YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
telor balado



"gue tau Lo udah mulai cinta sama Alma tapi gue yakin dia masih suka sama cowo yang dia suka pas kelas 2 SMP" jujur Andhika.


"hah?!!" Arlan terkejut.


"iya, dia pernah suka sama cowo tapi pas kelas 2 SMP. tapi Alma itu Susah banget buat ngelupain laki-laki apalagi kalo dia udah terlanjur sayang dia bakal setia banget.. Lo harus buat dia ngelupain cowo itu soalnya setahu gue cowo itu mantan narapidana muda" ujar Andhika.


"tapi gimana caranya bang kalo Alma sendiri susah buat ditaklukin??' tanya Arlan.


"buat taklukin Alma tu mudah. cukup Lo selalu ada buat Alma, Lo peduli sama Alma, perhatian, dan yang paling penting Lo gk boleh kasarin Alma dia itu sensitif" jawan Andhika.


"iya bang"


"yaudah, gue duluan.. sukses bro gue yakin Lo bisa!"


"iya, thanks bang"


"santai aja"


Andhika pun pulang dan meninggalkan Arlan sendiri di resto itu. disini Arlan sedang berfikir bagaimana caranya menaklukan Alma dan membuat Alma memaafkannya. Arlan berpikir jika Alma sangat tertutup untuk urusan hati dan dia sangat sensitif sekali.


"gue harus bisa, nanti malem gue harus jemput Alma!" batin Arlan.


dengan keinginan yang sudah bulat dan tekad yang kuat membuat Arlan bersemangat dan tidak sabar menanti malam hari yang akan tiba. sebaliknya, Alma hanya bisa melamun, meneteskan air mata. bahkan liga 1 pun tidak bisa membuat Alma sedikit terhibur.


Yufi memasuki kamar Alma dan duduk di sofa sebelah Alma duduk.


"Alma, makan yuk. tadi mama buatin makanan kesukaan kamu(telor balado)"


"Alma gk laper ma" jawan Alma dengan mata yang tetap kosong.


"Alma, kalo kamu gk makan nanti malem kita gk usah jenguk Rara" ancam Yufi.


Alma terguncang kaget karena ancaman mamanya yang melarang nya untuk menjenguk Rara.


"ahh iya-iya ma Alma makan"


"bagus, yang kenyang ya biar besok tandingnya kuat"


"iya ma"


Alma pun langsung memakan makanan yang dibawa Yufi tadi. mau bagaimana pun juga perut Alma harus diisi dan lumayan juga dimasakin menu favorit nya.


usai makan, Alma turun kebawah untuk meletakkan piring dan gelasnya di dapur.


"loh? kak Alma pulang?" tanya Arya.


"dari kemaren malem. emang kenapa?"


"enggak sih, cuma kaget aja masa aku gk tau kakak pulang"


"iya"


______


16:32


Alma duduk di meja rias nya dan menyisir rambut panjang lurusnya. untuk hari ini, Alma harus melupakan masalah nya dahulu karena besok adalah hari pertandingan tim swagball


dan dia harus dalam keadaan baik karena anemia yang sudah Alma derita sejak ia tiba di dunia ini.


Alma menyisir perlahan rambut hitamnya itu. Dengan kaos putih oversize dan hot pants yang melekat di tubuhnya, membuat Bra merah Alma sedikit menerawang karena basah oleh tetesan air dari rambut Alma.


"waduhh, jedai gue mana ya?" Alma mengubrak Abrik laci meja riasnya.


"nah ketemu"


tiba-tiba saat Alma melihat dirinya di cermin, sosok laki-laki yang selama ini membuat ia menangis memeluknya dari belakang. dari raut wajahnya, Arlan terlihat sangat merasa bersalah dan sepertinya dia habis menangis.


"Al maafin gue. plissss gue janji gk bakal kasarin Lo lagi"


"gk ada gunanya!" ketus Alma.


"Alma, gue ngerasa kurang kalo gk ada Lo. plisss maafin gue. gue tahu kalau gue salah tapi kasih gue kesempatan sekali lagi. gue mohon Al"


"gk!! lebih baik Lo pergi sekarang dan untuk ini gue lagi berusaha ngelupain hal ini jadi pliss jangan temuin gue dulu biar gue cepet lupain hal ini!"


"Al" ucap Arlan lemas sembari meneteskan air matanya.


"kak, gue Bener bener belum bisa"


"yaudah, Lupain perlahan aja"


"iya kak"


Arlan beranjak pergi dari kamar Alma dengan perasaan kecewa, sedih dan marah. Arlan merasa jika dia gagal menjadi seorang suami yang baik dan bisa memimpin keluarganya.


andai waktu bisa diputar kembali, mungkin Arlan memilih diam dan tak protes dengan kedekatan Alma dan Revan.


______


Rs Ciptomangunkusumo


"mbak Rara udah baikan kan?" tanya Alma lembut dan mengelus tangan Rara.


"udah kok Al, makasih ya udah selamatin aku" ujar Rara dengan suara lemas khas orang baru sadar.


Yapp, Rara baru saja sadar setelah 2 hari pingsan dan terbaring di rumah sakit. walaupun masih terasa lemas, Rara sudah bisa berbicara dan berdialog dengan lainnya.


"Ra kamu udah bangun?!" Andhika tiba-tiba saja datang bagaikan jailangkung yang datang tak diantar dan pulang tak dijemput.


"et dah bang! Lo udah kaya jelangkung aja!" cibir Alma


"ehh jelangkung sama gue itu beda jauhhhh! bagaikan langit dan bumi" jawab Andhika.


"iya beda jauh, Lo persis nya sama jenglot" sahut Alma.


"Yee ni bocah minta ditampol sama sandal swallow!"


"gk ah gue maunya ditraktir aja!"


"dasar kere lu Al!"


"Uda udah, kalian bertengkar Mulu! ini rumah sakit gk bole berisik" Rara menegur mereka.


"iya maaf" Andhika dan Alma.


END


BERSAMBUNG~