YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
kode



"dahlah, gedek gue lama-lama" kesal Arlan lalu mengeluarkan mobil dari garasi dan segera berangkat.


"sabar kak, anak sabar jidatnya lebar. Inget tuh" sahut Alma.


"yang ada gue kaga mau sabar. ntar ketampanan ku ini memudar" ujar Arlan percaya diri.


"bukannya emang ga tampan ya?" ledek Alma.


"lama-lama minta di tonjok di anak" kesal Arlan.


"kdrt dosa kak, nanti Lo masuk penjara"


"dih, peduli nih?" goda Arlan merangkul pundak Alma dan mendekapnya erat di dada.


"astagfirullah, ga bisa napas ini. lagian ngapain sih pegang-pegang!" pasrah Alma.


"gue berhak sentuh Lo, ga cuma sentuh. liat semuanya bahkan mencicipi nya gue udah berhak penuh!" jawab Arlan.


"hm, berhak ya? yaudah itu hak" ujar Alma lesu dan melepaskan rangkulan Arlan.


"m maksudnya? Lo udah bolehin gue?" Arlan terkejut saat mendengar ucapan Alma.


"wahh ya emang hak Lo tapi gue pengen nya tetep gadis sampe selesai pendidikan"


"dih, ya sebagai pribadi yang baik gue terserah yang penting abis lulus sekolah gue bikin Lo ga bisa jalan Al"


"heh astagfirullah, Lo mah enak. hilang perjaka kaga ada apa² nya. lah cewe? hilang perawan mampus lah"


"Lo mampus hilang perawan dari suami Lo sendiri? wah dosa"


"daripada bahas beginian, gua lebih bersyukur Kalo Lo kasih duit kak"


"minta tolong ambilin dompet gue di saku celana"


"h hah? m maksudnya? ambil sendiri aja kak!"


"engga ada, cepet ambil aja!"


"ga, tetep ga mau. Ni tangan sama jidat udah dendam soalnya udah pernah nempel!"


"dih, yang kena anu gue kenapa elu yang merasa tersakiti, mau tangan sama jidat lu Nempel kek mau Lo pegang kek gue mah sok² aja. orang aset Lo juga"


"sumpah kak gua males, daripada adu mulut sama Lo mendingan gua nurut" Alma Mulai mendekat dan memasukkan tangannya di saku celana Arlan, kali ini keberuntungan berpihak di Alma. ia berhasil mengambil dompetnya tanpa menyentuh masa depan Arlan.


"udah?" tanya Arlan.


"udah nih. btw dompet Lo tebel amat, isinya merah-merah, biru-biru atau goceng an?"


"ga usah kepo, buka aja!" suruh Arlan dan Alma membuka dompetnya.


"wihh merah-merah, berapa nih kak?"


"itu cash nya ada 5 juta, lo ambil semuanya juga gapapa terus disitu ada kartu nomor dua dari atas ambil juga" jelas Arlan.


"h hah? ga ga, gua ga mau. ngapain?"


"tadi katanya mau duit, itu sekalian nafkah gue buat Lo Al"


"gue ambil 100 ribu aja ya, kartu sama sisa nya ga usah kak"


"loh? ambil semuanya Al!"


"ga kak, gue ga enak. ini pasti tabungan Lo"


"hm? Lo ga enak? ga enak sama siapa? sama gue?"


"yaiyalah kak, siapa lagi?!"


"ya ini fungsinya gue kerja sama nabung. lagian punya gue juga punya Lo Al, ngapain punya istri kaga di nafkahin?"


"yaudah kak, gua bawa. makasih ya" ujar Alma dan Arlan menganggukkan kepalanya.


35 menit kemudian, mereka sudah sampai di tujuan. saat hendak turun dari mobil, handphone Alma berbunyi.


"halo mah?"


"Al, kamu sama Arlan lewat lift belakang terus langsung naik ke lantai atas"


"kenapa mah?"


"udah, nurut aja"


"iya mah astagfirullah"


tut-!


"siapa Al?" tanya Arlan.


"mamah, katanya suruh lewat lift belakang terus langsung ke lantai atas" jawab Alma.


"yaudah lewat belakang aja"


Alma dan Arlan berjalan beriringan menuju bagian belakang perusahaan itu, sampailah mereka di depan lift nya.


"kok gue takut ya, lift ini samasekali jarang di pake kak. nanti kalo berhenti di tengah tengah terus kita ga bisa keluar Gimana kak?" Alma ketakutan.


"pegang tangan gue, ada gue jadi Lo tenang aja" ujar Arlan lalu menggenggam tangan Alma erat.


"hih, drama lu mah kak!" Alma melepaskan genggaman Arlan dan memasuki lift terlebih dahulu.


"sial!" umpat Arlan lalu menyusul Alma dan menekan tombol lift nya.


~di dalam lift


"agak lemot nih lift nya, kek otak lu Al" ucap Arlan santai.


"heh ngaca, yang lemot siapa?"


15 menit kemudian mereka hampir sampai di lantai atas lebih tepatnya lantai 6.


"hm ayo ceffatt sampe aelah!" kesal Alma.


ting-!


bunyi lift yang menandakan mereka sudah sampai. saat pintu lift mulai terbuka, mereka berdua terkejut karena ada karpet merah bertabur kelopak bunga mawar..


"pstt, kak ini ada apaan?" bisik Alma.


"lah mana gue tau? ini perusahaan mamah Lo Al. yakali lo tanya gue"


Alma dan Arlan berjalan beriringan dan melihat sekeliling, tak ada orang disana dan hening. saat memasuki aula, Arlan membuka pintu aula pelan-pelan dan ia dan Alma kaget melihat isi ruangan yang sangat ramai.


Yufi yang melihat anak dan menantunya langsung memanggil Andhika dan menghampiri mereka.


"hey bocah, ayo naik" ajak Andhika.


"naik kemana bang?" tanya Alma.


"naik haji, ya ayo kedepan lah!"


"hust, kalian berdua malah gelut lagi. Arlan Alma, kita berempat jalan ke depan" pinta Yufi.


"iya mah" jawab Alma dan Arlan bersamaan.


mereka berempat jalan perlahan ke depan sesuai dengan perintah Yufi, Banyak orang yang memperhatikan mereka. sebaliknya Arlan dan Alma bingung ada apa ini.


sesampainya di depan, Yufi langsung mengambil mic dan berbicara.


"terimakasih bagi yang sudah datang disini, sebagai pesta ulang tahun perusahaan ke 15 tahun. hari ini kita bebas dan bisa bersenang-senang bersama" ucap Yufi.


"mah, kita besok ujian. ya masa kita di undang kesini?" bisik Alma.


"Al santai, disini papa sama Mama juga pengen kasih tau ke klien bisnis kalo kita juga punya menantu ganteng!" jawab Yufi.


"nahkan Al, mama juga ngakuin gue ganteng. elo sih yang ga percayaan!"


"mah, mamah yakin? cowo kaya gini dibilang ganteng? astagfirullah ternyata semuanya udah di pelet Ama kak Arlan!"


"sembarang kamu Al, ga baik ngatain suami sendiri kaya gitu. awas nanti kamu sendiri yang terkesima sama Arlan"


"hm iya mah iyaa"


"hai Al, Ar" sapa Riko.


"hai juga pah" balas Alma dan Arlan.


"ayo gabung kesana" ajak Riko.


"ini ceritanya mau dikenalin ke temen-temennya pah mah?" tanya Alma.


"iya, temen-temen mamah sama papah udah punya mantu, ada yang punya cucu pula. ya kan mamah juga pengen"


"ini mantunya!" Jawab Alma menunjuk ke Arlan.


"Al, Lo ga peka banget. mama bilang udah pada punya cucu. mamah ngode buat kita kasih cucu!" bisik Arlan.


"ga usah minta anak Lo kak, gue ga mau di unboxing sekarang, Inget tuh" ucap Alma.


"ya emang bukan sekarang, nanti malem aja" Alma mencubit Lengan Arlan.


"kalian ngapain? ayo cepet kesana! jangan lupa, Alma gandeng tangan Arlan oke" pinta Yufi, lalu Yufi dan Riko berjalan duluan untuk menemui teman-teman nya.


"noh tu Al, mama aja udah ngode punya Cucu. gue juga mau punya ponakan. perawan Mulu, kapan jebol nya?" cibir Andhika.


"game Mulu, kapan nikah nya? udah dilangkahin Adek nya jomblo ngenes pula" cibir Alma lalu langsung menggandeng tangan Arlan dan menyusul orang tua nya.


"Meresahkan banget punya Adek cewe satu doang"


𝐄𝖓𝖉


𝐁𝖊𝖗𝖘𝖆𝖒𝖇𝖚𝖓𝖌