YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
pulang



"ayo kita ber dukun di gunung ilmu hitam!"


"stress!!"


"apapan seh!!"


"gue yakin nih!! seorang kak Arlan yang kek gini tu ketularan kak mikoplok!!" Alma menebak nebak karena Arlan Sekarang sering bercanda.


"eh bukan urusan lu!" sinis Arlan.


"ehh! minta jadi napi ni anak!" kesal Alma.


"napi? kasus apa yang bakal Lo laporin?!!" ucap Arlan membuang wajahnya ke arah lain.


"berdukun, bertapa, sama belajar mau kuliah S3 jurusan persantetan!!"


"eh! emang ada pasal undang-undang nya? ngayal aja lu jadi anak Al!!"


"sapa yang ngayal. gue bakal bangunin anggota DPR terus suruh mereka buat undang-undang kalo orang pake santet hukuman nya dikejar banaspati 7 hari 7 malem!!"


*Banaspati adalah sebutan bagi hantu atau roh jahat dengan ilmu hitam tingkat tinggi yang memiliki wujud seperti api dan berelemen utama api. Sosoknya bisa mengambil bentuk bola api atau pusaran api. Hantu ini biasanya terbang rendah dari satu tempat ke yang tempat lain dengan mengambil rupa layaknya. tambahan: kata Abang aku buat ngirim santet tapi aku kurang tau juga soalnya aku liat gitu cuma melayang diem!


"idih ogah!!!" sinis Arlan.


"rasakan sensasi makan paku dan perut penuh paku!" ucap Alma dengan puitis nya.


"ingin ku men sleding pala mu Al!" ujar Arlan.


tak lama kemudian, Yufi dan dokter memasuki ruangan Alma untuk memeriksa kondisi Alma sekarang.


dokter itu pun mulai mengecek detak jantung dan lain-lainnya.


"kondisi Alma sudah baik, nanti malam boleh pulang karena kesehatan nya sudah baik" jelas nya.


"oh, ya sudah dok! terima kasih infonya!"


"iya Bu, sudah kewajiban saya. kalau begitu saya permisi ke pasien saya yang lain. permisi!" pamit nya.


"iya dok, sekali lagi terima kasih!"


"sama-sama bu!"


dokter itu pergi~


"hadehhh! aku Alma udah boleh pulang kan? sekarang aja yuk! nanti Alma pulang ke rumah mama. Alma udah izin kok ke mama Nilam" izin Alma.


"yaudah, nanti bajunya dipindah buat beberapa Minggu. 2 Minggu apa sebulan nih?"


"ya lama! kangen rumah soalnya"


"hmmmm, anak mama!"


"Arlan, tolong telfon orang rumah buat ngirim barang-barang nya Alma. baju nya dikit aja. jangan lupa baju kamu juga!" pinta Yufi.


"iya ma"


Arlan pun menelfon bi Lastri untuk mengemasi barang-barang, pakaian nya dan beberapa pakaian Alma lalu dikirim ke rumah Yufi.


"udah ma, nanti di antar" ucap Arlan.


"iya, makasih ya! yang betah tinggal di rumah..awas aja nanti di jahilin Andhika soalnya dia suka ganggu orang dari kecil"


"maksudnya?" tanya Alma dan Arlan.


"ya gitu, dia suka ganggu. contoh pas dulu honeymoon. kan Andhika udah di pesenin kamar sendiri tapi malem-malem malah gedor-gedor pintu" jelas Yufi.


"jadi kegiatan mama pas buat Alma diganggu bang Dhika?"


"eumm sekiranya begitu!"


"ya ampun! bang Dhika emang punya tanda-tanda seorang anak pungud"


"heh! gak boleh gitu Al! buat nya susah² malah dihina anak pungut. iya kan ma" ucap Arlan.


"hadehhh pasangan aneh! mama berani bilang gini karena kalian juga bakal ngalamin. Ingat! satu untuk seumur hidup! paham?!" tegas Yufi dan merangkul Alma dan Arlan.


"iya ma!"


"fighting buat kalian berdua!"


"iya ma"


"hihh gue jijik kalo kek gini, suami istri boleh tapi jangan diungkit ungkit terus ngomongin kek gitu juga ma!" batin Alma.


"hmmm gue masih muda dan gue di omongin tentang dunia per 21+ an" batin Arlan.


malam pun tiba, Alma bersiap untuk segera pulang karena dokter sudah mengizinkan nya.


"pake kursi roda ya Al" ucap Yufi.


"gak usah ma, lagian Alma udah sehat walafiat. tenang aja" tolak Alma.


"oh yaudah yok" ajak Yufi.


"Vanya gimana ma?" tanya Alma.


"Vanya biar mama yang ngurus kamu pulang sana sama Arlan" punya Yufi.


"iya ma"


Arlan dan Alma pun berangkat ke rumah berdua saja karena Yufi menemani Vanya terlebih dahulu.


di perjalanan~


"gue yang bawa!" jawab Arlan.


"mana!" Alma meminta hp nya.


"buat apa sih Al!!"


"Pou gue belum gue kasih makan!" ujar Alma.


"kek anak bayi aje lu mainin pou hahaha!" tawa Arlan.


"diem lu! gue jitak juga pala lu kak!"


"udah diem! mampir makan dulu. pengen makan apa?" Arlan mengelus rambut Alma.


"eumm, pengen baso yang gede!" ucap Alma.


"yaudah"


Arlan melajukan mobilnya menuju tempat dimana bakso yang Alma inginkan.


sesampainya disana, mereka memasuki tempat makan nya dan memesan.


"selamat datang dan selamat malam, ingin memesan apa?" tanya pelayanan itu.


"bakso beranak nya 1 sama bakso lava nya" pesan Arlan.


"minum nya?"


"lemon tea 2"


"terimakasih, silahkan ditunggu"


"iya"


"yakin lu kuat makan pedes kak?" Alma tak yakin.


"pernah kesini jadi ya b aja" ucap sombong Arlan.


"kan kan narsis nya kumat!" sinis Alma.


"btw gimana hubungan kita kak?" ucap Alma bingung.


"hubungan kita? ya gini-gini aja. emang mau gimana lagi? kan udah nikah yaudah sah aja!" jawab Arlan santai.


"bukan gitu! Lo gak niat bilang ke temen-temen Lo gitu? kak Roy udah tau dulu" ujar Alma.


"udah Lo tenang aja, masalah mereka gue yang urus! kita jalanin aja apa yang Ada. belajar buat menerima kehadiran masing-masing" jelas Arlan.


"sejak kapan Lo jadi kek gini?" Alma menyipitkan matanya.


"ya gue nurut kata mama biar dapet warisan!"


"astaghfirullah kak Arlan, kamu ini berdosa banget dengan orang tua sendiri!!"


"permisi! pesanan nya"


"iya terima kasih"


mereka pun memakan makanan mereka masing-masing. seandainya Alma tidak baru pulang dari rumah sakit pasti memesan bakso lava seperti Arlan.


"kak!" panggil Alma.


"hm?" Arlan mendongak menatap Alma.


"pengen bakso kecil nya boleh ya" pinta Alma.


"Lo baru pulang Alma!"


"plisss" Alma memasang wajah imut nya.


"nah kan! yaudah 1 aja boleh kali ya. kalo sakit bukan urusan gue" batin Arlan.


"yaudah nih" Arlan menyuapkan satu bakso kecil.


"eummm, enak!"


"udah! nanti Lo sakit lagi!"


"iyaaaaa kak!!"


merekapun menghabiskan makanannya. mereka meminum minuman nya dan Alma kembali bertanya.


"kak, kalo Lidya gimana? gue takut soalnya kak Danish pernah cerita ke gue!"


"Lidya? yang Lo takutin apaan? dia gak berguna tau gak!"


"belakang ini gue sering banget dapat SMS dari nomer gak dikenal terus kaya gak terima kita ada hubungan!"


Arlan menggenggam tangan Alma.


"Alma! gak ada yang perlu Lo takutin!" jelas Arlan.


"iya kak!" ucap Alma.


"gue gak mungkin biarin itu terjadi! gue sayang sama Lo Al!"


END


BERSAMBUNG~