
/////***//////
Vanya dipindahkan di ruang Operasi, Yufi dan Nilam menunggu di depan ruang operasi sedangkan Arlan dan Alma, mereka makan di kamar rawat Alma.
"Al, kalo Vanya dipanggil Malaikat duluan gimana?" tanya Arlan.
"enak aja Lo ngomong nya! Lo kira Vanya anak TK yang dipanggil gurunya gitua aja! doa in tu yang bagus-bagus. semoga operasi nya lancar kek, cepet sembuh kek. lah ini? malah di doa in biar cepet mati!!" kesal Alma.
"bukan kek gitu juga kali Al!" ujar Arlan.
"udah sini makan lagi!" sambung Arlan.
Arlan menyuapkan sesendok demi sesendok bubur karena tangan yang di infus adalah tangan Alma yang sebelah kanan.
"dah habis! sana tidur!" perintah Arlan.
"enak aja! ganti baju sana! apek tau nggak!!" cibir Alma.
"yeee mana ada bau!! nih cium nih cium baju gue" ucap Arlan
"mana hm?" Alma mencium bau baju Arlan.
cup
Arlan mencium kening Alma saat Alma mencium bajunya.
"ihh apaan sih!!" kesal Alma.
"yeee kena prank! udah, gue mau ganti baju dulu! byeee" pamit Arlan.
"pergilah dan jangan kembali" gumam Alma.
________________________
3 jam berlalu, Alma, Arlan, Ghavin, Danish, Raina, Mya, Yufi dan Nilam sedang menunggu di depan ruang operasi.
waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, lampu yang semula berwarna merah menjadi hijau pertanda operasi sudah selesai.
"Alhamdulillah!" ucap syukur mereka semua.
"permisi!" ucap nya.
"dok! gimana dok?" tanya ibu Raina.
"syukur lah, operasi Vanya berjalan dengan lancar. mungkin setengah jam lagi dia akan siuman selepas efek obat bius nya" jelas nya.
"boleh masuk?" tanya Ghavin.
"sebentar, Vanya harus dipindahkan ke ruang rawat dulu baru kalian boleh menjenguk karena ruang operasi harus steril"
"baik dok"
20 menit kemudian~
Ruang Rawat.
"Al! tadi kamu udah makan kan?" tanya Yufi.
"udah kok ma" jawab Alma.
"si Arlan kemana?" ucap Nilam.
"tadi Alma usir pulang biar mandi terus ganti baju, heheh" kekeh Alma.
"samlekom" ucap Arlan yang mengintip dari celah pintu.
"ni anak bandel banget sih! udah tau ini rumah sakit malah kek gitu! sini!!" perintah Nilam.
"ya maap hehe" kekeh Arlan.
"eh!!!"
"tangannya gerak!!" sahut Raina.
"HAH?!!"
"iya, gue ngerasa banget!!"
"yaudah kita tunggu dulu"
dilihat lihat mata Vanya juga mencoba untuk terbuka.
"eh iya! matanya juga kaya mau melek" sahut Mya.
"husttt diem kita lihat dulu" ucap Danish.
"hnghhhh" Vanya mengerang pelan.
"Vanya?! sadar Van kita disini!!" ucap Raina menggenggam tangan Vanya.
"hah? rumah sakit? kenapa gue gak mati aja!" ucap Vanya pelan.
"Vanya, gak boleh bilang gitu. kita hidup juga karena Allah. Allah gak suka hamba nya bunuh diri. Vanya harus semangat. gak pikirin nanti mama kamu kayak gimana tau anaknya bunuh diri?" ujar Yufi sembari mengelus kepala Vanya.
"tapi Tan"
"udah gak ada tapi tapi an lagi! kalo kamu lelah sama kehidupan kamu, kamu bisa curhat ke Alma, temen-temen kamu, atau Tante juga bisa. mungkin aja kita bisa bantu" jelas Yufi.
"iya Tan"
"yaudah, sekarang kamu semangat demi kesembuhan kamu. selamat istirahat" ucap Yufi.
"makasih ya, Tante. aku gak tau gimana lagi kalo aku di rumah sakit kalo gak ada Tante"
"iya Van, sehat-sehat ya. kita kita mau pulang. Raina yang nunggu kamu"
"iya Tan"
_________________________
19:00
Ruangan Alma.
"enak banget nasi gorengnya kak. beli dimana?" tanya Alma.
"nasi goreng nya pak Bambang" ucap Arlan dan membuat Alma tertawa.
"ngapa lu ketawa?" sinis Arlan.
"suka juga Lo sama nasi goreng nya pak Bambang!" goda Alma.
"eummmm" jawab pasrah Arlan.
"yhahahhha! suka juga lu kak. makanan pinggir jalan tu gak semuanya kotor, gak enak apalah itu." jelas Alma.
"udah diem!! sini, aaaa" Arlan menyuapkan nasi gorengnya.
"btw, ujian bentar lagi. udah pahamim pelajaran belom?" ucap Alma dengan mulut penuh.
"telen dulu baru ngomong! keselek tau rasa lu!!"
"heheh" kekeh Alma.
"dasar nakal!!" ejek Arlan.
"urusan gue wleeee" cibir Alma.
"maklum in aja, titisan pantat kadal mah kek gini!" gumam Arlan.
"assalamualaikum!!!!"
"waalaikumslaam, sapee?!" tanya Alma.
"gue dateng nih!!" ucap Zain.
"hai bang Arlan"
"hmmm"
"woehhh pak ketu, bawa pa'an tuh?" tanya Alma.
"bawa rujak buah" jawab Zain seperti seorang suci dari dosa.
"lahhh?!!!" sahut Arlan dan Alma bersamaan.
"kenapa? terlalu enak? ini murah kok cuma 15 Rebu aja" ucap Zain santai.
"eh kolor Hulk! mana boleh orang anemia makan rujak buah!!!! kok begho nya murni sih!!" keluh Arlan.
"lu anak IPA Lo! kok gak tau sih pak ketuaaaaa! udah visi misi nya aneh sekarang malah bawain rujak buah!!" ujar Alma.
"jadi gak boleh ya?"
"ya gak boleh lah!!"
"oh yaudah gue makan sendiri aja rujaknya"
"ya sok lah!"
"plisss gua bingung Ama nih anak. kalo di katain Begho dia anak IPA 1. dikatain pinter juga gak cocok. anak nya sape sih apa titisannya bang idoy di sinetron dunia terbalik" batin Alma.
"Alma darimana nih dapet temen modelan kek beginian. maklum lah mungkin otaknya di kaki kaya Patrick star" batin Arlan.
"alma! mbak Dateng"
"hai mbak Rara, gimana kerjaan nya?"
"lancar lancar aja kok"
"hai mbak, nambah cantik aja" goda Zain.
"heheh makasih pujian nya hehehe" kekeh Rara.
"Dateng sama siapa mbak?" tanya Zain.
"biasa, Ama Andhika" jawab Rara.
"oh Abang nya Alma.. jangan-jangan kalian saling suka yaaa? hayoooo ngaku!!!" goda Zain.
"hih!! pa'an sih!!"
"gapapa kali mbak, kalo mbak suka sama bang Dhika aku malah seneng soalnya dapet mbak pinter kaya mbak" ujar Alma.
"aku ter bully kan disini" ucap Rara.
"haiii!!"
"darimana bang?" tanya Alma.
"top up pubg di Alfa sebelah" jawab Andhika lalu duduk di sofa.
"yailah! pubg aja!"
"main game dapet uang woeee!!" seru Andhika.
"mabar yok bang" ajak Arlan.
"ayo lah!" lu ikut kagak?"
"boleh² tapi gua noob" ucap Zain.
"udah tenang aja, kalo ada yang pro bisa lah chicken"
"yaudah yok"
Arlan dan Zain menghampiri Andhika dan mulai permainan nya.
"yang sabar ya mbak, kita di posisi yang sama hari ini"
"hmm, Ter kacang kan" ucap Rara menghela nafas.
END
BERSAMBUNG~