YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
kasihan



Danish dan Zain pun membawa kedua siswi centil itu pergi dari Kantin dengan diikuti oleh Alma dkk Arlan dan Ghavin.


sesampainya di ruangan BK, kedua siswi centil itu sedikit memberontak dan menginjak kaki Zain dan Danish.


"eh gorila! sakit woy!!" sahut Zain.


"woy jangan kabur!!!" teriak Danish.


dengan Sigap, Arlan langsung menarik rambut salah satu dari mereka dan membuat dia merintih kesakitan.


"ahh! lepasin kak! pliasee" ujar siswi centil 1 yang tak diketahui namanya.


"masuk apa rambut Lo ilang?"


"i iya kak gue masuk" pasrah siswa centil 1.


akhirnya, Siswa centil 3 yang tadi sudah kabur sedang dikejar-kejar oleh beberapa anggota osis dan sekarang tinggal siswa centil 1 yang akan di interogasi.


"siang, anak kelas mana ya?" tanya pak Irawan Selaku kepala sekolah dan guru BK.


"saya anak kelas X IPS 4 pak" jawab nya.


"oke sebentar saya lihat absennya dulu"


"iya pak"


Disana, Alma Arlan dkk hanya menyimak pembicaraan antar guru dan siswi itu.


"maaf namanya siapa ya? di absen dan data diri siswa tidak ada foto kamu?" tanya pak Irawan.


"saya murid baru pindahan kemarin lusa pak. nama saya Aprilia marwa bisa dipanggil Lia" ujar siswa centil 1 itu yang ternyata bernama Lia.


"oh pantesan.. oke, kenapa kamu dan teman kamu yang itu menyerang Alma dan Vanya?"


"saya tidak ada niat jahat pak. sebenarnya dia yang memulai perkelahian ini" ucap Lia.


"eh! mana ada kita yang mulai?! Lo ya yang mulai! Lo yang ngehina kita duluan!" sahut Vanya penuh emosi.


"Vanya-Vanya udah! biarin dia ngomong" sela Ghavin.


"dia memutar balikkan fakta kak!"


"udah Vanya tenang"


"iya kak"


***


intograsi pun selesai, siswa centil 3 yang ternyata bernama Risa sudah di cegat dan dibawa ke BK. Lia dan Risa mendapatkan hukuman skorsing selama 2 Minggu.


"emosi gue! untung aja mereka dihukum!" ucap Vanya.


"Lo daritadi ngegas Mulu! udah diem Napa lagian mereka juga udah di skors!"


"ya gak gitu juga Alma!"


"gimana? udah lah gak usah terlalu dipikirin. nanti gue ada pelajaran biologi"


"iya udah, Lo duluan aja. bentar lagi Lo juga gue juga masuk"


"yaudah Van, gue duluan ya. Lo bareng Ama Zain sana biar tambah pusing" goda Alma.


"iuuhhh, ya kali gue Ama dia. langsung stroke gue!"


Vanya pun pergi seorang diri.


"ngambek? yaudah, gue duluan ya bye" Alma hendak pergi tapi ditahan oleh Arlan.


"hm?"


"bareng!"


"iyaaaa"


"yaudah. kak, raja be*o gue duluan ya"


"iya Al"


mereka berdua pun pergi. menaiki eskalator berdua dengan posisi sejajar. tangan yang mengait. entah kenapa sekarang Arlan begitu menempel pada Alma.


"udah sampe, gue masuk duluan" ucap Alma.


"iya udah masuk aja"


"oke"


Alma pun masuk ke kelasnya dan duduk di bangkunya.


"semoga Lidya gak lakuin yang aneh-aneh sama Lo Al. gue paham banget sifat Lidya. dia itu bakal lakuin apapun demi mendapatkan yang dia mau" batin Arlan lalu pergi ke kelasnya.


***


malam pun Tiba, entah kenapa hari ini perut Alma terasa sakit padahal hari pertama menstruasinya kemarin bukan hari ini.


"Al, ayo makan" ajak Arlan.


"enggak kak. perut gue sakit banget. Lo duluan aja" jawan Alma.


"Lo makan pedes? kok sakit?" tanya Arlan.


"enggak, udah biasa kok"


"biasa gimana?"


"udah! ini urusan betina. jantan mana paham? udah Lo makan duluan aja"


Di meja makan~


"loh? Alma kemana Ar?" tanya Nilam.


"dia di kamar. katanya perutnya sakit" jawab Arlan.


"haid?" Nilam memicingkan matanya.


"iya. katanya mulai kemarin tapi sakitnya pas abis magrib tadi" ucap Arlan.


"nanti abis makan kamu kasih yogurt sama teh jahe biar agak mendingan perutnya"


"iya ma"


selesai makan malam, Arlan segera menghampiri Bi Lastri yang berada di dapur untuk meminta yogurt dan teh jahe.


"Bi, tolong buatin teh jahe ya" pinta Arlan.


"iya den. tapi ngomong-ngomong den Arlan sakit?" tanya Bi Lastri.


"enggak bi. itu buat si Alma. perutnya sakit katanya"


"oh haid.. yaudah, bibi buatin dulu"


"iya Bi"


**"


"ini den teh nya sama yogurt nya" ucap Bi Lastri memberikan se cangkir teh jahe dan sebotol yogurt.


"iya Bi makasih ya"


"sama sama den"


Arlan langsung membawa teh jahe dan yogurt nya ke kamarnya.


"Al ini diminum dulu biar gak sakit kata mama" ucap Arlan mencoba membangunkan Alma yang sedang tidur sembari menahan rasa sakit di perutnya.


"iya" jawab Alma dengan lemasnya.


"sakit banget ya? kok sampe pucet gitu?" tanya Arlan.


"iya"


"yaudah sini gue bantuin duduk"


Arlan segera membantu Alma untuk duduk karena sepertinya Alma begitu kesakitan dengan wajah yang pucat itu.


"ini diminum" ucap Arlan meminumkan teh jahe nya ke mulut Alma.


"udah kak" .


"gimana udah mendingan?"


"belum"


"yaudah Lo tiduran aja. yogurt nya gak diminum?"


"gak, gue lagi mual bayangin minum yogurt"


"ya gak usa dibayangin"


"serah"


Alma langsung mencoba membaringkan tubuhnya secara perlahan karena rasa sakitnya yang semakin terasa padahal sudah meminum tehnya.


setelah melihat Alma yang mulai memejamkan matanya, Arlan menyusul berbaring di sebelahnya lalu muaki memainkan ponselnya.


saat bermain ponsel, Arlan mendengar suara isakan Alma dan sepertinya Alma Bernafas sesak.


"Al, Lo gapapa?"


".........."


"Al"


".........."


Arlan mencoba memberikan diri untuk melihat wajah Alma. saat melihat wajah Alma, Arlan melihat wajah Alma yang semakin pucat dan tangan Alma yang memegang perutnya dengan sangat erat. Alma juga menangis karena rasa sakitnya.


karena merasa kasihan melihat kondisi Alma seperti itu, Arlan mencoba melumahkan tubuh Alma yang semula miring membelakangi nya.


Arlan mulai mengangkat piyama Alma dan menampakkan perut rata Alma lalu Arlan mulai mengelus elus Perut Alma dengan lembut agar dapat menetralisir sakit nya.


tapi Alma mulai membuka matanya dan melihat tangan Arlan yang mengelus perutnya.


Arlan yang menyadari jika Alma melihat tangannya segera menjauhkan tangannya dari perut Alma.


"maaf, gue cuma kasian liat Lo nahan rasa sakit" ucap Arlan tapi tangan malah dipegang oleh Alma.


Arlan yang kebingungan mulai mengangkat salah satu alisnya.


tangan Alma mulai mengarahkan tangan Arlan ke perutnya. sekarang tangan Arlan sudah menempel sempurna di perut Alma.


"lanjutin. gue rasa sakitnya mulai hilang" ujar Alma dengan tatapan sayu dan suara lemasnya.


tanpa berkata-kata, Arlan langsung mengelus kembali perut Alma. sedangkan Alma yang menikmati sentuhan Arlan itu pun mulai tertidur.


"untuk mendinginkan. gue kasian liat Lo sakit Al" batin Arlan.


END


BERSAMBUNG~