YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
cincin



keesokan harinya setelah pulang sekolah, Alma dan Arlan diminta untuk mencari sepasang cincin pernikahan untuk pernikahan mereka. Mau bagaimana pun, Alma dan Arlan hanya melakukan dengan terpaksa karena mereka tidak saling mencintai.


*/jewelry shop/*


"sana pilih" perintah Arlan.


"yang nikah bukan cuma gue kali, Lo bantuin aja sana" sela Alma.


"dasar Pemalas!" sindir Arlan.


"Lo juga sama" sahut Alma.


"Mbak, ada gk cincin nikah yang paling baru dan limited edition" pinta Arlan kepada staf toko yang sedang stand by di dekat Etalase.


"ada tuan, sebentar saya saya ambilkan" jawab Staf itu.


staf itupun langsung berjalan menuju salah satu ruangan yang bertuliskan selain karyawan dilarang masuk dan kembali dengan membawa sebuah kotak lumayan besar.


"ini tuan, disini ada beberapa pilihan untuk cincin nya. jadi semua ini ada berlian yang pasti berkualitas dan berbagai macam jenisnya" jelas Staf itu.


"kamu pilih aja" pinta Arlan.


"gk kemahalan?" tanya Alma.


"takut bangkrut ya? gue gk semiskin itu Al" jawan Arlan.


"serah Lo kak" sahut Alma.


"mbk, boleh Coba yang itu?" tanya Alma yang menunjuk sebuah cincin berbentuk love dan dibagian tengah terdapat sebuah lubang seperti lubang kunci dan dihiasi beberapa berlian.


"pilihan yang bagus, ini adalah cincin keluaran terbaru Kami. cincin ini terbuat dari emas murni yang sudah terjamin dan dihiasi 15 berlian" jelas Staf toko.


"kira-kira berapa harganya mbk?" tanya Alma.


"satu pasang nya 242 juta rupiah" jawabnya.


"oh iya mbk" ujar Alma sedikit ragu karena harga yang ditawarkan begitu mahal. sang ayah berkecimpung di dunia bisnis properti yang sekarang sudah sukses dan sang ibu adalah pemilik butik terkenal yang sudah tersebar di beberapa daerah di Indonesia tak membuat Alma, kakak dan adiknya sombong karena sang ayah dan ibunya mengajarkan hidup sederhana. kata mereka, kekayaan tidak akan bertahan lama dan kehidupan itu seperti roda yang terkadang kita berada diatas dan kadang kita berada di bawah.


"kamu suka?" bisik Arlan di telinga Alma.


"suka sih suka tapi harganya bikin jiwa misqueen gue meronta-ronta" jawab Alma.


"gak papa ambil aja, asal lo suka" ujar Arlan.


"kita pindah aja ya, gk usah disini" pinta Alma.


"eh mau kemana?" tanya Arlan yang sudah ditarik oleh Alma.


"kita cari toko lain aja" jawab Alma sambil terus menarik tangan Arlan.


Arlan yang berpikir kalau Alma suka pun mengisyaratkan kepada staf nya untuk dibungkus. saat sudah merasa agak sedikit jauh dari toko itu, Arlan meminta izin untuk pergi ke toilet padahal ingin mengambil cincin itu.


"Al, gue ke toilet dulu ya. Lo tunggu aja disini" pamit Arlan.


"iya, jangan lama lama! kalo lama awas aja!!" ancam Alma.


Arlan pun langsung berlari menuju toko tersebut tanpa sepengetahuan Alma. saat masuk, cincin tersebut sudah dibungkus rapi.


"ini kak, barangnya" ucap staf.


"iya mbk makasih. ini kartunya" jawab Arlan.


"iya mbk" jawab Arlan.


"berapa umur kalian?" tanya staf nya lagi.


"saya 18 tahun dan dia 16 tahun" jawab Arlan.


"Hahh!! 18? 16?!" kaget staf toko.


"iya mbk emang kenapa?" tanya Arlan.


"hamil diluar nikah ya? untung kamu tanggung jawab kalo gk, bisa aja saya membantu calon istri anda untuk baku hantam dengan anda untuk meminta pertanggungjawaban" jawab staf.


"woi mbk! saya sama dia itu dijodohkan. mana mungkin saya apa-apain dia" ujar Arlan.


"oh, maaf tuan hehe" kekeh staf.


"yaudah makasih, saya pergi dulu"


Arlan beranjak dari toko dan cincin tersebut ia sembunyikan di saku dalam jaketnya.


"lama banget sih kak, tau gk? kaki gue rasanya kaya berdiri 5 hari" kesal Alma.


"lah itu apaan? kereta? kalo ada kursi ngapain berdiri goblog!!" ucap Arlan.


"maaf tadi gk liat" ucap Alma cengar-cengir.


"yaudah ayo pulang" ajak Arlan.


"loh kok pulang sih? bukannya belum dapet cincin" tanya Alma.


"udah ayo pulang!" sahut Arlan.


Arlan menarik tangan Alma menuju parkiran dan segera pulang ke rumah Alma. saat diperjalanan, Alma hanya cemberut dan memandang jendela saja.


"ngambek?" tanya Arlan.


"gk!"


"yaudah, nih." ucap Arlan memberikan cincin tadi.


"apa ini?" tanya Alma.


"udah buka aja" sela Arlan.


"loh kok dibeli sih kak?!. kan harganya mahal!" ujar Alma.


"kalo suka ya tinggal ambil aja. cuma itu gk buat gue bangkrut" jawab Arlan dan dibalas anggukan kepala oleh Alma.


20 menit mereka berada di dalam mobil dan akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Mahendra.


"eh kalian udah pulang, ayo masuk" ajak Yufi.


"iya ma" jawab Alma.


END


BERSAMBUNG~