
***
dimeja makan, semua Anggota keluarga berkumpul untuk makan malam bersama.
diujung meja ada 1 kursi yang ditempati oleh Tino, disebelah kanannya ada Nilam dan didepan Nilam ada Danish, disebelah Danish adalah Arlan dan didepan Arlan adalah Alma. dan Alma disebelah Nilam
*ribet banget dah ngejelasin nya_-Author
mereka pun mulai memakan makanan yang sudah terhidang rapi di meja makan.
"mah, ini yang masak siapa enak banget mama ya? kalo bibi gk kaya gini" ujar Arlan yang mengira ayam kremes itu buatan Nilam.
disitu Nilam hanya diam dan menahan tawa.
"enak ya lan?" tanya Nilam.
"iya ma ini enak banget beda Ama yang bibi biasa buat"
"itu buatan Alma" jawan Nilam.
"hah?!!! uwekkkkk" Arlan memuntahkan semua isi mulutnya dan langsung minum air putih.
"loh kok dimuntahin? katanya enak banget?" tanya Tino.
"gk jadi pa, ini gk enak!" jawan Arlan.
"ngeles aja lu kak kaya bajaj" cibir Danish.
"yang bisa les tu bocah bukan bajaj" sela Arlan.
"serah lah kak, masakan kek masakan restoran begini malah dimuntahin"
*Alma is minyak,, ehh salah maksudnya nyimak:).
akhirnya, Arlan memakan nasi dan Sop ayam saja karena sikap gengsinya melebihi ketertarikannya dengan ayam itu. sejujurnya masakan Alma sangatlah enak, tapi Arlan adalah orang gengsian yang sombong.
makan malam pun usai, Alma membantu Bu Lastri membereskan piring dan gelas ke tempat cuci piring lalu langsung keatas untuk menonton liga 1 di hp nya.
"sepak goblog!!! itu disitu cepet dong jangan lelet!! itu kamu lompat aja gk usah takut pelanggan!!" teriak Alma melihat liga 1 di hp nya dan tak lupa menggunakan headphone gaming pemberian Andhika saat ulang tahunnya ke 15 tahun.
"berisik!!"
"goblog lu ah!!!"
"woy berisik!!!"
"Irfan jaya ke kiri aja biar Muhamad Hidayat stay disitu.. cak gundul biar nyerang woy!! cepet!!"
"berisik angj*ng!!!"
karena teriakannya tak dihiraukan dan tidak didengar Alma, Arlan langsung berdiri dan melepaskan headphone Alma.
"woy! lu kira ini kamar pribadi lo? disini juga ada orang lain juga kali!"
"bac*t Lo kak!"
Arlan tak terlalu menggubris perkataan Alma, ia langsung mengambil jaketnya di gantungan lalu ingin pergi keluar. tetapi Alma mencegahnya.
"mau kemana malem-malem?" tanya Alma dengan tatapan mengintimidasi.
"eh, ini masih jam setengah delapan. malem dari Hongkong?"
"yaudah sana sana, awas aja kalo pulang malem-malem!" ancam Alma lalu Arlan cuma menatap Alma datar dan langsung pergi begitu saja
"dasar manusia stres. tu kuping kagak pernah dibersihin apa ya? kok dibilangin malah kek orang kagak punya Kuping!" kesal Alma.
"eh iya? ini udah masuk isya ya. sholat dulu ahh"
sementara Arlan, ia mengemudikan mobilnya menuju klup Malam dimana ia, Roy Miko dan Farhan singgah. klup itu lumayan besar dan menyediakan puluhan wanita penghibur.
"sejak kapan Arlan ada bini? pacar nya aja ngilang. hahahah" cibir Roy.
"diem lu daripada bac*t gak jelas!" kesal Arlan.
"udah deh bro, 2 bocah gila ini gk usah Lo dengerin. minum ini aja nih enak" ajak Roy.
setelah mendengar ajakan Roy, Arlan langsung meraih sebuah botol minuman beralkohol dan menuangkannya ke dalam gelas lalu langsung meminumnya Sampai habis.
4 jam berlalu, Arlan sudah menghabiskan 2 botol minuman beralkohol dan 1 botolnya berisi 1½ liter.
"Ar, Arlan? lo mabuk??" tanya Roy.
"eummm apaa??"
"mabuk nih orang, anterin pulang ayo!" ajak Roy.
"iya-iya ayo"
akhirnya Roy mengantarkan Arlan menggunakan mobil Arlan. Farhan dan Miko? mereka mengikuti Roy dan Arlan menggunakan mobil Roy karena saat berangkat ke klup, mereka bertiga satu mobil
***
Roy memapah Arlan dan dan mengetuk pintu rumahnya.
"permisi, Tante Nilam.. Tante!" teriak Roy sembari mengetuk pintu dan yang keluar adalah Alma.
"hah?! Alma? kok Lo ada disini?" tanya Roy terkejut.
"nanti aku ceritain!"
"iya"
Roy pun memapah Arlan lagi untuk menuju ke kamarnya. setelah membaringkan Arlan di kasur, Roy kembali bertanya kepada Alma.
"kenapa Lo ada disini Al?
"tolong jaga rahasia ini"
"iya, gue janji bakal jaga"
"gue sama kak Arlan udah nikah"
"HAHHH?!!!"
"Lo berdua nikah? sejak kapan? kenapa bisa nikah? kok gak undang-undang? lo dihamili? dia sayang sama Lo? kalian nikah muda?" tanya Roy tanpa jeda sedikit pun.
"diem!! gue sama dia dijodohin" jawan Alma.
"oh, terus-terus?"
"ahh kapan-kapan aja. pokonya sekarang Lo harus jaga rahasia ini kak. jangan biarin si kak mikoplok sama kak fahantu tau"
"iya!"
"oke,lu udah janji ya kak Roy Kiyoshi!"
"nama gue Roy Saputra bukan Roy Kiyoshi!"
"udah sono pulang cariin Ama Robby purba tuh. Lo kan dukun nya acara karma"
"bac*t lu Al!"
END
BERSAMBUNG~