YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
kepercayaan?



"sekarang gw tanya sama Lo? LO GA MIKIRIN PERASAAN GW KAH?!" Teriak Alma yang mulai terisak.


"kan udah gw bilang, gw kesusahan Al"


"Kesusahan Lo bilang? lebih penting mana kepercayaan gua sama tu contekan hm? Lebih penting mana? JELASIN KE GW SEKARANG KAK!!" Emosi Alma mulai memuncak dan isakan nya semakin keras, dia berteriak dan memukul-mukul dada bidang Arlan.


"maafin gw Al, gw salah"


"minta maaf? maaf apa? kadang kepercayaan tu emang bisa hilang gitu aja. gw pelan-pelan paham itu, Lo mau bebas kan? silahkan, dengan ikhlas gw ngelepas Lo kak karena semua akan pergi pada waktunya" jelas Alma yang berjalan ke arah jendela.


Arlan menyusul Alma dan mencoba memeluknya dari belakang, tapi malah di tolak mentah-mentah oleh Alma.


"gw ga perlu pelukan Lo, GW KECEWA SAMA LO KAK!"


Alma kembali histeris dan melempar vas bunga yang ada di sebelahnya hingga pecah.


"AAAAAAA!!" teriak Alma meremas rambutnya keras, kemudian ia mengambil sebuah pecahan kaca itu dan menggenggam erat hingga mulailah darah mengalir dari telapak tangan kanan nya


"hiks,,, hiks" kemudian Alma tertunduk dan menangis kencang terisak-isak,


Arlan Dengan sigap membuka genggaman tangan Alma Dan mengambil pecahan kaca itu.


grepp-!!


Arlan langsung memeluk Alma erat, mendekap kepala Alma di dadanya dan mengelus rambut Alma.


"kenapa Lo ngelakuin ini kak, hiks" tangis Alma yang memukul-mukul pelan dada Arlan Dengan tangannya.


"maafin gw Al" tutur Arlan menopang dagu nya di kepala Alma.


"gw ga bakal ulangin hal sama lagi, besok gw bakal Bales ke dia soal perlakuan dia ke Lo, soal kejadian itu gw handle semuanya sampe semua nya selesai dan menurut gw udah setimpal, Lo masih mau percaya sama gw kan?"


"kepercayaan itu kunci langgeng nya rumah tangga kak, tapi Lo ngerusak kepercayaan gw, hiks"


"gw sayang sama Lo Al, gw ga mungkin lakuin hal sama lagi demi Lo"


Alma yang mendengar pernyataan itu langsung membalas pelukan Arlan dan menangis terisak-isak di dada Arlan.


Arlan sedikit pilu mendengar isakan Alma yang kencang di dadanya.


beberapa menit berlalu, Alma sudah tidak menangis lagi tetapi masih terisak-isak.


Arlan menangkup kedua pipi Alma


"mata ini ga boleh nangis lagi, gw ga bakal ulangin hal yang sama Al"


cup-!!


Arlan mencium kedua mata Alma.


"udah nangis nya, gw bersihin dulu tangan Lo" ucap Arlan kemudian di balas anggukan oleh Alma.


Arlan menelfon Pegawai hotel untuk membawakan PPPK,


5 menit kemudian PPPK sudah diantar di kamar dan Arlan mengobati Luka nya di ranjang.


"Jangan ulangin lagi, se marah-marah nya diri sendiri, Lo ga boleh Nyakitin diri sendiri" jelas Arlan sembari membersihkan luka Alma.


saat sedang memasang perban, Sesekali Arlan melirik ke arah Alma. tapi tetap saja, dia Menatap kosong ruangan yang ada.


Arlan merasa sangat bersalah karena menyebabkan ini semua, apalagi dia telah mengetahui jika Lidya dkk pernah ingin menyakiti Alma.


~


"perban nya udah selesai, Lo mau pulang?" tanya Arlan


Alma menggeleng


"besok aja kak, sayang duit nya harusnya semalem jadi cuma beberapa jam doang"


"Lo dari siang belom makan, mau cari makan?"


"gw ga laper kak" jawab Alma.


"engga ada, Lo harus makan. gw tadi bela-belain abis mandi kaga sisiran kaga ganti baju langsung kesini"


"ya ga usah kesini kalo gitu, Lo nya aja gitu ngapain kesini?"


" e eh, bukan gitu. udah udah, kuncir rambutnya terus kira berangkat" Ujar Arlan lalu ia berpikir sejenak karena Alma tak merespon perkataan nya.


"astaga tangan nya" batin Arlan menyadari nya.


kemudian, dia mengambil kuncir rambut Alma dan sebuah sisir.


Arlan duduk di belakang Alma, lalu mulai menyusiri rambut Alma dan mengikatnya dengan model Cepol.


~


semuanya sudah siap, sekarang Arlan dan Alma keluar dari kamar hotel dan turun ke bawah .


saat di bawah Arlan bertanya.


"terserah" jawab Singkat Alma.


"gw Inget, Alma suka nasi goreng di pinggir jalan itu. kesana aja kali ya" batin Arlan.


karena terlintas dalam benaknya, Ia langsung Merangkul pundak Alma dan mengantarkan nya ke mobil.


"sini!" Arlan membukakan pintu kemudian Alma pun masuk ke mobil lalu menutup pintunya.


Arlan menyusul kembali ke kursinya dan langsung menjalankan mobilnya, saat di perjalanan Alma bertanya.


"Lo mau kemana?"


"cari-cari dulu mana yang pas" jawab Arlan.


"hm oke" Alma kembali menatap jalan dengan datar.


20 menit kemudian, Sampailah Mereka di warung nasi goreng pak Bambang. ya, nasi goreng favorit Alma. Arlan memberhentikan mobilnya dan menatap Alma.


"wah?!" Alma bersemangat lalu langsung keluar dari mobil.


"astaga, baru juga gw mau nanya Al" gumam Arlan.


Alma segera keluar dan Disusul Arlan di belakangnya. Pak Bambang yang sudah lama tak berjumpa pun langsung Menyapa.


"ya Allah Al, udah lama engga kesini. nambah Geulis pisan" sapa pak Bambang membuat Alma terkekeh.


"haha iya makasih pak, maaf ya"


"iya gapapa Al, Monggo silahkan duduk dulu" pak Bambang mempersilahkan mereka berdua untuk duduk.


"nasi gorengnya 2 porsi ya pak, sedeng aja" pesan Arlan.


"siap, minum nya?"


"es teh 1 sama teh anget nya 1 aja"


"nggih, ditunggu"


Pak Bambang mulai memasak Nasi gorengnya.


Arlan mendekatkan kursi nya dengan kursi Alma dan Merapikan Surai rambut Alma.


"ngapain Lo?" ketus Alma.


"Kenapa harus tanya ngapain kalo gw rapihin rambut Lo" jawab Arlan santai.


"ga perlu kak" Tolak Alma menjauhkan rambutnya dari tangan Arlan.


"sampe kapan Lo marah kaya gini? kalo Lo udah ga marah gw bakal Tunjukin Lo sesuatu" bisik Arlan di telinga Alma.


"tunjukin apaan?" tanya Alma dingin.


Arlan menghela nafas nya dan menjawab


"kan udah gw bilang, Kalo udah ga marah baru gw tunjukin"


"serah!" Alma memalingkan wajahnya dan menatap arah lain.


beberapa saat kemudian, Pak Bambang datang dengan membawa 2 porsi nasi goreng dan 2 gelas teh sesuai pesanan.


"Monggo dinikmati"


"terimakasih pak" ujar Arlan.


"nggih sami sami"


pak Bambang kemudian beranjak dan meninggalkan mereka berdua. karena tangan kanan Alma yang di perban Arlan pun menyuapi Alma.


"aaa, buka mulutnya" Arlan menyodorkan Sesendok penuh.


"gw bisa makan sendiri kak" tolak Alma.


"Al, masa makan tangan kiri? yakali, lu mah jadi kidal? buka mulutnya cepet" bujuk Arlan kemudian Alma pun membuka mulutnya.


Arlan menyuapkan sesendok demi sesendok, kalau Alma sedang mengunyah nasi gorengnya baru Arlan akan makan dan kembali Menyuapi Alma.



..."Jangan pernah menyianyiakan kepercayaan yang sudah kau dapatkan, jika kau tidak ingin merasakan apa yang dinamakan kehilangan. ingat ini, kepercayaan itu bagaikan Kertas. jika sekali kau merusaknya, itu tidak akan pernah kembali sempurna walaupun kau meminta maaf seribu satu kalipun. kepercayaan itu akan kembali sempurna jika kau membuka lembaran baru(tidak mengulangi hal yang sama dan mengubah sifat mu itu menjadi lebih baik"...


...-Alma, 28'02'21...


𝐄𝖓𝖉


𝐁𝖊𝖗𝖘𝖆𝖒𝖇𝖚𝖓𝖌


maaf rada telat gaes haha:)