YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
Della



"ah, sini biar gue suapin" Alma mengambil mangkuk bubur di paha Arlan.


Alma menyuapi Arlan dengan telatennya.


selesai menyuapi Arlan, Alma meletakkan mangkuk nya di meja sofa dan mengambil Donat dan Bubble Tea nya.


"mau Donat gak?" tawar Alma


"Gue yang rasa coklat aja" jawab Arlan.


"nih" Alma memberikan sebuah Donat berasa coklat.


"tadi pertandingan Lo gimana? Lo kan menang?" tanya Arlan.


"biarin aja nanti kan ada kak Ghavin" jawab Alma.


"oh, oke"


tak terasa malam pun Tiba, Alma yang baru saja menyelesaikan sholatnya pergi ke dapur untuk membantu Bu Lastri memasak makan malam dan makanan untuk Arlan.


"malem bi" sapa Alma.


"malem juga non" balas bi Lastri dengan senyumannya.


"bibi masak apa?" tanya Alma.


"cumi asam manis, udang cryspy sama cumi pedas" jawab bibi.


"oh seafood. yaudah Alma bantuin bikin udangnya aja soalnya yang cumi belum bisa. heheh" Alma cengar-cengir.


"gk papa non. udah bisa masak aja udah syukur banget"


"iya Bi"


selesai memasak, Alma menyiapkan makanan untuk Arlan dan dirinya.


"Bi, aku makan di dalem sama kak Arlan ya"


"iya non"


Alma membawa 2 Piring makanan ke kamar untuk dimakan bersama Arlan.


"kak, ini makanannya. dimakan!"


"iya bawel!"


*****


keesokan paginya, untuk hari ini Arlan izin karena sakit dan Alma berangkat bersama pak Harto dan diikuti Danish dari belakang


17 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di sekolah. Danish memarkirkan motornya di parkiran lalu Alma keluar dari mobilnya.


"makasih ya pak"


"iya non"


"kak, kemaren gimana?" tanya Alma.


"hai sayang" sapa Della. masih ingatkah Della itu siapa? pasti ingat lah.


"kak, ini pacar kamu? cantik banget. hai kenalin aku Alma temennya kak Danish"


"hai juga Alma, aku Della pacarnya Danish"


"yaudah kak, aku pergi dulu ya"


"iya Al, byee"


Alma pun meninggalkan Danish dan Della berdua.


"eh Lo ngapain kesini?!" tanya Danish.


"aku udah resmi pindah di sekolah ini" jawan Della.


"oh"


"sayang, anterin aku ke toko buku bentar ya" pinta Della.


"beli aja sendiri!"


"plisss yaa plisss sayangg"


"ah yaudah ayo!"


"beneran nih? serius gak bercanda?" Della memastikan.


"ayo sebelum gue berubah pikiran!!"


"mana helm nya? ini kok cuma 1?" tanya Della.


"pake kresek!" ketus Danish.


"untung sayang kalo gak gue tampol pake teflon"


"apa yang pelan-pelan?" .


"menurut Lo?"


"pelan-pelan kamu cinta sama aku. pelan-pelan kamu nikahin aku terus malam pertama nya juga pelan-pelan"


Danish menyentil pelan dahi Della.


"Lo tu perempuan kok malah pikirannya lebih mesum daripada laki-laki?"


"namanya juga sayang"


"tau! gak waras lu!"


dengan terpaksa, Danish mengantarkan Della ke toko buku untuk membeli beberapa buku sekalian juga membeli buku materi OSIS.


sementara Alma, ia sedang berjalan menuju kelas pertama nya yaitu kelas X IPA 1.


"eh Riski, Zain. kalian berdua ngapain?" tanya Alma.


"mencari rezeki dari keteledoran orang lain" jawab Zain.


"bukannya di visi misi gak boleh nyolong pulpen dan saudaranya?" tanya Alma


"siapa yang nulis gitu?! gue nulisnya suruh jaga bukan nyolong! iya kan Ki?" ucap Zain.


"iya, tau tuh si Alma!" sahut Riski.


"siapa sih Lo kok anak presiden bukan. anak perdana menteri bukan. tapi ke PD an nya minta ampun" cibir Alma.


"kenalin gue orang yang bantuin gulung kabel di nikahan anaknya presiden" ucap Zain.


"gila!!" sahut Alma


"gila tapi baik kan"


"baik puser Lo muter. ya kali Lo baik. tapi sukanya meres"


"udah! Lo ngapain kesini? bukannya kelas Lo di lantai 3?" tanya Riski.


"gue mau ambil buku di loker gue"


"oh"


"yaudah byee" Alma mulai beranjak.


"ehh all!!!" panggil Zain.


"apaan?" tanya Alma.


"caranya dapet pacar Gimana?" Zain bertanya yang tak masuk akal.


"kalo Lo tanya gue gue tanya siapa? rumput yang dangdutan apa cecak² di toples?" ucap Alma


"Lo ma gak bisa diajak kompromi" kesal Zain.


"serah!"Alma langsung keluar kelas dan pergi ke kelasnya yang berada di lantai 3.


*****


jam pertama dan kedua sudah berlalu begitu saja, denting bel pun mulai berbunyi dan para siswa berhamburan keluar dan menuju kantin. sebenarnya di setiap lantai sekolah ada kantin sediri tapi Alma lebih memilih ke kantin lantai 1 Karena teman-temannya berada disana


Note: Lantai 1 untuk kelas X (termasuk IPA dan IPS jadi kira-kira ada 10 kelas dan beberapa ruangan lainnya),


Lantai 2 untuk kelas XI (termasuk IPA dan IPS jadi kira-kira ada 10 kelas dan beberapa ruangan lainnya),


Lantai 3 untuk kelas XII (termasuk IPA dan IPS jadi kira-kira ada 10 kelas dan beberapa ruangan lainnya)


****


kantin lantai 1.


"nahh si tiang listrik udah dateng nih" ucap Zain.


"mana cireng nya? katanya traktir?" sambung Zain.


"beli aja nih duitnya" Alma memberikan 1 lembar uang 5 ribuan.


"makasih Mak broo"


"hmmm"


***END


BERSAMBUNG~


REVAN SAPUTRA***