YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
perjodohan ( Arlan )



BRUAKKHH!!!


"suara apaan tuh?" ucap Alma kaget.


"ehh iya" jawab Raina dan Vanya serentak.


Alma, Vanya dan Raina pun langsung berlari keluar kelas karena kaget ada suara pukulan tersebut.


"ada apaan sih? berisik banget?" kesal Alma.


"eh Lo kak, maaf ya ganggu" sambung Alma yang melihat Arlan memukul tembok.


FLASHBACK ON.


malam hari di rumah Arlan.


"Arlan, Danish. sini papa mau ngomong" teriak Tino memanggil kedua anaknya.


ya, dia adalah Tino Septian. ayah dari Arlan dan Danish Septian.


"ada apa pa?" tanya Arlan turun dari tangga bersama adiknya Danish.


"gini papa mau diantara kalian ada yang papa jodohkan bersama salah satu anak perempuan sahabat papa" jelas Tino.


"APA??!!!" teriak Arlan dan Danish serentak.


"iya, siapa yang mau buat papa jodohin?" tanya Tino.


"Danish" elak Arlan.


"Arlan" elak Danish.


"dua-duanya mau?. salah satu aja gimana nanti perempuan ngurus 2 laki-laki sekaligus?" gurau Tino.


"pokonya Danish gk mau pa, Danish hanya pengen nikah sama perempuan yang Danish kenal bukan perjodohan seperti ini. lagipula Danish juga masih bersekolah jadi lebih baik Arlan saja yang menikah karena dia putra sulung papa" jelas Danish lalu kembali ke kamarnya.


"baiklah, mau tidak mau kamu yang harus papa jodohkan Lan" ucap Tino


"tapi pa" elak Arlan.


"gk ada tapi tapian gk ada penolakan dan udah valid no debat!" ujar Tino dan berlalu dari ruang keluarga.


"yang sabar ya sayang, mama yakin papa buat keputusan seperti itu karena papa tau apa yang terbaik buat kamu nak. perempuan pilihan papa itu cantik dan baik. mama pernah ketemu 1 tahun yang lalu" ujar Nilam septiani, mama Arlan dan Danish.


"tapi ma, Arlan masih sekolah" elak Arlan.


"Arlan, mama yakin kelak kamu bakal bahagia dengan gadis pilihan mama sama papa jadi kamu harus terima ya"ucap Nilam menyemangati anak sulung nya itu.


FLASHBACK OFF.


"yabg sabar ya kak, aku yakin kakak pasti bisa" ucap Raina menyemangati Arlan.


***


jam istirahat pun tiba, Alma langsung bersiap-siap dengan formulir yang diberikan Ghavin dan kaos basket nya.


"ini kak formulir nya" ucap Alma memberi formulirnya kepada Ghavin di lapangan basket.


"oke, sekarang Lo bakal dites buat di klup mana" jelas Ghavin dan dibalas anggukan oleh Alma.


Alma berlatih melawan Ghavin, Alma mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuannya dalam bidang basketball itu.


tak terasa 45 menit sudah mereka bermain basket dan hasilnya hampir seri yaitu 33-34 tetapi tetap saja Ghavin yang menang.



tanpa disadari Alma, Arlan memperhatikannya saat bermain basket dengan senior nya itu dan melihat sisi kecantikan Alma saat bermain basket.


"bagus Al, jarang-jarang ada gadis yang bisa mengalahkan ku sampai hampir seri kaya gini" jelas Ghavin.


"oh iya, buat tim kamu bakal gabung sama tim campuran swagball bunga bangsa" sambung Ghavin.


"iya kak, makasih" jawab Alma.


"yauda latihan hari ini, nanti Lo bakal latihan bareng tim swagball 2 kali seminggu setiap hari Jumat sama Sabtu" jelas Ghavin


"iya kak, aku ke kelas dulu" pamit Alma.


"iya"


Alma berjalan menuju kamar ganti dan Menganti bajunya dengan seragam sekolah biasanya dan langsung ke kantin karena sejak pagi dia beluk makan.


"Bu Inah, mie ayam nya 1 sama es jeruknya 1" pesan Alma di tempat duduknya.


"iya ndhuk siap!" balas bu Inah.


5 menit kemudian.


"ini non pesanannya" ucap Bu Inah meletakkan satu mangkok mie ayam dan es jeruk.


"iya bu, makasih"


Alma memakan makanannya dengan lahap dan sesekali menambahkan sambal karena ia sangat menyukai makanan pedas, jika ada produk-produk keluaran baru dan itu adalah makanan pedas, Alma akan langsung membelinya karena penasaran dan kalau alam menyukainya Alma akan memborong makanan tersebut.


"pelan aja makannya nanti keselek Lo" gurau Danish yang lewat.


"iya kak, dari pagi belum makan soalnya" kekeh Alma.


"Alma Alma,,, mungkin aku mulai mencintaimu pada pandangan pertama. tapi apa mungkin dia akan menyukai ku" batin Danish.


"yauda, Ati ati kalo makan. aku ke meja sana dulu" pamit Danish.


"iya kak" jawab Alma.


////**////


3 hari kemudian.


hari ini adalah hari dimana Alma akan bertemu sang calon suami pilihan papanya.


sekarang Alma sedang didandani supaya terlihat lebih cantik, Alma sendiri kurang suka dengan make up tebal jadi ia meminta Yufi me make up tipis dan Natural saja.


"ma, aku takut" ujar Alma melihat pantulan dirinya di cermin.


"gk usah takut, pilihan papa itu pasti yang terbaik sayang" ucap Yufi menyemangati anak nya.


"mama harus janji mama gk boleh lupain Alma kalo udah nikah sama suami Alma" ucap Alma manja.


"ya Allah Alma, mama gk akan pernah lupain kamu. kamu itu Anak perempuan satu-satunya punya mama. jadi gk mungkin dong mama lupain kamu sayang" jelas Yufi.


"iya ma"


"ma kak!! orangnya udah dateng tuh" panggil Arya yang langsung masuk ke kamar Alma.


"Alma, kamu harus siap. ingat pesen papa."


"iya ma, Alma siap".


END


BERSAMBUNG