
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.
Rita bertahan hidup setelah vonis dijatuhkan. Dia sama sekali tak pernah hadir ke persidangan karena belum sadar dari koma. Kondisinya sangat mengenaskan. Sekarang Rita tak punya rahim lagi. Tapi memang kalau untuk perempuan seperti itu tidak mengharapkan rahim untuk memiliki anak. Mungkin buat dia malah beruntung tak akan terbebani hamil.
Kondisinya sangat lemah. Rita harus dipenjara 7 tahun dan Anne dikenai penjara 10 tahun. Sedang Lian mendapat status tahanan luar selama 1 tahun.
Lian masih bisa beraktivitas di luar penjara, tapi selama 1 tahun masa tahanan luar dia tak boleh meninggalkan kota tempat dia domisili. Satu minggu satu Lian harus lapor ke kantor polisi.
\*\*\*
“Serius?” tanya Axel bingung melihat ekspresi istrinya.
“Seriuslah masa soal begini aku nge-prank,” jawab Lieke.
“Kok kamu nggak kesakitan?” protes Axel.
“Aku harus menjerit-njerit kalau kesakitan?”
“Ya udah kalau kamu mau di sini, aku berangkat sendiri aja.”
“Eh, bukan gitu, ya enggak boleh berangkat sendiri. Ayo daddy anter kalian,” Axel segera lompat dari ranjang.
Saat itu hari masih jam 03.00 dini hari. Axel dan Lieke menuju Rumah Sakit bersalin.
Sejak tadi Axel sudah menghubungi tante Martha.
“Tante akan bersiap dan akan sampai lebih dulu dari kalian. Tenang aja,” balas Martha tadi.
Dan benar Martha sudah menunggu di depan lobby rumah sakit menunggu keponakannya yang akan melahirkan.
“Kamu kayak biasa aja,” kata Martha.
“Sakit banget Tante, super sakit cuma aku bertahan karena aku yakin sebentar lagi akan bertemu dengan jagoanku. Sehingga aku kuat,” ucap Like dengan senyum.
Dan benar saja 2 jam kemudian Prince Wibowo lahir. Bahkan Axel lupa menghubungi kedua orang tuanya juga mami Clarissa karena sejak tadi dia menemani istrinya di ruang bersalin.
“Koq bisa sudah lahir baru kasih tahu?” protes Maria. Saat ini sudah jam 07.40 pagi.
“Ha ha ha lupa Oma,” jawab Axel. Dia melakukan panggilan video di group. Biar sekalian, enggak hubungi satu persatu.
“Kamu kelewatan deh Xel,” Magdalena juga protes.
“Aku panik Ma. Lieke nya malah tenang banget bukin aku tambah panik. Tante Martha aja enggak percaya melihat pasien setenang itu. Kami sampai rumah sakit dia sudah pembukaan 7. Sejak semalam dia enggak ngeluh ke aku. Jam 3 pagi baru dia ngajak aku ke rumah sakit,” jelas Axel.
Tanpa buang waktu semua bersiap meluncur ke rumah sakit. Mami Clarissa juga langsung meluncur begitu dikabarin cucunya telah lahir.
\*\*\*
“Siapa nama jagoan opa Pieter?” tanya Pieter sambil punggung jari telunjuknya dia usap ke pipi pangeran kecil keluarga Wibowo.
“Mommynya kasih nama VINCENT RIVALDY WIBOWO, Pa. Tadinya aku mau kasih nama ambil dari nama para opanya, tapi opanya kan banyak jadi bingung. Ya sudah aku manut sama pabriknya aja. Daripada nanti pabrik mogok produksi seperti mama dan para oma yang hanya punya anak 1. kami ingin minimal 3 anak,” jelas Axel. Lieke tersenyum mendengar penjelasan Axel.
\*\*\*
Mami Clarissa dan mama Maheswari setuju besanan Vero dan Marvel boleh bertunangan dan rencananya 1 tahun ke depan mereka baru akan menikah dengan catatan Vero berjanji akan menyelesaikan kuliahnya seperti yang Papi Steve harapkan.
Marvel sangat mendukungya, dia tidak akan menghambat cita-cita Vero. Bisnis panti asuhan semakin besar.
Untuk penjualan Helly dan Betty tidak lagi keliling. Konsumen bisa ambil di Panti Asuhan bahkan sekarang sudah ada reseller dan ada 3 penjahit yang bekerja di sana.
Sampai sini cerita ini TAMAT kita ketemu di cerita lainnya berjudul BETWEEN TERMINAL GIWANGAN ~ BUBULAK ya. Jangan lupa kasih subscribe di sana ya juga rate bintang 5.
