
"kagak, ada sedikit urusan tadi!"
"Oalah iya!"
Arlan melirik kearah Alma, dan ia dikejutkan dengan luka lebam di kedua Tangan Alma. Dengan spontan Arlan langsung memegang lengan Alma.
"Al, tangan Lo kenapa?" tanya Arlan khawatir dan mengelus-elus luka lebam nya.
"gapapa tadi kejedot pintu aja!" ujar Alma.
"ga boong kan lu? masa begini lebam biasa, pasti ada yang gangguin elu kan?" ucap Arlan mengintrogasi Alma.
"coba mana liat?" Ucap Danish ingin melihat luka Alma.
Arlan meletakkan tangan Alma di meja dan membiarkan Danish untuk melihat luka nya itu.
"iya Lo Al, kayak luka abis di genggen kenceng, emang ada yang gangguin Lo?" tanya Danish
"e-enggak ada kak, ini kejedot pintu. ga mungkin lah ada yang gangguin gua" elak Alma.
"masa sih! kok aneh ya? mana rambut Alma berantakan pula, masa dia joget iwak peyek trio macan di toilet?" batin Arlan.
"yaudah, ayo gua anter ke uks!" ajak Arlan merangkul Alma.
"iya-iya sabar napa!. Mya, nanti gua langsung ke perpus, nanti kalo udah selesai susul aja"
"iya Al nanti gua nyusul!" Ucap Mya.
Arlan langsung menggenggam tangan Alma dan membawanya ke UKS untuk mengobati lebam nya itu. sesampainya di UKS, Arlan segera mengambil P3K di meja lalu mendudukkan Alma di kasur.
"kalo sakit bilang!" tutur Arlan.
"iya-iya!"
perlahan, Arlan mengoleskan Salep.
"shh!" Alma sedikit merasa sakit.
"oh sorry, sakit ya?" ucap Arlan yang fokus dengan luka itu dan meniup niup nya perlahan.
"udah gapapa!"
"sakit bilang jangan shh doang, kek uler tau nggak"
"iyaaaa kak!!"
Jujur, menurut Alma, Arlan terlihat lebih tampan saat sedang serius. Arlan melilitkan perlahan perban di tangan Alma. akhirnya, selesai juga.
"nah udah, Sono! katanya mau ke perpus! jangan bengong liatin gue, tergila-gila ya Lo sama gua, hm?" Arlan menyombongkan diri nya.
"astagfirullah kak, tadi aja narik narik sekarang malah Ngusir ngusir, mintanya begimane dah?! mana dibilang tergila-gila sama Lo pula, bukan nya elu yang tergila-gila sama gua?!"
"idihh kaga yeee jangan nganyal jangan ngeluh. yaudah sana gue mau balik ke kantin terus ke kelas lagi" jelas Arlan.
"yaudah gua ke perpus!" pamit Alma.
"jaga perbannya Bby" ucap Arlan mencium kening Alma lalu langsung berlari kencang.
"astagfirullah gua gila, dia cosplay jadi apaan tuh begitu!"
batin Alma mengelus kening nya.
Ujian hari ini berlalu, soal demi soal sudah terlewati. sekarang saat nya pulang, bel berbunyi nyaring dan semua siswa siswi berbondong-bondong keluar kelas dan pulang ke rumah masing-masing. sebaliknya, Arlan dan Alma dkk sedang bersantai di taman sekolah.
"hadeh hari ini sukses juga ujian nya" Raina Menghela nafas.
"sukses sih sukses, tapi soalnya menyesatkan banget, serasa nungguin orang mati seminggu yang lalu Sakaratul maut sekarang!" ujar Zain.
"yailah koplok, mana ada orang udah mati Sakaratul maut ego!"
Sahut Roy.
"kali aja gitu lohh bang!"
"Selamat siang Bocah-bocah!" sapa Pak kifli, guru BK baru sekolah mereka dan duduk bergabung dengan mereka.
"kenapa di guru duduk di sini astagfirullah!" batin Alma.
"syalan, rumput hijau ini terkontaminasi oleh bokong ni guru!" batin Raina.
"ya Allah mengapa anda mengundang manusia jenglotppp blasteran Jailangkung!" batin Zain.
"oh Tuhan, mengapa ini terjadi!" batin Mya.
"siang pak botak!" mereka semua membalas sapaan pak Kifli.
"kurang Ajar! kalian panggil apa tadi?!" kesal nya.
"pak botak" ucap Mereka bak seorang manusia bodoh dan polos.
"Kenapa!!" Amarah pak kifli mulai naik.
"gini nih pak, secara logis jidat bapak hampir sampe belakang nutupin rambut kayak jalan tol buntu. Itu bapa kepalanya dikit cuma jidat nya aja kaya lapangan golf dicampur meja bilyard!" jelas Zain.
"eh iya juga sih" Pak kifli membenarkan ucapan Zain itu.
"oh iya, ada yang pacaran?" tanya pak kifli.
"ga ada pak!!" elak Arlan.
"ohh, karena? bapak denger denger kalian itu populer?!" tanya pak Kifli.
"kalo pacaran ujung-ujungnya juga hi-hi" ujar Zain
"mendingan langsung nikah biar ujung-ujungnya Ah-Ah!" sambung Zain blak-blakan.
"ZAIN!!" Seru mereka semuanya.
"lah emang bener, salah nya Dimana?"
"udah udah pak lupain aja, mulut Zain emang bau azab sekalian omongannya juga!" Danish menenangkan suasana.
"hooh, bau azab mulut berbusa gara-gara minum susu tapi ternyata yang di larutin Soklin nya emak" ujar Raina.
"astagfirullah anda ini berdosa banget"
"saya kira ini geng pinterΒ², kaya. tau aja bisa saya porotin, eh nyatanya pada Begho semua. astaga, emang Ekspektasi tak seindah realita!" batin pak Kifli.
beberapa waktu kemudian, mereka semua pulang ke rumah masing-masing.
di mobil~
"kak, Ujian kali ini Lo harus serius. ini Bakal rangking rangking an jadi Lo harus giat!" ucap Alma.
"ngapain harus serius kalo ada lo yang selalu ngajarin gua?" ucap Arlan tersenyum tipis dan fokus menyetir.
"ya kan, bentar lagi lulus SMA, kuliah terus sukses!" ujar Alma.
"iya, sukses mencintaimu"
"sejak kapan Lo suka ngegombal kek gini?"
"sejak Romeo dan Juliet diganti dengan nama kita supaya kisah kita diketahui hampir seluruh dunia!"
"hah dahlah, ditanya seriusan malah gombalin Mulu, gua lempar kolor nya pocong tau rasa lu kak!"
"emang pocong punya kolor Al?"
"punya lah, coba pelorotin kain kafan nya!"
"kamu berdosahh Al!!"
merekapun sampai di kawasan rumah, Arlan membunyikan klakson mobil nya dan tak lama kemudian Pak Toha membukakan gerbangnya.
"Siang!" sapa pak Toha.
"siang pak!" balas Alma dan Arlan lalu memasuki rumah.
pak Toha melihat Arlan yang merangkul Pundak Alma bak seorang sahabat dan Alma juga mencubit perut Arlan setelah Arlan membisikkan sesuatu di telinga Alma.
"mungkin mereka sudah merasa saling nyaman, tidak saling Menyakiti lagi. ya Allah, semoga rumah tangganya SaMaWa walaupun usia mereka yang terbilang Masih terlalu muda"
batin pak Toha.
di kamar Vanya
"VANYAAA!!" teriak Alma lalu memeluk Vanya yang sedang duduk di Sofa kamarya.
"astaga Alma! santuy aja Napa!"
"kapan bisa masuk sekolah?" tanya Alma.
"Lusa" jawab Vanya.
"oh oke-okeee ntar bareng Ama gua!"
"ok siapp!"
"pstt! Lo ga ganti baju?! cariin mama tu!" Ucap Arlan menyender di Depan pintu.
"he?"
"ha he ha he! Mama diatas cariin elu!"
"kenapa cariin gua?"
"kaga tau lah gua, katanya suruh Panggilin elu!"
"itu loh Al, suami nya udah ngambek masa ga peka! udah sana pergi, kasian Tante Yufi! mana suaminya dicuekin!" ujar Vanya.
"iya-iya!"
Alma langsung berlari ke kamar nya dan menemui Yufi di kamarnya.
"ada apa mah?" tanya Alma.
"ada urusan mendadak! kalian ke perusahaan mamah. ada Andhika disana, cepet ga ada waktu!!" Panik Yufi.
"emang ada apa mah?, jelasin!"
"udahlah kalian kesana aja, mamah aja udah siap mau langsung kesana, cepet!!".
"mamah udah beliin kalian sepasang tu!" sambung Yufi menunjuk sebuah kotak di kasur.
"kok harus pake itu!" Arlan dan Alma kebingungan.
"udahlah! kalian berdua! mandi sana, jangan satu-satu!!" Yufi mendorong Alma dan Arlan ke dalam kamar mandi.
"Lo Lo Lo Lo Lo Lo! mah kenapa mandi berdua?!"
"udah mandi aja! biar cepet! kalo ga turutin, awas aja!!" ancam Yufi lalu menutup pintu dan langsung pergi.
"yaudah mandi aja ngapain bingung?!" ucap Arlan santai.
" J-Jadi kita mandi berdua? astagfirullah!!" Alma terduduk di lantai dan Arlan berjongkok di depan Alma.
"ya iyalah! lagian kenapa kita kan udah sah jadi gapapa!" goda Arlan.
πππ
ππππππππππ
akhirnya aku up kembali setelah kabur Hampir 1 bulan, maaf ya, aku sendiri sibuk, mulai sekolah offline, abis itu langsung les, abis les ngaji, abis ngaji ada les privat lagi, selesai aktivitas biasanya sekitar jam setengah sepuluh jadi udah ga ada waktu buat mikir novel gaes, karena ini habis PAS jadi agak longgar jadi ku usahain up.
sorry:)