YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
H-1



2 hari pun berlalu, sekarang H-1 sebelum Alma dan Arlan sudah sah dimata agama dan hukum. sekarang rumah Alma dalam keadaan ramai karena pernikahan akan digelar disana. seluruh anggota keluarga turut turun tangan untuk mendekorasi isi rumah dan beberapa tetangga untuk memasak beberapa jajanan tradisional Jawa seperti klepon, onde-onde, dadar gulung, kue putu ayu, lemper, Mendut, dll.


"Nilam, tolong ambilin pisang niat nagasari nya" pinta Yufi yang sedang sibuk mengadukan adonan nagasari.


"ini" jawab Nilam memberikan banyak pisang yang sudah dikupas.


"kamu buat apaan?" tanya Yufi.


"dadar gulung" jawab Nilam.


"oh iya"


"ma, Alma bantuin ya. jenuh soalnya di kamar terus" pinta Alma


"gk, sekarang kamu masuk ke kamar dulu, kamu luluran, spa, Henna sama perawatan lain. bentar lagi orangnya dateng" sela Yufi.


"iya ma" pasrah Alma.


terpaksa Alma menuruti keinginan sang mama, ia berjalan keatas menuju kamarnya dan duduk di pinggir ranjang.


"*besok gue udah jadi istri orang, gimana ini? gue belum siap! masa kelas 1 SMA udah dinikahin. terus pas mau beli ini itu pasti pada bilang kalo gue hamil!" batin Alma.


toktok...


suara ketukan pintu.


"masuk aja gk dikunci!" ucap Alma.


"permisi mbk Rara, saya dari golden beauty salon and spa" ucap Seorang perempuan kira-kira berumur 23 tahun.


"eh iya kak, sini masuk aja" perintah Alma.


"iya"


"langsung saja ya mbk" ijin Rara.


"iya kak"


sekarang Alma sedang dispa. mulai dari lulur badan, spa tubuh,spa wajah dan beberapa perawatan untuk wajah. kuku juga tidak terlewatkan. sekarang giliran Henna tangan.


Alma memilih satu Henna berwarna putih yang menurutnya bagus. Rara pun langsung menggambarkan pola Henna itu di tangan Alma dengan sangat teliti.


"nama calon suami nya siapa?" tanya Rara.


"Arlan Septian" jawab Alma singkat padat dan jelas.


"baik, nanti saya tulis di tangan sebelah kanan mbak sama di tangan kanan calon suami mbak" jelas Rara.


"iya kak" jawan Alma.


4 jam berlalu, Alma sudah di spa di lulur dan segala macam perawatan sehingga wajah dan tubuhnya terlihat bugar putih bersih dan glowing. Henna tangan berwarna putih dan dihiasi sedikit Glitter di beberapa bagian dan tertulis nama Arlan menghiasi tangannya yang indah.


karena hari ini adalah hari Sabtu jadi Alma sempat untuk merawat dirinya.


.


.


.


sementara di rumah Arlan, Rara mulai menekan tombol bel di sebelah pintu rumahnya.


tingtong


"iya sebentar!" teriak Arlan dari dalam.


"eh iya mbak ada apa ya?" tanya Arlan yang membuka pintu dan mendapati seorang perempuan yang sudah berdiri di depan pintu.


"saya Rara dari golden beauty salon and spa dan diperintahkan untuk melakukan beberapa perawatan untuk tuan" jelas Rara.


"mama aneh-aneh banget sih! emang gue perempuan!" batin Arlan


"iya mas" jawab Rara


Rara melakukan beberapa perawatan di tubuh Arlan seperti memujat kepalanya dan memberi vitamin rambut, memberi facial mask dan beberapa masker wajah yang khusus untuk pria.


setelah perawatan itu selesai, Rara meminta izin untuk memberikan nama Alma di tangan Arlan.


"maaf mas, nama mbak Alma siapa ya? tadi saya lupa menanyakan" tanya Rara.


"Almahyra Mairana" jawab Arlan.


"baik mas"


Rara mulai menghiasi tangan Arlan dengan nama Alma di tangan kanannya. Henna berwarna hitam.


"baik tuan, terimakasih atas waktunya. saya pamit dulu" pamit Rara.


"iya"


Rara berjalan keluar karena hari sudah mulai sore.


"ada-ada aja sih mama mama rempong itu. ada aja maunya" gerutu Arlan.


"loh kak ngapain? kok kaya kesel gitu?" tanya Danish yang baru pulang dari sekolah.


"tau tuh, masa mama suruh pegawai salon buat kesini sampe di Henna Henna segala!" jelas Arlan.


"ya sabar aja lah kak"


"yaudah, gue keatas dulu"


"iya kak"


sekilas saat Arlan berbalik. Danish melihat telapak tangan Arlan dan tidak sengaja membacanya.


"mahyra? kok kaya namanya Alma ya? mana mungkin. Alma masih kelas 1 masa mau nikah sama kak Arlan! ahhh! daripada aku memikirkan ini lebih baik mikir gimana caranya buat nembak alma biar gk keduluan sama Ghavin" batin Danish.


Danish tidak terlalu curiga dengan nama itu. mungkin calon istrinya bernama hyra atau apa. sekarang Danish sedang berbaring di ranjang nya dan memikirkan sang gadis impian yaitu Alma.


*siapa suruh nolak perjodohan nya Danish?!. harusnya kamu terima biar kamu bisa nikah sama almaa.. ih kamu malah nolak sihh. yang dapet kakak kamu kan:'( _-author be like:v.


Alma pov


sekarang Alma sedang terlentang di ranjang nya sambil meratapi nasibnya sendiri. mulai besok Alma bukanlah seorang single, tapi seorang istri muda. dimana umurnya masih sangat muda jika menikah sekarang. tapi mau bagaimana lagi? mungkin ini sudah takdir untuk Alma. memang Alma memiliki target menikah Muda, tetapi ia menargetkan di usia 22 bukan di umur 16 tahun.


Alma beranjak dari kasurnya dan segera menunaikan shalat isya nya.


Note: Alma sudah selesai haid tadi sore.


"ya Allah, restuilah pernikahan hamba. walaupun hamba tidak menginginkan pernikahan ini tetapi hamba ingin menikah 1 kali seumur hidup seperti yang diajarkan oleh ayah dan ibu hamba. engkau membenci perpisahan dan hamba tidak ingin menikah lebih dari satu kali. semoga kak Arlan memang benar-benar jodoh hamba yang bisa mengayomi hamba dan anak hamba nanti. semoga dia bisa bertanggungjawab dan tidak selalu mementingkan uang dan kesenangan pribadi. RabbanaAthinaFiddunyaKhasanahWafil'aKhiratiKhasanahWakinaAdzabannar" doa yang dipanjatkan Alma dan meneteskan air matanya. tak terasa, ternyata ada yang mendengar doa Alma dari luar kamarnya karena Alma tidak menutup rapat pintunya.


"ya Allah terimakasih sudah mengirimkan Alma di dunia ini. Alma, mama sama papa tidak salah memilihmu untuk merubah sikap Arlan. semoga dengan keimanan mu yang tegak bisa benar-benar merubah Arlan" batin Nilam yang sedari tadi mendengar doa Alma.


///**///


keesokan paginya, Alma bangun pukul 3 pagi untuk shalat dan segera bersiap untuk pernikahannya nanti. di pikiran Alma, ia ingin sekali bunuh diri atau kabur dari rumah karena tidak menginginkan pernikahan ini. tapi Alma sudah berjanji dan menuruti apa keinginan sang ayah.


"Alma, ayo! sini di makeup sama dia lagi" pinta Yufi.


"iya ma" jawab Alma agak lemas.



DANISH SEPTIAN


END


BERSAMBUNG~