YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
berpapasan



"iya, udah biarin aja biarin dia lanjut mikir!" ucap Alma.


Trinnggggggg~


bel sekolah berbunyi.


"wah bel! masuk masuk!" seru Zain.


mereka semua nya pun berjalan bersama dan memasuki kelas untuk ujian UAS akhir semester pertama ini. jujur, Alma tidak gugup untuk hasil ujian nya sendiri tetapi ia khawatir dengan nilai Arlan nanti.


2 jam berlalu, soal demi soal mata pelajaran ujian hari ini sudah dilewati dengan mudah oleh Alma. dan sekarang, saatnya untuk istirahat.


Alma dan Mya mengumpulkan hasil ujian nya itu ke wali kelas lalu keluar dan turun ke kantin lantai dasar.


Di kantin~


Alma dan Mya yang sudah membawa nampan makanan pun langsung mencari tempat duduk untuk mereka makan.


"Lo ngerasa gak sih? ujian hari ini mudah banget?" tanya Alma sambil memakan makanan nya.


"ada yang susah nomor 26 A!" jawab Mya.


"oh itu? aku Inget dikit!"


"jadi itung-itung nya easy aja dah!" ucap Mya.


"easy apanya coba? susah banget meh!" Keluh Zain bergabung di meja Alma dan Mya.


"ya Elu nya aja otak nya agak sengklek! makanya susah! kita yang kls 12 B aja!" Sahut Mya.


"dahlah! gua mau makan! gak ada gunanya ngomong sama orang pinter, harus cari yang sama-sama **** biar pas!" ujar zain lalu pergi membeli makanannya.


lalu Raina, Danish, Ghavin dan Arlan dkk mulai berdatangan dan membeli makanannya di kantin lalu bergabung di meja Alma tadi.


mereka memakan makanannya sambil menceritakan ujian nya tadi.


"ujian kalian gimana?" tanya Alma.


"agak sulit, tapi lebih banyak mudah nya!" jawab Raina.


"susah semua! titik!!" jawab Zain.


"mudah sih tapi tadi ada 5 soal yang agak sulit!" jawab Danish.


"agak susah sih tapi biarin aja kalo salah banyak! jawab Ghavin.


"susah!" jawab Arlan.


"sama, sama-sama susah nya!" jawab Roy.


"sedeng lah tapi banyak sulitnya!" jawab Farhan.


"gua gak kerjain 18 soal" jawab Miko.


"hah!!" semuanya terkejut.


"iya, soalnya tadi gua pura-pura berak padahal main game di WC eh pas balik udah tinggal dikit waktunya!" kelas Miko.


"hmm gini nih! gini nih orang ogeb sesungguhnya! dia rela gak kerjain 18 soal buat game!!" Sinis Roy.


"apa kabar yang jadi pacar nya nanti kalo bentuk-bentuk orang sengklek!" Ucap Farhan.


"gaess gua ke toilet bentar!" pamit Alma.


"perlu gua temenin?" tanya Arlan.


"ga usah! ya kali elu nganterin gua ke toilet kak!"


"ya jaga-jaga!" ujar Arlan.


"jaga-jaga apa hayoo? sekolah Lo Ar bukan bar!" cibir Roy.


"hmmm! udah sana sana!" usir Arlan.


"hih! ga usah ngusir juga kali!" sinis Alma lalu pergi.


Alma langsung berjalan setengah berlari menuju toilet karena tak tahan menahan buang air kecil sedari tadi.


sesampainya disana, Alma langsung masuk toilet.


sesudahnya, Alma berjalan santai keluar toilet tetapi Alma berpapasan dengan Lidya dan 2 teman nya.


"hai Alma!" sapa Lidya dengan sinis.


"kenapa?" tanya Alma.


"santai aja Al! gue gak pengen apa apain Lo! gue cuma pengen Lo serahin Arlan buat gue. setelah itu Lo bakal dapet uang kompensasi buat itu!" ucap Lidya.


"udah kaya tuh!" Alma memalingkan wajahnya.


"yaudah! gue bakal kasih nilai bagus buat ujian tahun ini sama semester depan!" tawar Lidya.


"udah pinter tuh! gimana dong!" sinis Alma.


"F*ck! berani-beraninya Lo!" kesal Lidya dan Lidya mengangkat tangan nya untuk menampar Alma. tetapi Alma menahan tangannya itu.


"pake kekerasan mbak? gak perlu dukun? biar gua panggil in sekarang?" ucap Alma.


Lidya mengedipkan sebelah matanya ke arah kedua temannya itu dan kedua orang itu langsung memegang kedua lengan Alma. Lidya bersiap ingin menampar Alma tetapi Alma langsung memutar tangannya dan langsung membanting kedua teman Lidya itu.


brukhhhh


"akhhh!" kedua teman Lidya itu merintih kesakitan.


greppp


Alma memegang tangan Lidya lalu memutar tangannya dan membanting nya membuat Lidya merintih kesakitan dan terjatuh di lantai.


"gak usah sok ganas kalo kebantu temen ya mbak!" ucap Alma lalu pergi. meninggalkan ketiga manusia itu tersungkur di lantai sambil merintih kesakitan.


di kantin.


"lama amat? lu berak?" tanya Raina.


"kagak, ada sedikit urusan tadi!"


"Oalah iya!"


𝐄𝖓𝖉


𝐁𝖊𝖗𝖘𝖆𝖒𝖇𝖚𝖓𝖌