YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
cup



melihat Alma yang gugup, tiba-tiba Arlan.


cup-!!


ya, Arlan mengecup bibir Alma sekilas lalu kembali di kursi nya.


Alma hanya diam mematung tak percaya apa yang sudah Arlan lakukan kepada dirinya.


Alma mengerjapkan matanya dan berpikir sejenak


"apa ini?" batin Alma.


Alma tetap mematung sedangkan Arlan hanya tersenyum senang lalu menyalakan mobilnya.


"ga usah kaget, Lo minta lebih pun boleh Al. apa sih yang engga buat Lo" goda Arlan yang mulai menjalankan mobilnya.


Alma tersadar dari lamunannya, dan menatap Arlan tajam.


"apa apaan Lo? ini namanya pelecehan seksual!"


"pelecehan dari mana Al? mau Lo laporin ke kantor polisi? silahkan. lagian polisi nya ga bakal proses laporan Lo soalnya udah ada surat Nikah nya" jelas Arlan.


"dih, enak aja lu main nyosor. gw pake laporan kdrt"


"kdrt? hahahah yakin Lo?" Arlan tertawa terbahak-bahak.


" i iya lah" jawab Alma yakin tapi Gagap.


"sejak kapan cium bibir jadi kdrt? yang ada itu hal wajar hahhaa"


jelas Arlan dan membuat Alma gugup.


"ga usah takut, ini cuma bibir" ucap Arlan sembari mengacak-acak rambut Alma.


Alma berbatin


"iya sih cuma bibir. tapi ya astagfirullah ini apaan? mana bibir kak Arlan anget"


setelah beberapa menit, sekitar 35 menit mereka pun sampai di sekolah. Arlan memarkirkan mobilnya di parkiran mobil yang tersisa.


saat sudah terparkir, Alma segera melepas seatbelt nya dan hendak membuka pintu mobil untuk keluar, akan tetapi Arlan menahan tangannya.


"jangan marah sama gw lama-lama" ucap Arlan.


Alma hanya Menatap Arlan, lalu kembali menoleh ke arah depan dan Meninggalkan Arlan sendiri di dalam mobil.


Arlan mengerutkan keningnya


"gini amat, intinya gw harus bales Lidya. apapun caranya dia harus dapet balesan yang setimpal maupun lebih" Gumam Arlan.


_


Arlan turun dari mobilnya dan Alma segera naik ke kelas nya.


sesampainya di di kelas nya, Alma duduk di bangku nya dan membaca buku sesuai mata pelajaran ujian hari ini.


Mya yang masuk kelas langsung terkejut melihat Alma sudah duduk di bangku nya, dia langsung lari ke arah Alma dan melempar tas nya ke bangku nya.


"Al, Lo bikin gw panik kemaren. Lo kemana? Lo ngapain? udah makan? ada lecet? Lo di apain? Lo udah minum?" panik Mya dan bertanya layaknya nge rap di depan Alma.


"gw gapapa ga usah panik panik" jawab Alma Santai.


"Lo di apain?"


"engga"


"cerita Al" Mya memegang kedua tangan Alma dan menatap nya.


"engga papa Myaa, mendingan Lo belajar aja Bentar lagi udah bel" Tolak Alma dengan lembut.


"yaudahlah, tapi kalo ada yang pengen Lo ceritain cerita aja. gw siap dengerin kok" Mya memegang tangan Alma dan dibalas anggukan serta senyum manis dari Alma. Mya pun kembali ke bangku nya.


beberapa saat kemudian, bel sudah berbunyi. Alma segera menyiapkan alat tulis dan memasukkan buku nya ke dalam tas.


guru mapel masuk dan memberi salam lalu ketua kelas membagikan kertas Soal dan lembar jawaban.


ya seperti biasanya, hening dan Serius. guru yang sibuk dengan laptopnya dan para siswa-siswi yang fokus dengan soalnya dan ada beberapa yang Berbisik-bisik dan mencoret-coret buku tulis.


Secara bergiliran, satu persatu murid keluar dari kelas untuk menikmati waktu istirahatnya sebelum kembali ke kelas lagi nanti. Alma duduk terdiam di tempat duduk nya, Mya yang melihat itu pun Menghampirinya dan berdiri di depan bangku Alma.


"Al, Lo kenapa?" Tanya Mya, Alma menatap nya sekilas lalu kembali menatap kosong jendela.


"pasti ini ga beres" batin Mya menduga.


Mya menggenggam tangan Alma dan mencoba untuk menariknya tapi Alma enggan untuk ikut dan bertanya


"kemana?"


"kita ke kantin, ga ada ga mau harus!"


"hm, yaudah ayo" Alma beranjak dari bangku nya dan mengikuti Mya dari belakang.


sesampainya di kantin, Alma duduk bergabung dengan Vanya dan Raina yang sedang memakan bakso. Vanya yang melihat Alma duduk di depan nya pun Tersedak bakso nya.


"uhuk uhuk, pedess hah hah" Vanya meraung kepedasan dan Raina langsung menyodorkan Gelas yang berisi es jeruk.


Vanya yang melihat itu tak menunggu lama, Ia langsung menyambar gelas itu dan meminumnya hingga tersisa seperempat gelas.


"makanya makan tu pelan pelan, mampus dah tu tenggorakan panas!" Ucap Raina.


"ya gw kaget soalnya Alma Dateng, semalem Lo kemana Al?" tanya Vanya.


"ga kemana-mana" jawab Alma seperlunya.


"pasti lagi ada masalah, jelasin Al kali aja kita bisa bantu. iya kan?" Vanya melirik ke arah Raina dan Mya lalu merekapun mengiyakan perkataan Vanya.


beberapa kali mereka bertiga meyakinkan Alma untuk menceritakan masalahnya tetapi nihil, Alma tetap saja bilang tidak ada masalah. karena takut terbawa emosi karena rasa penasaran, Mya pergi dan memesan makanan untuk dirinya dan Alma. dia memesan 2 porsi mie ayam.


— SEMENTARA ARLAN


Arlan, Roy, Farhan dan Miko Berdiri Di lorong Lantai 1 untuk mencegat Lidya dan geng nya.


tak selang beberapa lama, geng Lidya pun keluar dari kamar mandi dan terlihat berbincang, Lidya yang melihat Arlan pun langsung lari ke arah Arlan dan langsung memeluk lengan Arlan.


"sayang, kamu disini? makan di kantin yuk" ajak Lidya dengan nada menggoda.


"hm? kekantin?" Ujar Arlan dengan senyum jahatnya.


"sorry, gw ga sempet buat makan sama cewe kaya Lo" Arlan menarik tangan nya dari Lidya dan mendorong Lidya sampai hampir jatuh, untungnya saja Teman-temannya dengan sigap menangkap Lidya.


"Lo urus dia dan sekarang giliran gw urusin dia!" perintah Arlan ke Roy.


Roy pun langsung menarik Lidya dari geng nya dan memegang kedua tangan Lidya dari belakang. Arlan berjalan menuju perempuan yang kemarin memberikan contekan Kepadanya, sebut saja C. dia memegang dagu C


"apa-apaan nih? ternyata Lo geng nya si dia? nekat juga lu Munafik ke dia" ujar Arlan dan C hanya menelan ludah nya ketakutan karena ia sadar, saingannya bukan hanya Arlan tetapi ada Lidya juga.


"a apa yang k kamu maksud?" Gugup si C.


Arlan merenggangkan jarak dan melihat ke arah Lidya yang sedang di pegang Roy.


"Lo tau? dia munafik!" tekan Arlan menunjuk C.


"maksudnya?" Lidya terlihat kebingungan.


"Lo tau kan, anak ini sekelas sama gw. dia suka sama gw dan berusaha Buat jadiin gw pasangannya, tapi dia sengaja gabung ke geng sampah Lo ini supaya dia bisa mengantisipasi jika Lo ada rencana buat Ngedeketin gw" jelas Arlan.


Lidya terpaku tak percaya dengan perkataan nya, Dan saat itulah si C dan lainnya kabur. Arlan yang menyadari itu langsung lah dia menyuruh Roy Farhan dan untuk menangkap Mereka. tersisa lah Lidya dan Arlan.


"Lo sama temen-temen micin Lo kan yang sakitin Alma?"


"Cih! apa bagusnya dia? kenapa Lo bisa kepincut sama cewe murahan kaya gitu dalam waktu singkat? sedangkan aku dulu mati-matian deketin kamu Ar!"


"hanya 1 kata yang pas buat jelasin yaitu kalian berdua 'B E D A' dia lebih baik, dia cantik apa adanya dan gw suka dia"


"hm beda? ya, aku sama Alma emang beda tapi aku masih jauh di atas dia"


"jauh? Lo kali ngimpi nya kejauhan!"


𝐄𝖓𝖉


𝐁𝖊𝖗𝖘𝖆𝖒𝖇𝖚𝖓𝖌