YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
Tidur



Arlan menyuapkan sesendok demi sesendok, kalau Alma sedang mengunyah nasi gorengnya baru Arlan akan makan dan kembali Menyuapi Alma.


akhirnya Nasi goreng itu pun sudah habis. Arlan mengelap bibir Alma dengan jari nya dan membayar makannya.


"berapa totalnya pak?" Arlan mengambil dompetnya.


"40 ribu mas" jawab pak Bambang


"ini" Arlan memberikan 1 lembar 50 ribu an.


"sebentar kembalian 10ribu" pak Bambang beranjak tetapi di Panggil oleh Arlan.


"ambil aja kembalian nya pak, makasih ya"


"eh? buat saya? Makasih ya mas"


"iya sama-sama"


Alma hanya menatap datar percakapan itu, pak Bambang sudah merasa aneh dari Alma datang tapi ia tak ingin bertanya takutnya akan menggangu suasana hati nya, dia juga bingung kenapa tangan kanan Alma di perban dan dia terlihat marah dan.


Arlan menuntunnya pelan masuk ke dalam mobil, setelah itu ia menutup pintunya dan ia masuk ke Mobil kemudian melajukan nya.


di dalam mobil hanya ada keheningan malam yang dingin ini, deru mobil dan kendaraan lain lah yang memecahkan keheningan ini. lagipula jika Arlan bertanya atau mengajak Alma berbincang akan dijawab seperlunya. di kancangin itu ga enak, iya kan?


15 menit perjalanan merekapun sudah sampai di area parkir hotel, Arlan memarkirkan mobilnya rapih dan Alma langsung keluar tanpa pamit.


"astaga, Lo Kesambet apaan lagi Al?" gumam Arlan.


Arlan melepas sabuk pengaman nya lalu langsung mengejar Alma. saat sudah sejajar, Alma tetap menatap kosong ke depan.


"Al, sebenernya Lo maafin gw ga sih?" Arlan mulai kesal karena sedari tadi Alma dingin dengannya.


Alma tetap diam, dia hanya fokus berjalan menuju kamar nya.


Arlan yang pasrah hanya mengikutinya saja karena dia juga tidak mau Alma mendiami nya lebih lama.


sampailah mereka di kamar, Alma langsung masuk kamar mandi dan langsung mengunci pintu nya agar menghalangi Arlan yang mencoba mengikuti nya masuk ke kamar mandi.


di dalam, Alma bercermin.


"hmm, mungkin seperti ini dulu" gumam nya lalu mencuci muka nya.


setelah 20 menit berdiam diri di dalam kamar mandi, dia keluar dari kamar mandi dan mendapati Arlan yang sedang terduduk di depan pintu, sepertinya dia tertidur. Alma yang melihat itu berusaha memapah Arlan.


"dia tetep ga bangun? kaya nya capek banget" batin Alma.


Alma merebahkan tubuh Arlan di kasur dan membenarkan posisinya. Alma menatap wajah Arlan dalam, setelah itu ia merebahkan tubuhnya di sebelah Arlan tetapi Alma memberikan jarak.


~


23:30 WIB


Arlan membuka matanya karena terbangun dari tidurnya. ia melihat sekitar lalu beranjak dari ranjang dan menutup gorden nya. kemudian ia duduk di pinggir ranjang dan menyender sembari mengelus elus rambut Alma.


"tidur nyenyak Al, gw sayang sama Lo" lirih Arlan.


Arlan kembali merebahkan tubuhnya. dia memiringkan tubuhnya dan melihat punggung Alma lalu ia mengelus rambut Alma dari belakang. tiba-tiba Alma bergerak dan sekarang posisi mereka berhadapan. Arlan yang melihat itu tidak membuang waktu, ia langsung mendekat dan menarik tangan Alma agar berada di pelukan nya. beruntungnya, Alma yang sedang tertidur itu menurut dan tidur di pelukan Arlan yang menjadikan lengan Arlan sebagai bantal nya.


Arlan menepuk puncak kepala perlahan dan menciumnya.


"Mungkin gw bilang pas tidur adalah waktu yang tepat. Al, gw tulus sama Lo tapi gw ga tau perasaan Lo. gw pengen hubungan kita kaya yang lain" ujar Arlan lalu terlelap Dalam tidurnya.


~


pagi pun tiba, jam menunjukkan pukul 05:00.


Arlan sengaja bangun pagi karena dia harus pulang untuk mandi dan bersiap ke sekolah. ia melepaskan pelukannya dan membenahi selimut Alma.


waktu pun berlalu, Alma terbangun di jam 05:30.


Alma menepuk kasurnya, kosong? Arlan sudah tidak ada di kasurnya. ia terduduk dan mengucek matanya.


"udah pulang kah?" ujar Alma bertanya-tanya dengan suara khas orang bangun tidur.


Alma mulai beranjak dari tempat tidur nya untuk mandi dan bersiap-siap. 1 jam kemudian, lebih tepatnya pukul 06:30 Arlan kembali dari apart nya dan memasuki kamar Alma. kebetulan Alma sedang menyisir rambut di tempat tidur.


"morning" sapa Arlan dengan senyum manisnya.


"too" singkat Alma dengan wajah datar.


Arlan melangkahkan kakinya menuju sofa kemudian terduduk di sana. dia cuma diam, sepertinya mood Alma sedang buruk untuk sekarang. Alma yang merasa rambutnya sudah rapi pun langsung mengambil tas yang berada di sebelah Arlan namun tangannya di tahan oleh Arlan.


"sampe kapan Lo marah sama gw Al?" Arlan menatap Alma dalam.


"gw ga tau" jawab Alma memalingkan wajahnya dari tatapan Arlan lali beranjak untuk memakai sepatunya.


"berangkat sekolah, Lo harus check out kamar" perintah Arlan dan membereskan barang-barang Alma ke dalam tas yang sudah di bawa Arlan tadi.


"ga"


"Lo ga mikir gimana gw yakinin keluarga gw Sama keluarga Lo? untung aja gw berhasil kalo engga gw bakal dapet masalah!" keluh Arlan bagaimana dia berusaha mati-mati an untuk meyakinkan keluarganya bahwa Alma tidak kemana-mana.


"ya kalo dapet masalah wajar aja, gw ga ada ikut campur"


"Astaga Al, terserah lah terserah. intinya kalo Lo udah ga marah gw bakal Tunjukin sesuatu"


"hm"


selesainya Alma bersiap-siap, Arlan segera menggandeng tangan Alma dan menariknya agar berjalan lebih cepat, tentu saja Alma mengelak nya, namun sia-sia. tenaga Arlan lebih besar dari tenaga nya sendiri.


lift sudah turun di lantai 1, Arlan segera menuju ke meja resepsionis dan check out hari ini.


"mbak, saya Check out sekarang. kamar 317" ucap Arlan.


"oh iya, mbak ini sudah mengurus administrasi nya kemarin jadi mbak sama mas nya bisa langsung pulang" jelas resepsionis yang bertugas.


"yaudah mbak, makasih ya" ucap Arlan lalu langsung berlari dalam keadaan masih menggenggam erat tangan Alma menuju mobilnya di parkiran yang tak terlalu jauh.


di dalam mobil^


Arlan melempar tas yang tak terlalu besar berisi pakaian Alma ke jok belakang lalu memakai sabuk pengaman nya.


Arlan memegang setir mobil nya dan bertanya.


"ga Lo pake seatbelt nya?" tak ada jawaban dari Alma, dia hanya diam dan menatap ke arah depan.


Arlan Mempersempit jarak nya dan meraih sabuk pengamannya, lalu ia menariknya dan memakaikan nya ke Alma, Alma yang terkejut reflek langsung menjauhkan jaraknya dan menatap Arlan. Arlan menatap balik mata Alma, dia tersenyum kecil.


"kenapa hm?"


"Ng ngapain Lo?" tanya Alma gugup.


"pasangin seatbelt" jawab Arlan memasang seatbelt nya


"o oh"


melihat Alma yang gugup, tiba-tiba Arlan.


𝐄𝖓𝖉


𝐁𝖊𝖗𝖘𝖆𝖒𝖇𝖚𝖓𝖌