
"ya makanya kita gituan sekarang" ujar Arlan yang stay dengan senyum setannya dan suara seksi.
"apaan sih! gak usah ngaco deh kak!"
"siapa yang ngaco sih alhh.. gue serius" bisik nya.
"udah jangan aneh-aneh gue mau tidur!" Alma menundukkan kepalanya.
"bwahhaaha hahhhhh" Arlan tertawa lepas dan membuat Alma lebih bingung.
"Lo gila kak?"
"hahaha ya gak lah hahaha"
"terus kenapa ketawa?"
"ya elu dikerjain bisa aja hahahaha"
"anj*rrrr"
"maaf ya Al tapi itu ngakak banget"
"udah lah. bac*t Amat sih! mendingan Lo pijitin punggung gue!"
"yaudah sana tengkurap dulu hahaha"
"ketawa aja terusss!"
Alma langsung duduk di kasur lalu mengambil posisi tengkurap karena Arlan yang akan memijiti punggungnya.
"ayo kak!!"
"iya-iya"
Arlan duduk di pantat Alma.
Arlan memijit punggung Alma dengan sedikit keras. karena kasur empuk dan piyama yang licin membuat Bagian bawah Arlan dan pantat Alma bergesekan. karena gugup Arlan menambah kecepatan pijitannya dan membuat Alma berteriak kesakitan.
"ahh sakit! pelan aja ahhh"
"iya ini aja udah pelan!!!"
"ahhhhh sakit goblog!!"
"ahhhhh" Arlan memekik kecil karena betis Alma yang menendang punggungnya dari belakang.
"pelan aja Al jangan kaya orang kelaperan!!" sambung Arlan.
"iya makanya Lo juga pelan-pelan!"
saat Arlan memijit punggung bagian atas, Alma berkali-kali bersendawa.
"kayanya Lo masuk angin deh Al"
"panggil in bi Lastri!" pinta Alma.
"kenapa?"
"ngerokin gue"
"oh oke"
****
"non Alma sakit?" ucap bi Lastri yang masuk kamar dan diikuti Arlan dari belakang.
"masuk angin doang bi. boleh minta tolong kerokin gak bi?"
"boleh kok non. biar bibi kerokin sini"
lalu, bi Lastri mengambil minyak urut dan sebuah koin untuk mengerok punggung Alma. sedangkan Arlan, dia duduk di sofa dan bermain pubg di ponselnya.
"maaf non, bisa dibuka baju sama tali BH nya?"
"iya gapapa bi"
Alma membuka satu persatu kancing piyama nya lalu melepas kaitan bra nya. tak lupa, Alma menutup bagian dada nya dengan selimut.
bi Lastri mulai mengerok punggung Alma. Alma sendiri menikmatinya. saat Arlan keluar permainan, Arlan menoleh ke arah Alma lalu tak sengaja menjatuhkan ponselnya.
"eh kok goblog! kenapa lu kagak pake bh sama piyama goblog!!" batin Arlan
punggung putih mulus yang mulai memerah. buah dada yang sedikit terlihat dari bagian samping (****** tak terlihat).
glekk
Arlan menelan ludah melihatnya. ingin sekali keluar kamar tetapi nikmat mana yang di dustakan.
"ini kesialan apa anugrah ya?" batin Arlan.
sekarang Arlan sedang duduk dengan celana yang terasa sesak. ia memakai kaos nya Tanpa mengalihkan pandangannya dari dada dan punggung Alma sedikit pun.
***
"sudah non" ucap bi Lastri.
"iya Bi makasih ya"
"iya non"
Alma langsung memakai Piyama nya kembali. ia meletakkan bra nya di keranjang pakaian kotor karena bi Lastri bilang jika tidur mengenakan bra itu berbahaya.
melihat Arlan yang tidur di sofa, Alma langsung membangunkannya karena Arlan tidur dengan posisi duduk.
"kak! bangun!"
"hm"
"bangun! bukan cuma woe! woe! aja"
Arlan pun duduk.
"kenapa?"
"gak makan?"
"kenyang"
"yaudah..kalo ngantuk tidur!"
"ini mau tidur!"
"ya dikasur. nanti leher Lo sakit"
"iya bawell!"
Arlan berjalan menuju kasur dan duduk untuk mengecek hp nya. tetapi Alma langsung mengambil hpnya.
"kalo tidur ya tidur jangan main hp!"
saat Alma mulai melangkah untuk menjauh dari Arlan, naasnya kaki Alma malah tersandung kaki Arlan dan membuat mereka saling memandang dengan jarak yang sangat dekat. mata yang saling memandang dan hembusan nafas yang bisa dirasakan.
hanya terdiam dan saling menatap, tak bisa beralih maupun pergi. itulah perasaan Alma sekarang.
END
BERSAMBUNG~