
...di rumah sakit...
...(Arlan POV)...
"sus!! tolong bawa dia!" pinta Arlan yang baru saja masuk dan suster yang merasa terpanggil pun langsung membawa Alma ke UGD. tak lupa Arlan pun menelfon anggota keluarga nya.
Pemeriksaan pun dilakuan~
Arlan menunggu di depan dengan wajah merah dan terlihat sedih.
"Arlan! gimana keadaan Alma?!" tanya Yufi yang baru saja datang bersama Andhika.
"lagi diperiksa ma" jawab Arlan..
"gimana ceritanya kok bisa pingsan?" ucap Andhika.
"tadi ada dikit tragedi" ujar Arlan
"hah? tragedi?!!" sahut Yufi dan Andhika.
Arlan pun menjelaskan secara detail tanpa ada satu pun yang terlewat kan.
"astaghfirullah!! kenapa jadi kaya gitu? semoga Vanya kuat!"
"permisi, keluarga Alma?" ucap seorang dokter yang baru saja keluar dari UGD.
"saya dok! saya ibunya!" sahut Yufi.
"Alma baik-baik saja, hanya saja Dia shock dan anemia nya kumat lagi karena terlalu lama di area panas dan terpapar matahari, jadi Alma harus di rawat inap untuk beberapa hari" jelas dokter.
"iya dok lakukan yang terbaik" ujar Yufi.
"dok, boleh kita masuk?"
"oh tentu saja boleh silahkan!"
mereka pun menjenguk Alma dan melihatnya yang terbaring lemah dengan selang infus yang melekat di tubuh nya.
...sedangkan Yang lainnya....
Vanya yang datang dengan ambulan langsung mendapatkan tindakan dari pihak medis yang bertugas. Vanya langsung dibawa ke ruang ICU untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Danish dkk yang baru saja datang dan bertanya ke suster yang bertugas.
"sus? pasien yang baru saja datang dengan ambulans ada di mana ya?" tanya Danish panik.
"oh yang jatuh dari gedung sekolah? dia sedang mendapat tindakan medis di ruang ICU" jawabnya.
"baik sus, terimakasih"
"sama-sama"
mereka pun langsung berlari menuju ICU yang ditunjuk suster tadi.
"tenang! kita harus sabar!" ucap Danish.
"yaudah daripada sedih-sedih mendingan aku beliin mainan atau makanan" sahut Zain.
"ZAIN!!!" Ucap semuanya serentak.
"hehehe maap.. namanya juga becanda!" kekeh Zain.
...back to Arlan....
Arlan yang masuk langsung duduk di dekat Alma dan menggenggam tangan Alma yang hangat.
Tiba-tiba, Arlan merasakan pergerakan pelan dari jari-jari Alma.
"Alma?" ucap Arlan.
"hah? kenapa Ar?" tanya Yufi dan Andhika.
"masa sih?!" ucap Andhika tak yakin.
Alma mulai membuka matanya.
"Alma?"
"Ma! Vanya ma" ucap Alma lemas dan sendu.
"udah Al! kamu harus bisa kuat baru kita liat Vanya nanti!"
"tapi ma"
"gak ada tapi tapi an! Alma harus lebih baik baru kita liat Vanya!"
"iya ma"
"lagian sih bandel Banget jadi anak! seharusnya harus jaga diri kalo tau lu punya anemia! lah ini? udah tau punya anemia malah seenaknya di panas-panas!" cibir Andhika.
"tuan Andhika yang terhormat! kalau kau hanya ingin menghina saya, lebih baik anda keluar! maaf saya tidak punya uang receh!" balas Alma.
"Yee lu kira gue pengamen!!'
"enggak sih tapi cocok cocok aja"
"hmm ya in!'
"ma! Alma dah baik nih! ayo ke Vanya!!" ucap Alma.
"Aishhh yaudah sana! Ar tolong anterin ya oke kursi roda!" ucap Yufi pasrah.
"iya ma"
Arlan mengambil kan kursi roda di sudut ruangan Alma. Alma pun turun dari ranjang nya dan duduk di kursi roda sembari memegang tiang infus nya.
"ALMA!!" Panggil Rara yang baru saja datang dengan nafas ngos-ngosan.
"loh mbak? mbak kenapa kesini? bukannya mbak kerja?" tanya Alma.
"tadi denger kabar dari Bu Nilam.. kebetulan Bu Nilam lagi di salon terus Nerima telefon. katanya kamu masuk rumah sakit jadi aku langsung kesini nyamperin kamu. Bu Nilam nya lagi gak bisa soalnya kan mau meeting" jelas Rara.
"ohh gitu. yaudah, Alma udah baik kok tapi harus dirawat bentar" ujar Alma.
"yaudah, kamu mau kemana?" tanya Rara.
"mau jenguk temen dulu" jawab Alma.
"temen kamu? dia kenapa?"
"tanya bang Dhika aja dulu biar jelas. panjang soalnya hehehe" kekeh Alma.
"iya udah sana"
"ayo kak!" ajak Alma.
"iya ayo!" Ucap Arlan lalu mendorong kursi roda nya.
sesampainya di depan ruang ICU, Alma melihat Raina yang duduk di ruang tunggu. terlihat dari raut wajahnya, Raina terlihat sangat hancur dan Mya yang senantiasa menenangkan Raina.
"Alma?" ucap semuanya yang melihat Alma.
"Vanya gimana?" tanya Alma.
"masih di kasih tindakan Al" ucap Mya.
"hmmm, yaudah ditunggu aja kabar baik nya"
END
BERSAMBUNG~