YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
Della Sabrina



"haii Danish"


"hahh ngapain Lo kesini!!!!"


"siapa kak?" tanya Raina.


"tunggu dulu, aku mau urus dia" pamit Danish.


Danish menarik perempuan itu untuk menjauh dari lapangan. Danish membawa ia ke ruangan pribadi ketua osis.


"ngapain kesini?" tanya Danish dingin.


"ya ampun sayang. apa bagus kamu melupakan pacarmu ini? hahaha Sangat bagus!" dia adalah Della Sabrina. cinta pertama Danish yang meninggalkan Danish karena harta. dia adalah perempuan matre. dia memanfaatkan kecantikannya hanya untuk menggoda pria kaya lalu menipunya dan meninggalkannya.


"cihh!! pacar? sejak kapan kita pacaran? apa kau ini sudah pikun. heh" sinis Danish.


"kamu jahat! apa aku ini cuma boneka yang kamu gunakan untuk pelampiasan!" bentak Della lalu memeluk lengan Danish.


"kalo Lo boneka jadi Lo adiknya kekeyi dong. pantes kagak ada akhlak Lo!!" cibir Danish.


mendengar cibiran Danish yang lumayan membuat nya tersinggung. dengan kesal, Della melangkah pergi dari ruangan itu dengan menghentakkan kakinya di lantai.


"untung aja tu setan udah pergi" gumam Danish lalu pergi ke lapangan basket Kembali


"siapa tadi kak?" tanya Raina yang menoleh ke arah Danish yang baru saja duduk.


"oh dia, mungkin dia siswi baru. tadi dia cuma mau lapor ke aku soalnya pak Irawan belum hadir" bohong Danish


"oh gitu"


sementara Arlan, ia melihat Alma dari jauh takutnya amnesia akan kumat.


"lu ngapain sih liatin orang lagi latihan?" tanya Roy malas.


"gk papa"


"udah gila lu ya!" sahut Farhan.


"udah ah, gua ke ke kelas duluan!" ucap Arlan lalu pergi begitu saja.


"emang dah tu orang!" keluh Roy lalu pergi mengikuti Arlan yang diikuti Miko dan Farhan.


hari ini latihan berjalan baik, tidak ada halangan maupun Alma yang tumbang.


"lelah?" tanya Vanya


"iya sih tapi gk lelah lelah amat" jawab Alma.


Vanya seperti mencari sesuatu di kotak yang tadi ia bawa. setelah menemukannya Vanya memberikan 1 kapsul.


"ini diminum tadi udah makan kan. terus ini diminum"


"obat apaan sih?" tanya Alma yang melihat obat itu secara rinci.


"ya obat biar gk kumat" jawan Vanya.


"oh oke" Alma pun meminum obat itu.


"gk ada rasanya ternyata" ujar Alma


"ya jelas lah, itu kapsul bukan pil" sahut Vanya.


"iya gue juga tau. tapi lagi B E R C A N D A" ucap Alma dengan mengeja kata bercanda.


"eh, gue duluan dulu ya. ada panggilan" pamit Danish.


"iya kak" jawab Alma Vanya dan Raina bersamaan.


"yaudah, ayo ke kelas" ajak Alma.


"ayo"


***


sekarang Alma dan Arlan sudah pindah ke rumah Arlan. Alma yang baru saja mandi langsung membantu Bu Lastri, pengurus rumah keluarga Septian dari 17 tahun yang lalu.


sore menjelang malam bi" sapa Alma dengan cerianya.


"eh iya non, non Alma butuh apa biar bibi buatin" tawar Bi Lastri.


"oh enggak bi cuma mau bantuin bibi masak aja" ujar Alma.


"enggak usah non, bibi bisa sendiri" sela Bi Lastri.


"udah bi, sekalian belajar masak hehe"


"yaudah non kalo nona menginginkan"


"bibi masak apa?" tanya Alma.


"masak ayam kremes non sama Sop ayam non" jawab bi Lastri.


"Yaudah, aku bantu goreng ayamnya"


"iya non"


saat Alma sedang memasak, bi Lastri memperhatikan Alma yang sedang fokus menggoreng ayam. menurut bi Lastri Alma adalah gadis yang sopan dan lumayan pandai. biasanya, gadis jaman jarang yang bisa memasak kalo bisa paling takut sama minyak panas. tapi berbeda dengan Alma, Alma terlihat sangat santai saat membolak-balik ayam nya.


"den Arlan sangat beruntung bisa mendapatkan non Alma, andai den Arlan tidak menyukai wanita jelek itu!" batin bi Lastri.


"wahhh mantu mama udah masak aja. masak apa Al?" tanya Nilam yang sudah berada di belakang Alma.


"bantuin bibi masak. ini lagi masak ayam kremes ma" jawab Alma.


"oh, sini biar mama bantuin"


"engga usah ma, ini juga udah mau selesai. kalo mama pengen bantuin. bantuin bibi yang lagi masak sop ayam. heheh"


"yaudah".


para perempuan itu sudah disibukkan dengan pekerjaan dapur. Alma yang menggoreng ayam, Nilam yang memasak sop ayam dan bi Lastri hanya membantu memotong ayam saja.


Danish datang ke meja makan lalu duduk di bangku yang biasa ia duduki.


"masak apa ma?" tanya Danish.


"ayam kremes sama Sop ayam"


"oh"


Alma telah usai memasak ayam kremesnya. adzan Maghrib mulai berkumandang dari Toa masjid komplek yang jaraknya lumayan dekat dengan rumah Arlan.


"ma, Alma udah selesai. Alma keatas dulu ya mau shalat" pamit Alma dan dibalas anggukan oleh Nilam.


***


Alma melihat Arlan yang sedang bermain PS. Alma tidak terlalu memperdulikannya dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk menggambil air wudhu.


Alma menunaikan shalat Maghrib nya tanpa menyapa atau apapun terhadap Arlan. sebaliknya Arlan juga tidak memperdulikan keadaan sekitar dan lebih fokus Dengan game nya.


usai shalat, Alma membereskan sajadah dan mukenah nya lalu menaruh di lemari.


"turun makan malem" ucap Alma datar lalu langsung turun.


"tu anak gk ada bakti baktinya ya Ama suami. awas kualat lu. surga istri itu di suami!" batin Arlan.


END


BERSAMBUNG~