri. apa jangan-jangan mereka mau bikin debay? wah cucu-cucu Oma menantikan kalian!" batin Nilam.
***
Arlan langsung membanting Alma begitu saja dikasur karena kakinya nyeri. alhasil membuat punggung Alma terasa sakit.
"auhhhh, punggung gueee!!" Alma berteriak kesakitan dan memegangi punggungnya.
"eh sakit ya?" tanya Arlan.
"ya iyalah beg*!!"
"gak usah ngegas kali Al"
"au ah, punggung gue sakit ini!!"
"yaudah, Lo mandi dulu nanti gue pijitin" tawar Arlan.
"bener nih?" Alma memastikan.
"iyaa"
"gendongin ke kamar mandi" pinta Alma.
"gak! berat!" tolak Arlan.
"hayoloh! katanya tanggung jawab?"
"ahh iya² ayo!!"
Arlan menggendong Alma dipunggung nya dan menurunkan Alma di bath up. karena sikap jahil yang tiba-tiba datang, Alma langsung menyalakan shower dan mengarahkan pada Arlan.
"hahh! apaan sih! gue basah sekarang!!"
"ya maap namanya juga iseng kak heheh" ucap Alma cengingisan.
"yaudah sana keluar! gue mau mandi!" sambung Alma.
"udah valid no debat! punggung gue sakit gara-gara Lo kak jadi gue yang mandi duluan!"
"au ah bodo Amat" ujar Arlan lalu mandi di shower.
Note: kamar mandi nya ada bath up dan shower. diantara shower dan bath up ada tembok pembatas dan kaca yang tidak transparan jadi Arlan dan Alma tak akan bisa saling melihat tubuh telanjang jika mandi bersama di satu kamar mandi.
"eh apa apaan Lo kak!!" teriak Alma.
"gue mandi" jawab Arlan santai.
"keterlaluan Lo!"
"biarin"
terpaksa, Alma mandi dengan buru-buru karena takut jika Arlan keluar lebih dulu daripada dirinya dan melihat tubuhnya yang tak menggunakan sehelai benang pun.
mungkin Alma hanya menyelesaikan mandinya selama 8 menit saja lalu langsung mengganti pakaiannya di kamar karena tak membawa baju ganti.
15 menit kemudian, Arlan keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya. perut rata dan seperti roti sobek disuguhkan oleh perut Arlan sekarang.
"ya Allah, Dasar setan!! gak boleh goyah iman nya. dia titisan dajjal Al!" batin Alma.
Alma yang menyisir rambutnya di meja rias langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Arlan sengaja mengambil celananya saja karena ingin menggoda Alma yang sepertinya gugup melihat dirinya bertelanjang dada.
Arlan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan celana jeans selutut saja.
Alma yang tadinya merasa sedikit lega malah dibuat gugup kembali karena Arlan yang hanya mengenakan celana selutut saja.
sesuai dengan niatnya,
Arlan mendekat ke arah Alma dengan bertelanjang dada dan sekarang berdiri tepat di belakang Alma. Arlan menatap pantulan dirinya dan alma di cermin dengan tatapan tak bisa diartikan.
"ke kenapa Lo berdiri disitu?" tanya Alma dengan nada gugup.
"gak kenapa-kenapa. ini kan juga kamar gue" Jawan Arlan santai.
Alma sedikit memundurkan kursinya lalu mendorong pelan tubuh Arlan supaya agak menjauh dan Alma bisa menghindar. akan tetapi, Arlan langsung mendorong Alma dan mengunci pergerakannya di dinding.
hanya ilustrasi, untuk visual tidak sesuai sama sekali. anggap saja Arlan bertelanjang dada dan mengenakan celana pendek. Alma menggunakan piyama hitam dan tetap berambut panjang.
"kenapa?" tanya Alma terbata-bata.
"gue pengen hak gue sekarang" bisik Arlan di telinga Alma dengan suara seksi nan penuh hasrat.
JDARRRRR!!!!
Alma kaget bukan main karena ucapan Arlan barusan. di usia nya yang masih 16 tahun harus merasakan hal yang seharusnya belum dilakukan dan beresiko tinggi jika hamil di usia muda.
"Ma maksudnya?"
"gue pengen Lo jadi milik gue sepenuhnya se ka rang juga" jawab Arlan.
"gak usah aneh-aneh deh!" Alma memalingkan wajahnya.
"agama gak ngelarang, hukum memperbolehkan kenapa aneh-aneh?"
"gu gue masih muda kak!"
"justru karena masih muda supaya kita bisa melihat cucu kita!"
"eh kita aja belum gituan kok malah mikirin cucu sih?!" sahut Alma.
"ya makanya kita gituan sekarang" ujar Arlan yang stay dengan senyum setannya dan suara seksi.
END
BERSAMBUNG~