YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
Rara!!



"kak mikoplok yang be*o lebih baik diam dan jangan ngomong!" ucap Alma.


"ihhh sejak kapan nama gue ganti mikoplok?!"


"ya salah sendiri jadi orang jangan goblog!"


"Lo sama Lo tu kalo ketemuan malah gelud Mulu! ayo kita balik!" Roy mulai kesal karena jika Miko dan Alma bertemu akan selalu bertengkar.


"Al!!" teriak seseorang lagi setelah trio cogan pergi.


"eh kak Ghavin? kenapa?" tanya Alma.


"Vanya, kondisikan jantungmu itu! kak Ghavin ihh kenapa selalu bikin gue kek gini sih!" batin Vanya.


"lusa kita lomba" ucap Ghavin.


"udah tau" Sahut Alma.


"oh yaudah. kalian berdua ikut pas ke pertandingan gk?" tanya Ghavin.


"pengen sih kak tapi liar waktu dulu. kalo bisa gue sama Vanya ikut" jawan Raina. disitu Vanya hanya senyum-senyum sambil menopang dagunya.


"woy Van! Vanya! Vanya!!" panggil Ghavin sambil mengayunkan tangannya.


"eh iya kak kenapa?"


"Lo liat tim kita tanding gk?"


"insyaallah kak kalo bisa. tapi aku usahain deh"


"oke-oke"


Jam sekolah pun sudah selesai, Alma pulang naik taksi. namun saat dijalankan tiba-tiba macet dan ada segerombolan orang di pinggir jalan.


"ada apa sih pak?" tanya Alma.


"mungkin ada kecelakaan non" jawab sopirnya.


"kok rambutnya mirip rambutnya mbak Rara ya?"gumam Alma.


"pak saya keluar bentar pengen liat, saya tutup tas dulu ya pak" pamit Alma.


"iya non"


karena penasaran, Alma berjalan menuju kerumunan itu.


"mbak ini ada apa ya? kok gk langsung ditolong?" tanya Alma kepada seorang wanita paruh bawa yang berada di kerumunan belakang.


"katanya Korban tabrak lari dek. mobil yang nabrak langsung kabur terus pada gk berani soalnya gk ada yang kenal" jawab wanita itu.


Alma menerobos kerumunan itu, disitu mulai terlihat bercak darah di aspal itu. dan betapa terkejutnya dia karena korbannya adalah Rara.


"mbak Rara?!! mbk bangun mbak! ini Alma hiks. mbak ayo bangun" teriak Alma lalu memangku kepala Rara di pahanya.


"tadi udah nelfol ambulans?" tanya Alma.


"udah tadi saya sudah telfonin dek"


"terimakasih'


3 menit kemudian mulai terdengar suara sirine ambulans, Alma berlari mengambil tasnya dan ongkos taksi. Alma ikut ambulans dan terus menggenggam tangan Rara yang berdarah itu. Alma menangis sesenggukan karena Rara sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri walaupun baru bertemu 2 kali saja.


setelah 18 menit perjalanan, pegawai rumah sakit langsung mengangkat Rara dan mengangkat Rara ke brankar lalu langsung dilarikan ke UGD rumah sakit. Alma menunggu di kursi tunggu di sebelah UGD.


"Alma!" teriak Yufi yang datang bersama Andhika, Arya.


"Al Lo gk papa kan?" Andhika terlihat panik.


"kak Al baik baik aja kan?" Arya pun terlihat khawatir


"Alma gk papa. tapi mbak Rara hiks"


"hah? Rara? kok bisa sih?!" emosi Andhika mulai memuncak.


"udah kak nanti kita selidiki"


"Al" ucap Arlan lemas yang tiba-tiba datang lalu memeluk tubuh mungil Alma.


"hah? bukannya Lo sakit karena kok malah keluar?" tanya Alma.


"gimana gk Panik coba? susternya bilang kalo Lo ada di rumah sakit" sahut Arlan.


"gue gk kecelakaan tapi mbak Rara hiks.. mbak bangun mbak!" Tangis Alma pecah lagi dan menumpahkan Semua air matanya di pundak Arlan.


*astagfirullah aku baper:(_-author.


"udah gk usah nangis, Rara gk papa" ucap Arlan lalu duduk di sebelah Alma dan memeluk Alma kembali. Alma pun tidak menolak perlakuan lembut Arlan, malahan dia membalas pelukan Arlan dengan erat.


"ya Allah, saya belum cukup umur untuk melihat ini" batin Arya.


"Al Al, dulu aja gk mau sekarang malah peluk-pelukan gk liat keadaan. tapi masa gue diloncatin Ama Adek gue? yah gk penting yang penting mah PUBG" batin Andhika.


"Alhamdulillah Al kamu mulai menerima Arlan" batin Yufi.


"sepertinya Arlan mulai mencintaimu Al, tapi dari matamu, kamu belum memiliki perasaan apapun untuk Arlan" batin Nilam.


"ayo pulang Ganti baju" ajak Arlan.


"gk mau! gue harus tungguin mbak Rara" sela Alma.


"udah ayo pulang!" Arlan menggenggam tangan Alma lalu menariknya.


"ma, Arlan bawa pulang dulu Alma ya" Pamit Arlan.


"iya Ar" sahut Yufi.


***


Alma langsung membanting tas nya da mulai menangis di sofa kamar Arlan.


"mbak, yang kuat ya. nanti Alma jamin orangnya bakal dibalas dengan setimpal hiks."


"udah nangis nya, Lo mandi sekarang terus kita ke sana lagi" bujuk Arlan yang memeluk Alma.


"gk mau! hiks"


"yaudah gue mandiin"


Arlan mengerjai Alma supaya Alma mau mandi, Arlan mengangkat tubuh Alma lalu meletakkan Alma ke bath up.


"eh Lo apa apaan kak? keluar sekarang?"


Arlan berpura-pura tidak mendengar ucapan Alma. ia melepaskan satu-persatu kancing bajunya dari atas dan membuat Alma menutup wajahnya rapat-rapat.


"mandi sendiri apa dimandiin?" tanya Arlan dengan nada menggoda.


"dimandiin!" jawan Alma gugup


"hah?! dimandiin? yaudah ayo"


"gue salah ngomong maksudnya mandi sendiri!" sahut Alma.


"yaudah bye"


Arlan keluar dan menutupi pintunya, ia tertawa terbahak-bahak Karena melihat Alma yang malu-malu dan salah tingkah sampai-sampai ia keceplosan.


END


BERSAMBUNG~