WE ARE HAVING A BABY BOY!

WE ARE HAVING A BABY BOY!
GADIS CANTIK DI PANTI ASUHAN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


"Selamat siang pak Phillip," sapa seseorang lelaki diujung sambungan telepon.



"Selamat siang juga Pak Markus," jawab Phillip ramah.



"Maaf Pak, saya mau menawarkan pada Bapak. Bagaimana bila kasus Lian saya limpahkan ke keponakan saya saja?"



"Maksud anda bagaimana pak Markus?"



"Saya pegang kasusnya Anne yang lebih berat biar kasus Lian yang sangat mudah, ditangani oleh keponakan saya yang baru belajar kerja."



"Saya yakin dia bisa dan saya akan dampingi dia sebagai mentornya. Dia pasti bisa, dia baru lulus kuliah Master S2 nya kok, bukan anak yang baru lulus S1 dia sudah S2 kok sama dengan saya,"  kata pengacara senior itu.



"Silakan enggak apa apa, yang penting anak saya tertolong," jawab Phillipus.



"Iya Pak Philips. Kami akan berbuat yang terbaik."



Phillip terserah saja dia berpikir gimana caranya agar Lian bisa melanjutkan kuliah dan sedikit membersihkan coreng di wajahnya serta wajah istrinya.


\*\*\*



Siang ini Marvel menuju Panti Asuhan tempat Lieke tinggal karena Bu Ariani ada janji di sana dengan Clarissa.



Awalnya Ariani minta Marvel menemuinya jam 8 pagi, tapi Marvel baru selesai lapor sudah jam 8, perjalanan bisa 30 menit lebih. Andai tidak mendadak tentu Marvel bisa janjian jam 8 pagi.



Akhirnya bu Ariani minta bertemu sehabis makan siang karena dia ada janji dengan Clarissa di panti asuhan.



"Tolong kamu datangnya jam 02.00 aja," kata Ariani.



"Karena jam 12.00 saya dan Bu Clarissa masih ada urusan." kata Ariani.



"Tapi sejak jam 10 saya sudah di panti. Karena saya sengaja janjian dengan banyak orang disana hanya beda jam saja," tegas Ariani.



"Iya Bu saya akan ke sana jam 02.00," jawab Marvel.




"Loh kamu nggak jadi berangkat?" tanya  Mukhlis.



"Bu Ariani bilang jam 02.00 Pak. Tadi masih sibuk, tadinya kan saya diminta jam 08.00 tapi jam 08.00 saya masih di sini karena belum izin sebelumnya pada Bapak."



"Jadi kamu kesana jam 02.00?"



"Tidak Pak, habis istirahat saya berangkat, agar jam 02.00 sudah tiba di panti asuhan bu Clarissa.



"Bagus," kata Mukhlis. Dia  memang harus mengawasi semua,  jangan sampai Mukhlis disalahkan oleh Pieter.


\*\*\*



"Selamat siang, saya Marvel dari kantornya Pak Axel atau Bu Angelica. Saya ingin bertemu dengan ibu Clarissa dan ibu Ariani," kata Marvel pada seorang gadis berseragam SMA yang juga baru masuk halaman panti asuhan. 



"Silakan masuk Om, tunggu aja sebentar nanti saya kasih tahu Mami Clarissa," jawab gadis manis itu.



'*Si cantik rupanya tinggal di sini*,' batin Marvel.



"Sebentar ya Om. Nanti saya kasih tahu Mami dan tante Ariani," suara renyah gadis cantik itu menyapa gendang telinga Marvel.



"Ya saya tunggu Nak," jawab Marvel. Dia dipanggil Om, ya dibalas panggil Nak lah.



"Silakan duduk Om," gadis itu mempersilakan Marvel duduk dengan ramah.



"Ya terima kasih,"  jawab Marvel. Marvel duduk di ruang tamu panti asuhan.



Marvel melihat pigura di dinding banyak penghargaan atau piagam tentang keikutsertaan  panti asuhan dalam beberapa event, juga surat izin pendirian panti dan segala macamnya.



Banyak juga foto-foto ibu Clarisa atau anak panti dengan pejabat penting di sini dan di sisi lain banyak foto bayi.



Marvel senang melihat senyum bahagia para baby.


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY