YOUNG | Unpublish

YOUNG | Unpublish
pertandingan 1



"aku gk mau tau ma! pokoknya Arlan harus kesana!! kalo gk Arlan akan berangkat sendiri


"iya yaudah ayo!" Nilam pasrah.


dengan terpaksa, Nilam mengantarkan Arlan untuk menonton pertandingan Alma nanti. setelah semua nya siap, Arlan dan Nilam pergi ke lokasi tujuan. Arlan juga memakai lip balm untuk menutupi wajahnya yang pucat.


*****


**Di Lapangan basket.


Alma**.


Alma dan tim swagball lainnnya sedang bersiap siap di ruang ganti lapangan.


"pagi Al" sapa Ghavin.


"lagi juga kak" balas Alma.


"oke, gimana? kalian sudah hafal dengan formasi kalian??" tanya pak Chavid.


"hafal pak!!" jawab serentak.


"hai Al, kenalin gue Elizabeth Rahardian biasa dipanggil Eliza. terus gue ada di kelas XI IPS 2 "


"iya salam kenal juga kak"


"ngomong-ngomong, Lo lolos tes akselerasi kan?" tanya Eliza.


"iya, emang kenapa ya?"


"oh gak papa, harusnya Lo adik kelas gue tapi sekarang Lo jadi kakak kelas gue hahaha"


"iya, gk nyangka banget"


"woeee!! ayo² kita keluar!!!" teriak Ghavin memberikan aba-aba.


seluruh anggota tim swagball langsung riuh dan segera berbaris di posisinya masing-masing. sampai akhirnya MC atau pembawa acara mempersilahkan mereka untuk keluar.


"bismillahirrahmanirrahim" ucap seluruh peserta bersamaan.


sekarang 2 tim yang akan bertanding dipertemukan di lapangan itu. sepertinya tim itu agak licik di pikiran Ghavin.


"penciuman gue yang tajam setajam silet ini mencium Bau bau kecurangan?" batin Ghavin.


"oke, sekarang waktunya wasit untuk melemparkan koin dan menentukan siapa yang menjadi pemegang bola" MC memberi aba-aba.


karena dalam pertandingan bola basket 1 tim terdapat 12 tim( 5 pemain dan 7 pemain cadangan) jadi untuk pemain utama adalah Ghavin, 2 perempuan dan 2 lagi laki-laki. untuk Alma, Eliza dan lainnya duduk sebagai cadangan.


sekarang ada 2 wasit yang menghampiri kedua tim. pertama ada Referee (wasit utama) dan Umpire (asisten wasit utama).


"tim swagball Garuda atau nominal nya?" tanya Referee.


"swagball memilih Garuda" jawab Ghavin.


"the monster ball memiliki nominal" jawab kapten tim lawan.


"oke, sekarang saya akan melempar koinnya jadi kalian bisa melihat dengan baik" ucap Referee.


"iya"


"dalam hitungan ketiga, wasit akan melempar koinnya. mari para suporter untuk berhitung bersama!!" ucap MC nya.


"satuuu!!!..."


"duaaa!!!..."


"tigaaa!!!.."


wasit melempar koinnya dan tingggg koinnya menunjukkan gambar Garuda.


"siap"


seperti yang sudah dilihat. tim swagball diberikan kepempimpinan bola dan tim the monster ball mendapatkan tempat jadi the monster ball memilih lapangan di timur dan tim swagball berada di bagian barat.


"oke, kita bersiap gue rasa mereka tu licik terus curang. usahain tetep strong dan fokus" bisik Ghavin saat tim mereka berpelukan satu sama lain.


"siap"


setelah bubar, mereka sudah stay di posisi mereka masing-masing dan menunggu sebuah peluit yang dipegang wasit dibunyikan.


prriiiittttttt.


suara peluit pun sudah berbunyi, tim swagball langsung menyerang dan melakukan dribling dengan sangat baik. tapi saat laki-laki yang bersama Riski menyerang, salah satu anggota tim itu memukul siku bagian atas Riski.(Riski adalah tim dari swagball)


Riski pun terjatuh karena merasakan kesakitan yang sangat terasa di bagian siku nya. bagaimana tidak sakit? tempat dimana otot dan pembuluh darah dipukul olehnya.


"woeee!! pelanggaran!!!! itu pelanggaran!!!" teriak para suporter dan tim cadangan swagball.


akhirnya, wasit mengumumkan bahwa itu tak pelanggaran. tak tau kenapa? mungkin tim the monster ball menyogok wasitnya.


"b*j*ng*n!!!! kok bisa sih!" protes Eliza.


"awas aja, kak nanti kita harus balas dia dengan sportif tanpa ada pelanggar sedikit pun" ucap Alma.


"hah Gimana??" tanya Eliza.


"gini, dulu pas gue masih SMP gue pernah diajarin silat sama guru gue. terus guru gue nunjukin beberapa titik yang bisa kita sentuh menggunakan tenaga dalam yang kita punya" jelas Alma.


"au ah mumett! Lo aja yang sentuh" ralat Eliza.


"yaudah, moga aja gue inget. tapi insyaallah inget lah"


babak pertama pun berakhir, anggota tim diberikan waktu 10 menit untuk beristirahat. untuk Riski, tadi ia digantikan oleh salah satu pemain cadangan pria.


"kok bisa sih kak wasitnya pilih kasih gitu?!" tanya Alma dengan nada kesal.


"gue yakin, tu wasit udah di sogok. gue ada rencana buat bales mereka" jawab Ghavin.


"gimana?" tanya Alma dan Eliza bersamaan.


"pertama dan yang pasti kita harus menang supaya kita bisa membuat mereka kesal lalu kita coba liat pas di ruang belakang. gue yakin nanti setelah kita diberi piala mereka akan protes dengan wasitnya jadi kita harus cari orang buat selidiki mereka" jelas Ghavin.


"tapi siapa orangnya?" sambung Ghavin.


"kak Danish!" Alma langsung menjawabnya.


"pinter, tapi Danish disini gak?"


"bentar gue liat".


Alma berjalan menuju luar kamar ganti untuk melihat apakah Danish ada disitu. tetapi alangkah terkejutnya Alma melihat Nilam, Arlan dan Danish duduk di kursi penonton dan sedang memakan Snack.


"hah!! itu beneran mereka?! kok bisa sih!"


"huftt hari ini gue harus main handal biar gak malu-maluin di depan mertua.. fighting Al! gue yakin kalo gue bisa hehe"


Alma segera berlari menuju ruang ganti kembali untuk menyampaikan info ini ke Ghavin.


"kak, kak Danish Dateng" ucap Alma.


"siap, yaudah nanti bakal gue telfon. untuk kalian pada perempuan cadangan. gue bakal keluarin kalian pas babak terakhir soalnya kalian harta Karun kita. mungkin semua orang menganggap kalian remeh soalnya kalian perempuan. jadi biarkan mereka kaget dengan skill handal kalian di babak terakhir nanti"


"siap kak"


END


BERSAMBUNG~