
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Kamu beneran yang bernama Lian?" tanya seorang lelaki muda tampan berkulit putih.
"Betul Pak," jawab Lian dengan lirih sambil menunduk.
"Perkenalkan saya Bonaparte Waworuntu. Saya pengacara baru anda karena om saya akan berkonsentrasi pada kasus kakak kembar anda yang butuh penanganan lebih serius."
"Kalau om saya tidak fokus bisa-bisa kakak kamu dijatuhi hukum sangat berat."
"Itu sebabnya kamu saya yang handle."
"Panggil saya Bonny aja nggak usah pakai Pak. Kayaknya umur kita nggak beda jauh," kata Bonny.
"Baik Pak," jawab Lian.
"Kamu bukan orang idiot kan? Saya bilang nggak usah pakai Pak ngerti nggak sih? Kayaknya kamu mahasiswa kenapa jadi bodoh seperti itu?" kata Bonny lagi.
"Iya maaf," jawab Lian.
"Saya akan mulai. Dari data yang saya dapat rasanya tidak perlu saya bahas ya. Nama, tanggal lahir dan alamat saya lewatkan saja."
"Kalau data diri sudah saya rekap. Yang saya ingin tanya apa peran kamu pada kasus percobaan pembunuhannya nyonya Angelica Wibowo?"
"Saya nggak tahu apa-apa," jawab Lian.
"Kalau di data saya, anda dituduhkan berperan aktif terhadap penukaran kertas dari dokter Martha untuk acara gender reveal. Karena hanya anda yang tahu semua detail selain sekretaris pak Axel."
"Kalau soal itu bagaimana?"
"Saya nggak pernah ngasih info apa pun pada siapa pun," jawab Lian dengan percaya diri.
"Lalu kakakmu dapat dari mana info kertas dalam.sedotan di amplop kecil itu?"
"Kakakmu juga dapat dari mana waktu menjebak di cafe sampai pak Axel dibius?"
"Maksud saya bukan saya ngasih dengan kesadaran. Saya ngasih tahu posisi pacar saya, saya nggak kasih tahu soal pak Axel."
"Anda bilang kan pacar anda bersama Pak Axel sedang meeting."
"Itu jelas secara nggak langsung anda sudah kasih tahu posisi pak Axel."
"Maksud saya, saya tidak secara langsung memberitahu untuk bekerjasama," kata Lian.
"Oke. Saya catat semua perkataan Anda. Selanjutnya mereka bicara sampai tuntas.
\*\*\*
"Panti asuhan? Koq bisa kenalan dengan anak panti?" Maheswari mama Marvel tak percaya ketika putra nya bilang ingin titip barang dagangan baju bayi produksi adik-adik asuh bos nya.
"Kan kemarin aku sudah bilang masalah Lian. Nah saat harus kasih keterangan ke pengacara bu Lieke istri pak Axel. Pengacaranya minta bertemu di panti asuhan."
"Bu Lieke istri pak Axel kan memang anak panti asuhan. Saat aku mau ke rumah sakit berkaitan dengan masalh hukum, adik-adik bu Lieke juga mau berangkat menjenguk kakaknya."
"Dari situ aku tahu mereka cari uang buat bantu operasional panti. Jadi aku tertarik bantu mereka buat jualan."
"Wah apa nama pantinya. Biar mama masukin ke yayasan biar dapat bantuan rutin tiap bulan."
Marvel langsung memberi data panti asuhan serta nomor rekening panti yang biasa pak Axel beri santunan rutin.
Maheswari memang penggerak sosial. Dia bukan orang kaya hanya karena bisa bergaul dengan baik dia bisa masuk ke lingkungan dari kalangan berada. Dia banyak mendapat kemudahan setiap bergerak karena tak pernah mengambil keuntungan untuk diri sendiri.
Dia tak korupsi atau mencari income di kegiatan sosialnya sehingga banyak kepercayaan yang dia peroleh.
Kegiatan sosial baginya hanya wadah bergerak positif karena bengong sendirian dirumah saat suami dan dua anaknya bekerja.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND