WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
SEKRETARIS SENIOR TURUN TANGAN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.



Sekarang kalian jelas dan jangan salah paham lagi," ujar Novita pada Lieke.



"Iya Oma," sahut Lieke.



"Tapi maaf, aku belum bisa kembali tinggal di rumah. Aku masih ada proyek dengan adik-adikku. Juga agar Rita merasa aman karena aku tak satu rumah dengan Axel."



"Tapi *Babe*," rajuk Axel.



"Apa kalian sementara tinggal disini saja? Kalian tetap tak bersama saat keluar rumah. Axel ke kantor dan Lieke ke panti pakai mobil sendiri-sendiri." Pieter memberi usulan.



"Opa rasa begitu lebih baik," Petrus pun mendukung usul Pieter.



"Yang penting di luaran kalian jangan terlihat bersama," Novita juga memberi arahan.



"Baik Pa, Oma, Opa. Aku akan bilang ke mami Rissa dulu. Malam ini aku pulang ke panti," Lieke tak ingin mami dan adik-adiknya resah.



Mulai besok dia akan menyuruh Karenina dan Veronica semakin memperlancar memotong bahan baju agar usaha mereka tak terganggu.



"Sekarang kita pikirkan siapa pelaku penukaran kertas. Bagaimana pelaku bisa tahu kertas itu dimasukkan atau disimpan Marvel di saku bajunya? Bukan di dompet atau di saku celananya?" kata Petrus.



"Terlebih kita tahu sepatu pelaku yang sama dengan sepatu pacarnya Marvel," ujar Petrus lagi.



"Coba zoom ponselnya seperti apa?" pinta Novita.



"Kalau aku lihat itu ponselnya bukan ponsel dia deh, Oma," Kata Axel.



"Itu ponsel lama, kalau jatuh dan rusak pun dia nggak rugi. Dan dia enggak akan apa apa kalau ponsel terlihat oleh Marvel."



"Kalau itu ponsel aslinya, Marvel akan curiga kalau ponsel mirip milik seseorang yang dia kenal."



"Iya juga sih ponselnya hanya buat kamuflase aja."



"Kita pikir gimana dia tahu kertas itu ada disaku kemeja, kalau bukan orang dekat dengan Marvel nggak akan mungkin tahu hal itu."




"Bisa jadi," Novita ikut setuju dengan pendapat cucu mantunya.



"Honey, kayaknya kamu harus jaga jadwalmu deh kamu bisa ketahuan ada di cafe itu kan karena jadwalmu dari Marvel. Lebih baik jadwal keluar kerja, kamu atur sendiri aja."



"Kamu bawa aja jadwalmu ke rumah, nanti aku atur ulang dan aku hubungi pihak klien kalau kamu ubah jadwal. Aku takut Marvel punya copy jadwal itu."



"Nanti saat bicara aku akan bilang ke klien kalau aku sekretaris papa yang mengubah jadwalmu."



"Benar banget. Rita tahu jadwal kamu diluar karena bocor dari Marvel entah sengaja mau pun tidak."



"Iya kamu sekretaris Papa, kamu atur ulang saja semua jadwal Marvel agar tidak diketahui Rita." Pieter setuju dengan pemikiran Lieke.



"Dan Oma minta jadwal lama yang Marvel buat. Oma yakin akan ada yang mantau gerak gerik Axel di lokasi jadwal lama." Maria minta jadwal yang belum diubah.



"Akan aku kirim setelah aku terima Oma."



"Honey, kalau gitu kamu minta Marvel lapor semua jadwalmu dua minggu kedepan lewat email sekarang juga. Jangan terima alasan diluar jam kerja."



"Aku menantu Papa, tapi di kantor aku sekretarisnya. Sebelum kita pacaran sampai nikah, kalau soal pekerjan aku sekretarisnya. Bukan menantunya. Jadi aku selalu siap 24 jam data yang Papa perlukan."



"Bahkan kemana aku pergi aku bawa paspor agar bisa cuzz kapan aja termasuk ke Belgia kemarin."



"Nanti aku aku utak utik dan besok aku hubungi klien atas perubahan jadwal itu." Lieke adalah sekretaris yang cakap. Dia cepat bergerak kalau urusan pekerjaan.



"Betul seperti itu sehingga Axel aman," kata Novita.



Axel harus menghubungi Marvel berkali-kali untuk minta jadwalnya. Alasan Marvel sedang nge-gym jadi tidak dengar saat dihubungi.



Data dari Marvel langsung Axel sebar di group yang anggotanya sekarang sudah bertambah dengan Lieke.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIED