YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
Terkejut!



"Alma, kamu harus siap. ingat pesen papa."


"iya ma, Alma siap".


"Yaudah, mama ke bawah dulu. kamu pake Anting nya"


Yufi pun beranjak dari kamar Alma dan langsung menuju ruang tamu untuk menyapa calon besan dan calon menantu nya.


"ya Allah semoga suami pilihan papa gk jelek gk tua sama jangan yang mafia² an. semoga laki-lakinya ganteng, tinggi, putih kaya terus masih muda. seenggaknya beda 5 tahun aja" batin Alma.


*


di ruang tamu.


"Yuf, mana anaknya? kok jadi gk sabar gitu liat anak perempuan kamu. terakhir liat pas dia lahir di rumah sakit terus si Arlan juga gk ikut dulu" ujar Nilam.


"dia masih kelas 1 SMA lam, semoga niat kita ini bisa membuat Alma sama Arlan bahagia dan bisa membuat mereka berdua jadi pribadi yang mandiri dan lebih dewasa" jawab Yufi.


"Bentar, biar aku panggil" sambung Yufi.


"Alma, ayo turun nak. semua udah nungguin?" teriak Yufi memanggil Alma.


"iya ma!" sahut Alma dari kamarnya.


"kok kaya kenal suaranya ya? tapi siapa?"


batin Arlan.


Alma turun dengan gugup dan tangannya berkeringat saking gugupnya. Tino dan Nilam hanya melihat Alma dengan tatapan kekaguman sedangkan Arlan masih tidak mengetahui jika itu Alma karena Alma menunduk. begitu pun Alma, Alma juga tidak tau jika calon suaminya adalah Arlan.


"sini Al, duduk disebelah mama" ajak Yufi.


"iya ma"


"hai Al, ini calon suami kamu kenalan gih" pinta Nilam.


Alma dan Arlan pun saling memandang.


"Alma?" kaget Arlan.


"kak Arlan" ucap Alma dengan sedikit berteriak.


"Kalian sudah saling mengenal? bagus kalau begitu. kita tidak usah repot-repot untuk memperkenalkan kalian" ujar Tino lega karena Alma dan Arlan sudah saling kenal.


"ma, kenapa harus cowo nyebelin ini?" protes Alma.


"pa, cewek gila ini yang bakal jadi istri Arlan" protes Arlan.


"heii!, kalian itu harus akur. gk boleh kaya gini. kalian itu bakal menikah di waktu dekat ini" tegur Nilam.


"aku gk mau ma" protes Alma.


"Alma, yang baik dong" ujar Yufi.


"kalian harus nikah titik! gk pake koma!" perintah Riko.


"gue terpaksa ya kak" ucap Alma.


"gue juga terpaksa" jawab Arlan.


"gimana kalau Minggu depan?" jawab Tino.


"ha!! Minggu depan?" teriak Alma dan Arlan bersamaan.


"ma, udah kompak tu. besok aja dinikahin ke KUA" cibir Andhika yang baru pulang.


"ngapain sih bang. bukannya salam dulu malah nyibir adeknya" gerutu Alma.


"ma, pa, om Tante" sapa Andhika dan mencium punggung tangan Riko, Yufi, Tino dan Nilam.


"anak ganteng, kelas berapa?" tanya Nilam.


"baru S1 Tan" jawab Andhika.


"iya"


"Dhika ke atas dulu ya permisi" pamit Andhika.


"Yuf, anak-anak kamu pinter-pinter banget ya, pada ngerti sopan santun" puji Tino.


"anak aku juga kali Tin" kekeh Riko.


"hehe, iya itu anak kalian berduaan" canda Tino.


"yaudah, dilanjut aja ya. Gimana? Minggu depan aja?" tanya Nilam.


"oke saya setuju, fiks Minggu depan aja" jawan Riko dengan yakin nya.


disini Arlan dan Alma hanya pasrah dan saling menatap dengan tatapan membunuh dari Alma maupun Arlan sendiri.


"baik, hari sudah ditentukan. mulai besok kita akan menyiapkan pernikahannya. jadi untuk pernikahannya hanya mengundang tamu inti saja. untuk resepsi, kita tunggu waktu yang pas" jelas Tino.


"oke" balas Riko, Yufi dan Nilam bersamaan.


"Arlan, besok mau jemput Alma buat berangkat bareng. inget! pulangnya juga harus bareng" pinta Nilam.


"tapi ma, kalo yang lain tau gimana?"


"yaudah, turunin Alma di halte deket sekolah aja"


"yaudah, terserah mama aja"


keluarga Arlan pun pulang dan sekarang raut wajah Riko dan Yufi nampak sangat bahagianya.


"ma, Alma ke kamar dulu mau nonton bola" izin Alma.


"iya" jawab Yufi.


Alma beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar nya dan Mengganti bajunya dengan kaos Jersey Persebaya dan celana jeans hitam karena ingin melihat liga 1 hari ini. dari dulu Alma sangat menyukai sepakbola dan dia juga bukan penyuka semua tim dia hanya menyukai Persebaya Persib dan Madura united karena tim bola tersebut bersaudara.


"saat ini.... kita.. dipertemukan kembali..." Alma menyanyikan lagu song for pride khas Bonek Bonita.


END


BERSAMBUNG