
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Mama dulu pernah punya temen bernama Clarissa, orangnya lembut dan manis. Kami kenal karena satu team koor sekolah saat SMA tapi enggak pernah satu kelas."
"Nama Carissa banyaaaaak Ma. Mungkin hanya sama nama aja." Marvel merespon ucapan sang mama.
"Ha ha ha, iya sih. Mama dulu pernah kalah saing sama dia."
"Bukan bersaing buruk sih. Mama naksir cowoq di gereja. Eh ternyata pacarnya Clarissa. Mama langsung mundur teratur."
"Mama tahu cinta mereka itu sangat tulus jadi Mama juga nggak lanjut ngedeketin pacarnya Clarissa itu."
"Terus mereka nikah nggak Ma?"
"Mama enggak tahu, enggak pernah ketemu lagi. Kata beberapa teman yang kenal ama lelaki itu mereka menikah."
"Dari teman, Mama tahu kalau Clarissa benar-benar seorang dewi."
"Teman Mama cerita, katanya sejak pacaran Clarissa tahu bahwa calonnya itu nggak akan mungkin bisa kasih anak. Tapi Clarissa tetap mau menerima lelaki itu."
"Koq bisa tahu kalau dia enggak bakal punya anak Ma?"
"Katanya dia kecelakaan waktu main futsal, scrotum atau buah z@kar pacarnya kena tendang atau kena bola sehingga membuat pecah atau gimana gitu. Namanya cerita dari mulut ke mulut enggak jelas detailnya."
"Tapi bisa making love Ma?"
"Kayaknya bisa, hanya engga bisa produksi benih."
"Oh gitu," kata Marvel.
"Tapi cintanya Clarissa teman Mama itu benar-benar tulus dia nggak peduli padahal waktu itu banyak teman kuliahnya yang naksir dia. Banyak orang kaya lagi ganteng dan lebih mapan dari pacarnya itu."
"Mereka pacaran sejak Clarissa tingkat 1 sedangkan pacarnya itu waktu itu udah mau lulus gitu."
"Teman Mama yang cerita itu satu kampus dengan Clarissa, Mama nggak satu kampus sama Clarissa."
"Mama bertemu pacarnya itu di gereja tapi begitu Mama tahu dia pacarnya Clarissa Mama langsung mundur."
"Kak Marvel, mami bilang tunggu sebentar. Barusan tante Reni telepon jadi sebentar lagi mami baru keluar," kata Karenina.
"Iya enggak apa apa," kata Marvel.
"Tunggu sebentar ya Ma pengacaranya telepon. Ibu Aryani itu atau Ibu Reni adalah pengacaranya Bu Clarissa dan ibu Lieke."
"Oh iya enggak apa-apa kan kita juga nggak ada rencana lain toh? Kecuali kita mau makan siang dan beli bahan tambahan buat pernikahan Abang Willy?"
"Iya, Mama enggak ada keperluan lain. Papa kan juga enggak di rumah jadi enggak perlu khawatir," jawab Maheswari.
\*\*\*
"Maaf menunggu terlalu lama," Clarissa bicara pada tamunya yang sedang memandangi foto di dinding memunggunginya.
Maheswari dan Marvel langsung berbalik badan karena nyonya rumah sudah keluar menemui mereka.
"Clarissaaaaaaa," Maheswari berteriak sambil mengembangkan tangan menghampiri Clarissa.
"Ya ampun Ariiiiiii," Clarissa pun memekik. Mereka berpelukan bahagia.
"Aku enggak nyangka pemilik panti asuhan ini adalah kamu, aku lagi cari fotomu di dinding," ucap Maheswari yang rupanya dipanggil ARI oleh temannya.
"Iya aku dan Steve membangun panti ini karena kamu tahu kan kami itu enggak bisa punya anak."
"Kami mengambil anak yang memang butuh dekapan dan cinta kami sebagai orang tuanya."
"Sejak dulu cintamu pada sesama memang sangat luhur." Ari memuji sifat teman SMA nya itu.
"Ketentuan Tuhan, jalanku memang harus seperti ini, mengayomi anak orang yang tidak berkemampuan. Aku tahu, aku bisa jadi jalan berkat Tuhan buat anak-anak itu," ucap Clarissa dengan senyum manisnya.
"Kamu sudah kenal kan? Ini anakku yang nomor 2 namanya Marvel."
"Marvel, ini teman Mama saat SMA tapi enggak satu kampus."
"Setelah perpisahan SMA pernah satu kali ketemu di gereja ya waktu aku datang bersama Steve."
"Ingat enggak?"
"Oh iya. Waktu kamu mau mendaftar pernikahan ya?"
"Belum itu kami baru penjajagan, baru mau dekat, aku datang karena saat itu pertunangannya kakaknya Steve."
"Aku kira saat itu kalian sudah mau menikah."
"Ha ha ha, saat itu kami baru penjajakan." Marvel hanya tersenyum ternyata Mami Clarissa adalah teman mamanya saat SMA dulu.
'*Jalan jadi lebih mudah enggak ya kalau ternyata mami Clarissa kenal mama? Tapi dia masih keciiiiiil. Masih SMA*!'
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER