
waktu berlalu begitu cepat, tak terasa 5 hari berlalu begitu saja dan Riko sudah sembuh dan akan segera pulang.
"pak Riko sudah diizinkan untuk pulang hari ini" jelas dokter yang merawat Riko.
"baik, terimakasih dok" ucap Yufi lega karena sudah beberapa hari ini suaminya terbaring di rumah sakit. dokter itupun pergi dan Yufi menelepon anak-anaknya yang sedang berada dirumah. hari ini adalah Minggu jadi mereka berada dirumah.
"halo" ucap Yufi.
"iya ma kenapa?" balas Andhika.
"papa Uda bole pulang, kamu jemput ya" pinta Yufi.
"iya ma, Dhika kesana" balas Andhika.
setelah menjemput Riko, Andhika segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan 15 menit mereka di perjalanan akhirnya sampai di depan rumah.
"papa, Arya udah nungguin papa" ucap Arya yang manja dan memeluk Riko.
"kaya gk ketemu 1 tahun aja Ar, kamu itu anak laki-laki, gk boleh manja" nasihat Riko yang tak ingin anaknya manja karena takut Arya tidak mandiri.
"aku kan anak bungsu pa, jadi wajar lah" kesal Arya melepas pelukannya.
"Arya, entah bungsu atau sulung, perempuan atau laki-laki semuanya sama. papa pengen kalian jadi yang terbaik. gk boleh manja. kalian harus mandiri dan gk boleh selalu bergantung kepada orang tua" jelas Riko yang memberikan nasihat kepada anak bungsu nya yang manja itu.
"iya pa, Arya minta maaf"
"ga papa, yaudah ayo masuk" ajak Riko.
mereka pun masuk rumah dan langsung mengantarkan Riko kedalam kamar karena malam sudah semakin larut.
"Alma, papa mau bicara dulu. Arya sama Andhika bisa pergi" pinta Riko
"iya pa" jawab Andhika dan Arya bersamaan.
"Al, apa benar kamu menerima perjodohan papa?" tanya Riko.
"iya pa, asal papa bisa bahagia sama ini" jawab Alma.
"Yuf, kamu setuju kan anak kita ini dijodohkan sekarang?" tanya Riko kepada Yufi.
"iya mas, asal laki-laki itu adalah laki-laki baik dan pengertian" jawab Yufi.
"yaudah, 3 hari kamu bakal papa temuin sama calon suami kamu" ucap Riko.
"yaudah tidur gih, udah malem" sambung Riko mengelus kepala Alma.
Alma pun keluar dari kamar Riko dan berjalan menuju kamarnya. sebenarnya ingin sekali Alma menolak perjodohan itu karena umurnya yang belum dewasa.
"andai papa gk sakit aku gue pasti udah tolak permintaan itu, tapi gpp lah. sekalian balas bundi sama papa" batin Alma
***
12:04 WIB
"hoammm, tahajud Time" ucap Alma dengan Suara khas orang bangun tidur dan langsung mengambil air wudhu di kamar mandi.
ya, Alma sudah diajarkan untuk memahami agama sejak kecil, walaupun bukan Hafizh quran, Alma mengusai beberapa surat panjang maupun pendek di dalam Alquran.
Alma menunaikan ibadah shalat tahajud nya dengan kusyuk dan fokus
"ya Allah, jika memang ini takdir hamba maka hamba hanya bisa pasrah dan mensyukuri apa yang engkau berikan. jika memang dia jodohku dekatkanlah dia, tapi jika dia memang bukan jodohku tolong berikan jodoh yang lebih baik. hamba hanya ingin membahagiakan orang tua hamba, mungkin jika menerima perjodohan ini bisa membahagiakan mereka hamba hanya bisa menerima dan ikhlas" doa Alma.
tanpa sengaja Yufi yang baru lewat mendengar doa yang dipanjatkan oleh Alma.
"maafin mama nak, ini semua juga demi kebaikan kamu" batin Yufi.
*
pagi pun tiba, Sinar matahari terbit yang menembus kaca jendela kamar Alma sudah terlihat. Alma yang baru selesai membaca Alquran sejak selesai sholat shubuh langsung beranjak mengganti bajunya dan bersiap siap karena hari ini adalah hari Senin.
"ma, Alma berangkat dulu ya" pamit Alma mencium punggung tangan mamanya.
"Loh? gk sarapan dulu? ini masih pagi Lo Al?" tanya Alma.
"ini hari Senin ma jadi Alma berangkat lebih bagi dan Alma juga bakal daftar kegiatan ekstrakurikuler basket di sekolah" jawab Alma.
"iya ma assalamualaikum"
"waalaikumsalalam Al"
Alma mengeluarkan motor cross nya dan segera berangkat menuju kesekolah. ia melajukan motornya dengan kecepatan 20km/jam karena ingin menikmati segarnya udara di pagi hari terlebih Alma melewati sebuah taman hijau yang asri. karena jam Masih menunjukkan pukul setengah 6 jadi Alma santai untuk berangkat ke sekolah.
30 menit Alma menuju kesekolah dan sekolah masih sangat sepi.
Alma memarkirkan motornya di tempat biasanya dan segera menuju ruangan kepala sekolah.
"assalamualaikum permisi pak" salam Alma yang mengetuk pintu dari luar.
"masa kepala sekolah nya belum dateng sih? apa iya kepala sekolah nya kesiangan?. ya kali lagi ngopi-ngopi ria di depan rumah" batin Alma.
"masuk" ucap seseorang dari dalam.
"eh ada orang ternyata, disiplin juga" batin Alma lagi.
Alma pun masuk ke dalam dan melihat sesosok laki-laki yang menggunakan pakaian seragam SMA sedang menata buku-buku.
"loh? kepala sekolah nya masih sekolah? bukannya jadi guru atau kepsek itu harus kuliah?" tanya Alma dengan polosnya.
"hehe maaf, aku ketua osis yang sedang membereskan buku-bukunya pak Irawan" jawab Ketua osis itu.
"oh iya, ngapain kesini?" tanya nya lagi.
"oh aku ingin mendaftarkan diri untuk mengikuti ekskul basket" jawab Alma.
"yaudah, ayo saya antar ke ketua nya" ajak ketua osis.
"oh iya saya lupa, nama saya Danish Septian biasa dipanggil Danish, saya murid IPS 1 kelas XI" ucap Danish memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya.
"eh iya kak, saya Almahyra Mairana
panggilannya Alma. murid kelas X IPA 1" jawab Alma membalas uluran tangan Danish.
"eh bro, ngapain Lo berduaan disini?" tanya laki-laki yang kebetulan lewat dan mendengar suara di dalam ruangan kepala yayasan.
"eh kebetulan Lo lewat vin, gini Alma mau daftar ekstra basket" jawab Danish.
"oke-oke, yaudah ayo Al ikut gue ke kelas" ajak teman Danish.
ia adalah ketua basket di sekolah Ghavin anandra , dia juga salah satu mahasiswa populer di sekolah karena tinggi badan yang tak biasa yaitu 187 cm dan kulit putih yang sudah menjadi ciri khas.
Alma pun mengikuti Ghavin Sampai di kelasnya yaitu kelas XI IPS 1. setelah sampai di kelasnya, ghavib meraih tas nya dan mengambil sebuah map berwarna hijau lalu mengeluarkan satu lembar kertas.
"ini kamu isi, nanti pas istirahat kita seleksi buat masuk tim yang mana" ucap Ghavin.
"iya kak makasih ya, nanti aku kasih pas istirahat" jawab Alma.
"iya, sama-sama" balas Ghavin
*
kelas X IPA 1.
"tumben siangan?" tanya Vanya yang sudah duduk di kursinya.
"siapa bilang? gue tadi berangkat jam setengah enem terus sampe sekolah jam enam terus daftar ekskul basket" jawab Alma.
"oh, gimana? udah sembuh kan?" tanya Raina yang duduk di meja Vanya.
"udah kok" jawab Alma
BRUAKKHH!!!
"suara apaan tuh?" ucap Alma kaget.
END
BERSAMBUNG