YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
1 porsi 2 orang



"maaf ya Al, pak Bambang kelupaan soalnya biasanya kamu kan pesen nya 1 porsi" ucap Pak Bambang yang meletakkan satu porsi nasi goreng.


"iya pak gak papa kita kok"


pak Bambang meninggalkan kedua manusia itu dan pergi mencuci piring kotor bekas tadi berjualan.


"mau gak kak enak Lo?"


"enggak, Lo aja lagian cuma satu"


"coba aja dulu kak enak tau!"


"gak!!"


Alma langsung menyuapkan sesendok nasi goreng itu ke mulut Arlan.


"gimana enak kan?" tanya Alma.


"hmm"


"mau lagi gak?"


"gak Lo aja. gue gampang nanti beli di resto"


"udah santai aja, ambil sendok tuh"


"iya"


Alma dan Arlan memakan nasi goreng tersebut. 1 porsi untuk 2 orang apa itu romantis? tentu saja, romantis bukan?


Alma makan dengan lahap tak memperhatikan Arlan yang terlihat canggung.


wajah yang dekat, satu piring berdua. ingin sekali Arlan menghentikan waktu untuk menikmati momen ini.


usai makan, Alma langsung membayar nasi gorengnya lalu menyusul Arlan dan duduk di menaiki motornya.


"kemana lagi?" tanya Arlan.


"muter-muter aja Ampe puas"


"kagak pusing lu!!"


"selagi muter nya kagak bulet ya gk pusing!"


"serah lu aja Al!"


"jalan aja dulu nanti kuliner an hehe"


"iyaa"


Arlan melajukan motornya dengan kecepatan sedang karena malam sudah semakin larut, akan tetapi Alma tiba-tiba saja menyuruh berhenti di penjual onde-onde. Karena reflek, Arlan langsung rem mendadak dan membuat Alma sedikit terjungkal, Alma langsung memeluk erat tubuh Arlan dan dada nya langsung menempel punggung Arlan. untung saja dibelakang tak ada kendaraan apapun.


"apa ini??" Arlan mem batin


"berhenti bentar kak, gue mau beli onde-onde dulu ya"


"hmmm"


"bang, onde-onde 15 rebu ya" pesan Alma.


"iya neng bentar"


sekitar 7 menit an menunggu, pesanan Alma pun sudah siap. Alma membayar Dengan uang pas di jaketnya.


"ini bang duit nya, makasih ya"


"iya neng sama-sama"


"ayo kak pulang" ajak Alma.


"ayo, gue juga udah ngantuk nih"


"Lo ngantuk? biar gue aja yang nyetir takutnya malah nyusruk di aspal!"


"engk, gak papa kok. daripada Lo ngerjain gue lagi!"


"iya hehe"


Arlan langsung menyalakan motornya dan melakukannya dengan kecepatan lumayan tinggi. Alma yang mengantuk karena angin malam mulai tertidur di pundak Arlan dengan tangan yang memeluk perut Arlan.


"ada ada aja ni betina ya, tadi sok-sokan mau nyetir ternyata kena angin dikit aja udah molor kek kebo!" batin Arlan.


13 menit menempuh perjalanan, mereka sudah sampai di rumah.


Arlan menepuk pipi Alma pelan.


"Al, Alma! ayo bangun Al! udah sampe nih!"


Alma terbangun.


"eummm" ucap Alma lalu memeluk Arlan lebih erat.


"pak! pak Harto!" bisik Arlan memanggil pak Harto.


"iya den kenapa?" tanya pak Harto.


"tolong bawa ini ke meja makan sama motornya ditaruh di garasi"


"iya den"


Arlan mencoba menggendong Alma di punggung. Alma sama sekali tak menyadari itu karena tidurnya yang sangat pulas.


Arlan menggeletakkan Alma di kasur lalu melepas jaket dan sepatu Alma. menyelimuti tubuh mungil yang lumayan berisi itu.


*cup


Arlan mencium kening Alma.


"tidur nyenyak Al, gue sayang sama Lo" batin Arlan*.


Arlan menyusul berbaring di kasur setelah mengganti bajunya.


***


keesokan harinya.


Sinar mentari mulai menembus kaca jendela kamar salah satu pasangan ini, Alma yang baru saja selesai mandi langsung membangunkan Arlan.


"kak, bangun!! jalan yuk!" ajak Alma sembari menggoyang-goyangkan tubuh Arlan.


"hm?"


"ayo jalan!"


"tadi malem kan udah?"


"mau sekarang!! mumpung Minggu kak!'"


"iya iya!!" Arlan terpaksa beranjak dari tempat tidurnya lalu pergi ke kamar mandi.


***END


BERSAMBUNG**~